fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel
5 Hal Sederhana yang Membuat Bukumu Tetap Aman di Musim Hujan | Featured
Membawa buku saat musim hujan membutuhkan penanganan yang ekstra, tanpa persiapan yang baik tentu akan membuat kita kesulitan. Turunnya hujan yang tidak dapat diprediksi, akan membuat kita mati kutu.

Apalagi kalau kebetulan kita sedang berada di lokasi yang tidak memiliki tempat yang nyaman untuk berteduh. Alhasil, buku yang kita bawa akan basah oleh air hujan dan akan lebih rentan mengalami kerusakan. Walaupun bisa dikeringkan dengan bantuan panas matahari ataupun hair dryer, buku tersebut akan bergelombang dan tulisannya pun akan sedikit memudar.

Hal ini tentu akan mengganggu kenyamanan kita saat membaca buku tersebut. Daripada harus membeli buku baru lagi, lebih baik persiapkan hal-hal yang bisa membuat bukumu tetap aman selama musim hujan.

Ada lima hal sederhana yang sangat mudah untuk dilakukan, namun sangat berguna dan bermanfaat untuk membuat buku yang kita bawa aman selama musim hujan. Bagaimana saja hal sederhana tersebut? Mari simak penjelasannya berikut ini:



1. Selalu Membawa Jas Hujan atau Payung

 


Masih ingat dengan pepatah “Sedia payung sebelum hujan”? Kalimat ini bukan hanya sekadar pepatah, tetapi mengandung perintah. Selalu membawa payung atau jas hujan, dapat membantu mengamankan tubuh dan buku kita dari terpaan air hujan. 

Supaya tidak ribet, bawalah payung atau jas hujan yang berukuran kecil dan bisa disimpan di saku samping tas.


2. Menggunakan Tas yang Dilengkapi Cover Bag

 


Saat ini produsen-produsen tas sudah mulai melengkapi barang produksi mereka dengan cover bag, pelapis tas yang bisa melindungi tas dan isinya dari terpaan air hujan. Dengan ukuran yang fleksibel dan bisa dilipat-lipat, cover bag tidak akan memakan ruang di dalam tas.

Kalau pun tas yang kamu gunakan tidak dilengkapi dengan cover bag, kamu bisa membelinya di penjual jas hujan atau supermarket. Penggunaan cover bag dan jas hujan tentu akan membuatmu lebih nyaman dan bukumu pun akan tetap aman.


3. Membawa Map Plastik

 


Apabila tas yang kamu gunakan tidak dilengkapi cover bag, maka menggunakan map plastik bisa menjadi solusi untuk membuat bukumu tetap aman. Harganya pun cukup murah, bila dibandingkan dengan cover bag. 

Untuk mendapatkannya pun cukup mudah, selain di tempat photocopy beberapa warung dan mini market juga ada yang menyediakan map plastik.

Pilihlah map plastik yang permukaannya lebih rapat dan berbahan plastik tebal, agar daya tahannya terhadap air hujan bisa lebih baik dan membuat buku yang kita bawa tetap kering.



4. Membawa Kantong Plastik

 


Cara yang cukup praktis agar buku kita tidak basah saat hujan adalah dengan cara selalu membawa kantong plastik. Kantong plastik cukup ringan untuk diselipkan di tas atau di saku celana.

Cermatlah dalam menggunakan kantong plastik, gunakan kantong plastik yang baru agar kondisinya bersih dan aman terhadap buku. Mengingat sampah plastik yang sulit terurai, gunakanlah kantong plastik tersebut sampai benar-benar tidak bisa digunakan lagi ya.


5. Menggunakan Spray Anti Air



Sudah tahu produk spray anti air? Produk ini berfungsi untuk membuat barang yang kita miliki, memiliki daya resistansi terhadap zat cair. Selain bisa melindungi dari basah air hujan, spray ini juga bisa melindungi barang-barang dari zat cair lainnya seperti minyak atau kecap.

Gunakan spray anti air ini pada tas yang kamu bawa, bukan pada bukunya ya. Dijamin bukumu akan terhindar dari basah air hujan.



***

Itulah 5 hal  sederhana yang bisa membuat bukumu tetap terjaga di musim hujan. Semoga bermanfaat!

Sandra Nurdiansyah Publisis
Penerbit Mizan
(Penyunting Nizar Tegar)
0

Artikel, Blogger Review, Review
Asia vs Barat | Featured
[Oleh:  Gilang Maulani]


Dibanding-bandingkan dengan orang lain, apalagi oleh orangtua sendiri itu nggak enak. Semisal, si X anaknya tetangga kita baik ya, beda sama kamu! DEG. Super nggak enak. Membuat nyali ciut dan nggak berharga. Lalu hubungannya dengan buku ini apa? Ada, jelas ada. Dikupas tuntas di sini.
 
