fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, Info

Siapa sih yang gak mau jalan-jalan, apalagi ke eropa. Si negeri biru yang sangat mengaggumkan dengan gedung-gedung khasnya. Bahkan, di indonesia sendiri gaya-gaya rumah eropa dijadikan heritage dan bahkan desain rumah mahal. Berada di sana adalah impian bagi sebagian banyak orang yang menyukai eropa.Terlebih, untuk kalian pecinta club sepak bola eropa seperti Barcelona, Manchester United, Ac Milan, Bayern Munich yang mewakili negara-negara eropa yang sangat indah.

Bukan tidak mungkin perasaan itu bisa kita rasakan dari membaca. Salah satu bacaan yang menarik di akhir tahun ini adalah novel berjudul #BerhentiDiKamu karya dr Gia Pratama. Kisah ini viral di twitter dan ditunggu 2 juta orang lebih. Melalui akun @GiaPratamaMD, dr Gia menceritakan bagaimana jalan-jalan ke eropa adalah hal yang dia tungg. Bagaimana tidak, karena itu adalah agenda besarnya bersama sang kekasih kala itu.

Merasakan indahnya Salju Abadi di pegunangan Titlis Swiss dan menyeberangi jembatan gantung dan berduaan di dalam gondola menikmati pemandangan salju di bawahnya adalah impian besar bagi kebanyakan orang. Dalam novel #BerhentiDiKamu cerita dinginnya salju ternyata menjadi pertanda kedinginan hati seseorang. Ibarat di lempar dari gunung yang tinggi, dan merasakan dasar kaki gunung.

Nahas memang, tapi cerita eropa tidak berhenti di sana. Meski tertusuk belati harapan hampa  Perjalanan kesendirian dr Gia saat itu di eropa tetap berlanjut. Beberapa negara seperti German, Belanda, dan banyak lagi negara eropa yang dia datangi akan membawamu seolah berada di sana.

Keseruan itu begitu terasa ketika setiap detail landmark di setiap negara kamu bisa baca secara deskriptif dalam novel itu. Yuk, jangan sampai kelewat untuk ikut PO novel #BerhentiDiKamu yang sudah akan launching pada 8 Desember 2018 di Gramedia Matraman.

0

Artikel, Info, Resensi

Menjadi dokter mungkin pernah terlintas di benak kamu ketika kecil ketika ditanya soal cita-cita. Dokter adalah profesi yang mulia dan cukup terpandang. Mengenyam pendidikan yang tidak sebentar, ditambah biaya sekolah kedokteran yang tidak murah kelak terbayar dengan berbagai tugas mulia dan bisa menyelamatkan banyak jiwa yang membutuhkan pertolongan.

Namun, Pernahkah terbayang jika kamu menjadi seorang dokter, hari-hari seperti apakah yang akan kamu lalui? Rutinitas seperti pergi ke rumah sakit sesuai jadwal shift, menunggu pasien datang, melakukan tindakan seperlunya, bercengkerama dengan kolega, dan begitu seterusnya setiap hari. Biasa saja, bahkan kedengarannya membosankan seperti pekerja kantoran. Atau, ada stigma malah menjadi dokter itu enak dan santai. Pasien yang datang keluhannya mungkin tidak berat, cukup diresepi obat, selesai, lalu mendapatkan gaji yang besar setiap bulannya.

Semua pandangan itu sepertinya terbantahkan dengan kisah-kisah viral yang dibagikan oleh dokter muda, dr. Gia Pratama pada akun Twitternya sejak beberapa waktu lalu. Kisah-kisah suka dukanya saat menjadi koas di salah satu rumah sakit daerah dan menjadi dokter UGD banyak menarik perhatian netizen dan melahirkan sebuah pandangan baru terhadap profesi dokter. Gia banyak bercerita tentang sebagian pengalamannya selama menjadi dokter, mulai dari kisah yang lucu, sedih, haru, seram, tragis, aneh, sampai yang penuh keajaiban.

Tulisannya mengundang banyak komentar dari para followers-nya. Tidak sedikit pula yang ikut terbawa suasana dan bahkan menaruh simpati kepada sang dokter dan pasien-pasien yang dia temui. Di tengah kesibukannya, Gia rajin membagikan kisahnya setiap hari dengan harapan bisa menyebarkan hikmah positif. Melalui kacamatanya, kita bisa melihat dan merasakan bagaimana serunya menjadi dokter yang harus menghadapi berbagai pasien yang memiliki situasi dan latar belakang yang berbeda setiap harinya.

