fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Berbicara tentang hijrah, tentu berkaitan dengan perpindahan Rasulullah SAW. dan para sahabat dari Mekkah ke Madinah sebagai sarana dakwah. Hijrah ini dilakukan pada 622 M disebabkan adanya penindasan orang-orang musyrik Quraisy yang luar biasa terhadap Nabi dan para sahabat. (republika.co.id)


Kemudian seiring perkembangan zaman istilah hijrah ini semakin luas pemaknaannya. Hijrah kini dimaknai sebagai suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan itu bisa dalam hal karir, asmara, rezeki, maupun kepribadian seseorang.

Bagi para pegiat kajian-kajian keislaman, hijrah kini seakan menjadi trend tersendiri. Banyak orang yang berlomba-limba untuk memperbaiki diri. Ada yang memutuskan untuk berhijab secara syar’i, bahkan ada juga yang memilih untuk menikah di usia dini dengan cara yang islami. Semuanya masih dalam rangka berhijrah, sebuah proses mulia untuk meriah ridha-Nya.

Jika hati kita masih enggan untuk berhijrah, mungkin kita belum tahu keutamaan dari berhijrah. Lima keutamaan hijrah ini bisa menjadi motivasi bagi kita untuk selalu berusaha melakukan sebuah perubahan yang lebih baik.

  1. Diberikan kelapangan rezeki


Hidup menuntut kita untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Setiap waktu disibukkan dengan berbagai rutinitas demi mengejar pundi-pundi rupiah. Waktu 24 jam kerap tersita bila rezeki yang dicari tak bisa terpenuhi.

Memang bukan hal yang mudah untuk mengais rezeki. Rasa lelah yang menerpa seakan menjadi teman setia yang selalu ada. Bahkan rasa putus asa pun sering kali kita rasakan kala usaha yang dilakukan tak kunjung membuahkan hasil yang memuaskan.

Namun dengan berhijrah, Allah menjanjikan akan diberi kelapangan rezeki bagi hamba-Nya. Hal ini sesuai dengan firman-Nya yang berbunyi : ”Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS an-Nisa’ : 100).

  1. Dihapuskan segala kesalahan

Orang yang berhijrah pada dasarnya telah berani mengikhlaskan segala urusan karena Allah. Berbagai hal dengan berat hati harus dilepaskan. Bila memang tujuan dari hijrahnya tersebut karena Allah, maka segala kesalahan pun akan Ia hapuskan.

 

Sebagaimana firman-Nya : ”Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah.” (QS Ali Imran : 195)

  1. Mendapat derajat yang tinggi di sisi Allah

Siapa yang tak ingin ditempatkan pada derajat yang tinggi di sisi Allah? Tentu tak akan ada yang menolaknya. Merasa menjadi makhluk yang berlumur dosa dan kesalahan membuat siapapun berlomba untuk mendapat kedudukan tinggi di sisi Yang Maha Rahman.


Hanya saja kita sering kali tidak menyadari bahwa untuk mendapatkannya, diperlukan kesungguhan untuk benar-benar melakukan perubahan.

Hal ini diperkuat dengan firman Allah SWT : “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padanya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS at-Taubah : 20-22).

 

  1. Dimudahkan dalam meraih keridhaan-Nya

Kita kerap kali mencari dimana letak keridhaan Allah. Mengapa terasa sulit sekali untuk diraih. Hidup seakan tak pernah berubah. Hari-hari yang dijalani selalu sama dan bosan untuk dilalui. Mungkin ada yang keliru dengan diri kita. Masih belum kaaffah (totalitas) dalam menjalankan syariat agama. Maka berhijrah menjadi solusinya.

 

Mari sejenak kita renungi firman Allah SWT. yang berbunyi : “Orang-orang terdahulu yang pertama masuk Islam dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS at-Taubah : 100).

  1. Menghadirkan rasa bahagia

Sebenarnya kata hijrah mulai dikenal sejak Nabi Ibrahim as. mengatakan : “Inni muhaajirun ilaa rabbi”(saya berhijrah kepada Allah). Kemudian Allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an surat Al-Ankabut ayat 26.

Sumber foto : hijrahnotes.com

Berhijrah menandakan kita telah menerima segala ketentuan-Nya dengan lapang dada. Menjalankan segala hal yang diperintahkan dan menjauhi hal-hal yang Ia larang. Menjadi hamba yang senantiasa dekat kepada Allah tentu akan menghadirkan kebahagiaan.

