fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Teknologi yang semakin maju tidak hanya memiliki peran dalam mempermudah masyarakat dalam keseharian. Melainkan juga memiliki pengaruh dalam hal pengembangan tokoh dan karakter di dalam industri perfilman. Karakter seorang peretas (hacker) misalnya. Selayaknya seorang perampok jenius dan pembunuh berantai, figur hacker pun kerap kali menjadi salah satu karakter menarik yang dapat memperkaya alur cerita sebuah film. Selain itu, tokoh seorang hacker juga banyak digunakan dalam film yang memiliki genre aksi dan fiksi ilmiah. Bersifat penting dalam menyuguhkan kisah dengan lingkup dunia siber yang dinamis dan tidak terbatas kepada para penikmatnya.

Berikut adalah film-film populer yang mengangkat karakter seorang hacker:



the-matrix


1. The Matrix


Merupakan film yang berkisah tentang Thomas Anderson (Keanu Reeves), seorang programer komputer yang juga memiliki kehidupan kedua sebagai hacker yang bernama Neo. Pada suatu saat, Neo merasa ada yang tidak beres dengan dunia yang dia singgahi. Di tengah ketidakpahamannya, Neo pun bertemu dengan Trinity (Carrie-Anne Moss) dan Morpheus (Laurence Fishburne). Pertemuan tersebut lalu menjadi awal bagi Neo untuk bisa kabur ke dunia nyata. Karena ternyata selama ini ia hidup di dunia pemograman bernama The Matrix yang sudah tertanam di otaknya akibat ulah mesin-mesin jahat.


Bisa dibilang, The Matrix adalah film yang mengisahkan seorang peretas yang paling populer sepanjang masa. Film yang disutradarai oleh Wachowski bersaudara dan rilis pada 1999 ini mendapatkan rating 8.7 dari 10 di IMDb. Selain itu, The Matrix berhasil pula mendapat sambutan baik dari situs kritik film terkenal bernama Rotten Tomatoes dengan nilai 87%.



the-girl-with-the-dragon-tattoo


2. The Girl with the Dragon Tattoo



Bercerita tentang seorang wartawan bernama Mikael Blomkvist yang menyelidiki kasus seorang gadis yang hilang sejak 40 tahun, dibantu oleh hacker bernama Lisbeth Salander. Ini merupakan film adaptasi dari novel berjudul sama karangan penulis asal Swedia, Stieg Larsson, yang juga merupakan bagian dari novel serialnya bertajuk Millennium. Serial ini awalnya akan dibuat sepuluh bagian, tetapi karena Larsson yang secara tiba-tiba meninggal karena serangan jantung pada 2004, hanya tiga bagian yang telah selesai yang diterbitkan. Pada 2013, penerbit Norstedts förlag meminta seorang jurnalis David Lagercrantz untuk melanjutkan serial Millennium tersebut dengan judul The Girl in the Spider’s Web.


Kisah novel itu masih bercerita tentang Lisbeth yang bekerja sama dengan Frans Balder, bekas anggota National Security Agency, dalam mencuri program komputer yang bisa mengakses kode nuklir dunia. Kisah tersebut juga dibuat film dengan judul yang sama, sebuah reboot dari The Girl in The Dragon Tattoo dengan Claire Floy yang mengambil alih peran Rooney Mara.


film-blackhat

3. Blackhat


Bercerita tentang Nick Hathaway (Chris Hemsworth), seorang hacker yang ditahan oleh pemerintah Amerika Serikat karena membobol sebuah bank. Salah satu orang yang berasal dari Kementrian Pertahanan China, Cheng Da Wai (Wang LeeHom), menemui Nick dan meminta ia untuk bekerja sama dengan FBI dalam menjalankan misi. Misinya adalah penangkapan peretas tak dikenal yang berhasil membobol sistem keamanan pembangkit tenaga nuklir di China yang mengakibatkan reaktor nuklir meledak.


Blackhat merupakan film aksi yang memiliki akhir tak terduga serta alur yang cukup kompleks. Hal itu karena menggambarkan kinerja para hacker dalam menjalankan aksi secara detail. Tak hanya itu, salah satu latar tempat film ini adalah Indonesia, yang mana bisa menjadi aspek spesial tersendiri bagi para penggemar film di Tanah Air.


film-wargames



4. WarGames


Merupakan film yang disutradarai oleh John Badham dan dirilis pada 1983. Film yang kisahnya ditulis oleh Lawrence Lasker dan Walter F. Parkes ini bercerita tentang seorang gamer remaja bernama David Lightman (Broderick). Saat mencari permainan baru, Lightman tanpa sengaja meretas sistem super komputer milik militer Amerika Serikat, mengakses program simulasi perang nuklir bernama WOPR (War Operation Plan Response) yang diyakininya hanya sebuah permainan komputer biasa. Lightman menjalankan simulasi tersebut dan mengaktifkan sistem persenjataan nuklir. Saat sadar bahwa apa yang ia mainkan bukanlah permainan biasa, Lightman yang diperankan oleh Matthew Broderick itu berusaha menemukan cara untuk mengingatkan pihak berwenang agar bisa menghentikan awal perang dunia III. 


