Artikel

5 Pelajaran Berharga dari Kisah dokter Gia

Para pengguna twitter pasti tak asing dengan dokter Gia Pratama. Seorang dokter yang mendadak viral beberapa waktu lalu karena postingannya yang mengundang perhatian netizen. Postingan tersebut berisi curhatan pribadi seputar pekerjaannya hingga romantika perjalanan asmara yang dialaminya dan kedua orangtuanya.

Dokter muda ini dikenal sebagai Stand Up Comedian, traveller, dan selebtwit yang selalu mengunggah pengalaman pribadinya mulai cerita mistis di rumah sakit sampai kisah mendapatkan jodoh gara-gara bisul.

Di tengah maraknya berita seputar dokter yang sedang viral ini, lantas adakah pelajaran yang bisa diambil? Tentu ada, dong. Yuk kita simak!

 

  1. Tidak terlalu baper akan cibiran orang

Tidak semua postingan dokter Gia disukai oleh para netizen. Ada yang pro dan kontra meskipun sebatas guyonan. Ada yang merasa terhibur, ada juga yang tersinggung.

Salah satu guyonan yang sempat viral dan menimbulkan kritikan pedas dari netizen adalah postingannya tentang pasien di rumah sakit jiwa.

dokter gia pratama

Salah satu pengguna twitter pun berkomentar atas postingan dokter Gia tersebut: Eh sumpah ini dokter? nggak nyangka sih. Pasti jaman dia kuliah jadi bahan olok-olokan & bullyan, makanya ngelucunya di Twitter, tulis akun @jabriiki.

Selain guyonan, dokter Gia juga tak jarang memposting kata-kata bijak atau motivasi yang selalu dikaitkan dengan nilai-nilai agama maupun sosial. Untuk yang satu ini, para netizen tidak begitu mempersoalkan karena konten yang disajikan sang dokter pun bersifat netral.

Dilansir dari kumparan.com (2018/01/13), bahkan baru-baru ini dokter Gia juga sempat viral karena keberhasilannya dalam membantu persalinan seorang ibu hamil di kamar mandi. Kejadian ini pun menimbulkan reaksi positif dari para netizen.

 

  1. Pernah terpuruk dalam patah hati

Berawal dari perjalanan asmaranya dengan seorang wanita cantik yang cukup sempurna di mata dokter Gia. Dua insan ini melalui hari-hari panjangnya bersama hingga dua keluarga pun sudah bertemu dan berlibur ke beberapa negara Eropa. Perjalanan yang sangat ia nantikan sejak dulu dan amat membuatnya bahagia, sesuai apa yang ia tulis di akun twitter pribadi miliknya @GiaPratamaMD 

London dan Paris sebagai kota yang romantis di Eropa, menjadi saksi bisu perjalanan dua keluarga yang diharapkan akan menjadi besan. Setiap perjalanan yang dilalui terasa indah meski cuaca saat itu tak mendukung. (akurat.co)

Namun, semua itu tak berlangsung lama. Selang beberapa waktu kemudian sang kekasih dambaan hati memutuskan untuk pergi dan meminta dokter Gia untuk menjadi temannya.

Bangunan harapan yang sekian lama dibangun pun roboh seketika, dokter Gia berada di ambang jurang kesedihan dan kegalauan yang amat dalam. Merasa tak akan ada lagi wanita yang mampu ia cintai sedalam ia mencintai si gadis yang sudah membuatnya nyaman.

dokter gia pratama

Pada akhirnya dokter berkaca mata ini pun berhasil bangkit dari patah hati dan menemukan tambatan hatinya dengan cara yang tak terduga. Siapa sangka ia dan wanita cantik yang menjadi istrinya kini, dipertemukan lewat penyakit yang cukup menjijikkan, bisul (detik.com).



Baca Juga: 5 Dokter Ganteng


  1. Tidak melupakan tugas dan tanggung jawab meski diterjang badai kesedihan

Di tengah kisah patah hatinya, dokter Gia tak sengaja melihat seorang lelaki paruh baya duduk di lobi hotel. Terasa ada yang ganjil dari posisi duduknya, sang dokter pun menghampiri dan ternyata pria itu memiliki bisul di bagian tubuhnya.

Meski ia sedang berada dalam suasana hati yang pilu, dokter Gia tak melalaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang dokter. Ia pun mengobati pasien dadakannya dan atas izin Allah, ia pun berhasil sembuh dari sakit bisulnya. Hingga pada akhirnya, bisul ini mengantarkan dokter Gia pada cinta sejatinya.

  1. Tidak menutup diri dari kehadiran orang baru

Terkadang ketika kita sudah menyayangi seseorang kemudian ditinggalkan, berat rasanya untuk menerima hati yang baru. Sulit untuk melupakan kenangan yang pernah dilalui bersama orang terkasih. Hingga memutuskan untuk menutup diri dari hadirnya orang baru.

Rasa sakit yang sulit disembuhkan menjadi penyebab utamanya. Ada rasa khawatir untuk kembali menerima luka ketika bertemu dengan orang baru. Padahal, itu hanya sangkaan semata.  Apa yang kita pikirkan nyatanya tidak selalu sama dengan apa yang terjadi. Takdir Tuhan selalu indah jika hati ikhlas menerima segala ketentuan-Nya.

Terbukti dari kisah romantika dokter Gia yang tidak menutup diri dan perlahan ia mau melupakan kenangan dan orang di masa lalunya. Hingga kemudian menerima hati yang baru sebagai akhir dari perjalanan romantika asmara yang dialaminya.

 

  1. Tidak putus asa dari kasih sayang Sang Maha Rahman

Selang beberapa waktu pascapatah hati dan tragedi bisul, dokter Gia pun dikenalkan dengan keponakan pria yang ia obati bisulnya di hotel itu. Ia berniat ingin menjodohkan dokter Gia dengan keponakannya yang bernama Syafira. Dalam pertemuan pertamanya, dokter Gia langsung merasa ada kecocokan dengan Syafira. Begitupun sebaliknya.

 

dokter gia

Hingga berlangsunglah pernikahan antara keduanya. Pernikahan yang selalu menjadi dambaan setiap orang. Siapa sangka bisul bisa membawa dokter Gia pada cinta sejatinya. Cinta yang tak pernah ia duga akan datang dengan cara demikian. Hal yang sering kali kita lupakan, kasih sayang Allah tak pernah usai. Jangan berlebihan dalam mencintai seseorang.

Sudah banyak kisah seputar patah hati yang disebabkan terlalu dalam mencintai. Merasa bahwa hanya ia satu-satunya dambaan yang ada di muka bumi. Padahal kita tahu, hati manusia mudah berubah dan goyah. Kadang hatinya cenderung pada si A, besoknya si B dan seterusnya.

Dari kisah dokter Gia yang ditinggalkan kekasihnya, kita tahu bahwa harapan tak mesti selalu berujung pada sebuah kenyataan. Ada kalanya ia hanya hadir untuk dijadikan pelajaran agar kita dewasa dalam menyikapi romantika percintaan, and I know it’s so difficult to do.     

 

Itulah 5 pelajaran berharga dari kisah dokter Gia yang bisa kami sajikan untuk pembaca. Terkhusus bagi yang sedang dirundung pilu karena patah hati, lima poin di atas wajib menjadi cambuk. Selamat merenungi luka, jadikan ia sebagai pelipur lara bukan terus menerus diratapi sebagai duka.

[Ana Dwi Itsna Pebriana]

Baca Juga: 5 Dokter Ganteng

Author


Avatar