fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Dalam hidup, pasti ada beberapa peristiwa yang menjadi ‘ledakan’ perubahan atas jalan yang ditapakinya. Hal tersebut memerlukan keputusan bulat dan berani dari orang yang bersangkutan. Salah satu CEO yang terkenal dalam dunia maskapai penerbangan yaitu AirAsia merupakan seorang pemimpin asal Malaysia yang telah mengambil langkah berani ketika mengambil alih AirAsia dari pemerintahan Malaysia.

  • Kalau tidak keluar dari pekerjaan sebelumnya, Tony Fernandes tak akan menggapai mimpi untuk menjadi CEO maskapai penerbangan bertarif murah.

Buku-Flying-High-Tony-Fernandes


Saat bersekolah di London dulu, Tony Fernandes kesulitan untuk pulang ke kampung halaman karena harga tiket yang sangat mahal. Dari situlah muncul mimpi untuk memiliki maskapai penerbangan jarak jauh dengan tarif rendah, agar orang-orang selain dirinya dapat bepergian dengan mudah. Tak hanya dijadikan mimpi belaka, Tony Fernandes benar-benar mewujudkannya. Namun, perjalanannya tidak semudah itu.

Sebelum akhirnya menjadi CEO maskapai penerbangan, Tony Fernandes berkecimpung dalam industri musik Malaysia. Dia menjadi seorang direktur manajer termuda di WarNer Music Malaysia. Jenjang karirnya mulus di sana, bahkan dia naik jabatan menjadi wakil presiden Warner Music Group Asia Tenggara.

Kejayaan Warner Music makin memuncak ketika mereka bergabung dengan America Online. Kondisi yang demikian ‘menyenangkan’ tidak membuat Tony Fernandes benar-benar senang. Setelahnya, dia mengambil langkah untuk keluar dari Warner Music, meninggalkan semua jabatan yang sudah diraihnya, dan memilih untuk mengejar mimpinya. Keluar  dari Warner Music, Tony Fernandes membeli maskapai penerbangan yang hampir bangkrut dari pemerintah Malaysia, yaitu AirAsia.


Kalau tidak nekat membeli maskapai AirAsia dari pemerintah Malaysia dan tidak mengambil risiko untuk membayar seluruh utang AirAsia, Tony tak akan dikenal sebagai seorang CEO pemberani yang gila!


Buku-Tony-Fernandes-Flying-High-AirAsia


September 2001 adalah masa-masa yang buruk bagi industri penerbangan. Setelah kejadian serangan 9/11 di Amerika Serikat, banyak orang yang menolak dan tidak mau bepergian dengan menggunakan pesawat. Pada saat itulah, lagi-lagi Tony Fernandes mengambil langkah yang luar biasa. Dia nekat membeli maskapai penerbangan AirAsia dari pemerintahan Malaysia.

Harga beli simbolik Air Asia saat itu hanya RM 1, namun kondisi AirAsia saat itu hampir bangkrut dan memiliki utang sampai RM 40 juta! Demi melunasinya, Tony terpaksa menggadaikan rumah dan mengeluarkan seluruh uang simpanannya, demi membangkitkan kembali AirAsia, demi mewujudkan mimpi-mimpinya.


Banyak orang yang tidak percaya dengan maskapai gagasan Tony Fernandes. Tetapi dengan tekad dan kesungguhan yang kuat, Tony Fernandes tetap berusaha sekuat tenaga menggerakkan AirAsia dan terus-menerus mencoba berlari bersamanya. Tony Fernandes tidak merasa keputusannya salah, dia justru merasa bahwa waktu dia membeli AirAsia, adalah saat-saat yang tepat. Banyak hal baik dan peluang yang dia dapatkan.

Di balik kejadian mengerikan serangan 11 September, harga tiket pesawat menurun hingga 40%. Belum lagi banyak pula tenaga kerja berpengalaman yang putus kerja karena kejadian itu. Banyak maskapai yang hampir mengalami kebangkrutan. Dari kondisi itu, Tony Fernandes mendapat banyak ‘keuntungan’. Dia mudah merekrut orang-orang berpengalaman tersebut, untuk bergabung bersama maskapai miliknya.

