fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel
Mitos Wanita Amazon
Penggemar Wonder Woman pasti tidak asing dengan sebutan kaum Amazon. Bukan hutan atau sungai Amazon di bagian selatan Benua Amerika, tapi kesatria wanita tangguh dan pemberani. Kemampuan mereka dalam berperang dan berburu tidak bisa diremehkan, mungkin mereka lebih tangguh dari kebanyakan lelaki. Lalu apa bangsa Amazon ini cuma karangan penulis Wonder Woman? Ternyata tidak! Bangsa Amazon ini berdasarkan bangsa kesatria yang ada di mitologi Yunani.

Menurut mitologi Yunani, bangsa Amazon adalah anak dari Ares, sang Dewa Perang, dan Harmonia, peri Hutan Akmonia. Bangsa Amazon merupakan petarung yang handal, agresif, brutal, dan menomorsatukan perang. Ratu dari bangsa Amazon yang paling terkenal adalah Hippolyta (ratu Amazon di film Wonder Woman) dan Penthesilea. Hippolyta disebutkan dalam beberapa cerita, salah satu yang terkenal adalah cerita Dua Belas Tugas Herkules.

Dikisahkan bahwa salah satu tugas Hercules adalah merebut girdle (semacam sabuk) emas milik Hippolyta. Tapi Hippolyta memberikan girdle itu secara sukarela karena terkesan dengan kemampuan Hercules. Sedangkan Penthesilea, kakak dari Hippolyta dikenal karena ikut serta dalam perang Troya. Dikatakan Penthesilea tewas dibunuh Akiles.


Mitos Wanita Amazon
Bangsa Amazon sendiri, menurut Herodotus dan Strabo, tinggal di bantaran sungai Thermodon (sekarang Terme) dan Themyscira. Ya, ternyata Themyscira adalah tempat yang nyata menurut mitologi Yunani. Themyscira berada di sekitar mulut sungai Thermodon. Selain dua tempat tersebut, disebutkan juga Scythia sebagai tempat tinggal bangsa Amazon.

Karena setelah kekalahan mereka di perang dengan Yunani, banyak orang yang kabur menggunakan tiga perahu namun di tengah lautan mereka membunuh semua kru kapal. Karena tidak tahu apapun tentang berlayar, akhirnya ombak dan angin membawa mereka ke daerah Scythia dan menetap disana.

Namun dibalik cerita tersebut, para ilmuwan meragukan keaslian mitos bangsa Amazon. Menurut mereka, bangsa Amazon hanya karangan saja. Akan tetapi, dalam kurgan (pemakaman) di daerah Scythia ditemukan sebuah gaya hidup yang berpusat pada kuda (1908).

Arkeolog menemukan beberapa tengkorak wanita yang dikuburkan dengan senjata dan memiliki luka perang seperti lelaki. Temuan itu mendukung teori bangsa Amazon bukan hanya sebuah karangan. Sebuah mitos atau nyata, cerita tentang bangsa Amazon mempunyai pengaruh di dunia.

Nama Amazon menjadi sebuah simbol sendiri untuk para wanita di dunia. Salah satu contohnya Amazon Feminism, cabang dari feminisme dengan penekankan bahwa yang dibutuhkan untuk persamaan adalah kekuatan wanita itu sendiri.  



[ Oleh : Logika]

Sumber Gambar : cgmeetup.net
1

Artikel

Apa arti kepiawaian menata banyak hal dalam kehidupan ini namun awam soal kehidupan kekal sejati yang menanti kita semua kelak?

Apa guna berbagai kemahiran mengolah tubuh dan pikiran, tapi pandir tentang seluk beluk hati dan jiwa kita sendiri?

Apa manfaat segala bentuk pencarian ilmu demi memahami alam semesta dan segenap isinya, tanpa (berupaya) memahami kehadiran Dzat Sang Maha Pencipta, Sang Maha Penguasa dan Sang Maha Pengasih?  


Tiga pertanyaan tersebut disampaikan dengan santun dan santai oleh Nouman Ali Khan dalam salah satu ceramah YouTubenya. Tiga pertanyaan yang telah membuat saya terhenyak cukup lama… bahkan sampai sekarang saat menuliskan ini. Tidak sekedar tersindir, namun tertohok dengan sempurna!

Akhirnya, apa yang sebenarnya saya lihat dari sosok seorang Nouman Ali Khan setelah memelajari ceramah-ceramahnya yang ia sampaikan?


  1. Nouman Ali Khan adalah guru saya. Walaupun dia lebih muda, berbeda dalam banyak hal dan—saat artikel ini ditulis—tidak pernah berjumpa langsung. Guru bukan dalam pengertian sempit sebagai seseorang pengajar ilmu dan pemberi nilai, namun sebagaimana peruntukan kata “guru” dalam bahasa aslinya, Sansekerta, sebagai “penghancur kegelapan”. Atas izin Allah Azza wa Jalla, Nouman Ali Khan dihadirkan untuk menghancurkan kegelapan yang selama ini menaungi cara pandang, cara pikir dan cara hidup saya. Dan insya Allah—ribuan, ratusan ribu bahkan jutaan manusia lain
 
  1. Nouman Ali Khan sama sekali tidak membawa ajaran atau pesan baru. Dia seorang penyambung lidah pesan-pesan yang telah diwahyukan pada nabi terakhir penutup zaman, utusan Allah Swt. dan manusia dengan akhlak terbaik yang pernah hidup 1400 tahun lalu bernama Rasullulah Muhammad Saw.
 
  1. Nouman Ali Khan bukan motivator tenar yang kerap mengedepankan kecerdasan, pesona dan popularitas dirinya. Dia seorang pembelajar yang resah mengamati bagaimana kemajuan teknologi dan arus perkembangan dunia semakin membuat manusia melupakan esensi keberadaannya di dunia ini.
 
  1. Nouman Ali Khan juga berbeda dari sosok berpengaruh lainnya. Berbeda dengan para politisi ulung atau pemimpin dunia yang kerap menyuarakan visi pribadi tentang bagaimana masa depan dibawah kepemimpinannya. Dia mengambil peran dengan terus memunculkan karya-karya positif yang menggunggah. Buku ini adalah salah satunya. Silakan juga unduh aplikasi Bayyinah yang telah menjadi teman setia saya memelajari Al Quran.
 
  1. Nouman Ali Khan adalah seorang penggiat. Dia meyakini tidak ada kebetulan di dunia ini. Dan semua, apapun itu, terjadi atas izin-Nya. Dia adalah pengusung jalan hidup yang lurus. Dia mendudukan diri sebagai pengingat untuk dirinya sendiri dan banyak manusia lain tentang Allah Sang Maha Tunggal dan Islam sebagai agama pilihan-Nya yang telah, masih dan akan terus menjadi rahmat bagi alam semesta dan seluruh isinya.


Buku Revive Your Heart memang berlandaskan ajaran Islam yang disampaikan dengan cerdas dan asyik. Namun peruntukannya bukan hanya untuk muslim, namun bagi siapa saja yang berniat memantapkan pemahaman tentang diri (baca: hati dan jiwa), esensi hidup (baca: kehidupan ini dan selanjutnya) dan Allah Azza wa Jalla.

Baca dengan tenang. Baca dalam sabar. Baca untuk meninggikan kesadaran dan melatih kelembutan. Jadikan diri anda orang-orang beruntung yang telah membuka hati membaca pesan-pesan Allah Azza wa Jalla lewat tulisan Nouman Ali Khan.(*)


 
[Oleh: Rene Suhardono | Penyunting: Zahra Haifa]
0

X