Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, Tips

Menjalani sebuah hubungan yang menyenangkan adalah dambaan setiap orang. Terlebih bila seseorang yang sedang bersamamu bisa menjadi teman berbagi yang selalu ada. Tidak hanya sebagai pasangan, ia hadir sebagai sahabat dan bahkan terkadang menjadi sosok orang tua yang selalu membimbingmu.

Namun, bagaimana bila pasangan atau pacarmu justru memiliki kepribadian sebaliknya, jauh dari apa yang kamu harapkan? Sering kali ia bersikap atau berkata kasar padamu. Meski di awal pertemuan sikapnya tidak demikian. Kamu kini terjebak dalam hubungan yang toxic (baca : hubungan yang tak sehat).


Sejak lama kamu ingin mengakhiri hubungan tak sehat dan merugikan ini, tapi kamu tak ingin menyakiti. Berdalih bahwa ia pernah berjasa dalam hidupmu, membuatmu tak berani untuk memutuskannya. Namun, rasa tertekan dan seakan dibatasi menjadi hal yang paling mengganjal untukmu. Tentunya kamu tak ingin terus-menerus terjebak dalam situasi ini, bukan? Kamu bisa mencoba tips berikut untuk keluar dari hubungan yang toxic.

 

  1. Terima dan akui jika memang kamu berada dalam hubungan yang tidak sehat

Kamu perlahan menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan hubunganmu. Bahkan ketidaknyamanan kerap kamu rasakan, tapi hati kecilmu selalu menyangkal dengan berdalih bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Semua orang punya kekurangannya masing-masing.

 

            Begitupun dengan pasanganmu, dia bersikap kasar padamu memang sudah begitu wataknya. Itulah pembelaan yang selalu kamu lakukan. Tapi, sadarkah kamu bahwa hal itu sebetulnya hanya menyiksa dirimu?

Kamu mungkin sangat menyayangi dia meskipun sudah disakiti berulang kali. Bila pasanganmu mengetahui ini, ia akan memanfaatkan perasaanmu sebagai senjata. Menutupi atau berusaha membenarkan hubunganmu tidak akan membuat hubungan kalian berdua semakin menyenangkan. Kamu hanya menunda waktu. Sadari dan segera akhiri.

 

  1. Buatlah ia menyadari apa yang salah

Ketika pertengkaran muncul, sering kali tak ada pihak yang mau dipersalahkan ataupun mengakui kesalahannya terlebih dahulu. Padahal kamu tahu dialah yang kerap kali memulai sebuah pertengkaran. Kamu seakan ada di posisi yang selalu dipersalahkan.

 

Tentunya, kamu tak ingin hal itu berlangsung terus-menerus, bukan? Cobalah sejenak menghilang dari pandangannya. Jangan dulu berkomunikasi dengannya. Hindari ia sebisa mungkin.

Buatlah ia merasa kehilanganmu dan ketika suasana sudah agak mencair, ajaklah ia untuk berbicara empat mata dan keluhkan semua hal yang kamu rasakan. Katakan padanya, jika sikapnya tak kunjung berubah, perpisahan adalah solusinya.

 

  1. Putuskan dia segera

Kamu dan dia belum pasti berjodoh, masih banyak kemungkinan lain yang pasti terjadi. Karena takdir tetap Allah yang menentukan, bukan kamu dan dia. Kalian berdua hanya mampu berikhtiar di atas kehendak-Nya. Begitupun ketika hubungan yang kalian jalani ternyata tidak membuahkan hasil yang baik, mengakhirinya adalah pilihan bagimu.

 

 

Putus memang menjadi momok yang menakutkan baginya jika sudah telanjur sayang padamu. Begitupun sebaliknya. Karena tak bisa dimungkiri hatimu juga pasti berat untuk melepasnya. Sudah begitu banyak yang ia lakukan untukmu.

Terlalu banyak kisah yang kalian lalui bersama. Mulai dari suka maupun duka. Terlebih bila hubunganmu dengannya sudah berlangsung cukup lama. Tapi daripada dipaksakan membuat hatimu tak nyaman, lebih baik putuskan dari sekarang.