Tidak semua kisah dia bagikan di Twitter. Ada beberapa ‘The Untold Stories” yang kemudian Gia putuskan untuk menceritakannya ke dalam sebuah novel berjudul #BerhentiDiKamu, yang akan rilis secara resmi pada 8 Desember dan sudah mulai membuka pre-order di beberapa toko buku online. Semua kisah di dalam bukunya disajikan lebih detail, lengkap dengan berbagai ilustrasi yang membangun suasana cerita menjadi lebih hidup. Penasaran bagaimana kisah sang dokter melewati hari-harinya yang tidak biasa dan lain daripada kisah yang lain? 

0

Artikel

7-negara-yang-menerima-arus-pengungsi


Peperangan mengatasnamakan hal apapun, pasti menimbulkan berbagai kerugian. Salah satu contohnya adalah hilangnya tempat yang nyaman untuk tinggal. Arus pengungsi tak mungkin dihindari. Demi mendapatkan hidup yang aman, pengungsi mencari tempat baru yang lebih baik untuk ditinggali. Berikut ini adalah negara-negara yang menerima arus pengungsi.


Cina



negara-cina

Negara tirai bambu dikenal sebagai negara yang ramah dan menerima pengungsi berdasarkan hasil survei Amnesty International. Survei membuktikan bahwa satu dari sepuluh responden mengatakan mereka akan membiarkan pengungsi tinggal di rumah mereka, dengan hampir setengah dari semua orang Cina yang disurvei menawarkan keramahtamahan di rumah mereka untuk para pengungsi.


Jerman


negara-jerman

Sebagai salah satu dari negara besar yang terdapat di Uni Eropa, Jerman menerima permintaan suaka dari 98.700 jiwa. Hal ini merupakan permintaan paling banyak untuk Jerman. Kanselir Jerman, Angela Merkel menyerukan negara-negara Uni Eropa lainnya untuk membantu menampung pengungsi. Jerman menempati posisi kedua sebagai negara yang ramah dan menerima pengungsi berdasar survei Amnesty International.

 

 

Inggris

negara-inggris

Inggris menempati posisi ketiga sebagai negara yang ramah dan menerima pengungsi berdasarkan survei Amnesty International. Inggris mendapatkan sekitar 7.000 permintaan suaka, namun David Cameron mengatakan akan menerima 20.000 pengungsi Suriah selama lima tahun ke depan.



Turki


negara-turki

Lokasi negara yang bersebelahan langsung dengan Suriah, menjadikan Turki sebagai negara yang menerima pengungsi paling banyak. Turki menerima sekitar 1,9 juta pengungsi. Turki juga menjadi destinasi nomor satu bagi para pengungsi khususnya dari Suriah untuk dijadikan tempat bernaung.



Lebanon


negara-turki

Sama halnya dengan Turki, karena lokasi geografis yang bersebelah dengan Suriah, Lebanon menerima 1,1 juta pengungsi Suriah. Terjadi peningkatan 25% terhadap 4,4 juta penduduk negara Lebanon. Dengan ini Lebanon menjadi negara dengan konsentrasi tertinggi pengungsi per kapita.



Yordania


negara-yordania

Yordania menjadi salah satu negara tujuan pengungsi yang notabene berasal dari Palestina. Negara yang bersebelahan dengan Palestina dan Israel itu menyediakan tempat tinggal untuk 629.000 pengungsi. Hampir setengah dari tujuh juta populasi Yordania berasal dari Palestina.


Mesir


negara-mesir

Mesir menjadi negara yang ramah dan menerima pengungsi dengan menampung 132.000 pengungsi yang berasal dari Suriah. Berbeda dengan kondisi pengungsi pada umumnya yang tinggal di kamp, pengungsi di Mesir ditawarkan sebuah pulau khusus untuk pengungsi tinggal. Tindakan itu dilakukan oleh miliarder Mesir, Naguib Sariwis.

 

[Oleh: Fifi Feby Yanti ]


Baca juga: Selebriti Dunia yang Membantu Kampanye Kemanusiaan

Baca juga: Mengenang Kisah Alan Kurdi, Bocah Suriah yang Tewas Tenggelam

Baca juga: Sea Prayer; Sebuah Penghormatan untuk Para Pengungsi

 

 

 

 

 

0

X