Wargames juga merilis sekuelnya pada 2008 dengan judul Wargames: The Dead Code yang disutradarai oleh Stuart Gillar. Wargames dibintangi oleh Matt Lanter,  pengisi suara Anakin Skywalker untuk film animasi Star Wars: The Clone Wars.


who-am-i

5. Who Am I: No System Is Safe


Sama seperti Blackhat, film yang berasal dari Jerman ini pun memiliki akhir yang tidak bisa ditebak. Film ini berkisah tentang kehidupan kompleks para hacker yang bersembunyi di balik layar komputer. Film yang pernah ditayangkan di Toronto International Film pada 2014 ini berkisah tentang grup peretas terkenal di Berlin. Kisah tersebut dinarasikan oleh Benjamin Engel, seorang hacker di Berlin, yang tengah diinterogarsi oleh polisi. Film berjenis thriller ini juga menggambarkan kejahatan di dunia maya yang penuh dengan tipu daya serta berbagai rencana kriminal yang telah disusun sangat rapi.



film-trackdown-takedown


6. Track down / Takedown


Sama seperti The Girl With The Dragon Tattoo, Track Down merupakan film adaptasi dari sebuah buku. Perbedaannya, Track Down diambil dari buku Takedown: The Pursuit and Capture of Kevin Mitnick by the Man Who Did It yang ditulis Tsutomu Shimomura dan wartawan John Markoff yang menceritakan kejadian nyata ketika mereka membantu FBI dalam menangkap seorang peretas terkenal bernama Kevin Mitnick.



Film yang dibintangi Skeet Ulrich ini populer karena terkena banyak kontroversi. Kevin Mitnick menyatakan bahwa kisahnya dalam buku yang ditulis Shimomura maupun yang ditampilkan dalam film sama sekali tidak akurat. Dalam kisah keduanya, Kevin diceritakan meretas sistem komputer milik Shimomura dan mencuri beberapa data dari sana. Kevin membenarkan bahwa dia pernah meretas komputer Shimomura tapi dia tidak pernah menghapus apalagi mencuri data dari sana. Peretas paling terkenal di dunia itu juga mengklaim bahwa dia tidak pernah merugikan siapa pun dengan mencuri dan menghapus data dari seseorang yang diretas olehnya. Dia meretas hanya untuk bersenang-senang dan mengobati rasa penasaran.


the-fifth-estate


7. The Fifth Estate


The Fifth Estate merupakan sebuah biopik dari seorang hacker-programmer asal Australia Julian Assange dan aktivis teknologi berkebangsaan Jerman bernama Daniel Domscheit-Berg. Bercerita tentang dua pendiri situs WikiLeaks, sebuah situs yang khusus mempublikasikan informasi rahasia kepada publik. Film yang dibintangi oleh Bennedict Cumberbatch dan Daniel Bruhl ini berfokus pada hubungan kedua pencetus Wikileaks dan lika-liku mereka dalam membangun situs tersebut. Kisah ini diangkat dari tulisan Daniel Domscheit-Berg sendiri yang berjudul “Inside Wikileaks”.

 

Jadi, apakah ada film kesukaanmu?



[Oleh: Shafa Nurnafisa]


Baca juga: Lisbeth Salander, Gadis Bertato Naga yang Berani Mati


Baca juga: 7 Fakta Tentang David Lagercrantz


0

Artikel
Peluncuran Buku Lead the Innovation Game

Generasi milenial dan inovasi merupakan dua hal kunci di dunia kerja dan bisnis saat ini. Generasi baru yang lahir dari era Internet semakin menunjukkan keunggulannya. Tak hanya sebagai konsumen, juga menjadi pionir dalam beragam bentuk start up bisnis. Kekuatan inovasi kreatif generasi ini, yang tak terbayangkan pada generasi sebelumnya, mampu melahirkan abad baru yang energik dan dinamis.