 


Baca Juga: Kisah Cinta Dramatis



  1. Bulatkan tekad

Kamu mungkin telah melewati perkelahian ataupun perang mulut dengannya. Kejadian itu sudah terjadi hampir sepanjang waktu. Bahkan di sengaja atau tidak, ucapan “Tidak ada gunanya bersama lagi” sering kali terlontar dan menjadi pemicu perdebatan yang tak berkesudahan.

 

Hingga kalian pun memutuskan untuk berpisah dan mengakhiri semuanya. Meski setelah berpisah masih ada kemungkinan dia akan mendatangi dan memintamu kembali. Percayalah dia tidak akan datang dan meminta dengan sikapnya yang kasar seperti dulu melainkan dengan rasa penyesalan. Kemudian mengatakan 1001 janji bahwa ia tak akan mengulangi tindakannya.

Jangan pernah tergoda untuk memulai kembali. Karena hal itu hanya akan membuatmu semakin terkekang dan justru menyiksa dirimu. Segera ucapkan selamat tinggal dan kuatkan tekadmu untuk benar-benar melepaskannya. Yakinlah, ini adalah jalan terbaik bagi kalian berdua.

 

  1. Konsultasi dengan teman

Tak bisa dimungkiri setelah sekian lama terjebak dalam hubungan toxic, kamu bisa kehilangan rasa percaya diri. Kerap kali kamu berada di fase yang membuatmu ingin menjauh dari semua orang, terlebih bila kamu sering kali teringat ucapan dia yang merendahkan atau selalu membuatmu memandang negatif terhadap diri sendiri.

Ketika kamu berada di fase ini, usahakan untuk selalu bersama orang lain yang bisa dipercaya, seperti sahabat ataupun orangtuamu. Kurangi waktu untuk menyendiri karena hal itu hanya akan membuatmu kesepian dan bisa saja muncul keinginan untuk kembali padanya.

Keluhkan semua hal yang kamu rasakan. Mintalah saran dan nasihat dari mereka. Terlebih bila mereka sudah berpengalaman dalam persoalan yang kamu alami. Hal itu perlahan akan membuatmu tenang dan memunculkan kembali rasa percaya diri.

Itulah 5 tips untuk keluar dari hubungan yang toxic. Kamu harus mencobanya jika tak mau terus-menerus berada dalam hubungan yang menyiksa batinmu. Daripada dipendam semakin lama, justru hal itu akan membuat hatimu semakin tersiksa.

Ketika hubunganmu dengannya diawali secara baik-baik, maka mengakhirinya pun harus dengan cara yang baik pula, meski sikapnya kini tak lagi seperti dulu. Percayalah, kamu adalah pribadi yang kuat dan tangguh. Semoga kamu selalu dipertemukan dengan orang baik, ya.

[Ana Dwi Itsna Pebriana ]



Baca Juga: Alasan Tepat Putusin Pacar

0

Artikel


Ahed-Tamimi

Ahed Tamimi adalah seorang gadis remaja yang namanya menjadi perbincangan orang-orang di seluruh penjuru dunia karena keberaniannya melawan Israel demi kebebasan Palestina. Berasal dari Nabi Salih, Tepi Barat, Palestina, dia menjadi sebuah ikon dan simbol baru untuk perlawanan Palestina terhadap pendudukan Israel. Keberanian Ahed tidak kalah dengan para pejuang wanita lainnya. Ahed mendapatkan banyak pujian atas aksinya, termasuk dari Presiden Mahmoud Abbas. Meskipun masih belia, dia tidak berbeda dengan pejuang wanita lainnya yang lebih senior.