Tak gentar, Tony Fernandes tetap berpikiran positif. Dia percaya bahwa orang-orang Malaysia akan menyambut baik tarif penerbangan yang rendah apalagi saat itu keadaan ekonomi sedang ketat. Dan benar saja, segala perhitungan dan pemikirannya saat itu, serta usahanya yang tak putus mampu membawa AirAsia menjadi maskapai penerbangan yang dikenal dunia seperti sekarang.

  • Bertindak berani, hingga memunculkan hak pendaratan bukan hanya untuk AirAsia saja, tapi juga untuk maskapai penerbangan tarif rendah lainnya.

AirAsia-Tony-Fernandes

Pencapaian terbesar Tony Fernandes adalah kembali memulihkan AirAsia sebagai maskapai penerbangan internasional. Pada pertengahan 2003, Tony Fernandes meminta persetujuan Mahatir untuk menurunkan izin hak pendaratan. Dia pun berhasil memperoleh hak tersebut. Atas tindakannya, hak pendaratan tak hanya berlaku bagi AirAsia saja, namun juga kepada maskapai penerbangan tarif rendah lainnya. Selain itu, Tony Fernandes juga berhasil merevolusikan industri penerbangan melalui penerbangan tarif rendah, gagasannya ini sangatlah berdampak bagi industri penerbangan.

Performa kerja Tony Fernandes juga dianggap cemerlang. Karenanya, dia berhasil mendapatkan penghargaan Visionaries and Leadership Series dari International Herald Tribune, yang merupakan perusahaan surat kabar Amerika Serikat. Penghargaan ini diberikan kepadanya sebagai pengakuan terhadap prestasi sebuah perusahaan dan kemahirannya atas mengurus perusahaan tersebut.

Kemahiran dan upayanya tercermin dari tindak yang dia lakukan. Baru-baru ini, Maret 2018, beredar video petugas darat di bandara yang melempar barang-barang bagasi penumpang. Tony Fernandes mengambil tindakan untuk meminta maaf atas kejadian itu. Tony Fernandes pun mengunggah video tersebut di akun Facebook pribadi miliknya. Dia pun akan bertanggung jawab atas adanya kejadian tak mengenakkan tersebut. Tony Fernandes melakukan langkah yang cepat dan bijak, sehingga nama baik AirAsia cepat kembali pulih. Masalah pun tidak berlarut-larut.

Kabur dari masalah dan membiarkan orang lain yang menyelesaikannya bukanlah tindakan yang baik dan tepat untuk dilakukan. Dengan berani dan bertanggung jawab, Tony Fernandes langsung turun tangan dan menghadapi permasalahan yang ada.

Tony Fernandes memang merupakan atasan yang tidak segan bekerja langsung dengan staf-stafnya. Dia membuktikan bahwa dia merupakan salah satu pemimpin yang baik. Untuk menjadi pemimpin yang baik, setidaknya dia memiliki pengalaman tentang bagaimana pekerjaan berjalan dengan dan tanpa karyawan.

Kalau Tony tidak melakukan pekerjaan turun langsung ini, belum tentu dia menjadi pemimpin yang baik seperti sekarang.

Tony menggunakan strategi bisnis yang sederhana dan rendah hati. Da tidak memberikan batasan antara pekerja dengan dirinya. Dengan tidak adanya batasan tersebut, staf Tony Fernandes dapat bertanya atau berinteraksi langsung dengannya, kapan pun, dan di mana pun. Tony Fernandes selalu memberikan motivasi kepada stafnya agar mereka percaya, bahwa baginya mereka adalah prioritas utama. Tony meyakini bahwa ketika dia berhasil membuat karyawannya nyaman dan bahagia, maka karyawannya akan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggannya.

Pemikiran sederhana dan membumi dari Tony Fernandes, serta kisah-kisah tentang dirinya hingga dia sukses seperti saat ini dapat dibaca dalam bukunya yang berjudul Flying High. Tak hanya memukau, buku tersebut juga memuat kisah hidup Tony, dari masa kecilnya, orangtuanya, hingga mimpi-mimpi yang telah mengantarkannya menjadi salah satu pengusaha berpengaruh di Asia, bahkan dunia!




[Oleh: Adzhani Fatimah Az-Zahrah]



Baca juga: 5 Fakta Menarik Tony Fernandes, Sang Bos AirAsia 

Baca juga: Keren! Inilah 4 Tokoh yang Sukses dengan Modal Nekat

 

0

X