Allah akan senantiasa hadir dalam bahagia yang kita rasakan ketika segala ketentuan-Nya telah kita tunaikan dengan penuh keikhlasan. Tak ada yang sia-sia dengan sebuah niat baik yang telah diikrarkan. Terlebih bila niat baik itu kita laksanakan.


Itulah 5 keutamaan berhijrah yang mungkin jarang kita sadari. Bahkan kadang kita menganggap sebelah mata dan mencibir orang-orang yang tengah berproses untuk menjadi lebih baik. Kita hanya perlu memahami bahwa setiap orang tentu mempunyai pencapaian dan target hidup yang berbeda-beda. Begitupun dengan kita.

Semoga jalan yang kita pilih senantiasa mendapat ridha dari Allah SWT. Selamat berproses. [Ana Dwi Itsna Pebriana]

0

Artikel


Memiliki pasangan dalam hidup adalah dambaan setiap orang. Ia menjadi tempat berbagi keluh kesah dan sosok yang selalu menemani dalam mengarungi kehidupan.  Tak heran perjuangan untuk mendapatkan pasangan pun terbilang sulit dan membutuhkan kesabaran.

Bagi kamu yang sudah ditakdirkan bertemu dengan pasangan idamanmu, patut berbangga dan bahagia. Ketika yang lain masih berusaha mencari dan memperjuangkan, kamu sudah mendapatkan dan bertemu pasangan yang kamu harapkan.

Namun dalam menjalani kehidupan baru bersama pasangan tentu akan berbeda dengan sebelumnya. Kamu harus serba hati-hati dalam bertutur kata, bersikap termasuk bercerita. Ada hal-hal yang bisa kamu ceritakan pada pasangan ada juga yang sebaiknya cukup kamu saja yang tahu.

Berikut ini hal-hal yang sebaiknya tidak kamu ceritakan pada pasanganmu. Yuk simak !

  1. Kenangan bersama mantan terindahmu sebelum mengenal dia

Kamu tentu punya kenangan terindah bersama orang lain sebelum bertemu dengan pasanganmu dan menjalani kehidupan bersamanya. Tak bisa dipungkiri kadang kala kamu pun masih suka mengingat kenangan bersamanya. Hal-hal yang sempat kalian berdua lalui menjadi memori tersendiri meski kamu tengah bersama orang yang berbeda.


Kisah-kisah bersama mantan ada kalanya bisa menjadi bom waktu jika kamu tak sesegra mungkin menghapusnya dari pikiranmu. Sebab jika ingatan itu sering muncul saat kamu sudah bersama seseorang yang baru, tentu hal tersebut akan sangat mengganggu. Dan kamu jangan pernah menceritakan itu pada pasanganmu.

Seksolog sekaligus pakar hubungan, dr. Nikki Goldstein menjelaskan bahwa obrolan soal mantan kekasih bisa tak berdampak apa pun, tapi bisa juga menimbulkan rasa kurang nyaman dan sakit hati karena terungkitnya memori lama.(Kompas.com)

 

  1. Password akun media sosial

Saling keterbukaan menjadi dalih bagi sebagian orang yang menuntut untuk mengetahui akun media sosial pasangannya. Tidak ingin menyimpan rahasia apapun dan ingin menjunjung tinggi kejujuran bersama menjadi prinsip yang selalu diagungkan.

Tapi sebetulnya kamu pun tetap membutuhkan ruang privasi yang tidak diketahui orang lain sekalipun itu pasanganmu. Dalam akun media sosialmu bisa saja menyimpan rahasia kantor, curhatan temanmu, ataupun mantan yang masih sering menghubungimu.

Dilansir dari kompas.com menurut Dr. Myrna Dartson, seorang psikolog di Dalas. “Menjaga privasi lebih berhubungan dengan kebutuhan seseorang akan ruang pribadi yang anda tak ingin berbagi itu dengan orang lain. Itu merupakan pilihan pribadi mengenai gaya hidup atau kepribadian.”

 

  1. Mengatakan hal-hal yang tidak bisa diubah

Setiap orang tentu menginginkan pasangan yang ideal di matanya baik dari segi penampilan fisik maupun kepribadian. Kadang kala kamu pun selalu menuntut pasanganmu untuk menjadi apa yang kamu mau. Ada hal-hal yang tidak sesuai menurutmu.


