fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Anak, Artikel

Sahabat KKPK sudah dengar sekolah-sekolah yang unik? Seperti sekolah alam, sekolah kepribadian, dan sekolah-sekolah lainnya yang berbeda dengan sekolah pada umumnya. Sekolah-sekolah ini seringkali diciptakan sebagai solusi terhadap kondisi di suatu tempat tertentu. Misalnya, kurangnya tingkat kesadaran untuk bersekolah, sehingga diciptakan sekolah alam yang kegiatannya lebih seru dan tidak membosankan.

Harapannya, banyak yang mau bersekolah. Atau juga karena banyaknya orang yang kurang beruntung dan tidak memiliki biaya untuk bersekolah di sekolah biasa, sehingga bersekolah di sekolah alam menjadi solusi tepat, karena biasanya, sekolah alam tidak memiliki bangunan tetap, dan mereka tidak perlu membayar sewa bangunan.

Masalah-masalah seperti itu tidak hanya dialami Indonesia, tapi di seluruh dunia. Mereka juga memiliki banyak sekolah tidak biasa yang unik. Mau tahu apa saja? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini, yuk!



1 . Sekolah Apung Makoko di Lagos, Nigeria.



Sekolah apung ini dibangun di kawasan pinggir laut di Afrika. Sekolah ini dibuka untuk umum dari segala usia. Awalnya, sekolah ini dibangun untuk menahan luapan air pasang di daerah danau.

Sekolah apung ini memiliki dua ruangan, ruangan belajar dan ruangan bermain, dan mampu menampung hingga 100 murid bahkan pada kondisi cuaca terburuk sekalipun.



2 . Sekolah Kubus di Copenhagen, Denmark.



Sekolah ini berbentuk kubus raksasa yang terbuat dari kaca dan tidak memiliki ruangan-ruangan terpisah. Jadi, ruangan terbuka yang sangat besar itu hanya dipisahkan oleh “tong” raksasa yang dilengkapi tempat duduk nyaman untuk beristirahat dan mendorong siswa untuk berpikir kreatif.

Ruangan kubus ini mampu menampung lebih dari 1.100 siswa. Proses belajar mengajar diadakan disebuah ruang kaca yang luas, yang biasa mereka sebut gimnasium.

3 . Sekolah dengan Pendekatan Individu di Australia.



Seperti namanya, sekolah ini memiliki stategi belajar yang sangat berbeda dari sekolah pada umumnya. Di sekolah ini, setiap siswa memiliki rencana belajar yang berbeda-beda dan bisa dengan mudah disesuaikan sesuai kebutuhan oleh guru atau orang tua.

Siswa-siswi di sini juga bisa mengajukan usulan sendiri untuk meningkatkan proses belajarnya dan membuat proses belajarnya lebih nyaman. Dalam proses belajar mengajar, sekolah ini membagi kelas menjadi grup kecil, sehingga guru dapat memerhatikan siswanya lebih khusus.



4 . Sekolah Kehidupan Nyata di Pulau Rhode, Amerika Serikat.



Sejak awal, siswa-siswi di sekolah ini dapat memilih untuk mempelajari hal yang dia sukai. Mereka langsung mempelajari dan mempraktikan bidang yang dipilihnya, ditemani oleh mentor yang merupakan pekerja di bidang tersebut.

Jadi, siswa-siswi disini hanya mempelajari materi yang dia butuhkan untuk berkecimpung di bidang yang dia pilih tersebut. Strategi belajar seperti ini telah dipakai oleh 55 sekolah di Amerika Serikat.



5 . Sekolah yang Seperti Perkantoran di Ohio, Amerika.



Sekolah ini tidak memiliki ruang kelas, tetapi sebuah ruangan terbuka dengan kubikel-kubikel kecil seperti kubus untuk setiap siswa. Setiap siswa memiliki komputer di mejanya sendiri yang dapat membantunya untuk belajar.

Di sekolah ini, Sahabat belajar sendiri melalui komputer tersebut, dan jika kebingungan atau memiliki pertanyaan, mereka dipersilakan untuk bertanya kepada gurunya. Sekolah ini diperuntukan untuk siswa kelas 3 sampai kelas 12.



6 . Sekolah yang Mengajarkan Hal-Hal Berbahaya di San Fransisco, California.



Sekolah ini menyusun kurikulumnya yang terdiri dari hal-hal berbahaya. Biasanya, orang tua akan melarang anaknya untuk melakukan hal tersebut. Siswa-siswi di sini diperbolehkan bermain api, membongkar alat-alat rumah tangga, bermain kotor-kotoran, atau sekedar menggambar.

Sekolah ini dimaksudkan agar anak-anak menjadi pencetus proses pembelajarannya sendiri.



7 . Sekolah Bebas Gender di Stockholm, Swedia.



Seperti namanya, sekolah ini tidak membedakan anak laki-laki dan perempuan. Di sekolah ini, semuanya memiliki peran yang sama. Para guru menghindari panggilan khusus untuk anak laki-laki atau perempuan seperti “She” atau “He”. Semua anak dipanggil namanya atau dengan kata ganti dia.

