fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Siapa sih yang tidak kenal Batman? Superhero pembasmi kejahatan di kota Gotham dengan penampilan serba hitam. Seperti superhero pada umumnya, Batman juga mempunyai identitas asli yaitu Bruce Wayne, seorang miliarder pemilik perusahaan Wayne Enterprises.

Dari kecil, Bruce Wayne merupakan yatim piatu karena kedua orangtuanya dibunuh dalam peristiwa perampokan di kota Gotham. Di balik topeng Batman-nya, Bruce Wayne mempunyai fakta-fakta yang belum diketahui orang banyak. Terlepas dari sisi pahlawannya, Bruce Wayne mempunyai karakter yang menarik, dan berikut ini adalah faktanya.

  1. Asal usul nama Bruce Wayne

    Pencipta karakter Batman alias Bruce Wayne, yakni Bob Kane dan Bill Finger, mengambil nama Bruce Wayne dari dua tokoh sejarah ikonik. Bruce merupakan nama dari prajurit Skonlandia, King Bruce I of Scotland yang memimpin perang untuk kemerdekaan Skolandia. Dan nama belakang Wayne juga diambil dari tokoh sejarah yakni Brigadir Jenderal Anthony Wayne yang merupakan pahlawan perang revolusioner Amerika.


    Asal usul nama Bruce Wayne

    Sedangkan di dalam cerita, orangtua Bruce Wayne, Thomas dan Martha Wayne, memberikan nama Bruce Wayne seperti nama keponakan mereka, Bruce N. Wayne yang juga seorang detektif. Rupanya orangtua Bruce berharap kelak anaknya menjadi seorang penegak keadilan seperti halnya keponakan mereka yang seorang detektif.

    Di dalam komik, Bruce N. Wayne tinggal di Wayne Manor ketika menolong Kepolisian kota Gotham. Keahliannya analisisnya yang mumpuni dan intuisinya yang tajam sebagai detektif membuatnya menduga bahwa Bruce Wayne adalah Sang Batman.


  2. Bruce memulai pelatihan dari umur 14 tahun

    Tidak seperti para superhero DC yang mempunyai kekuatan super, Bruce Wayne menjadi seorang Batman dengan usaha keras dari pelatihannya yang memakan waktu dan biaya yang banyak. Bruce Wayne telah menjalani pelatihan mulai dari umur 14 tahun.


    Selama pelatihan dia mempelajari kriminologi, kimia, martial arts, dan forensik yang kesemua ilmunya itu berguna ketika dirinya menjadi Batman. Dia menekan dirinya selama pelatihan baik secara fisik dan mental, dengan tujuan untuk membuat dirinya menjadi tangguh seperti superhero yang kita cintai sekarang.


  3. Bruce Wayne menguasai 40 bahasa


    Bruce Wayne Batman
    Bruce Wayne tidak hanya menempa fisik dan tubuhnya saja, namun juga mengasah intelegensianya. Buktinya Bruce Wayne menguasai 40 bahasa. Di antaranya adalah bahasa Spanyol, Italia, Rusia, dan bahasa lainnya yang umum. Selain itu dia juga menguasai bahasa pemrograman komputer yang dipelajarinya ketika pelatihan. Hal itu berguna untuk menciptakan teknologi yang mendukung aksi Batman.

  4. Bruce Wayne punya kakak laki-laki

    Owlman Thomas Wayne


    Kisah keluarga Bruce Wayne merupakan kisah yang tragis, karena kedua orangtuanya dibunuh oleh perampok. Tapi tahukah kamu bahwa Bruce Wayne mempunyai seorang kakak laki-laki? Bahkan Bruce Wayne sendiri juga tidak tahu bahwa dia mempunyai kakak laki-laki.

    Kakak laki-lakinya bernama Thomas Wayne Jr. dan usianya 3 tahun lebih tua daripada Bruce Wayne. Thomas mengalami kecelakaan sewaktu kecil yang menyebabkan kerusakan pada otaknya sehingga menggangu stabilitas mentalnya dan menjadikannya individu yang berbahaya. Tak punya pilihan, suami istri Wayne memasukannya ke rumah sakit jiwa Willowood dan mengubah nama belakangnya menjadi Willowood.

