fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, baru, Info

review competition
Bagi kamu para penggemar novel romantis nan inspiratif pastinya sudah khatam novel #BerhentiDiKamu, dong? Novel ini bisa membuat siapapun baper dengan kisah yang disuguhkannya.

Kamu ingin membagikan kisah romantis dari novel #berhentidikamu kepada para netizen? Tunggu apalagi? Let’s join NOVEL REVIEW COMPETITION !

Caranya super simpel kok.

  • – PAP novel #berhentidikamu seunik mungkin
  • – Review novelnya di caption maksimal 150 kata
  • – Upload di akun instagrammu
  • – Gunakan hashtag #berhentidikamu #mizan35 #mizanreviewcompetition
  • – Tag tiga teman kamu
  • – Dan juga tag akun @mizanpublishing tentunya

Berhadiah gak sih? Pastinya dooong ! Cekidot

  • Juara 1 Voucher Belanja Rp. 750.000
  • Juara 2 Voucher Belanja Rp. 500.000
  • Juara 3 Voucher Belanja Rp. 250.000

 

Kuyy ikutan dan darrrrrrr menangkan hadiahnya!!

Selengkapnya kepoin akun instagram kita : @mizanpublishing

0

Artikel

penulis-buku-the-girl-in-the-spiders-web


Bagi para penggemar serial novel Millennium karya Stieg Larsson, nama David  Lagercrantz sudah pasti tidak asing lagi. David merupakan penulis asal Swedia yang dipercaya untuk melanjutkan kisah Lisbeth Salander dalam serial tersebut lewat buku yang berjudul The Girl in the Spider’s Web.
Mari mengenal lebih lanjut sosok David Lagercrantz, lewat beberapa fakta menarik dari pria kelahiran 4 September 1962 ini:




1. Seorang Jurnalis

Sama seperti Stieg Larsson, David Lagercrantz juga merupakan seorang jurnalis. Selain pernah mempelajari filosofi dan agama di universitas, dia juga memperdalam ilmu di bidang jurnalistik dan merupakan seorang lulusan dari Gothenburg, School of Journalism. Kariernya dimulai sebagai seorang reporter di koran regional Sundsvalls Tidning dan khusus menangani rubrik kriminal.  Dia lalu melanjutkan perjalanannya sebagai jurnalis di Koran nasional Expressen dan berhasil mengungkap kasus kriminal paling besar di Swedia yakni kasus pembunuhan Åmsele. Kasus tersebut kemudian dia angkat menjadi sebuah buku yang berjudul Änglarna i Åmsele.



2. Buk
an Penulis Debutan

fall-of-nab-in-wilmslow


Sebelum menulis The Girl in the Spider’s Web, David memang sudah menjadi penulis terkenal. Karya pertamanya bercerita tentang seorang pecinta alam Göran Kropp yang berhasil menaklukan gunung Everest. Selain itu, dia juga mengarang sebuah novel berjudul Fall of Man in Wilmslow. Novel tersebutbercerita tentang pakar matematika terkemuka berkebangsaan Inggris bernama Alan Turing yang diterbitkan pada 2009. Novel tersebut mendapat tanggapan positif dari masyarakat serta sudah diterjemahkan ke dalam dua puluh bahasa.




3. Penulis Bayangan



i-am-zlatan

David Lagercrantz pernah menjadi penulis bayangan untuk sebuah buku autobiografi I am Zlatan Ibrahimovic, seorang pesepak bola Swedia yang bermain di tim LA Galaxy. Penulis bayangan merupakan seorang penulis profesional yang dibayar untuk menulis buku, artikel, maupun karya tulis lain yang kredit atau hak ciptanya diberikan pada orang lain. Dalam artian, autobiografi Zlatan Ibrahimovic ditulis oleh David Lagercrantz tetapi kreditnya secara legal dimiliki oleh Ibrahimovic.


Autobiografi ini tercatat sebagai buku yang paling laku terjual sepanjang masa di Swedia. Buku tersebut terjual 500.000 eksemplar hanya dalam enam minggu. Buku tersebut juga masuk nominasi The William Hill Sports Book of The Year pada 2013.


4. Kakak Perempuannya Seorang Aktris



kakak-perempuan-david-lagercrantz

David Lagercrantz merupakan anak bungsu dari pasangan Olof Lagencrantz dan Martina Ruin. Dia memiliki kakak perempuan yang bernama Marika Lagercrantz. Marika merupakan seorang aktris yang cukup terkenal dan sudah banyak memainkan peran di berbagai film. Salah satunya, Marika pernah bermain peran sebagai Cecilia Vanger di film adaptasi novel The Girl with the Dragon Tattoo.



5. Tidak Suka Kekerasan

Berbeda dengan novel-novel Millennium sebelumnya, The Girl in the Spider’s Web terbilang lebih sedikit memiliki adegan kekerasan. Hal itu dikarenakan David Lagercrantz sendiri mengaku tidak begitu suka sekaligus tidak tahan dengan kekerasan. David menjelaskan, seperti yang dilansir dari theguardian.com, bahwa sebenarnya dia sangat payah jika harus berurusan dengan adegan kekerasan. Dia sudah terlalu banyak membaca novel kriminal yang mengandung unsur kekerasan serta berkutat di bidang kiriminal sebagai jurnalis. Sehingga menurutnya dia tidak perlu lagi menuliskan banyak tindak kekerasan pada novel The Girl in the Spider’s Web. Daripada kekerasan, David lebih suka memasukkan banyak teka-teki pada cerita tersebut.




6. Mencoba
Menjadi Stieg Larsson


stieg-larsson


Saat memulai novel The Girl in the Spider’s Web, David pernah mencoba gaya Larsson dalam menulis novel seperti bekerja di malam hingga pagi hari, menunggu sampai rangkaian kata mengalir dengan sendirinya. Namun, ternyata kebiasaan Larsson tersebut tidak bisa diterapkan pada David. Alih-alih berhasil menulis, David malah merasa stres dan khawatir bahwa buku kelanjutan serial Millennium itu akan gagal di tangannya. Dan selayaknya seorang jurnalis yang sedang dikejar tenggat waktu, rasa takut tersebut akhirnya bisa menjadi energi tersendiri bagi David untuk bekerja lebih keras dan menulis dengan kemampuan yang dia punya.




7. Kegiatan Amal



the-girl-who-takes-an-eye-for-an-eye

Pada September 2017 David merilis novel kelima dari serial Millennium, The Girl Who Takes an Eye for an Eye. Buku itu pun langsung berada di posisi kedua dalam daftar The New York Times Best Seller setelah dua minggu rilis. Keuntungan dari hasil penjualan itu pun didonasikan pada Läsrörelsen, sebuah organisasi baca anak dan remaja. Tak hanya itu, dia menyumbangkan pula hasil keuntungannya ke Grävfonden, sebuah organisasi yang melatih para jurnalis investigasi di Swedia. Selain menyumbang, David secara aktif berkontribusi dalam kegiatan organisasi tersebut. Dia juga merupakan anggota dewan dari PENSwedia (organisasi internasional bagi para penulis), dan gencar memperjuangkan hak-hak para penulis yang mendapat tindak kekerasan.



[Oleh: Shafa Nurnafisa]



Baca juga: Lisbeth Salander, Gadis Bertato yang Berani Mati 

0

X