fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Anak, Artikel

 



Bagaimana kalau sebuah ruangan di rumah dapat diputar-putar seperti rubik? Memang terdengar seperti imajinasi saja, tapi di tangan seorang arsitek kreatif  hal ini benar-benar jadi nyata. Rumah ini diciptakan sebagai solusi terhadap rumah-rumah di Teheran yang biasanya memiliki duplikat ruangan untuk menghadapi cuaca ekstrim.

Teheran berada di antara pegunungan dan gurun yang membuat daerah itu bersuhu ekstrim saat musim panas, dan saat musim dingin. Sehingga rumah-rumah di sana memiliki dua ruang keluarga yang terletak berseberangan. Tentunya hal ini dianggap tidak hemat ruang.



Perusahaan yang menciptakan teknologi rumah hemat ruang ini bernama Next Office. Mereka mendesain sebuah rumah tiga lantai yang di setiap lantai memiliki ruangan yang bisa diputar. Ruangan-ruangan ini bisa dibuat menghadap keluar selama musim panas, supaya banyak udara yang bisa masuk dan membuat rumah sejuk.

Sedangkan saat musim dingin, ruangan ini dibalikkan menghadap ke dalam supaya angin dingin tidak mudah masuk ke dalam rumah dan seisi rumah pun tetap hangat. Alat yang dipakai untuk memutar ruangan ini adalah alat yang biasa dipakai di panggung pertunjukan atau di pameran mobil. Alat ini dikembangkan oleh perusahaan dari Jerman, dan dikirim langsung ke Teheran. Rumah ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2013.





Hebat banget ya, Sahabat! Ini adalah salah satu contoh bahwa setiap mimpi dan imajinasi pasti bisa dijadikan nyata asalkan kita mau berusaha untuk mewujudkannya.

Sahabat kasih tahu Kakak dong, apa sih mimpi Sahabat yang ingin dijadikan nyata? Tulis di rumahkkpk.com, ya!



(Penyunting: Kak Nizar)
0

Anak, Artikel


Jika Sahabat sudah sering melihat hewan anjing yang menjadi “asisten” seorang polisi, bagaimana dengan burung elang? Di Belanda dan Perancis, polisi mulai merekrut burung elang untuk membantu tugas-tugas polisi. Kemajuan teknologi memang bisa memudahkan pekerjaan kita.  Tetapi di tangan orang yang salah, teknologi bisa jadi berbahaya. Contohnya, teknologi pesawat pengintai tanpa awak atau yang lebih sering disebut drone ini ternyata cukup membuat polisi kewalahan dalam menertibkannya.

Drone adalah sebuah mesin yang memiliki baling-baling dan bisa terbang tanpa harus dikemudikan. Cukup dikendalikan dari jauh dengan sebuah remote control, bahkan bisa di atur untuk terbang otomatis. Jika hanya dimanfaatkan sebagai alat fotografi untuk kepentingan edukasi, drone adalah barang canggih yang menakjubkan. Tetapi jika dimanfaatkan untuk niat yang buruk, drone bisa sangat berbahaya.



Karena orang-orang jahat bisa memanfaatkan drone untuk memata-matai musuh, atau bahkan untuk mengirim bom yang ditempelkan pada drone tersebut. Kehebatan lain drone adalah kemampuannya yang mampu terbang jauh dan tinggi sampai berkilo-kilo meter. Bisa sangat membahayakan apalagi jika drone tersebut terbang melewati perbatasan sampai memasuki negara lain. Bisa-bisa kedua negara tersebut berseteru.





Untuk manusia yang sudah tentu tidak bisa terbang tanpa alat, mengejar dan menangkap drone nampaknya menjadi hal yang mustahil. Namun untuk elang, terbang dan menangkap musuh adalah hal yang natural. Burung elang memiliki naluri untuk menangkap musuh yang masuk ke kawasan yang dianggap sebagai teritorinya.

Penglihatan elang yang terkenal sangat tajam juga memudahkan burung ini untuk menangkap drone tepat di tengah badan drone tersebut. Sehingga, dia bisa menghindari baling-baling yang berputar yang bisa melukai kakinya. Kecepatan rata-rata elang terbang adalah 48 km/jam, tapi saat berburu elang bisa terbang sampai 240 km/jam. Wow, sangat cepat!




Kelebihan-kelebihan itulah yang dimanfaatkan pihak kepolisian untuk meningkatkan keamanan. Pihak kepolisian tidak semata-mata memanfaatkan hewan gagah ini tanpa memikirkan keperluan dan keselamatan rekan kerja barunya ini. Maka dari itu, kemiliteran Perancis merancang sarung kaki khusus untuk elang yang terbuat dari bahan kulit dan bahan khusus anti koyak yang tidak akan mudah robek untuk melindungi kaki dan cakar elang saat dia sedang bekerja.