    Secara tidak sengaja, Thomas melarikan diri dari rumah sakit dan menjadi seorang pembunuh bernama Boomerang Killer. Meskipun menjadi pembunuh kejam, di akhir hidupnya dia menyelamatkan adiknya, Bruce.


  5. Makanan kesukaan Bruce adalah sup mulligatawny


    Makanan kesukaan Batman


    Menjadi seorang miliarder, memilih makanan semahal apapun tidak masalah untuk Bruce Wayne. Akan tetapi, makanan favorit Bruce bukanlah daging steak sapi mahal, melainkan sup mulligatawny. Buat yang belum tahu, sup mulligatawny adalah sup yang dibuat dengan daging, sayuran, nasi, dan bumbu kari.

    Tak hanya sup mulligatawny, makanan favorit lainnya adalah sup french onion. Hal ini dibuktikan pada episode Vendetta dalam Batman the Animated Series. Alfred, asisten rumah tangga Bruce, mengatakan bahwa sup french onion adalah kesukaannya. Sup french onion terbuat dari karamelisasi sup bawang dengan daging dan sherry.


  6. Bruce Wayne fobia akan kelelawar


    Fobia Batman


    Bruce Wayne, Sang Batman memiliki berbagai peralatan canggih yang memiliki bentuk menyerupai kelelawar, mulai dari mobilnya yang disebut Batmobile, hingga markasnya yang bernama Batcave. Namun sesungguhnya bentuk kelelawar yang diambil oleh Bruce Wayne bukanlah sebuah tindakan dari kesukaannya terhadap kelelawar, melainkan karena Bruce Wayne fobia terhadap kelelawar.

    Alasan di balik ketakutan Bruce Wayne terhadap kelelawar dapat dilihat dalam film Batman Begins. Dalam film tersebut, ada adegan Bruce kecil jatuh ke dalam sumur yang penuh dengan kelelawar. Lalu saat di opera, dia ketakutan ketika melihat ada orang berpenampilan seperti kelelawar. Hal ini menunjukkan bahwa seorang pahlawan juga memiliki rasa takut akan sesuatu dan berusaha untuk melawan rasa takutnya.


  7. Ayah Bruce Wayne dan Ayah Clark Kent berhubungan


    Batman dan Superman


    Bruce Wayne alias Batman dan Clark Kent alias Superman mempunyai hubungan yang rumit seperti yang digambarkan pada film Batman v Superman Dawn of Justice. Keduanya saling berkelahi dan menjatuhkan sama lainnya. Padahal jauh sebelum itu, kedua ayah mereka yaitu Thomas Wayne dan ayah kandung Clark Kent dari Planet Krypton saling berkomunikasi.

    Di dalam serial komik Superman/Batman, ayah Superman melakukan komunikasi dengan ayah Bruce dan akhirnya memutuskan untuk mengirim Superman ke bumi. Ayah Bruce menggunakan kesempatan ini dan menggunakan teknologi dari Krypton untuk membantu Wayne Enterprises dan menghindari bangkrut. Fakta bahwa kedua orangtua Bruce dan Clark sempat berkomunikasi satu sama lainnya tidak diketahui oleh kedua anaknya.



  8. Bruce Wayne adalah pemilik The Daily Planet

Bruce Wayne pemilik The Daily Planet

Semua orang mengetahui bahwa Bruce Wayne merupakan ahli waris dari Wayne Enterprises dan menjadikannya miliarder muda di kota Gotham. Berbeda dengan Superman alias Clark Kentyang merupakan seorang wartawan dan mempunyai orang tua angkat yang mengurusi ladang. Secara kelas sosial, keduanya berada dalam kelas yang berbeda.

Dalam film Batman v Superman: Dawn of Justice, diceritakan bahwa Clark, seorang wartawan The Daily Planet, ingin mengungkap rahasia bahwa Batman adalah Bruce Wayne. Namun sesungguhnya, The Daily Planet merupakan anak perusahaan dari Wayne Entertprises. Jadi secara tidak langsung, The Daily Planet merupakan milik Bruce Wayne dan Clark Kent akan membongkar rahasia dari pemiliknya sendiri.



