Artikel

5 Keutamaan Berhijrah. Mari Renungi !

Berbicara tentang hijrah, tentu berkaitan dengan perpindahan Rasulullah SAW. dan para sahabat dari Mekkah ke Madinah sebagai sarana dakwah. Hijrah ini dilakukan pada 622 M disebabkan adanya penindasan orang-orang musyrik Quraisy yang luar biasa terhadap Nabi dan para sahabat. (republika.co.id)


Kemudian seiring perkembangan zaman istilah hijrah ini semakin luas pemaknaannya. Hijrah kini dimaknai sebagai suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan itu bisa dalam hal karir, asmara, rezeki, maupun kepribadian seseorang.

Bagi para pegiat kajian-kajian keislaman, hijrah kini seakan menjadi trend tersendiri. Banyak orang yang berlomba-limba untuk memperbaiki diri. Ada yang memutuskan untuk berhijab secara syar’i, bahkan ada juga yang memilih untuk menikah di usia dini dengan cara yang islami. Semuanya masih dalam rangka berhijrah, sebuah proses mulia untuk meriah ridha-Nya.

Jika hati kita masih enggan untuk berhijrah, mungkin kita belum tahu keutamaan dari berhijrah. Lima keutamaan hijrah ini bisa menjadi motivasi bagi kita untuk selalu berusaha melakukan sebuah perubahan yang lebih baik.

  1. Diberikan kelapangan rezeki


Hidup menuntut kita untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Setiap waktu disibukkan dengan berbagai rutinitas demi mengejar pundi-pundi rupiah. Waktu 24 jam kerap tersita bila rezeki yang dicari tak bisa terpenuhi.

Memang bukan hal yang mudah untuk mengais rezeki. Rasa lelah yang menerpa seakan menjadi teman setia yang selalu ada. Bahkan rasa putus asa pun sering kali kita rasakan kala usaha yang dilakukan tak kunjung membuahkan hasil yang memuaskan.

Namun dengan berhijrah, Allah menjanjikan akan diberi kelapangan rezeki bagi hamba-Nya. Hal ini sesuai dengan firman-Nya yang berbunyi : ”Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS an-Nisa’ : 100).

  1. Dihapuskan segala kesalahan

Orang yang berhijrah pada dasarnya telah berani mengikhlaskan segala urusan karena Allah. Berbagai hal dengan berat hati harus dilepaskan. Bila memang tujuan dari hijrahnya tersebut karena Allah, maka segala kesalahan pun akan Ia hapuskan.

 

Sebagaimana firman-Nya : ”Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah.” (QS Ali Imran : 195)

  1. Mendapat derajat yang tinggi di sisi Allah

Siapa yang tak ingin ditempatkan pada derajat yang tinggi di sisi Allah? Tentu tak akan ada yang menolaknya. Merasa menjadi makhluk yang berlumur dosa dan kesalahan membuat siapapun berlomba untuk mendapat kedudukan tinggi di sisi Yang Maha Rahman.


Hanya saja kita sering kali tidak menyadari bahwa untuk mendapatkannya, diperlukan kesungguhan untuk benar-benar melakukan perubahan.

Hal ini diperkuat dengan firman Allah SWT : “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padanya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS at-Taubah : 20-22).

 

  1. Dimudahkan dalam meraih keridhaan-Nya

Kita kerap kali mencari dimana letak keridhaan Allah. Mengapa terasa sulit sekali untuk diraih. Hidup seakan tak pernah berubah. Hari-hari yang dijalani selalu sama dan bosan untuk dilalui. Mungkin ada yang keliru dengan diri kita. Masih belum kaaffah (totalitas) dalam menjalankan syariat agama. Maka berhijrah menjadi solusinya.

 

Mari sejenak kita renungi firman Allah SWT. yang berbunyi : “Orang-orang terdahulu yang pertama masuk Islam dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS at-Taubah : 100).

  1. Menghadirkan rasa bahagia

Sebenarnya kata hijrah mulai dikenal sejak Nabi Ibrahim as. mengatakan : “Inni muhaajirun ilaa rabbi”(saya berhijrah kepada Allah). Kemudian Allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an surat Al-Ankabut ayat 26.

Sumber foto : hijrahnotes.com

Berhijrah menandakan kita telah menerima segala ketentuan-Nya dengan lapang dada. Menjalankan segala hal yang diperintahkan dan menjauhi hal-hal yang Ia larang. Menjadi hamba yang senantiasa dekat kepada Allah tentu akan menghadirkan kebahagiaan.

Allah akan senantiasa hadir dalam bahagia yang kita rasakan ketika segala ketentuan-Nya telah kita tunaikan dengan penuh keikhlasan. Tak ada yang sia-sia dengan sebuah niat baik yang telah diikrarkan. Terlebih bila niat baik itu kita laksanakan.


Itulah 5 keutamaan berhijrah yang mungkin jarang kita sadari. Bahkan kadang kita menganggap sebelah mata dan mencibir orang-orang yang tengah berproses untuk menjadi lebih baik. Kita hanya perlu memahami bahwa setiap orang tentu mempunyai pencapaian dan target hidup yang berbeda-beda. Begitupun dengan kita.

Semoga jalan yang kita pilih senantiasa mendapat ridha dari Allah SWT. Selamat berproses. [Ana Dwi Itsna Pebriana]

Author


Avatar