Artikel

10 Tips Menulis Buku Laris Ala Dan Brown

Siapa sih yang tak kenal Dan Brown? Meskipun belum pernah baca bukunya, setidaknya orang pasti pernah mendengar atau membaca namanya. Ya, buku-buku Dan Brown memang selalu masuk dalam jajaran bestseller di seluruh penjuru dunia selama 15 tahun terakhir.


Tema-tema kontroversial yang diangkat Dan Brown dalam buku-bukunya selalu berhasil menarik minat para pembaca. Setelah menggebrak dengan tema pencarian Holy Grail dalam The Da Vinci Code pada 2003, dalam novel terbarunya yang berjudul Origin, Dan Brown mengangkat tema agama versus sains.

Tak diragukan lagi, Dan Brown sukses menyajikan kisah-kisah yang membuat para pembaca ketagihan.


Baru-baru ini, Dan Brown menjadi salah satu mentor Masterclass, sebuah kursus online, dan berbagi ilmu tentang kepenulisan. Penasaran apa saja yang dia ajarkan? Mari kita intip sedikit bocorannya di artikel ini.



1. Buat janji kepada pembaca

Dan tepati janji tersebut. “Dalam menulis novel, genre apa pun, penulis seolah-olah membuat janji kepada pembaca, dan itu tidak boleh dilanggar,” ujar Dan Brown. Memperkenalkan tokoh-tokoh misterius, teori-teori konspirasi, dan teka-teki di awal cerita akan menjerat para pembaca, dan mengarahkan mereka pada pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijawab. Tidak perlu dijawab semua sekaligus, yang pasti di akhir cerita, semua pertanyaan itu harus terjawab. “Kalau kau menulis ada sebuah senapan tergantung di dinding pada bab satu, maka pada akhir cerita harus ada seseorang yang menggunakan senapan tersebut.”




2. Waktu yang terbatas


 Beri batasan waktu, di mana sesuatu harus terjadi. Ini akan membuat alur cerita terus maju. Contohnya, keseluruhan kisah Angels and Demons terjadi dalam waktu 24 jam, di mana dalam batas waktu itu Profesor Robert Langdon harus menyelamatkan dunia dari senjata nuklir. Batas waktu meningkatkan urgensi suatu thriller dan membantu mempertahankan laju cerita.


3. Konflik itu penting

Bagi Dan Brown, konflik mengacu pada konsep membuat suatu tokoh menjalani ujian yang sulit. Harus hanya ada satu cara untuk mencapai resolusi, dan itu tidak boleh dibuat mudah. “Memberi keterbatasan pada tokoh itu penting,” ujarnya. “Dan ini adalah salah satu hal yang tidak semata-mata berdasarkan intuisi.”


4. Bereksperimen dengan cliffhanger

Dalam buku-buku Dan Brown, banyak bab diakhiri dengan cliffhanger yang membuat pembaca gemas. Menurut Dan Brown, cliffhanger itu tentang penundaan memberi informasi dan pengaturan waktu. “Kita tidak memberitahu sesuatu… dan menciptakan jeda sebelum resolusi,” ujarnya. Brown menyarankan untuk mengutak-atik struktur narasinya, dengan mengakhiri suatu bab lebih cepat atau menyimpan pancingan (misalnya petunjuk bahwa di bab berikutnya, sang protagonis akan berada di benua lain) agar tetap menarik minat pembaca.


5.Gunakan alur-alur cerita yang berkelindan

Satu alur cerita yang menarik itu bagus. Tapi beberapa alur cerita yang menarik adalah cara yang bagus untuk memikat pembaca. (Terutama jika kau memegang janji, memberi batasan waktu, dan tidak memberi jalan mudah bagi resolusi cerita.) Brown menyampaikan bahwa dia menulis alur-alur cerita secara terpisah terlebih dulu, baru kemudian menjalinnya. “Alur-alur cerita ini harus berkelindan. Kalau tidak, alur-alur itu tidak akan relevan satu sama lain,” kata Dan Brown.