Pambudi Sunarsihanto—berpengalaman sebagai Head of HR di sejumlah perusahaan terkemuka. Dalam acara Meet n Greet serta peluncuran bukunya Lead the Innovation Game: Menjadi Pemenang di Era Milenial, memaparkan bahwa kemampuan beradaptasi sangat dibutuhkan di era milenial. Pambudi juga menjelaskan bahwa tantangan utama di era ini adalah perubahan yang begitu cepat. Hal tersebut menyebabkan peluang kerja menjadi semakin tidak menentu.


Peluncuran-buku-lead-the-innovation-game


Kunci untuk menghadapi perubahan ini, selain kemampuan beradaptasi adalah kemauan untuk selalu belajar hal baru. Perubahan dan generasi milenial ini dibahas dalam bab bertajuk Change or Die dan The Millennial buku Lead the Innovation Game: Menjadi Pemenang di Era Milenial.

 

Makhluk yang akan bertahan hidup bukanlah yang paling kuat atau yang paling pintar, melainkan yang paling mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. –Charles Darwin

Generasi milenial, menurut Pambudi, merupakan generasi unggul yang penuh kreativitas dan inovasi. Namun, mereka juga memiliki kekurangan, misalnya saja cenderung tidak sabar. Seperti yang ditulis pada buku praktis dan menarik ini, beberapa karakter khas generasi milenial adalah:

  1. Digitally connected
  2. Shorter attention span
  3. What is for me?
  4. Looking for cool environment
  5. Looking for “experiences”

 

Generasi milenial juga terkenal “sulit dikendalikan” di lingkup dunia kerja. Orang-orang di bagian SDM atau HR kadang menjadi pihak yang harus berhadapan langsung dengan sosok milenial tersebut. Menurut Mohamad Ario Dimas, Vice President of Marketing Loket (GO-JEK Group), bekerja dengan milenial merupakan tantangan yang unik. Nah, strategi menghadapi generasi ini juga lengkap dibahas dalam buku terbaru Pambudi ini.



Acara Meet n Greet Pambudi Sunarsihanto serta peluncuran buku Lead the Innovation Game: Menjadi Pemenang di Era Milenial berlangsung pada Minggu, 11 November 2018 di Toko Buku Gramedia Bandung. Acara ini dihadiri oleh komunitas HR Bandung serta kalangan umum. Peluncuran buku ketiga Pambudi tersebut juga diisi dengan aksi sulap yang menghibur.


foto-bersama-Pambudi

Salah seorang peserta acara, Risma Dewi, mengatakan bahwa acara Meet n Greet Pambudi Sunarsihanto serta peluncuran buku ini sangat seru dan materi yang disampaikan begitu menarik. Setelah mengikuti acara tersebut, Risma Dewi semakin yakin bahwa dengan kemampuan yang dimiliki, generasi milenial dapat membawa perubahan positif, terutama di lingkungan pekerjaan.


Buku Lead the Innovation Game: Menjadi Pemenang di Era Milenial disajikan dengan gaya yang berbeda. Ciri khas generasi milenial lengkap dengan kompleksitas yang harus dihadapi, disampaikan dengan gaya cerita bagaikan novel, dengan karakter utama bernama Andi. Andi mewakili generasi milenial yang menghadapi perubahan di kehidupan pribadi maupun kariernya.


Buku ini membahas secara lengkap cara-cara yang dapat dilakukan generasi milenial untuk menghadapi perubahan. Selain itu, membahas tentang bekerja sama dengan para senior yang lebih konvensional, serta agar mampu menjadi seorang pemimpin. Tidak hanya itu, buku ini juga menghadirkan strategi saat menghadapi keberhasilan, juga tips n tricks untuk memunculkan inovasi-inovasi baru.

Pambudi Sunarsihanto merupakan seorang career coach multitalent yang pernah bekerja sebagai engineer, trainer, project manager, sales manager, dan saat ini di bidang SDM. Sesuai dengan pesan yang disampaikannya mengenai kemauan belajar, Pambudi sendiri adalah seorang life-time learner. Beliau berusaha untuk belajar setiap hari, dari buku, majalah, internet, atau YouTube. Lebih dari itu, Pambudi juga senantiasa belajar dari berbagai kisah hidup orang-orang yang bercerita kepadanya, baik berprofesi sebagai CEO, direktur marketing, office boy, bahkan seorang yang baru lulus kuliah.


pambudi-dan-buku-lead-the-innovation-game

Buku Lead the Innovation Game: Menjadi Pemenang di Era Milenial merupakan buku ketiga Pambudi Sunarsihanto, setelah Think Different, Act Differently dan buku Lead Differently yang diterbitkan oleh Penerbit Kaifa.



[Oleh: Fauziah Hafidha]



Baca juga: Keren! Inilah 4 Tokoh yang Sukses dengan Modal Nekat

0

X