fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Puasa di Amerika dan Indonesia
Cuaca di Indonesia saat bulan Ramadhan tidak pernah terlalu ekstrem dibandingkan negara-negara subtropis. Iklim tropis di Indonesia membuat matahari bersinar kurang lebih 12 jam setiap hari di sepanjang tahun. Keadaan seperti ini membuat lama waktu berpuasa cenderung stabil dari tahun ke tahun.

Berbeda dengan Amerika, Ramadhan tahun 2018 jatuh menjelang musim panas. Suhu di sana bisa mencapai 37 derajat Celcius. Di Indonesia, 30 derajat saja sudah terasa panas minta ampun! (Belum lagi dengan lama puasa yang lebih dari 16 jam karena matahari bersinar lebih lama dari saat musim panas.) Selain lamanya waktu puasa di Amerika, tantangan lain muncul dari lingkungan.

Muslim di Amerika merupakan kelompok minoritas. Restoran dan pedagang makanan buka seperti biasa, berbeda seperti di Indonesia yang memasang tirai di jendela restoran. Apalagi saat musim panas, banyak orang bersantai di taman sambil makan es krim.

Kalau di Indonesia, bulan Ramadhan terasa spesial. Setiap tempat wisata, pusat perbelanjaan dan tempat umum lainnya membangun suasana bertema Ramadhan. Suasana seperti itu niscaya membuat kita ingat kalau sedang berpuasa. Sedangkan di Amerika, suasana Ramadhan tidak dibangun seperti di Indonesia. Kalau kita tidak ingat sedang berpuasa, kemungkinan kita akan ikut beli es krim sambil duduk-duduk di bangku taman.


Puasa di Amerika dan Indonesia
Namun,ada juga kelebihan yang hanya didapatkan oleh para Muslim di Amerika, yaitu menyaksikan kebudayaan Islam dari kelompok lain seperti Muslim Afrika-Amerika, Muslim Turki, dan kelompok Muslim lain yang ada di Amerika.

Jika pihak pemerintah Amerika cukup mendukung, biasanya diadakan perayaan Idul Fitri di gedung putih, seperti yang dilakukan mantan presiden Obama tahun-tahun lalu saat dia masih menjabat sebagai presiden. Keuntungan lainnya adalah saat bulan Ramadhan ini dijadikan ajang untuk berkumpul dengan sesama Muslim dari berbagai kota di Amerika.

Seperti dilansir dari share.america.gov [13/07/15], mereka tidak hanya berkumpul untuk bersilaturahmi, beberapa komunitas juga mengadakan “Hari Kemanusiaan” selama bulan Ramadhan dengan membagikan mainan untuk anak-anak yang kurang mampu. Ada juga program membagikan makanan untuk keluarga yang membutuhkan.


Puasa di Amerika dan Indonesia

Tantangan puasa di setiap tempat pasti berbeda-beda dan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tetapi segala tantangan itu dikembalikan lagi kepada individu yang menjalaninya. Menurut kalian tantangan terberat selama Ramadhan di Indonesia apa, ya?  



[Oleh : Rini]
0

Artikel, baru
Dan Brown terkenal dengan novel-novel larisnya yang mengangkat teori konspirasi pencetus banyak kontroversi, salah satunya The Da Vinci Code. Buku ini membawa kita pada petualangan seorang Profesor Robert Langdon, untuk memecahkan misteri yang melibatkan kelompok-kelompok persaudaraan rahasia di dunia.

Baru-baru ini, Dan Brown menulis kisah petualangan Robert Langdon lainnya di novel terbarunya yang berjudul Origin. Berikut merupakan 5 fakta menarik tentang novel Origin.

 

1. Teori-teori dalam Novel Origin


Sebelum membaca buku Origin, alangkah baiknya kita memahami betul teori-teori penciptaan yang ada pada Ilmu Pengetahuan yang dulu diajarkan di sekolah.

Membaca teori-teori penciptaan dalam sains. Sebelum membaca novel Dan Brown terbaru ini, akan membantu kita untuk menangkap dan memahami makna dan sudut pandang yang digunakan untuk membangun cerita dalam novel ini.

