Artikel

3 Alasan Tepat untuk Putusin Pacar

Orang yang memiliki pacar akan bahagia dan mendapat kesenangan. Pergi ke mana pun ada yang menemani, ketika berada dalam kesusahan ada yang menawarkan bantuan, dan lain sebagainya. Namun, kebahagiaan itu bersifat semu dan kamu tak bisa menjamin hal itu akan berlangsung terus-menerus.

Dalam urusan percintaan kadang kala kamu merasa ada di titik bosan, jenuh, dan ingin memutuskan untuk tak menjalin hubungan apa pun dan dengan siapa pun.

Rasa tak nyaman juga sering kali menjadi penyebab kamu ingin berpisah dengan pasangan. Hingga pada akhirnya rutinitas pun kerap kali terganggu karena hati dan pikiran jadi tak sinkron satu sama lain.

Tak bisa dimungkiri bahwa polemik asmara menjadi salah satu hal yang paling banyak menguras pikiran dan berdampak buruk pada urusan yang lain. Tugas-tugas di sekolah atau kampus menjadi terhambat, kerja tidak optimal, bahkan kesehatan pun turut terganggu.

Kenapa hal itu berpengaruh terhadap pikiran? Sebagaimana dilansir Liputan6.com (2013/02/15) setelah berabad-abad lamanya William Shakespeare mengajukan pertanyaan “Apa itu cinta?” Para ilmuwan akhirnya menemukan jawaban alternatif  yaitu otak.

Otak memiliki berat 1,4 kilogram dan mengandung lebih dari 100 miliar sel saraf. Otak mengatur gerak dan seluruh pemikiran manusia. Sumber lain menyebutkan otak sejatinya adalah hati yang menjadi tempat segala perasaan berkecamuk termasuk cinta (Liputan6.com).

Tak heran bila ada yang putus cinta atau patah hati, orang tersebut menjadi stres bahkan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Rasa emosi yang bergejolak mengalahkan fungsi otak untuk berpikir secara jernih. Itu adalah bagian dari tantangan yang akan kamu hadapi ketika memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan pasangan.

Sejak lama kamu ingin mengakhiri hubunganmu, tapi ia terlalu baik hingga membuatmu tak tega memutuskannya. Daripada dipendam semakin lama, hal itu akan membuat hatimu semakin tersiksa. Kamu bisa mencoba 3 tips ini untuk memutuskan pacar:

 

  1. Yakinkan dia bahwa hubungannya saat ini belum tentu berjodoh.

Kamu dan dia belum pasti berjodoh, masih banyak kemungkinan lain yang pasti terjadi. Takdir Allah yang menentukan, bukan kamu dan dia. Kalian berdua hanya mampu berikhtiar di atas kehendak-Nya. Beri penjelasan padanya agar ia mengerti.

Katakan kepadanya, “Bila jodohmu bukan aku, kau jangan cemburu ketika aku mencintai orang lain.” Atau, “Tidak maukah kamu bersetia mencintai seseorang yang akan bersamamu?”




Baca Juga: Doa ini Bisa Mendekatkanmu dengan Jodoh


Kalimat tersebut terdengar indah dan haru. Kamu menjadi orang yang paling bijak ketika mampu memutuskan demikian. Tak mudah memang mengatakan kalimat, yang tidak hanya menyakiti dia, tapi juga menyakitimu.

Tak bisa dimungkiri hatimu juga pasti berat untuk melepasnya. Terlalu banyak kisah yang kalian lalui bersama. Putus menjadi momok yang menakutkan baginya jika terlanjur sayang padamu. Namun, daripada dipaksakan membuat hatimu tak nyaman, lebih baik putuskan dari sekarang.

 

  1. Mari sama-sama belajar untuk memperbaiki diri

Manusia tak ada yang sempurna. Jika kamu termasuk orang yang perfeksionis dalam segala hal, kenapa tidak dalam hal asmara pun kamu menerapkannya? Perfeksionis di hadapan Allah. Menjalani keseharian dengan tidak dilalui kemaksiatan yang mengundang murka-Nya.


