fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Menjalani sebuah hubungan dengan seseorang tentu tak selalu mulus seperti yang diharapkan. Ada saja lika-liku yang kamu hadapi untuk mempertahankan hubunganmu dengan si dia. Mulai dari pacar yang tiba-tiba cuek atau bahkan masih mengingat  mantannya.


ingat-mantan-2

Bagaimana perasaanmu ketika pacarmu masih ingat mantannya? Atau bahkan masih menjalin komunikasi yang intens dengannya. Kamu tentu merasa kesal dan marah.

Ingin rasanya melabrak mantannya dan mengatakan padanya untuk jangan lagi berhubungan dengan pacarmu.

Kamu harus tetap tenang dan jangan mudah terbawa emosi. Jangan sampai kamu kehilangan orang yang kamu sayang hanya karena cemburu buta. Cara-cara dibawah ini bisa kamu lakukan untuk menghadapi sang pacar yang masih mengingat mantannya :

  1. Bersikap biasa saja

Meski hatimu terasa sakit dan geram, kamu harus tetap menjadi dirimu. Jalani hubungan dengannya seperti biasa. Bersikaplah sebagaimana kamu bersikap padanya. Atau kamu bisa berpura-pura tidak tahu bahwa diam-diam pacarmu masih menjalin komunikasi dengan mantannya.

 

      Tunggu sampai ia jujur kemudian berubah dan menyadari bahwa kamu adalah pacar yang pengertian dan tidak cemburuan. Lambat laun pun cara ini akan ampuh dan membuat pacarmu tidak lagi mengejar-ngejar mantannya. Karena ia tahu bahwa sudah ada sosok idaman disampingnya, yaitu kamu.

 

  1. Jangan marah dan emosi berlebihan

Mantan seakan menjadi orang ketiga dalam hubunganmu. Ia menjadi pengganggu ketika kamu sudah bahagia dengan sang pacar. Terlebih bila yang terjadi adalah pacarmu yang sering mencari tahu lebih dulu tentang mantannya.



Baca Juga: Cara menyelamatkan hubunganmu

 

Jangan marah, hadapilah dengan kepala dingin. Ketika kamu tak sengaja melihatnya tengah stalking akun sosial media sang mantan, kamu harus meredam emosimu. Karena akan sulit untuk melupakan seseorang terlebih bila hubungan yang dijalin berlangsung cukup lama.

  1. Cobalah berteman dengan mantannya

Emosi dan curiga berkepanjangan tak ada gunanya. Kamu hanya akan menambah beban pikiranmu. Lebih baik kamu coba berteman dengan mantannya. Cari tahu dia orang seperti apa. Barangkali mantannya adalah orang yang kamu kenal atau bahkan sahabatmu.

 

Coba follow akun sosial medianya, ajak ia berkenalan dan buatlah ia menjadi akrab denganmu. Kemudian kamu bisa mengajak ia bertemu dan kenalkan siapa dirimu. Sehingga ia pun akan tahu diri dan menjaga jarak dengan pacarmu. Kamu pun bisa menambah daftar temanmu.

  1. Berbicara satu sama lain

Banyak pasangan yang memutuskan untuk berpisah karena adanya kesalahpahaman yang terjadi antara keduanya. Kurangnya komunikasi menjadikan hubungan yang telah lama dibina harus kandas di tengah jalan. Bahkan cemburu berlebihan pada sang mantan kerap menjadi pemicunya.

 

Jika kamu merasa ada yang tidak beres dengan hubunganmu, ajaklah ia berbicara satu sama lain. Tanyakan padanya kenapa akhir-akhir ini ia sering sekali mengungkit-ungkit mantannya. Kamu pun sering kali mendapati ia tengah asyik mengobrol sang mantan dan mengabaiknamu.

Kamu tentu merasa cemburu dan emosi. Tapi alangkah lebih baik, bila kamu menjadi pendengar setia baginya. Dengarkan apa yang ia keluhkan dan rasakan. Pahami jika kamu ada di posisi dia yang masih merasa sulit untuk melepaskan seseorang. Cara ini menjadikanmu lebih dewasa dalam menyikapi problematika asmara.