Sekolah ini bermaksud untuk melawan anggapan-anggapan yang membedakan anak laki-laki dan perempuan. Seperti anggapan bahwa anak perempuan tidak lebih hebat dari anak laki-laki, atau sebaliknya, bahwa anak laki-laki tidak lebih kreatif dari anak perempuan. Disini semua sama hebat dan sama kreatif.



8 . Sekolah Steve Jobs di Amsterdam, Belanda.



Sekolah ini menggunakan sistem belajar mandiri. Setiap anak memiliki program belajarnya sendiri. Tapi, setiap 6 minggu sekali, program itu akan diatur ulang oleh anak itu sendiri, orang tua, dan gurunya. Sehingga, proses belajar tetap terkontrol oleh guru. Sekolah ini dibuka untuk anak kelas 4 sampai kelas 12.



9 . Sekolah yang Mendorong Rasa Empati dan Kreatifitas di New York, Amerika.



Pendiri sekolah ini percaya bahwa sekolah harus seperti taman bermain. Sistem pendidikan yang berlaku di sekolah ini diharapkan bisa mendorong siswanya agar meluangkan waktu untuk belajar.

Siswa kelas 2 sampai kelas 8 mendiskusikan cara untuk meningkatkan proses daur ulang, membuat miniatur tiga dimensi kota New York, dan melakukan hal seru lainnya untuk mengembangkan keingintahuan siswanya.



10 . Sekolah Gunung dan Gua di Stockholm, Swedia.



Bukan sekolah yang berada di dalam gua sungguhan, tetapi sekolah ini didesain menjadi sebuah gunung-gunung dan gua sehingga anak-anak yang bersekolah di sini tidak akan merasa bosan.

Di sekolah ini, tidak ada ruang kelas. Jadi, sekolah ini merupakan ruang terbuka yang luas dengan miniatur alam.
Proses belajarnya pun memadukan unsur seni, musik, dan tarian.


Nah, Sahabat, sekolah-sekolah tersebut sangat unik, ya! Belajar di sana sepertinya akan selalu menyenangkan dan setiap harinya kita bisa menemukan hal baru. Sahabat bisa ceritakan keunikan sekolah kamu di rumahkkpk.com, ya!



(Penyunting: Kak Dini)
0

Anak, Artikel


Sahabat KKPK tahu, tidak? Semakin sedikitnya ruang kosong di dunia, semakin sedikit pula hutan dan lahan hijau. Apalagi di kawasan perkotaan yang selalu disibukkan dengan hiruk pikuk aktivitas ala perkotaan. Polusi semakin pekat, bahkan untuk mendapatkan udara segar, orang perkotaan membutuhkan liburan yang cukup jauh ke pedesaan.

Hal ini dapat membahayakan kelangsungan semua makhluk yang tinggal di bumi. Pemanasan global terlihat semakin sulit untuk dicegah. Tetapi, seorang arsitek ini tidak habis akal. Stefano Boeri mencetuskan ide “hutan vertikal” yaitu gedung pencakar langit yang dipenuhi tumbuhan di setiap sisinya.

Proyek ini pertama kali dibuat di sebuah tower di Milan, Italia, pada tahun 2014. Stefano menanam ratusan tanaman besar dan kecil di setiap balkon di tower itu. Dia juga menanam lebih dari 5.000 tanaman semak belukar dan 11.000 tanaman bunga.



Hutan vertikal ini dapat memproduksi oksigen, menyediakan habitat untuk serangga dan unggas, juga mengurangi polusi udara.  Menurut penelitian, setiap satu pohon dapat mengurangi debu di sekitarnya sebanyak 7 sampai 24%.

Semenjak Stefano membuat hutan vertikal di Milan, para pengusaha pembangunan mulai meminta Stefano untuk membuat hutan vertikal ini di negaranya, termasuk Swiss dan Tiongkok (Cina).

Rencananya, Tiongkok akan membangun hutan vertikal ini di kota Nanjing. Stefano mengatakan, hutan tersebut akan terdiri dari 1.100 tanaman yang terdiri dari 23 spesies tanaman.




Negara Tiongkok terkenal dengan udara kotornya, dan lebih dari 300 juta anak tinggal di tempat yang berudara buruk itu. Tiongkok juga dikatakan sebagai negara dengan penduduk terpadat di dunia. Artinya, lahan hijau di Tiongkok sudah semakin sedikit. Jika Tiongkok membuat banyak hutan vertikal, udara di sana akan semakin bersih.

Selain bisa menjadi habitat keragaman tumbuhan, hutan vertikal ini mampu menyerap 25 ton karbondioksida berbahaya setiap harinya. Wah, terbayang, kan, bagaimana udara di sekitar tempat dibangunnya hutan vertikal itu nantinya? Pasti menjadi sejuk dan menyehatkan.


Sahabat KKPK juga pasti senang tinggal di tempat berudara bersih, kan? Ceritakan keadaan udara di sekitar tempat tinggal kalian, yuk! Tulis ceritanya di rumahkkpk.com, ya!



(Penyunting: Kak Dini)
0

X