Artikel, baru

3 Alasan Kenapa Menunda Menikah Bukanlah Kegagalan

Berada dalam masa “menunggu” untuk dipinang, tapi calon belum tampak, wajar bila kita mulai resah bertanya ‘kapan saat untukku tiba’. Tidak apa-apa jika mulai gundah dengan kesendirian. Karena banyak hal yang tidak bisa dikontrol, termasuk dihinggapi perasaan-perasaan yang datang tanpa bisa kita usir untuk segera pergi.

Lalu, bagaimana mengembalikan ketenangan hati, saat pagi kembali menyapa? Tentu Allah satu-satunya penolong. Namun, kadang kita pun butuh disadarkan ada banyak hal yang dapat membuat kita bersyukur menunda pernikahan.


Menunda Nikah

Jangan Nikah Dulu, Kalau Menikah adalah Tujuan


Sama seperti kepolosan anak kecil yang ingin segera besar karena kagum melihat betapa orang dewasa bisa melakukan banyak hal. Begitu pun saat kita ingin menikah hanya karena melihat sebuah pernikahan seperti rumah yang ingin kita tinggali. Bisa bersantai setelah lelah dengan perjalanan yang terasa tak berujung ini.

Saat tumbuh besar si anak akan sadar bahwa ternyata menjadi dewasa adalah sebuah proses panjang. Dan menikah pun bukanlah rumah untuk kita terus berbaring. Menikah adalah pintu menuju banyak hal baru yang tidak bisa dilalui tanpa persiapan matang.

Baca juga:
Jangan Nikah Dulu, Kalau Masih Ingat Mantan

Jangan Nikah Dulu, Kalau Cuma Karena Sama-Sama Suka



Rasa suka yang kita miliki terhadap calon pasangan hidup bisa menjadi sumber masalah. Karena suka bisa jadi kita mengabaikan restu orang tua, tidak peduli tanggapan teman, semua pertanda diacuhkan demi bisa hidup bersama orang yang kita sayang. Hal yang perlu kita ingat, setelah menikah dunia kita tidak hanya tentang kau dan aku.

Restu orang tua dan pendapat sahabat, bisa jadi jalan untuk kita mengevaluasi hubungan dengan calon pasangan. Apa selama ini sudah berjalan sesuai ridha-Nya? Apa baru nafsu yang mendominasi? Karena kadang kita lupa, bahwa rasa suka tidak akan bertahan selamanya. Banyak hal yang harus mendasari sebuah perkawinan selain rasa suka.


Menunda pernikahn

Jangan Nikah Dulu, Kalau Hanya Kejar Target


Dalam pekerjaan ketika seorang karyawan mencapai target, tentu akan diselamati karena dianggap sukses. Tapi, saat target kita menikah di usia 25 tahun, lalu sampail usia 30 tahun belum juga bertemu jodoh apa kita dianggap gagal? Dalam lima tahun itu pasti banyak hal yang sudah dilewati, menunda pernikahan bukan berarti sebuah kegagalan. Karena pernikahan bukanlah tugas dari atasan, tapi jalan kita untuk lebih baik lagi dalam beribadah.

Jadi, jangan takut dianggap gagal saat memutuskan menunda pernikahan.[]

Penulis: Lilih S. Hilaliah



Segera terbit buku Jangan Nikah Dulu karya Hanny Dewanti!

Menunda pernikahan

Author


Avatar