 

  1. Bertahan atau tinggalkan

Jika memang semua usaha sudah kamu lakukan dan ternyata tak membuahkan hasil. Ia masih terus mencari celah untuk menghubungi mantannya. Kamu bisa apa? Tentu kamu tak berhak memaksa ia untuk melupakan sang mantan. Meski kamu pacarnya sekalipun.

 

Pilihan ada di tanganmu. Kamu akan bertahan dalam kecemburuan yang tak berujung atau memilih untuk meninggalkan dan mengakhiri hubungan dengannya. Kecuali bila pacarmu berubah dan mulai menyadari bahwa ia selama ini salah telah mengabaikanmu.

Kamu bisa mempertahankannya. Kikis egomu dan maafkan segala kesalahannya. Tapi bila ia kembali pada tabiatnya dan mulai mengingat mantannya lagi, segera tinggalkan. Kamu berhak dicintai oleh orang yang tepat dan tulus memberi cintanya padamu.

 

Itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam menghadapi pacarmu yang masih mengingat mantannya. Terlepas dari itu, kamu tetap harus memahami bahwa perasaan memang tidak bisa dipaksakan. Sulit untuk melupakan seseorang yang sudah pernah membuat nyaman.

Jika memang kamu tak bisa bertahan dengannya, segera tinggalkan dan bebaskan hatimu. Semoga hubunganmu selalu baik-baik saja, ya


Baca Juga: Tips keluar dari hubungan yang toxic

[Ana Dwi Itsna Pebriana]

0

Artikel

Kamu tentu tahu novel #BerhentiDiKamu yang sedang viral, bukan? Novel yang diangkat dari kisah nyata seorang dokter muda bernama Gia Pratama yang mengalami patah hati, tapi kemudian bertemu cinta sejatinya lewat jalan yang tak biasa. #BerhentiDiKamu menjadi karya pertamanya yang dibukukan.

Dokter Gia Pratama harus patah hati terlebih dahulu sebelum bertemu Syafira, istrinya. Dokter muda ini diputuskan oleh sang kekasih secara tiba-tiba dan yang lebih menyesakkan lagi, hal itu terjadi ketika keduanya tengah berlibur di Eropa.

Kamu tentu penasaran dengan sosok Elsa yang dengan mudahnya berani memutuskan dokter Gia, bukan? Selain tampan dan termasuk dalam kategori lelaki idaman, karier dokter Gia tidak diragukan lagi.

Elsa, dalam novel #BerhentiDiKamu diceritakan memiliki wajah rupawan mirip Alexandra Daddario, aktris Amerika yang berperan sebagai Annabeth Chase dalam film Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief. Terbayang bagaimana kecantikannya, bukan?

elsa dokter gia


Hubungan Gia dan Elsa terjalin kurang lebih satu tahun. Keduanya pun telah saling mengenal satu sama lain. Pun dengan keluarga masing-masing. Banyak hal yang sedari awal membuat mereka merasa cocok, di antaranya karena memiliki hobi yang sama: nonton film.

Obrolan setiap kali berbincang pun menjadi hidup dan renyah. Mereka begitu larut dalam obrolan seru sampai waktu pun tak terasa berlalu begitu cepat. Elsa memang tipikal wanita yang humble, asik, dan berwawasan luas. Siapa pun akan merasa nyaman ketika mengobrol dengannya. Begitupun dengan yang dirasakan Gia.

Tanah Suci Makkah menjadi tempat pertemuan pertama antara Gia dan Elsa. Gia yang saat itu sedang mendamba kehadiran seorang jodoh, merasa harapannya terkabulkan dengan kehadiran Elsa. Elsa pun tak menutup diri ketika diajak berkenalan. Membuka peluang yang besar bagi Gia untuk memperistrinya, begitu pikirnya. Gia pun tak segan meminta kontak Elsa.

Tahap komunikasi via whatsapp pun dimulai. Hingga berlangsunglah pertemuan yang sudah direncanakan sebelumnya. Pertemuan yang intens layaknya orang-orang yang melakukan proses pendekatan terus dilakukan Gia. Ia tak mau kehilangan sosok Elsa, wanita sempurna dan dambaan setiap lelaki.