Nah itu dia 8 fakta tentang Bruce Wayne yang jarang diketahui. Untuk kamu yang masih ingin tahu fakta-fakta menarik lainnya tentang Bruce Wayne khususnya sewaktu masa remaja, kamu bisa dapatkan beragam infonya di novel Batman: Nightwalker karya Marie Lu.

Di novel ini kamu bisa tahu bagaimana kisah dan sepak terjang Bruce Wayne muda sebelum menjadi Batman. Siapa tahu kamu bisa mendapatkan fakta menarik seputar Bruce Wayne ketika remaja.





[Oleh: Fifi Feby Yanti]

Baca juga: DC Icons: Masa Muda Tokoh Ikonik DC

Baca juga: 8 Teknologi Andalan Batman


0

Artikel

Wawancara penulis Leigh Bardugo dan Marie Lu

Dalam rangka memperluas audiens, karakter para superhero, dan kisah mereka, DC Comics berinisiatif untuk merambah dunia Young Adult (YA) dengan merilis serial novel DC Icons. Mereka menggandeng beberapa penulis YA papan atas untuk menciptakan kisah-kisah baru tentang masa muda para superhero DC.

Novel pertama dalam serial DC Icons adalah tentang Diana sang Wonder Woman. Bertajuk Wonder Woman: Warbringer, novel garapan Leigh Bardugo ini mengisahkan Diana muda yang tinggal di Pulau Themyscira bersama Kaum Amazon. Kemampuan Diana belum teruji dalam perang, sehingga dia sering dipandang sebelah mata oleh beberapa Amazon.

Untuk membuktikan diri, Diana pergi ke dunia manusia untuk menghentikan kebangkitan seorang warbringer atau pencetus perang yang diramalkan akan memporakporandakan dunia. Diana yang sebelumnya tak pernah meninggalkan Pulau Themyscira, terbengong-bengong di tengah hiruk pikuk Kota New York. Rasanya lucu jika dibayangkan.


Leigh Bardugo
Tentu saja, Wonder Woman: Warbringer juga sarat aksi menegangkan. Diana dan Alia sang warbringer harus berhadapan dengan para pembunuh bayaran, tentara militer, hingga Dewa Dewi keji yang ingin menyaksikan pertumpahan darah di kalangan umat manusia.

Leigh dengan lihai menjalin kisah Diana, dan juga memasukkan unsur-unsur mitologi Yunani ke dalamnya. Bagaimana cara Leigh menyajikan pesona seorang Wonder Woman ke dalam bentuk novel? Mari simak wawancara berikut ini.


Apa yang membuatmu tertarik terhadap gagasan menulis Wonder Woman dalam format novel, bukannya komik?

Bukan masalah menarik atau tidak. Random House menghubungiku dan mengajukan proposal serial novel YA tentang tokoh-tokoh superhero ini, dan peluang untuk menulis kisah Diana yang berusia 17 tahun sangat sayang untuk dilepaskan.

Aku terbiasa membangun dunia dan karakter dalam bentuk prosa, tapi aku banyak membaca komik, dan aku senang jika Warbringer diadaptasi ke dalam format komik.

Wonder Woman: Warbringer mengangkat mitologi Yunani, dengan tokoh Alia yang disebutkan sebagai keturunan Helen of Troy. Dari mana inspirasinya datang?

Kisah tentang Helen sesungguhnya jauh lebih luas daripada yang selama ini kita tahu. Dia punya kehidupan sebelum dan sesudah menjadi Helen of Troy. Aku menemukan informasi tentang sekte yang dibentuk untuk memuja dia di Sparta Kuno, dan salah satu versi kisah kelahirannya menyebutkan bahwa ibu Helen bukanlah Leda, melainkan Nemesis, Dewi Pembalasan.

Jadi bagaimana jika kekuatan Helen tidak ada hubungannya dengan kecantikan, melainkan kemampuan untuk memancing konflik—suatu kekuatan yang tidak dapat dia kendalikan, kekuatan yang dia wariskan kepada para keturunannya? Aku melakukan riset lebih dalam dan mulai menulis.


