fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, Info, Kumpulan Artikel

Zikir-zikir ini dapat dipraktikkan kapan saja. Namun, mempraktikkannya pada bulan Ramadan, tentu lebih utama dan baik. Sebab, bulan tersebut, selain bulan dikabulkannya doa, juga segala amal akan dilipatgandakan pahalanya. Luar biasa, bukan?

Nah, berikut 5 zikir yang bisa dibaca dan dipraktikkan selama ramadhan seperti dikutip dari buku Zikir-Zikir Utama Penenang Jiwa karya M. Fauzi Rachman:


1. Lafaz Basmallah atau Bismillahirrahmannirrahim



bismillah  

Untuk memulai segala kegiatan, terutama kegiatan positif lafaz ini mesti diucapkan agar kegiatan tersebut diberkahi Allah. Misalnya, mengawali sahur atau berbuka puasa.  

Rasulullah Saw. bersabda,”Barang siapa membaca bismillahirrahmanirrahim sebanyak 21 kali ketika hendak tidur, insyaallah aman pada malam itu dari gangguan setan, dari mati secara terkejut, dan dari segala kejahatan manusia, seperti pencuri dan lain-lain.”    


2
. Lafaz Tasbih atau Subhanallah.


lafaz Subhanallah

Lafaz ini bermakna menyucikan Allah. Artinya, tiada yang suci di langit dan bumi selain Allah. Kesucian tersebut mengandung 3 aspek, yakni kebenaran, keindahan, dan kebaikan.   Bila melihat kendahan, baik keindahan alam maupun ciptaan Allah yang lain, ucapkanlah ‘Subhanallah’ sebagai pengakuan atas kebenaran sekaligus keindahan ciptaan-Nya.

Barang siapa membaca ‘subhanallah wa bihamdihi’ 100 kali, dihapuskan segala dosanya walaupun laksana buih air laut” (HR Bukhari dan Muslim)  


3. Lafaz Tahmid atau Alhamdulillah


Lafaz Alhamdulillah

Sederhananya, lafaz ini sebagai bentuk kesyukuran manusia atas berlimpahnya rezeki atau terhindar dari segala yang tidak disenangi. Misalnya, tetangga memberi menu ta’jil atau THR. Atau, ketika di jalan raya terhindar dari kecelakaan.   Rasulullah Saw. bersabda,

Zikir paling utama adalah ‘La ilaha illallah’. Sementara doa terbaik adalah ‘alhamdulillah’” (HR Al-Tirmidzi).    


4. Lafaz Tahlil atau La ilaha illallah



Lafaz Laillahailallah

Ini adalah lafaz tauhid, sebentuk pengakuan bahwa tiada Tuhan kecuali Allah. Atau prinsip yang sangat mendasar pada akidah seorang Muslim. Dengan kata lain, lafaz tersebut dapat memperkuat akidah/keyakinan bahwa Allah itu esa.

Apa keistimewaannya? ,”Barang siapa meninggal dalam keadaan mengetahui sesungguhnya tiada Tuhan kecuali Allah (La ilaha illallah) dia masuk surga” (HR Al-Bukhari)    


5. lafaz Takbir atau Allahu akbar



Lafaz Allahu Akbar

Lafaz ini bermakna Allah lah yang mesti diagungkan, sebab tiada yang lebih agung selain Dia. Biasanya, ‘Allahu akbar’ digaungkan sebagai penyemangat ketika berkegiatan.   Bagaimana mempraktikkan ‘Allahu akbar’ saat ramadhan? Gampang! Pada siang hari, biasanya tubuh lemas disertai kantuk. Nah, agar tetap semangat, ucapkanlah ‘Allahu akbar’ agar stamina tetap kuat. Insyaallah.  

Lafaz ‘Allahu akbar’ termasuk lafaz yang disukai. Rasulullah Saw. bersabda,”Ucapan yang paling disukai Allah ada empat, engkau bisa memulai dari mana saja: subhanallah, alhamdulillah, la ilaha illallah, dan allahu akbar” (HR Muslim).   



