Artikel

5 Mitos Kesehatan, Inikah yang Kamu Yakini?




Tubuh kita adalah sebuah kesatuan yang saling terhubung. Jika timbul penyakit, bisa saja itu terjadi karena ada bagian yang malfungsi. Dokter Hiromi Shinya, seorang dokter ahli bedah dan gastroenterologi, dalam bukunya The Miracle of Enzyme, menuturkan bahwa kita bisa saja terkena penyakit karena pola hidup yang tidak sehat. Menurutnya, makanan yang kita konsumsi dan masuk ke tubuh juga bisa menjadi penyebab segala penyakit. Dalam bukunya itu, dr. Hiromi pun menerangkan fungsi utama enzim dan hubungannya dengan pola hidup sehat.

Sebagai ahli kesehatan, dr. Shinya menyingkap pula mitos-mitos yang ada. Pernyataan dr. Hiromi Shinya bukannya tanpa bukti. Beliau sudah lama menjadi dokter ahli. Apa saja mitos kesehatan yang dibongkar dr. Shinya dan dihubungkan dengan fungsi enzim?






1. Susu sapi adalah minuman paling sehat

Menurut Dr. Hiromi Shinya, susu sapi memberikan dampak buruk pada pencernaan manusia. Satu-satunya makhluk hidup yang meminum susu setelah dewasa hanyalah manusia. Semua ini  disebabkan oleh pabrik susu yang terus mengiklankan produknya. Dokter Shinya mengatakan bahwa seharusnya manusia hanya meminum susu manusia, bukan susu sapi. Susu sapi adalah produk yang paling buruk bagi manusia. Susu juga mengandung casein—protein yang menstimulasi dan menyuburkan pertumbuhan kanker. Bahkan, tambahnya, susu bisa juga menjadi penyebab osteoporosis.




2. Enzim dalam tubuh tidak terbatas

Dr. Hiromi Shinya menuturkan bahwa susu yang masuk mulut tidak diproses oleh enzim. Bentuk cair membuat susu langsung masuk ke tenggorokan. Alhasil, akan menggumpal di dalam lambung. Gumpalan tersebut akan sulit dicerna oleh tubuh yang akhirnya terpaksa mengeluarkan cadangan enzim induk. Padahal, enzim tersebut dibutuhkan oleh tubuh untuk banyak hal lain. Salah satunya adalah pertumbuhan tulang. Karena enzim ini terpakai banyak untuk pencernaan, makanya bisa terkena osteoporosis. Untuk memproduksi enzim baru, tubuh perlu waktu.




3. Konsumsi daging untuk memenuhi kebutuhan protein dalam tubuh

Protein adalah salah satu nutrisi yang penting bagi manusia. Namun, sama seperti susu, daging sulit dicerna tubuh sehingga memerlukan enzim cadangan untuk mencernanya. Dalam rangka menghemat enzim, dr. Hiromi Shinya menganjurkan konsumsi daging hanya 10-15% dari keseluruhan konsumsi makanan.

Selain itu, fakta lain menyebutkan bahwa jika daging dikonsumsi setiap hari, akan memicu munculnya gangguan prostat dan kanker. Sebaliknya, protein yang didapat dari sayuran malah membekukan sel-sel kanker. Jadi, daging bukan satu-satunya sumber untuk memenuhi kebutuhan protein.




4. Penyakit diturunkan orangtua kepada anak

Dr. Hiromi Shinya berpendapat, yang diturunkan oleh orangtua kepada anaknya adalah pola makan yang buruk. Pola makan tersebut mengakibatkan masalah kesehatan yang dihadapi juga sama. Tambahnya, gen yang buruk dapat diatasi dengan kebiasaan yang baik.

Merokok adalah salah satu contoh kebiasaaan buruk orangtua yang diturunkan kepada anak. Anak yang melihat orangtuanya merokok, besar kemungkinan akan ikut merokok. Menurut dr. Hiromi Shinya, merokok dan minum minuman beralkohol adalah kebiasaan yang paling buruk. Kebiasaan ini dapat memperpendek usia.




5. Tidak bisa makan makanan enak karena sedang menjalankan hidup sehat

Usia dr. Hiromi Shinya sekarang sudah lebih dari 70 tahun, tapi dia masih terlihat seperti lebih muda. Ini karena dia menerapkan kebiasaan hidup sehat. Pasien-pasiennya juga dia anjurkan untuk mengikuti kebiasaan hidup sehat tersebut dan hasilnya sangatlah memuaskan. Dia juga tidak menganjurkan pasiennya tidak memakai obat berbahan kimia. Dalam bukunya, dia juga mengatakan bahwa orang itu harus makan makanan yang enak. Ini dapat membuat bahagia sehingga terjadi mekanisme yang membuat enzim induk bertambah.



[Oleh: Logika Anbiya]

Author


Avatar