Leigh Bardugo

Novel ini juga mengangkat tema pencarian jati diri; Diana berusaha membuktikan dirinya sebagai salah satu Kaum Amazon, dan Alia melarikan diri dari identitasnya sebagai warbringer. Bagaimana menurutmu tentang ini?

Diana dibesarkan dengan nilai-nilai spesifik mengenai heroisme dan kekuatan. Nilai-nilai ini dikonfrontasi oleh persahabatannya dengan Alia, yang menunjukkan kekuatan dan keberanian dalam cara berbeda. Alia dibesarkan untuk selalu waspada terhadap dunia, namun dalam diri Diana dia menemukan cara hidup yang tak kenal takut.

Keduanya harus menentukan ingin jadi seperti apa mereka—terlepas dari nilai-nilai yang selama ini mereka anut. Aku ingin kisahnya fokus pada persahabatan mereka.

Tema keluarga juga menjadi tema penting dalam kisah ini; hubungan Diana dengan ibunya dan Kaum Amazon, serta hubungan Alia dengan kakak lelakinya. Mengapa tema keluarga menjadi sangat penting, terutama bagi tokoh Wonder Woman?

Kisah Diana selalu mengedepankan kekuatan dan nilai-nilai Kaum Amazon, juga keinginan Diana untuk meninggalkan mereka dan pergi ke dunia manusia. Kita semua mengalami ini ketika beranjak dewasa; terkadang kita harus menolak asal muasal kita, terkadang kita harus merengkuhnya.

Namun kita belum benar-benar memahami jati diri kita dan makna keluarga bagi kita, sebelum kita menjauhkan diri dari mereka.

Wonder Woman: Warbringer adalah novel DC Icons yang pertama dirilis. Apa tujuannya, dan bagaimana rasanya menjadi yang pertama?

Kurasa tujuannya adalah untuk menarik minat para fans superhero ini untuk membaca novel, juga untuk mengenalkan para pembaca muda pada tokoh-tokoh yang mungkin selama ini hanya mereka kenal sedikit dari film layar lebar dan film kartun.

Aku tidak keberatan jadi objek percobaan DC Icons. Aku suka tokoh-tokoh superhero ini dan rasanya menyenangkan melihat mereka memasuki ranah YA.

Terkadang kita lupa bahwa eksistensi Wonder Woman tak kalah panjangnya dengan eksistensi Batman atau Superman. Menurutmu, apa daya tarik Wonder Woman hingga bisa bertahan selama puluhan tahun?

Lucunya, seseorang bertanya padaku apakah Wonder Woman ada komiknya! Ternyata orang-orang yang belum pernah membaca komiknya atau menonton filmnya, kenal siapa dia dan nilai-nilai yang dia cerminkan: kekuatan dan welas asih.

Kombinasi ini sangat luar biasa, dan kupikir kebaikan hatinyalah yang membuat kita selalu menyukai tokoh Wonder Woman.


Wonder Woman

Apa kau sudah menonton film Wonder Woman? Bagian mana yang menjadi favoritmu?

Favoritku mungkin di bagian No Man’s Land. Bagian itu terlihat hebat, dan rasanya mendebarkan melihat sosok seorang wanita di tengah-tengah adegan slow motion yang heroik. Kuharap di film berikutnya kita dapat kembali mengunjungi Pulau Themyscira.

Aku ingin melihat lebih banyak adegan yang melibatkan Phillipus dan kaum Amazon lainnya, dan kudengar kabarnya, entah bagaimana Antiope juga akan muncul lagi.


Marie Lu


Novel kedua dalam serial DC Icons berjudul Batman: Nightwalker, mengisahkan tentang Bruce Wayne sebelum dia menjadi Batman. Marie Lu menuliskan kisah yang menarik mengenai sepak terjang Bruce muda yang baru saja mewarisi kekayaan keluarga Wayne, sekaligus menjadi pimpinan Wayne Enterprises.

Tak lama setelah perayaan ulang tahunnya, Bruce Wayne dihukum melakukan pelayanan masyarakat di Arkham Asylum gara-gara dia melanggar perintah polisi dan ikut campur dalam pengejaran kelompok kriminalis bernama Nightwalker yang meneror Kota Gotham.