Zikir-zikirnya pendek, bukan? Selain pendek, tiap zikir memuat keistimewaan dan khasiat luar biasa, yang bila dipraktikkan dengan konsisten dan penuh pengharapan, insyallah keutamaan dan khasiat tersebut akan didapat. Aamiin.

Selamat mencoba.



[Oleh: Cecep Hasannudin]
0

Artikel, Info, Kumpulan Artikel

Faktanya, tak hanya manusia saja yang berhari raya. Simak ulasan berikut.   Tak terasa kita sudah bertemu kembali dengan bulan suci Ramadan. Biasanya, nih, bulan puasa diidentikkan dengan hari raya. Hari Raya Idul Fitri yang ditunggu-tunggu umat Muslim sedunia, misalnya.

Dikutip dari geotimes.co.id (1/7/16), kebiasaan berhari raya memang sudah jadi tradisi yang tak asing lagi bagi umat beragama di dunia. Tapi, tahukah kamu? Ternyata ada makhluk lain di sekitar kita yang diam-diam ikut merayakannya. Yuk, simak daftar Hari Raya Hantu dari beberapa negara di bawah ini!  
  1. Halloween



Hari raya makluk halus
Trick or Treat
mulanya adalah mantra untuk menenangkan roh jahat.

Di Inggris Raya, 31 Oktober dipercayai sebagai tanggal terbukanya gerbang pembatas antara dunia kematian dan kehidupan. Oleh karena itu, banyak roh jahat yang berkeliaran dan mengancam akan mengganggu dan menakuti manusia.

Supaya terhindar dari ancaman itu, akhirnya orang-orang memakai kostum seram agar “roh jahat” mengira manusia sebagai teman mereka. Bisa dikatakan, manusia mencoba berdamai dengan para roh jahat dengan berpenampilan mirip dengan mereka.    

  1. Festival Hantu Lapar



Hari raya makluk halus
Tetap diam, jangan bergerak sampai pesta mereka usai.

 
Dilansir dari visitsingapore.com [28/10/17], setiap tanggal 15 bulan 7 penanggalan lunar dalam tradisi Tionghoa, Festival Hantu Lapar atau Sembahyang Rebutan dirayakan dengan meriah. Bulan ketujuh diyakini sebagai bulan hantu yakni saat roh dan hantu keluar dari neraka untuk mengunjungi bumi selama sebulan. Menurut adat, hantu-hantu ini bisa saja berbuat jahat jika tidak dihiraukan.

Sebagian masyarakat juga ikut “berpesta” di malam tersebut. Sebuah kursi diletakkan dan sedikit ruang kosong di atas meja disisihkan bagi arwah leluhur yang datang, lengkap dengan sesajian dan arak putih. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa para hantu yang kelaparan mulai bergentayangan di bumi sejak awal 15 hari sebelum hari perayaan, hingga dua pekan setelahnya.    

  1. Upacara Hajat Sasih



Hari raya makluk halus
Ritual doa terhadap roh nenek moyang untuk mendapat berkah.


Masyarakat Kampung Naga, Tasikmalaya, rutin melakukan Upacara Hajat Sasih sebagai penghormatan terhadap arwah nenek moyang mereka. Perayaan ini layaknya upacara berziarah ke makam keramat Sembah Dalem Singaparna, nenek moyang yang menjadi cikal bakal masyarakat kampung Naga.

Upacara ini dilakukan dengan cara meminta berkat dan keselamatan pada Eyang Singaparna, serta menyertakan rasa syukur kepada Tuhan. Dilangsungkan enam kali dalam setahun, puncak acara ini ditandai dengan ziarah bersama ke makam Sembah Dalem Singaparna.

Kabar baiknya, semua hari raya tersebut terbuka untuk umum. Kamu bisa bersantai dan ikut menikmati pertunjukannya. Tapi, usahakan untuk tidak duduk di barisan depan ya, kecuali kamu mau berpapasan dengan mereka. Apa kamu cukup berani?



[Oleh: Zahra Haifa]
0

X