            Tanpa kamu sadari ada beberapa hal dalam kehidupan ini yang bisa diubah sesuai keinginanmu ada juga yang tidak. Penampilan fisik pasanganmu sudah demikian, tidak bisa dirubah. Pun dengan kepribadiannya yang cenderung pendiam, misalnya atau pemarah. Hal-hal semacam itu akan sulit bahkan tidak bisa diubah.

Kamu hanya perlu menerima apa adanya dan jangan pernah mengatakan hal-hal yang justru membuatnya bisa sakit hati dan merusak kehidupan yang sudah kalian bina bersama. Jadikan menerima segala kekurangan pasangan sebagai prinsip yang harus kalian jaga dan tidak menuntut hal yang mustahil diwujudkan.

 

  1. Rahasia sahabat

Setiap orang tentu memiliki rahasia pribadi yang ia jaga dan hanya diceritakan pada orang-orang kepercayaannya. Bahkan ada yang sampai menutup mulutnya rapat-rapat jika hal itu betul-betul sangat rahasia dan tak boleh ada yang mengetahuinya.

Jika sahabat kamu punya cerita rahasia yang diceritakan padamu ada baiknya kamu jangan menceritakannya kembali pada pasangan. Kamu tetap harus menjadi pribadi yang mampu menjaga rahasia orang lain sekalipun itu pada pasanganmu yang sudah kamu percaya.

Jalinlah hubungan yang baik bersama mereka dengan tidak menyebarkan hal-hal yang justru merusak persahabatanmu. Sekalipun pasanganmu menuntut untuk tahu, jangan pernah menceritakannya. Beri ia penegertian bahwa menjaga amanat itu penting dan hanya orang-orang hebat yang bisa melakukannya. Kamu ingin menjadi orang hebat itu.

 

  1. Tidak menyukai keluarga pasangan

Tak bisa dipungkiri meskipun kamu sudah hidup bersama pasangan barumu, tidak menjamin kamu bisa langsung rukun dan akrab dengan keluarganya. Banyak hal yang terlebih dahulu harus kamu lalui sebelum kedekatan itu bisa terjalin.

 

Adakalanya keluarga pasanganmu kurang menyukai sifatmu ataupun sebaliknya. Kamu pernah melakukan kesalahan yang masih selalu diingat oleh keluarga pasanganmu meski itu sepele atau bahkan restu mereka pun belum kamu dapatkan.

 

Sekalipun hubunganmu dengan keluarganya kurang terjalin dengan baik, jangan pernah mengatakan kamu tidak menyukai keluarganya. Ceritakanlah hal-hal baik dari keluarga pasangan yang terus memberimu pelajaran. Karena bila keburukan keluarganya kamu ceritakan pada pasanganmu, tentu akan menimbulkan keretakan dalam hubungan kalian berdua.

Pasanganmu akan kebingungan untuk berpihak kemana, keluarganya atau kamu yang menjadi pendamping hidupnya. Jadi alangkah baiknya kamu simpan rapat-rapat ketidaksukaanmu itu dan tetap berusaha menjalin hubungan yang baik bersama keluarganya.

 

Itulah beberapa hal yang tidak boleh kamu ceritakan pada pasanganmu. Pertimbangkan segala sesuatu sebelum untaian kalimat keluar dari lisanmu. Baik atau tidaknya hal itu akan berdampak kembali padamu. Karena dari perkataan tanpa disadari bisa saja menyakiti hati.

Semoga hubunganmu bersama pasangan selalu membahagiakan.

[Ana Dwi Itsna Pebriani]

0

Artikel

 

Jodoh adalah bagian dari rahasia Allah yang sulit ditebak. Tak ada yang tahu dengan siapa kamu akan berjodoh. Pun tak ada yang bisa menduga dengan siapa kelak kamu akan menghabiskan sisa-sisa waktumu di dunia. Karena berbicara jodoh perlu melibatkan Allah.

Untuk kamu yang sudah tak sabar dalam menanti kedatangan jodoh. Rasanya ingin segera bertemu tanpa melalui berbagai lika-liku yang menjemukan. Atau mungkin kamu terlalu lelah dikecewakan akibat hubungan yang mendadak usai di tengah jalan dan sebagainya.