Nah, bagaimana tanggapan Sahabat tentang pemanfaatan binatang untuk menjadi rekan polisi? Keren, dong pastinya!


(Penyunting: Kak Nizar)
0

Anak, Artikel



Sahabat KKPK sudah baca lintasan kura-kura yang dibuat di bawah rel kereta api di Jepang? Kalau belum, sahabat bisa baca di sini. Nah, ternyata selain lintasan kura-kura tersebut, masih ada banyak jembatan dan terowongan yang dibangun khusus sebagai fasilitas untuk hewan-hewan. Dari kepiting sampai binatang sebesar gajah, semuanya punya jalan masing-masing.

Di beberapa negara, ada jembatan yang khusus dibuat untuk memfasilitasi kepentingan para hewan. Jembatan-jembatan ini sengaja diciptakan buat memastikan para hewan yang sering berlalu lalang di masing-masing sisi jembatan tidak terganggu dengan aktivitas manusia di sekitarnya. Karena seringkali hewan-hewan ini terancam keselamatannya, atau sebaliknya, mereka terkadang mengancam keselamatan pengendara di sekitarnya. Sehingga jembatan-jembatan ini adalah solusi yang sama-sama menguntungkan manusia dan hewan.

Jembatan-jembatan ini sekaligus bisa dijadikan contoh bagaimana sebuah konstruksi buatan manusia semestinya dibangun. Tidak merusak penghuni habitat aslinya, dan tetap memfasilitasi berbagai hewan dan kekayaan alam yang ada di lingkungan tersebut.



Nah, berikut jembatan-jembatan khusus hewan tersebut:


1 . Jembatan Kepiting di Pulau Natal, Australia



Jembatan yang berbentuk tanjakan ke atas terbuat dari material yang berongga dan kasar seperti jaring, sehingga kepiting tidak akan kesulitan menanjak jembatan ini.




2 . Wildlife Crossing, Belanda



Belanda memiliki beberapa jembatan khusus hewan seperti ini, di antaranya adalah Highway A50 yaitu jembatan diatas jalan tol A50, North Brabant, Ecoduct Duinpoort, dan The Borkeld. Jembatan-jembatan ini tidak di khususkan untuk binatang tertentu saja, itulah mengapa jembatan ini dibuat cukup lebar, supaya apapun jenis hewan itu bisa menyeberang dengan aman.




3 . Jembatan Educk di Taman Nasional Kanada



Jembatan ini dibuat untuk menghubungkan dua hutan yang terpisah oleh jalan beraspal yang cukup lebar. Selain jembatan Educt, Kanada memiliki jembatan serupa di daerah Montana, yaitu jembatan Land Bridge.




4 . Birkenau di Jerman



Serupa dengan jembatan Educk di Kanada, jembatan di Jerman ini juga menghubungkan dua hutan.




5 . Ecoduct di Singapura



Meskipun Singapura merupakan negara yang berukuran kecil, negara ini tidak lupa untuk tetap memfasilitasi hewan disana, supaya keadaan alamnya tetap lestari.




6 . Jembatan Tambang di Victoria, Australia.



Jembatan yang membentang menyeberangi jalan Hume ini diperuntukkan untuk burung-burung bertengger atau monyet-monyet yang hendak menyeberang. Supaya santai saja …




7 . Terowongan Gajah di Kenya



Yang ini dibangun dibawah jalan, karena letak jalannya memang dibangun lebih tinggi.




8 . Jembatan Monyet di Brazil



Jembatan ini hampir serupa dengan yang dibuat di Australia. Jembatan ini merupakan tali yang terbentang menyeberangi beberapa ruas jalanan yang lebar. Jadi, selain menyeberang, mereka juga bisa bergelayut jika sedang ingin bermain. Hehehe …




9 . Terowongan Amfibi di Amerika Serikat


Karena diperuntukkan untuk amfibi, lintasan ini dibuat berbentuk terowongan di bawah jalanan supaya keadaannya tetap lembab seperti yang disukai hewan berdarah dingin tersebut.



10 . Scotch Plains di New Jersey, Amerika.



Jembatan ini sama seperti jembatan penyeberangan hewan yang lainnya, yaitu menghubungkan dua hutan atau taman nasional. Sedangkan dibawahnya merupakan jalanan yang cukup lebar, sehingga hewan biasanya mengalami kesulitan ketika hendak menyeberang.



Itulah beberapa jembatan yang dibuat manusia untuk memfasilitasi hewan di sekitarnya. Karena alam ini tempat tinggal semua makhluk termasuk hewan dan manusia. Jadi, kita sebagai makhluk yang diberkahi dengan akal dan pikiran, sudah seharusnya memikirkan sahabat-sahabat hewan kita.

Di Indonesia, sepertinya belum ada jembatan khusus untuk hewan, ya? Tidak apa … Yang penting kita semua mau melindungi dan membiarkan hewan-hewan hidup tenang di habitatnya.



(Penyunting: Kak Nizar)
0

X