Kamu dan dia tentu tak ingin terus-menerus ada dalam belenggu hubungan yang tak mendapat ridha-Nya. Melewati hari-hari bersama tanpa ada ikatan yang semestinya. Karena hubungan antara laki-laki dan perempuan yang Ia kehendaki hanyalah lewat pernikahan.

Rasulullah Saw. memberikan jalan keluar bagi dua  insan yang tengah dilanda asmara, “Tidak ada solusi bagi dua orang yang saling jatuh cinta selain menikah” (Shahih Jami’).

Menikah memang tak mudah. Butuh berbagai persiapan untuk menyambutnya. Namun, tak ada salahnya jika kamu berusaha terlebih dahulu untuk terus memperbaiki diri. Baik memperbaiki akhlak maupun memperbaiki hubunganmu dengan Sang Pencipta.

Karena manusia adalah tempat salah dan lupa. Banyak lubang ketidaksempurnaan yang harus ditambal sedikit demi sedikit. Salah satunya dengan berupaya melepaskan diri dari hubungan tak jelas yang tengah kamu jalani.



Ia pasti akan mengerti ketika kamu bisa menjelaskannya sebaik mungkin tanpa menyakitinya. Karena kalian berdua berhak untuk maju dan menjadi pribadi yang lebih baik. Jika bersama menjadi penghambat kesuksesan dan berbenturan dengan syariat agama, maka berpisah menjadi solusinya.

  1. Merasalah bahwa orang-orang di sekitarmu berhak kamu cintai dan sayangi

Ketika menjalani hubungan dengan seseorang, tak bisa dimungkiri kamu akan merasa terikat dengannya. Bahkan pada satu waktu kamu menjadi apatis terhadap orang-orang di sekitarmu. Karena merasa dunia seakan milik berdua.

 

Mungkin kamu tak menyadari betapa pentingnya orang-orang di sekitarmu ketimbang terus mengurusi hubungan yang menyita waktu. Jelaskan kepadanya bahwa ada orang yang lebih membutuhkan perhatiannya. Tidak berarti kamu sudah tak butuh, tapi bantuan dan perhatiannya selama ini sudah cukup membuatmu menjadi mandiri.

Katakan kepadanya bahwa selama ini kalian berdua terlalu asyik dengan dunia yang semu tanpa memerhatikan kondisi lingkungan sekitar yang jelas-jelas lebih membutuhan perhatian dan bantuan.

Selanjutnya kamu mungkin akan berpikir dengan berbagai alasan bagaimana caranya menemukan pasangan hidup jika tidak pacaran terlebih dahulu?  Banyak sekali pertanyaan yang muncul seperti ini, terutama dari kalangan wanita. Ingatlah bahwa Allah telah menjamin dan menyediakan pasangan hidupmu.

Tinggal bagaimana kamu menjemputnya.  Apakah akan menjemput dengan cara yang disyariatkan oleh Allah atau justru melanggar aturan-Nya? Hal Itu bergantung dengan pilihanmu masing-masing.




Itulah 3 alasan tepat untuk memutuskan pacar.
Jangan ragu untuk melepaskan jika hal itu sudah terlalu menyakitkan bagimu. Karena menjalani sesuatu yang membuatmu tertekan tentu tak akan berdampak positif.

Percayalah, Sang Mahacinta tahu apa yang terbaik bagimu. Karena bersama orang terkasih, tak mesti saat ini juga.
Kadang kala kamu butuh jeda untuk kembali merenung dalam menjalani romantika asmara. Hingga kamu betul-betul siap membina hubungan sesuai dengan yang Allah syariatkan.

[Ana Dwi Itsna Pebriana ]

Baca Juga: berteman dengan Mantan?

Author


Avatar