Tapi sudah sejauh mana usahamu untuk menjemputnya? Jangan-jangan selama ini kamu hanya berdiam diri tanpa melakukan apa-apa. Kamu hanya menanti dibalik dinding kamarmu tanpa mau untuk mencari dan berusaha. Keluarlah dari zona nyamanmu dan buktikan pada dunia bahwa kamu ada. Kunjungi tempat-tempat yang berpeluang untuk bertemu dengan jodoh.

Lima tempat dibawah ini menjadi tempat orang paling sering bertemu jodoh. Kamu harus mengunjunginya !

  1. Sekolah/Kampus

Saat kamu menempuh pendidikan di sekolah atau kampus, kerap kali kamu mengalami fase yang orang sebut dengan cinta monyet bersama teman sekelasmu atau berbeda kelas sekalipun. Tapi ketika beranjak kuliah, kamu dihadapkan dengan berbagai tugas yang menumpuk dan membuatmu tak sempat memikirkan perihal asmara dan semacamnya.

Hingga kamu pun tak menyadari bahwa ketika duduk di bangku sekolah/kuliah dulu, diam-diam ada yang memperhatikanmu dan menyukaimu. Atau mungkin saja ia juga termasuk dalam kriteria orang kamu suka. Jika sudah demikian, kamu tak bisa menghindar. Barangkali ia adalah jodoh yang kamu nanti selama ini.

Jangan biarkan dirimu hampa karena terlalu lama dalam kesendirian. Walaupun dia adalah teman dekatmu, misalnya, tentu  ia juga bisa menjadi teman hidup yang akan selalu menemanimu dan menerimamu seutuhnya.

 

  1. Organisasi

Organisasi menjadi tempat atau wadah untuk bekerja sama dengan orang lain dalam berbagai hal. Menjadi tempat untuk mencari pengalaman dan teman baru.

Jika kamu termasuk orang yang aktif dalam kegiatan di organisasi, peluang kamu bertemu jodoh disana tentu besar. Karena kamu bisa dengan leluasa berinteraksi dengan mereka.

Ada banyak orang yang tergabung disana. Bisa jadi ada salah satu yang memikat hatimu atau diam-diam menyimpan rasa untukmu. Kamu hanya perlu membuka diri dan menunjukkan bahwa kamu ada.

Ikutilah berbagai kegiatan yang diadakan disana, kembangkan potensimu dan beranilah dalam mengemukakan pendapat. Jangan pernah mengisolasi diri dari keramaian. Selamat mencoba !

 

  1. Tempat Kerja

Bertemu jodoh di tempat kerja mungkin menjadi cerita klasik bagimu. Atau bahkan mungkin kamu sedang menjalin hubungan dengan rekan kerjamu. Hal itu tentu bukan suatu hal yang mustahil terjadi.

Pertemuan yang intens membuatmu dan ia sering bertemu dan mengenal satu sama lain. Tumbuhnya perasaan diantara kalian pun tak bisa dihindarkan. Kamu yang pertama kali menyukainya, atau ia yang diam-diam menyukaimu terlebih dulu.

Tapi bila kamu belum bertemu jodoh meski di tempat kerjamu banyak karyawan, kamu harus tetap bersabar dan jangan berputus asa. Masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Perluaslah pergaulanmu dan mulailah berkenalan dengan orang-orang baru setiap harinya. 

 

  1. Tempat Kajian

Bagi kamu yang sering mengikuti berbagai kajian baik itu keagamaan ataupun yang lainnya, tentu akan banyak orang yang kamu temui disana. Mulai dari yang luas ilmunya sampai yang baru mulai belajar sepertimu, misalnya.

Jangan menutup diri dari kehadiran orang baru. Meski ada rasa lelah karena tak kunjung bertemu jodoh idaman. Kamu harus tetap bersikap terbuka bila ada yang mengajakmu berkenalan atau bahkan ingin berkunjung ke rumahmu.

Tapi bagi kamu yang tidak suka menghadiri kajian-kajian semacam ini, tak ada salahnya bila kamu mencoba. Selain ilmu dan wawasan yang akan kamu dapatkan. Percayalah, peluang bertemu jodoh pun terbuka lebar di depan mata. Kamu harus mencobanya.

  1. Galeri/Museum/Pameran

Kalau kamu termasuk orang yang menyukai seni dan semacamnya, tentu kamu sering mengunjungi berbagai  galeri/pameran yang ada di sekitarmu. Selain kamu bisa menyalurkan hobi dan menambah wawasanmu, kamu juga bisa menemukan pasangan idaman disini.