Dari hasil obrolan panjang mereka, Gia tahu Elsa adalah wanita cerdas dan terbuka untuk berbagi cerita. Ia lulus dari Universitas Negeri dengan nilai IPK yang tinggi. Selain itu, Elsa juga merupakan salah satu finalis kontes kecantikan. Semakin kagumlah Gia pada sosok Elsa.

Pada satu waktu, ketika Gia diundang mampir ke rumah Elsa, ada perasaan takjub tak terkira. Selain cantik dan pintar, Elsa juga ternyata berasal dari keluarga kaya yang parkiran mobilnya saja bisa digunakan untuk bermain sepak bola. Gia semakin yakin, ia tak salah memilih wanita.

Sebulan setelah proses pendekatan, Gia pun memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada Elsa. Tanpa ragu, Elsa menerima cinta Gia dan ingin menjalin hubungan dengannya.“Iya, aku izinkan. Kita jalanin bareng, ya.” Ucap Elsa pada Gia seraya menggenggam tangannya.

Sebuah fenomena yang tak biasa bagi seorang wanita cantik nan paripurna menerima cinta dari seorang lelaki. Rasa bahagia pun tak sanggup dibendung. Gia merasa usahanya berjalan begitu mudah dan kini mereka berdua bisa saling merindu satu sama lain ketika pertemuan tak bisa diwujudkan.



Baca Juga: Kisah haru-seru dr. Gia



Rutinitas yang begitu padat membuat Gia dan Elsa kadang kala hanya bisa berkomunikasi via whatsapp. Pertemuan tak bisa sesering dulu. Namun, Elsa tetap menjadi sosok yang asyik ketika diajak mengobrol. Memiliki pengetahuan yang luas memang selalu menguntungkan.

Namun, tiba-tiba Gia merasa Elsa berubah. Sikapnya tak sehangat dulu. Ia menjadi dingin seketika. Membalas chat seadanya dan tak lagi antusias ketika Gia bercerita. “Mungkin ia lelah karena kerjaannya yang super padat, atau mungkin dia sedang PMS.” Pikir Gia. Rutinitas sehari-hari ia jalani seperti biasa, meski Elsa sering kali mengganggu pikirannya.

 Hingga Gia pun memutuskan berlibur ke Eropa bersama Elsa dan juga keluarganya. Tujuannya untuk menghangatkan kembali hubungan yang tengah mereka bina. Rencana untuk melamar di tempat paling romantis pun sudah Gia siapkan.

Namun, Elsa tetap dingin. Sepanjang perjalanan ia hanya sibuk dengan ponselnya tanpa menghiraukan Gia yang begitu antusias mengenalkan berbagai hal tentang Eropa. Gunung Titlis, Swiss menjadi tempat bersejarah yang memilukan bagi Gia. Di tempat itulah Elsa mulai meluapkan segala hal yang mengganjal dalam pikirannya.

Hingga kalimat “Kita temenan aja, ya” terlontar dari mulut Elsa. Ia tidak bisa mencintai Gia dan memilih untuk kembali pada mantan kekasihnya. Liburan yang seharusnya seru, penuh cinta, dan menyatukan dua keluarga, malah menjadi duka dan nestapa bagi Gia.

Hari-harinya di Eropa terasa kelu dan sepi setelah menerima kenyataan pahit di hadapannya. Elsa seakan hanya menjadikan Gia pelarian ketika hatinya sedang kacau. Dan ketika suasana hatinya sudah membaik, ia dengan mudahnya meninggalkan Gia dan kembali pada kekasihnya yang dulu.

Sisa waktu liburan pun terpaksa Gia lewati dengan hati yang kelabu. Sementara Elsa terlihat baik-baik saja dan begitu menikmati keindahan Eropa, meski tanpa ada Gia di sampingnya. Ah, hati manusia memang bisa dengan mudahnya berubah. Elsa memang bukan jodohnya.


Baca Juga: Galau? Coba baca cara menyelamatkan hubunganmu



[Ana Dwi Itsna Pebriana]

0

X