Sebelum masuk ke intinya, aku curhat dulu boleh ya? Sa at mendapatkan kiriman buku ini jujur aku sedikit shock. Secara bukan bacaan aku banget. Iya, aku doyannya fiksi sementara ini buku apa? Hayo menurut kamu buku apa? Dilihat dari covernya kayak buku politik, padahal bukan. Begitu dibalik, blurb-nya kok cocok sama aku yang ingin jadi kreatif … #nyengirkuda.
 
 
Blurb
 
Bagaimana suatu budaya dapat memiliki andil yang besar dalam proses pembentukan kreativitas seseorang? Benarkah bahwa secara umum orang Asia lebih sulit untuk berpikir, merasa, dan bertindak secara kreatif dibandingkan orang Barat? Mengapa?
 
Ada banyak perbedaan antara masyarakat Asia dan Barat. Perbedaan mendasar antara dua budaya tersebut pada akhirnya membentuk ciri khas tersendiri antara sistem nilai, kepribadian, dan makna diri, bahkan merambah hingga perbedaan pola asuh dan sistem pendidikan yang berlaku di Asia dan Barat hingga saat ini.
 
Buku ini akan menjelaskan secara terperinci segala aspek yang berkaitan dengan faktor pemicu kreativitas yang tanpa disadari telah dibentuk sejak usia dini. Kwang akan memaparkan aspek-aspek tersebut dengan pembahasan yang apik dan menyeluruh.
 
Jika anda tertarik untuk meningkatkan kapasitas diri dan passion dalam hidup, membentuk kepribadian yang lebih kreatif, atau sekadar mempertanyakan hal-hal apa saja yang memengaruhi kreativitas, bersiaplah, Kwang akan menuntun Anda untuk menjawab pertanyaan tersebut.


***

“Pada setiap pekerjaan kreatif, ide yang abstrak dan belum teruji harus diterjemahkan ke dalam aksi konkret.” – Hal. 6

***


Terdiri atas 9 Bab :

1. Dunia Pardoks para Penemu,
2. Karakter Masyarakat Asia dan Barat,
3. Struktur Psikologis Orang Asia dan Barat,
4. Budaya, Kreativitas, dan Sikap Individual,
5. Budaya, Kreativitas, dan Sikap Termotivasi,
6. Bagaimana Pelajar Asia dan Barat Berusaha Meraih Sukses?
7. Bagaimana Orang Asia dan Orang Barat Menghadapi Konflik?
8. Dapatkah Dunia Timur Bertahan terhadap Dunia Barat?
9. Menuju Masyarakat Asia yang Lebih Kreatif.

Sejak awal sejarah manusia, kehidupan sudah mendapatkan kontribusi kreatif orang-orang yang hidup dalam budaya berbeda di seluruh dunia.

Contohnya : kulkas dan komputer. Penemuan ini mempermudah kehidupan kita, sayangnya pada kesempatan yang sama mereka telah banyak membuka area potensial terjadinya konflik antar sesama manusia.

Contohnya : Nuklir. Di satu sisi memenuhi kebutuhan energi, di sisi lainnya menimbulkan bencana. Ada 4 pendekatan teoritis untuk mempelajari kreativitas : kognitif, kepribadian, psikologi dan sistem.

Kreativitas kelas atas hanya dimiliki oleh sedikit orang sepanjang hidup kita, berbeda dengan kreativitas keseharian yang sebagian besar dari kita akan mengalaminya. Jika kita ingin berbakata di bidang tertentu, kamu tidak membutuhkan gen terbaik, tapi harus punya dukungan yang cukup dari orang terdekat selama masa pembentukan.

Albert Einstein, Mahatma Gandhi, Isaac Newton merupakan jenius kreatif yang ketika dijabarkan membuat tercengang lebih ke arah agak mengerikan sih. Kalau barat punya Bill Gates, Asia juga punya, Sim Wong Hoo dan Jerry Yang.


“Para ahli memperoleh kinerja terbaik di beberapa bidang tertentu, bukan karena mereka terlahir dengan gen terbaik tapi karena mereka terlahir melakukan latihan yang terus-menerus.” Hal. 15


Orang Barat memang lebih kreatif, tapi tanpa adanya impor dari Cina … penemuan-penemuan itu tidak akan mungkin terjadi. Dan masyarakat Asia, terutama Cina sendiri pun tidak banyak yang mengetahui fakta ini. Belum lagi fakta-fakta tentang Jepang dan Singapura.