Para fans Batman pasti sudah tidak asing dengan nama Arkham Asylum, yang merupakan penjara bagi para penjahat paling sinting dan berbahaya Kota Gotham. Di tempat inilah, Bruce bertemu dengan Madeleine Wallace, salah satu tahanan, yang diduga sebagai anggota penting dalam gerombolan Nightwalker.

Para Nightwalker merampok dan membunuh satu per satu kalangan elite Kota Gotham. Dan Madeleine bilang, target mereka berikutnya adalah Bruce.


Alfred dan Lucius Fox dalam film Batman Begins
Di dalam Batman: Nightwalker, para fans Batman juga akan dihibur dengan kehadiran tokoh-tokoh yang sudah familier, seperti Alfred (pengurus rumah tangga Keluarga Wayne, sekaligus wali Bruce), Lucius Fox (pakar teknologi di Wayne Enterprises), dan Harvey Dent (sahabat Bruce yang nantinya akan menjadi salah satu musuh Batman).

Dalam wawancara berikut ini, Marie Lu menjelaskan apa yang mengilhami dia menciptakan tokoh Madeleine, serta bagaimana perasaannya saat menulis kisah Bruce Wayne muda.

Hai, Marie! Sebagai penulis, aspek apa yang bagimu menarik dari kisah Bruce Wayne muda? Apa yang ingin kau eksplorasi dari karakter Bruce Wayne sendiri?

Batman adalah tokoh yang telah banyak dieksplorasi, sedangkan Bruce Wayne belum. Selain dalam serial televisi Gotham, masa muda Batman belum banyak dibahas. Bagaimana rasanya menjadi anak yatim piatu kaya raya dalam menghadapi berbagai tantangan untuk menjadi dewasa?

Aku ingin memahami hal-hal apa yang dianggap penting oleh Bruce Wayne muda, dan bagaimana dia menemukan landasan untuk kemudian menjadi seorang pahlawan pembela keadilan.


Salah satu sifat Bruce yang menarik adalah caranya mengelompokkan orang-orang ke dalam kategori-kategori spesifik berdasarkan kepribadian dan keunikan mereka. Menurutmu, bagaimana peran sifat ini dalam diri Bruce sebagai seorang detektif pemula?

Menurutku, bagian dari proses memecahkan suatu teka-teki adalah berusaha menemukan pola-pola, kemudian menemukan satu bagian yang menonjol. Jadi, aku membayangkan seorang detektif pemula sebagai seseorang yang selalu mengelompokkan berbagai hal: orang, tempat, skenario, dan lain-lain.

Bagiku, ini juga sesuatu yang secara logika akan dilakukan oleh seorang remaja untuk menemukan jati dirinya dan menentukan siapa saja yang bisa dia percayai. Aku juga melakukannya!

 

Madeleine adalah tokoh yang sangat unik; dia dapat memahami Bruce, tapi juga merasa Bruce itu menarik dan membingungkan. Madeleine sepertinya memiliki aura seperti Hannibal Lecter. Bagaimana caramu menciptakan tokoh ini?

Ya, Hannibal. Tepat sekali! Aku memang menginginkan dia memiliki aura seperti Hannibal Lecter (tapi tanpa kanibalismenya). Di novel ini, Bruce sedang berada dalam usia yang amat mudah dipengaruhi, jadi aku ingin agar cara pandang dan moralnya yang masih berubah-ubah ditantang oleh seseorang yang sanggup dengan mudah berhadapan dengannya.

Bisa dibilang, Madeleine memberikan pelatihan detektif pertama bagi Bruce, dan aku ingin Madeleine memberikan pengaruh kuat terhadap Bruce. Aku suka pada tokoh-tokoh perempuan yang karakternya berada di area abu-abu.

 

Ini novel kedua dalam serial DC Icons, setelah Wonder Woman: Warbringer. Bagaimana perasaanmu sebagai penulis kisah Bruce Wayne muda?

Aku merasa terintimidasi… dan merasa terhormat! Leigh Bardugo adalah salah satu penulis favoritku, dan dia menuliskan kisah Diana dengan sangat baik dalam Wonder Woman: Warbringer.