6. Lakukan banyak riset, karena mungkin kau akan menemukan hal-hal tak terduga

Dan Brown membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menulis buku, salah satunya karena dia selalu melakukan banyak riset. Dia merekomendasikan untuk sebanyak mungkin membaca tentang topik yang sedang kau tulis, entah itu sejarah, filosofi, sains, perjalanan, atau teori konspirasi. Namun di antara banyaknya informasi yang tersedia, bagaimana caranya menemukan bahan-bahan yang tepat untuk sebuah cerita thriller?

 



“Caranya adalah dengan terus menerus menyaring informasi,” ujar Brown. Simpan informasi-informasi yang menarik bagimu, meskipun mungkin pada saat itu terkesan tidak cocok dengan alur cerita yang sedang kau tulis. “Simpan informasi-informasi itu di kepalamu selama tahun-tahun kau menulis buku,” katanya. Suatu hari mungkin kau menulis suatu kalimat dan teringat akan fakta atau latar belakang yang berguna. Dan Brown menyimpan semua hasil risetnya dalam bentuk daftar elektronik, meskipun hal-hal yang terpenting dia tulis tangan.


7. Jaga prosesnya


Penulis thriller yang sukses perlu memahami berapa lama waktu yang diperlukan untuk menulis sebuah buku, dan kebiasaan yang kuat menjadi faktor penting. Seperti penulis-penulis lainnya, Dan Brown memiliki rutinitas (dia bangun jam empat pagi untuk menulis di sebuah ruangan yang sama sekali tidak punya jaringan internet) dan menekankan pentingnya berpegang pada kebiasaan itu dan menyadari bahwa itu akan dilakukan untuk jangka waktu lama. “Jaga prosesnya,” dia bilang. “Hasilnya akan mengikuti.”


8. Tulis yang salah dulu


Ini adalah cara Dan Brown untuk keluar dari kebuntuan dalam menulis, sekaligus saran terbaik yang pernah dia terima. “Tulis yang salah dulu, dan biarkan itu jadi proses untuk menulis yang benar.” Alih-alih menulis satu paragraf kemudian menghapusnya karena tidak sesuai keinginan, menulis saja terus. Revisi-revisi bisa dilakukan belakangan.



9. Mulai dengan dunia yang spesifik


Seringkali, memulai menulis adalah langkah yang paling sulit, dan Dan Brown menyarankan untuk memulai dengan memilih dunia yang menarik bagimu. Bisa jadi dunia jurnalisme, atau dunia kuliner. Setidaknya ini akan memberikan batasan tempat dari cerita yang kau tulis. Brown memberi contoh sebagai berikut: “Kalau kau memiliki restoran, tokoh antagonisnya bisa saja seorang mafia. Kau meminjam uang dari orang salah untuk membuka restoran, dan jadilah sebuah cerita thriller—atau setidaknya fondasi dari cerita thriller.”



10. Ingatlah untuk berambisi


Tidak, ini bukan berarti memutuskan untuk mulai menulis cerita thriller (yang merupakan suatu keputusan besar). Meskipun memiliki teknik menulis yang luar biasa, kau butuh kreatifitas untuk menaikkan kualitas tulisanmu ke tingkat selanjutnya. Semua buku Dan Brown mengandung isu-isu penting yang sudah terkenal luas—seperti isu agama atau kelebihan populasi. Dan Brown memilih isu-isu ini karena menurutnya isu-isu ini berguna. Intinya, tema-tema ambisius membuat taruhannya lebih tinggi.

 

“Jika kau membuat cliffhanger tentang akhir dunia, isunya akan menjangkau lebih banyak orang, dibandingkan jika kau membuat cliffhanger tentang mengantarkan anak ke sekolah tepat waktu. Keduanya efektif dalam genrenya masing-masing, tapi aku memilih tema-tema besar karena lebih menarik bagi banyak orang.”

 

Jadi, mulailah berambisi, belajar dan mulai menulis. Siapa tahu, mungkin kau akan menjadi Dan Brown berikutnya.


[Diterjemahkan dan disadur oleh Dy dari artikel Quartzy karya Aisha Hassan] 
https://qz.com/quartzy/1449852/dan-browns-top-10-tips-on-how-to-write-a-bestselling-thriller/



Baca juga: Ingin Jadi Penulis? Simak Pesan Penting dari Dan Brown Yuk!


Baca juga: 10 Fakta Menarik Dibalik Sosok Dan Brown

Author


Avatar