“Orang Asia lebih kreatif daripada orang Barat dalam hal keterampilan kuliner.” – Hal. 105


Budaya bisa memengaruhi kreativitas, dikupas secara lengkap di sini. Selain budaya, kepribadian pun turut memengaruhi, di mana Asia lebih tertutup dan Barat terbuka, di mana proses belajarnya penuh trial dan error.

Kemudian dari sistem pendidikan pun berbeda. Pelajar Asia ketika memilih jurusan, mereka memilih yang memiliki nilai pasar yang bagus dan dapat membantunya menemukan pekerjaan bagus saat lulus nanti. Dan keinginan berprestasi di sekolah muncul untuk memenuhi harapan orang lain, terutama keluarga yang sudah banyak berkorban untuk mereka.



Asia vs Barat | Cover

Jadi benarkah Orang Barat lebih kreatif daripada Orang Asia? Kamu bisa menentukan jawabannya di buku ini. Dan kamu ingin menjadi lebih kreatif?

Di buku ini ada panduan komprehensif untuk menjadi orang Asia yang kreatif lho? Yakin nggak mau baca sendiri? Aku bagi satu deh panduannya : Menjaga sikap suka bermain-main di dalam kehidupan. Hayo, kamu pasti bingung kan? kok main-main sih … makanya, baca bukunya langsung biar nggak penasaran.

***

Ketika satu persatu halaman pada buku ini aku baca, rasanya seperti di tampar bolak-balik. Kesindir banget yes! Betapa selama ini ketika sekolah, aku berusaha mendapatkan nilai baik demi membahagiakan orangtua, agar mereka tidak kecewa.

Milih jurusan saat kuliah kemarin pun bukan karena passion tapi karena … ah sudahlah. Cara orangtua mendidik pun memengaruhi psikologis untuk menjadi orang kreatif lho. Di Barat, kalau menghukum anak itu dikunci di dalam rumah, sementara di Asia dikunci di luar rumah.

Logikanya, bener yang dikunci di dalam rumah dong, biar anaknya merenung. Belum lagi dibanding-bandingkan dengan orang lain, itu membuat anak merasa diremehkan.

Orang Asia juga cenderung menghindari sesuatu yang memancing konflik dan mempermalukan dirinya ataupun kelompoknya (takut mencoba). Itu jelas menghalangi proses kreatif. Orang Barat kalau bikin karya nggak main-main lho, contoh di sini pembuatan film Titanic dan wirausahawan sukses Richard Branson.

Beberapa dari orang Asia juga mementingkan wajah. Seperti orang-orang yang saling memamerkan kekayaan, membuat pesta pernikahan yang mewah supaya tidak kehilangan muka di hari istimewa. Menginginkan lebih banyak uang padahal sudah punya cukup uang untuk berbahagia.

Real banget kan? Tapi nggak bisa dipungkiri kalau orang Asia memang lebih kreatif dalam hal keterampilan kuliner. Banyak macemnya dan kaya rempah-rempah.

Dengan membaca buku ini, aku yakin kamu nggak akan nyesel. Justru pikiran kamu bakalan lebih terbuka untuk menjadi kreatif. Terjemahannya pun luwes, enak bacanya. Tapi kurang sreg sama font yang untuk keterangan. Terlalu kecil. Ada beberapa tulisan yang sedikit pudar juga di beberapa halaman, nggak bener-bener hitam.


***


Kutipan-kutipan Favorit :


“Motivasi intrinsik mengacu pada passion seseorang untuk melakukan tugas yang diminta. Tanpa passion dalam melakukan hal yang dilakukannya, dia akan merasa kesulitan untuk melangkah.” – Hal. 9


“Menjadi penemu dalam keseharian tidak akan mendapatkan pengakuan dunia Internasional. Meski demikian, hal itu akan membuat kita berada dalam kehidupan yang bermakna, sehat dan seimbang.” Hal. 14


“Pepatah Jepang : yang menonjol sendiri akan di serang, bertolak belakang dengan pepatah Amerika : yang paling berbeda yang akan mendapatkan perhatian.” – Hal. 48


“Jika ada orang lain yang mengalahkan kita dalam suatu hal, saya rasa kita harus bangkit dan melangkah lagi.” – Hal. 91