Memiliki pasangan dengan hobi yang sama tentu menyenangkan, bukan? Karena kamu bisa dengan mudahnya membicarkan hal-hal yang kamu dan ia senangi. Jika kamu sudah menemukannya, ajaklah ia berkenalan dan jalin keakraban satu sama lain.

Kamu hanya perlu keberanian dan merasa percaya diri. Jangan tegang agar perkenalan dan perbincangan antara kalian berdua tidak terkesan canggung. Jika kamu merasa rileks, mengobrol dengannya pun akan mengalir santai seakan kalian bukan dua orang yang baru berkenalan.

 

Itulah 5 tempat orang paling sering bertemu jodoh. Terlepas dari hal itu akan berhasil atau tidak, yang terpenting kamu sudah berusaha. Ini lebih baik dari pada kamu hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun.

Karena perihal jodoh tak ada yang tahu. Teruslah berdo’a dan percaya akan kedatangannya. Dimana pun itu, selama Ia berkehendak segalanya bisa terjadi meski kamu tak menduganya sama sekali.

Kamu pun jangan terlalu risau dan galau bila jodoh idamanmu tak kunjung datang. Selama kamu terus berikhtiar dan sabar, jodoh pun akan datang dengan cara yang tak terduga dan tanpa di minta. Karena Allah sudah menetapkan takdir terbaik bagi mereka yang selalu berbaik sangka pada-Nya.

Teruslah berusaha. Maksimalkan ikhtiarmu. Semoga kamu berhasil, ya.
[Ana Dwi Itsna Pebriana]

Baca Juga: Menikah dengan dokter?

Baca Juga: Kisah dr. Gia Pratama

 

0

Artikel


Bagi sebagian orang, menikah dengan seorang dokter adalah anugerah.  Bagaimana tidak, dokter menjadi salah satu profesi yang menjanjikan dan digandrungi saat ini. Terbukti dari semakin banyaknya fakultas-fakultas kedokteran yang dibangun di berbagai penjuru. Mulai dari dokter umum sampai dokter spesialis yang kini semakin beragam.

Selain dari penghasilannya yang cukup besar, strata sosial seorang dokter juga cukup dipandang oleh masyarakat. Tak heran biaya untuk mengambil kuliah kedokteran pun terbilang fantastis dan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan bidang keilmuan lainnya.

Sehingga hal ini berdampak pada biaya yang harus dikeluarkan pasien ketika berobat. Tak tanggung-tanggung seorang dokter bisa berpenghasilan puluhan juta setiap bulannya (idntimes.com). Hal ini bergantung pada dokter apa yang ia lakoni.

Tetapi dalam kehidupan nyata, pernahkah ada yang menanyakan bagaimana sebenarnya hidup dengan seorang dokter? Apakah benar seperti yang dibayangkan oleh orang-orang? Bagi kamu yang kini tengah hidup bersama seorang dokter, suka-duka dibawah ini sepertinya hanya kamu yang mengalami. Yuk simak!

  1. Berpengetahuan luas

Dokter dipandang sebagai sosok intelektual yang serba tahu. Ia tahu penyebab ilmiah dari PMS, baby blues, sampai waktu yang tepat untuk mendapatkan momongan. Ia tahu stimulasi yang tepat demi perkembangan si buah hati dan tentu saja hal ini memudahkan para ibu karena sang suami ibarat ensiklopedia berjalan. Demikian dilansir dari Boldsky, Rabu (5/8/2015).

Kamu bisa banyak belajar darinya sedikit demi sedikit di sela-sela kesibukannya. Terlebih bila ia seorang dokter umum yang mempelajari berbagai penyakit dan cara mengatasinya. Beruntungnya, kamu.

 

  1. Kamu tak terlalu panik ketika ditimpa sakit

Memiliki pasangan seorang dokter menjadikanmu tidak terlalu panik dan khawatir ketika ditimpa sakit. Ini keuntungan paling besar yang didapatkan jika menikah dengan dokter.


Kamu akan merasa bahwa ada pasangan sendiri yang akan melakukan pertolongan pertama dengan tepat jika kamu dan keluarga sakit, termasuk obat apa yang sebaiknya dikonsumsi. (hipwee.com)

Paling tidak, hal ini akan meminimalisir anggaran kesehatan dalam keluarga karena tak perlu repot untuk periksa ke dokter atau rumah sakit. Kamu tentu sudah merasakannya, bukan?