Baca juga:
– Penasaran dengan Novel Origin, Ini Dia Sinopsisnya!
– Artificial Intelligence Bisa Gantikan Manusia? Ini Kata Dan Brown

Beberapa teori yang dijelaskan dalam buku Origin antara lain teori Special Creation (Teori Penciptaan), teori Evolusi dari Darwin, Teori Evolusi Biokimia, teori Abiogenesis dan teori Biogenesis.


2. Tempat-tempat dalam Novel Origin yang Dapat Dikunjungi


Negara yang dikunjungi oleh Robert Langdon kali ini untuk berpetualangan menyelesaikan kasusnya adalah Spanyol. Beberapa tempat yang diceritakan dalam Origin merupakan tempat lokasi nyata yang dapat kita kunjungi ketika kita berpergian ke Spanyol.

Salah satunya adalah Museum yang menjadi setting tempat Robert Langdon diawal cerita, yakni museum itu adalah museum Guggenheim di Bilbao yang memang berkesan futuristic seperti dijelaskan dalam buku.

Lokasi-lokasi lainnya yang dapat dikunjungi yaitu Komunitas Biara Montserrat yang memang terbuka untuk pariwisata kekudusan di Catalonia Spanyol, dan bangunan megah gereja Sagrada Família di Barcelona.

3. Atheist Aliance International


Pada novel Origin ini kita akan dikenalkan kepada kelompok Aliansi Atheis Internasional. Kelompok ini benar-benar nyata dan bukan fiksi karangan Dan Brown. Sama seperti yang dijelaskan dalam buku, Aliansi Atheis Internasional memiliki simbol seperti A.

Aliansi Atheisme ini ada di beberapa negara di dunia seperti Afganistan, Jerman, Australia, Yunani, Kanada dan di beberapa negara lainnya, bahkan negara yang memiliki mayoritas agama samawi seperti Malaysia dan Indonesia.

4. Parliament of The World’s Religions


Parlemen Agama Dunia juga merupakan salah satu institusi nyata yang diangkat dalam novel Origin. Kelompok parlemen ini berdiri pertama kali di Chicago, Amerika Serikat pada tahun 1893.

Parlemen ini terdiri dari perwakilan-perwakilan agama-agama di dunia seperti Yahudi, Islam, Kristen, serta Katolik. Parlemen Agama Dunia mempunyai misi menciptakan perdamaian antar agama di dunia dan beberapa isu-isu lainnya seperti ekonomi, hak-hak perempuan dan lain-lain.

Salah satu kasus yang mereka soroti adalah kasus yang terjadi pada bangsa Rohingya di Myanmar yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Perwakilan Parlemen Agama Dunia,  Imam Abdul Maliq Mujahid, datang ke Indonesia untuk meminta dukungan sebagai salah satu negara pemeluk Islam terbesar di dunia. Untuk mendukung upaya perdamaian yang diajukan oleh Parlemen Agama Dunia untuk Rohingya.


5. Mengangkat Tema Agama vs Ilmu Pengetahuan


Tidak asing lagi bahwa novel yang ditulis Dan Brown sering menjadi kontroversi. Salah satu alasannya adalah ceritanya yang sedikit banyak menyinggung tentang agama. Hal tersebut juga terdapat pada novel Origin.

Dan Brown lewat karakter fiksinya Robert Langdon banyak menyampaikan bagaimana Agama dan Ilmu Pengetahuan dalam sejarah saling berlomba untuk menjelaskan fenomena-fenomena alam yang terjadi.

Dan Brown juga menyelipkan bagaimana Agama dalam sejarahnya digunakan untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa fenomena alam sebagai jawaban dari peristiwa yang dianggap tidak masuk akal oleh manusia.

Baca juga:
– 10 Tips Menulis Buku Laris Ala Dan Brown
– Ingin Jadi Penulis? Simak Pesan Penting dari Dan Brown Yuk!

Contohnya, pada awal peradaban Yunani, pasang surutnya air laut dijelaskan sebagai pergantian mood dari Poseidon yang kemudian dapat terjawab oleh Newton dalam Teori Kesetimbangan (1642-1727) dan Teori Pasut Dinamik yang ditemukan oleh Pond & Pickard (1978).

Apakah teman-teman tertantang untuk membaca novel Origin karya Dan Brown setelah membaca ulasan fakta-fakta ini?[]


Penulis : Bilqis

0

X