“Dunia Barat memang berutang banyak kepada Timur. Tanpa Impor dari Cina, perkembangan dunia kelautan dan navigasi, seperti kemudi kapal, kompas dan tiang kapal ganda, perjalanan besar Eropa yang membawa pada penemuan-penemuan tidak akan mungkin terjadi.” – Hal. 105


“Orang yang kreatif itu tidak “menyenangkan” karena mereka memaksa orang lain untuk harus melakukan apa yang mereka katakan, betapapun anehnya itu.” – Hal. 206


“Jika ingin membesarkan anak kreatif di dalam keluarga, kita perlu meluangkan lebih banyak waktu untuk mendorong dan memuji mereka saat melakukan hal-hal yang baik dan tidak sering-sering membentak dan memaksa mereka saat melakukan kesalahan.” – Hal. 280


 
Judul : ASIA VS BARAT : Benarkah Orang Barat Lebih Kreatif Daripada Orang Asia?

Judul Asli : Why Asians Are Less Creative Than Westerners

Penulis : NG AIK KWANG

Penerjemah : Widiati Utami

Penyunting Naskah : Zahra Haifa


Proofreader : M. Eka Mustamar

Desainer Sampul : Wirastuti

Desainer Isi dan Layout  Jumee

Penerbit : Kaifa

Tahun Terbit : Cetakan pertama, Agustus 2016

Jumlah Halaman : xviii + 358 hlm

ISBN : 978-602-0851-54-9





Tulisan ini disalin dari blog pribadi Gilang Maulani, cek blog Gilang melalui tautan di bawah ini:
 
0

Anak, Artikel


5-tips-1  

Halo sahabat! Hari ini Putra ingin berbagi 5 tips menulis untuk kamu 🙂 Siapa yang disini suka menulis? Pasti suka kesal kan kalau tulisan kamu masih terasa kurang enak dibaca atau saat kamu tidak ada inspirasi. Simak yuk tips di bawah ini:

  5-tips-2  
1. Banyak Membaca Buku

Rutin membaca akan membantu untuk mengembangkan kemampuan menulismu, lo. Misalnya, kalau kamu suka menulis cerita fantasi, perbanyaklah membaca buku fantasi. Putra yakin deh pasti nanti kamu bakal jago bikin tulisan fantasinya.
  5-tips-3  

2. Mencoba Hal Baru

Ada banyak cara untuk mendapatkan inspirasi, salah satunya dengan mencoba sesuatu yang baru. Misalnya, pergi ke tempat yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya atau ikut suatu kegiatan sosial. Itu akan membuat ide-ide segar lebih mudah muncul, apalagi kalau kamu menemukan pengalaman seru di sepanjang perjalananmu.
  5-tips-4  

3. Tulis Idemu

Kalau sudah mendapatkan ide, secepatnya kamu tulis ya sahabat! Saat tercetus ide, lebih baik langsung kamu tulis di kertas, notes atau bahkan di ponselmu agar tidak lupa.

Jadi, kalau kamu sedang ingin mencari inspirasi, jangan lupa untuk membawa kertas dan pensil untuk mencatat semua ide yang muncul ya. Tulislah idemu sebanyak-banyaknya, agar ceritamu semakin kaya.  

5-tips-5

4. Berlatih

Saatnya menuangkan ide kamu ke dalam sebuah cerita. Agar tulisanmu bagus, kamu harus banyak berlatih juga. Semakin banyak kamu menulis, Putra yakin tulisanmu akan terus-menerus berkembang. Para penulis yang sudah ahli pun masih sering melatih tulisannya lo.
  5-tips-6  

5. Cek Kembali Tulisanmu

Setelah kamu menulis, kamu bisa mengulas tulisanmu itu dengan menunjukkannya kepada orang tua, kakak, adik, atau bahkan temanmu, minta pendapat mereka tentang tulisanmu. Jika mendapat ulasan yang kurang baik, jangan menyerah dulu, ambil positifnya dan terus menulis.  

Bonus: Jika kamu sudah merasa cukup puas dengan tulisanmu, jangan malu dan takut untuk menerbitkan karyamu di blog, koran, atau majalah. Lebih bagus lagi jika kamu mau menerbitkan karyamu ke penerbit buku. Tunjukkan karyamu ke seluruh dunia! 😀  



***

 

Nah, begitulah 5 Tips Menulis ala Putra. Semoga bermanfaat bagi sahabat semua, dan bisa terus menulis dan menambah karya-karya anak bangsa 🙂



  Asyila Syafawani Afifah Publisis DAR! Mizan
(Penyunting Nizar Tegar)
0

X