  1. Sering kekurangan waktu

Berprofesi sebagai seorang dokter tentu akan sangat menyibukkan. Pasanganmu akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit. Rumah akan menjadi tempat yang sangat ia rindukan ketika seharian penuh bekerja diluar yang menguras waktu dan pikiran.

Jam kerja seorang dokter pun tak menentu. Bergantung pada jadwal shift yang ia dapatkan. Begitupun dengan waktu liburannya yang notabene akan berbeda dengan waktu liburan pekerja pada umumnya. Mungkin kamu akan banyak mengeluh mengenai hal ini. Terkesan kurang perhatian, kamu pun merasa terabaikan.

Tapi di balik itu semua, ingatlah bahwa dokter adalah profesi mulia, yang lewat perantara tangan dan pikirannya banyak orang yang akhirnya sembuh dari sakitnya. Inilah yang jadi pelipur saat harus ada banyak momen yang tak bisa dihadapi bersama karena tuntutan pekerjaan. (hipwee.com)

 

  1. Jarang menceritakan pekerjaan

Banyaknya istilah khusus dalam dunia kedokteran menjadikan pasanganmu tak mampu menceritakan seputar pekerjaannya. Terlebih bila kamu bukan seorang dokter. Sering kali kamu ingin tahu apa saja yang telah ia lakukan. Penyakit apa saja yang berhasil ia sembuhkan. Siapa saja pasiennya, dan sebagainya.


Tapi kamu pun berpikir kembali, bahwa tak mudah untuk ia menceritakan hal-hal yang telah ia alami. Terlebih bila hal itu berkaitan dengan privasi pasiennya. Kamu hanya perlu memahami posisinya dan cukup tanyakan hal-hal yang sekiranya bisa ia ceritakan padamu.

Jadilah pasangan yang pengertian, bukan yang selalu menuntut agar dimengerti. Terlebih bila ia teramat lelah dengan berbagai rutinitasnya. Jangan langsung mencecarnya dengan setumpuk pertanyaan yang justru membuat ia semakin pusing seketika. Tunjukkan padanya bahwa betapa beruntungnya kamu bisa hidup dengannya.

 

  1. Pasanganmu menjadi milik para pasiennya

Ketika memutuskan untuk menikah dengan seorang dokter, kamu harus menyadari bahwa pasanganmu bukan hanya milikmu seorang. Ia menjadi orang yang dibutuhkan juga oleh para pasiennya yang setia menanti dan segera ingin disembuhkan dari penyakitnya.

Dengan berbagai tugas yang menumpuk dan rutinitas yang super sibuk, jelas ia tidak bisa selalu berada disampingmu. Kamu harus mengikis egomu perlahan. Pekerjaan yang ia lakukan teramat mulia sehingga menjadikannya lebih banyak menghabiskan waktu diluar bersama mereka yang membutuhkan.

Meski waktu liburan tiba pun, ia belum tentu bisa berlibur denganmu dan keluarga. Ketika panggilan dari rumah sakit datang, ia tak bisa menolak panggilan mulia tersebut. Karena seseorang tak bisa diprediksi kapan ia diserang penyakit dan membutuhkan pertolongan segera. Kamu hanya perlu memahaminya.

 

Itulah beberapa suka duka bila kamu menikah dengan seorang dokter. Siapapun pasanganmu atau dengan siapapun kamu menikah, tentu suka duka itu pasti ada. Kamu dan pasangan hanya perlu banyak belajar untuk saling memahami satu sama lain.

Meski begitu, jangan kemudian menjadi takut saat akan benar-benar menikah dengan seorang dokter. Kamu tentu ingat dengan pepatah berakit-rakit dahulu, bersenang-senang kemudian, bukan?

Dukungan yang besar dari pasangan benar-benar diperlukan. Siapa lagi yang akan menjadi stimulus pemberi semangat untuk mencari nafkah bila bukan pasangannya sendiri yang melakukan? Perjuangan untuk melanjutkan kehidupan pun tak lagi terasa berat ketika ada yang selalu mendukung dan mendoakan.

            Semoga kehidupanmu bersama pasangan selalu diliputi kebahagiaan, ya.


Baca Juga: Mengikuti kisah dr. Gia? penasaran dengan elsa?

Baca Juga: Kisah haru seru dokter Gia

[Ana Dwi Itsna Pebriani]

 

0

X