Aku tidak yakin telah mencapai standar kualitas yang dia buat dengan debut DC Icons-nya, tapi berada dalam serial yang sama dengannya saja sudah merupakan suatu kehormatan buatku.



Setelah membaca kedua wawancara di atas, apakah kamu menjadi semakin penasaran dengan kisah Wonder Woman dan Batman muda? Jika kamu sudah membaca komik-komiknya, dan sudah menonton film-filmnya, rasanya kurang lengkap sebelum membaca juga novel-novelnya.

Sebagai catatan tambahan, setelah Wonder Woman: Warbringer dan Batman: Nightwalker, ada dua novel lagi yang akan menyusul terbit dalam serial DC Icons. Kedua novel itu adalah Catwoman: Soulstealer yang ditulis oleh Sarah J. Maas dan Superman: Dawnbreaker yang ditulis oleh Matt de la Pena.





Diterjemahkan dan disadur oleh: Dy

Dari artikel:

Exclusive Interview with Wonder Woman: Warbringer author Leigh Bardugo

Exclusive Interview with Batman: Nightwalker author Marie Lu


Baca juga: DC Icons: Masa Muda Tokoh Ikonik DC

Baca juga: 7 Fakta Marie Lu, Rising Star di Genre Fantasi 

 

0

Artikel

Bagi para penikmat novel fantasi, mungkin nama Marie Lu sudah tidak asing lagi. Penulis cantik kelahiran Beijing ini secara aktif menerbitkan novel setiap tahunnya. Tidak tanggung-tanggung, novel-novel tersebut laris manis dan selalu menduduki jajaran New York Times Best Seller.

Karya-karya Marie Lu juga menerima berbagai penghargaan loh. Legend memenangi Missouri Truman Readers Award pada 2014 dan Rebecca Caudill Young Readers’ Book Award pada 2015. The Young Elites mendapatkan nominasi Goodreads Choice Award for Young Adult Fantasy & Science Fiction pada 2014 dan Pennsylvania Young Readers’ Choice Award for Young Adults pada 2016.

Novel terbarunya Warcross mendapat nominasi Goodreads Choice Award for Young Adult Fantasy & Science Fiction pada 2017. Wah sepertinya karya Marie Lu sudah jaminan mutu ya.

marie lu
Tetapi, walau rajin membaca novelnya, sejauh mana kalian mengenal Marie Lu? Nah, agar semakin akrab, simak deh 7 Fakta Marie Lu berikut  ini.


  1. Mengalami Momen Bersejarah Tiananmen Square Massacre

    Ketika para balita seusianya mengalami masa bahagia dengan bermain boneka atau mobil-mobilan, di usia 5 tahun Marie Lu harus menjadi saksi hidup aksi Pembantaian di Lapangan Tiananmen – Beijing. Konon aksi demonstrasi besar-besaran ini memakan jumlah korban antara 180 sampai 10.454 orang. Dilansir dari gradesaver.com, saat itu Marie Lu kecil harus menyaksikan bagaimana para tentara dan tank mempersiapkan diri untuk menghadapi para demonstran.

    Tiananmen Square Massacre

    Wow, pengalaman masa kecil yang mencekam, ya. Mungkin karena inilah Marie Lu bisa begitu detail mendeskripsikan setiap aksi revolusi atau peperangan di trilogi Legend


  2. Mahir Menggambar

    Para penggemar Marie Lu dan followers setia Instagram-nya kerap disuguhi sosok tokoh-tokoh kesayangan dari novel-novelnya yang ditampilkan dalam bentuk 2 dimensi. Gambar-gambar yang dibuat sendiri oleh Marie Lu itu harus diacungi jempol, sangat bagus!

    Instagram Marie Lu

    Selain melalui Instagram, Marie Lu juga mengunggah gambarnya melalui portal Pinterest dengan nama akun mreefish. Di akun tersebut, Marie Lu juga menampilkan berbagai fancast tokoh-tokoh di dalam novelnya.