Video yang viral pada tahun 2012 dan 2017 membuat nama Ahed melejit. Di video tahun 2012, Ahed yang baru berusia 11 tahun menunjukkan keberaniannya dengan mengacungkan kepalan tangannya sambil berteriak pada salah satu anggota militer Israel. Diketahui dia melakukan hal tersebut karena saudaranya ditangkap oleh tentara Israel. Lalu di videonya yang terbaru, Ahed yang sudah berumur 16 tahun menampar, memukul dan mendorong salah satu tentara yang menembakkan senapan berisi peluru karet berlapis baja pada sepupunya yang berusia 15 tahun. Insiden penamparan itu terjadi di halaman depan rumah Ahed. Akibatnya, Ahed harus mendekam di balik jeruji besi selama 8 bulan.



Meskipun berada dalam penjara, Ahed berhasil menyelesaikan sekolahnya dan dia membuat sebuah kelompok belajar yang akhirnya dibubarkan oleh otoritas penjara.

Amal Tamimi, aktivis dan juga bibi Ahed, mengatakan bahwa Ahed hanya sedang membela apa yang menjadi haknya, karena insiden tersebut terjadi di depan rumahnya. Amal menambahkan bahwa setiap ibu di Palestina mengajarkan anak-anaknya untuk bisa mempertahankan hak-hak mereka.


Laila-khaled

Ahed Tamimi juga tidak jauh berbeda dengan Leila Khaled, seorang anggota Popular Front for the Liberation of Pilistine atau PFLP. Meskipun aksinya bisa dibilang berbeda tema, namun keberanian mereka berdua bukan main-main. Leila menjadi perempuan pertama yang melakukan pembajakan pesawat dari Roma ke Tel Aviv. Dia menodongkan senapan, yang entah bagaimana caranya berhasil dia selundupkan di Bandara, kepada pilot, dan memintanya untuk memutar pesawat melewati Haifa, tempat lahirnya. Lalu pembajakan keduanya menyebabkan dia harus ditahan di Ealing, London, Inggris. Namun selama ditahan, Leila menjadi tahanan yang baik dan bahkan berteman dengan beberapa anggota polwan di sana.



Ahed dan Leila juga sama-sama menjadi sebuah ikon perlawanan Palestina terhadap Israel. Leila menjadi ikon setelah pembajakannya yang pertama. Karena hal tersebut juga dia harus menjalani enam kali operasi plastik untuk menyembunyikan identitasnya agar dapat menjalankan misinya yang lain. Sedangkan Ahed Tamimi yang beberapa aksinya banyak dipuji orang, membuat presiden Mahmoud Abbas menyatakan kalau Ahed adalah sebuah ikon baru perlawanan Palestina terhadap pendudukan Israel.


Kholoud-Faqih

Karena sekolahnya telah selesai, Ahed bercita-cita agar bisa melanjutkan ke sekolah hukum agar bisa bekerja mengadvokasi Palestina untuk dunia Internasional. Dia juga ingin bekerja di Den Haag menyelesaikan kasus-kasus kriminal perang. Cita-cita Ahed itu mengingatkan kita pada Khouloud yang bisa menjadi hakim pertama wanita di Palestina. Berkat kehebatannya dan pengalaman bertahun-tahun di sebuah agensi yang melindungi perempuan, dia berhasil mengalahkan para kandidat laki-laki. Banyak sekali tokoh Palestina yang sama seperti Ahed Tamimi, mereka memperjuangkan kebebasan dan hak mereka dari penjajahan Israel. Namun, Ahed Tamimi lebih dikenal secara internasional.



Sekarang Ahed menjadi seorang juru bicara untuk Palestina dan diundang ke berbagai negara di dunia. Jika ditanya dari mana Ahed Tamimi mendapatkan kekuatan untuk melakukan semua yang telah dia lewati, dia akan menjawab orang tuanya selalu menjadi inspirasi untuknya.



[ Oleh: Azalea Inestiady ]


Baca juga: 5 Tokoh Palestina yang Terkenal di Dunia


Baca juga: Meski Dijajah Israel, 3 Wanita Palestina Ini Tak Takut Melawan


Baca juga: Respons Warga Dunia Terhadap Kasus Ahed Tamimi

0

X