  3. Magang di Disney Interactive Studios

    Saat remaja, Marie Lu bersekolah di University of Southern California. Walaupun sibuk dengan dunia kampus, sepertinya Marie Lu enggan menyia-nyiakan waktunya yang berharga. Didukung dengan kemampuan menggambar yang mumpuni, Marie Lu pun ikut program magang di salah satu perusahaan terbesar di Dunia, yakni Disney Interactive Studios. 

    Disney Interactive Studios

  4. Bekerja sebagai Art Designer di Industri Video Game

    Selain menjadi anak magang di kantor Disney, Marie Lu pun bekerja sebagai Art Designer di Industri Video Game selepas lulus kuliah. Pekerjaan ini sesuai dengan salah satu hobinya, yaitu bermain games. Hal ini juga yang nantinya menjadi inspirasi Marie Lu untuk menulis Warcross yang bertemakan Science Fiction dan Virtual Reality.

    Marie Lu


    Namun, karena ingin fokus menulis dan menerbitkan Legend, Marie Lu pun memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan menjadi penulis purnawaktu. Tapi jangan salah, main games tetap menjadi hobinya hingga saat ini!


  5. Bersahabat dengan Tahereh Mafi

    Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa para penulis di Amerika sering sekali berinteraksi dan saling mendukung satu sama lain. Demikian pula halnya Marie Lu dan Tahereh Mafi, penulis serial Shatter Me. Keduanya kerap bertukar komentar dan mengunggah foto bersama.

    Marie Lu dan Tahereh Mafi


    Salah satu fotonya adalah ketika mereka bersama-sama mengikuti aksi demonstrasi bersama para suami masing-masing. Wah! Kompak ya.

    Sebagai tambahan informasi, Marie Lu sudah menikah dengan Primo Gallanosa, seorang pria tampan keturunan Filipina. Ada yang bisa menebak siapa suami Tahereh Mafi yang muncul dalam foto di atas?


  6. Fans BTS

    Tak mau kalah dari para remaja kebanyakan, Marie Lu juga ternyata adalah fans salah satu boyband terkenal asal Korea Selatan, BTS (Bangtan Boys)! Marie kerap mendukung BTS di akun media sosialnya seperti Twitter dan juga Instagram stories.

    Twitter Marie Lu

    Marie Lu tak segan-segan ber-fangirling ria di akunnya. Tidak hanya itu! Nama BTS dan salah satu lagunya juga dia sebutkan dalam sekuel Warcross.

  7. Novel Legend dan The Young Elites Akan Difilmkan!

    Mengiringi kesuksesan novelnya, trilogi Legend dan The Young Elites sudah dibeli hak ciptanya untuk diadaptasi ke layar lebar. Sebenarnya, sejak tahun 2011, hak cipta film Legend sudah dibeli oleh CBS Films. Namun entah kenapa,  rumah produksi tersebut tidak melakukan kemajuan yang berarti pada pembuatan filmnya.

    Tetapi jangan bersedih hati dahulu. Marie Lu mengumumkan melalui akun Instagram-nya, bahwa Legend telah menemukan rumah produksi yang baru, yakni BCDF Pictures! Wah, ayo kita doakan bersama, semoga di rumah produksi ini, film Legend segera terealisasi ya.

    Twitter Marie Lu2

    Sementara itu, The Young Elites dibeli hak cipta filmnya oleh Fox dan Temple Hill, rumah produksi ternama yang telah sukses mengadaptasi novel The Maze Runner karya James Dashner ke layar lebar.



    Rasanya tidak sabar ya, menunggu kedua serial ini difilmkan. Kalau menurut kalian, siapa saja aktor atau aktris yang tepat untuk memerankan, June, Day, Adelina, Enzo hingga Magiano?

    Sesungguhnya, ketika membahas Marie Lu, 7 fakta yang dijabarkan rasanya kurang dan tidak mampu mendeskripsikan secara menyeluruh sosok penuh inspirasi ini. Kalau ingin tahu lebih banyak tentang Marie Lu, silakan ikuti berbagai akun media sosialnya ya, dan jangan lupa baca juga novel-novelnya.


    [Oleh : Ade Nurmarita]

         
         Baca Juga : 7 Blog Penulis Keren yang Bisa Dikunjungi Saat Butuh Inspirasi

0

X