Artikel

7 Konflik Perang Terbesar di Dunia


perang-dunia-satu


Umat manusia sudah berada di planet Bumi ini beribu-ribu tahun lamanya. Selama itu pula manusia mengalami banyak sekali peristiwa. Banyak sekali sejarah yang telah mengubah umat manusia dan dunianya.


Novel fiksi ilmiah Ghost Fleet karya P.W. Singer dan August Cole menggambarkan dunia di masa yang akan datang paska perang Tiongkok-Amerika. Dalam buku tersebut, perang telah mengubah sebagian besar keadaan di dunia. Buku yang ramai diperbincangkan tersebut juga menyebutkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah tidak ada.

Dalam sejarah umat manusia, sudah banyak sekali konflik perang besar seperti yang terjadi di dalam buku Ghost Fleet tersebut. Berikut adalah 7 perang besar yang pernah terjadi di dunia.




1. Perang 100 Tahun




Seperti namanya, perang antara kerajaan Inggris dan Perancis ini berlangsung selama, kurang lebih, seratus tahun, dari tahun 1337 sampai 1453. Masing-masing memboyong sekutu yang tidak sedikit. Jika diselidiki lebih jauh, konflik ini bisa dilihat dari asal-usul . Karena hal tersebut pula lah, bangsawan Inggris memiliki gelar dan tanah di daerah Perancis yang membuat mereka menjadi vassal atau bawahan Raja Perancis waktu itu.



Perang ini termasuk salah satu konflik paling penting di Eropa. Karena pada saat perang ini berakhir, zaman kesatria digantikan dengan persenjataan dan taktik baru. Selain itu, perang ini juga memberikan dorongan tentang gagasan nasionalisme Perancis dan Inggris.





2. Perang Salib


perang-salib

Merupakan serangkaian perang yang terjadi di Kawasan Timur Laut Tengah untuk memperebutkan tanah suci Yerusalem. Namun istilah ini sebenarnya dipakai sebagai istilah perang-perang yang direstui oleh gereja.



Dalam khotbahnya, Paus Urban II menyerukan Perang Salib pertama untuk membantu militer kekaisaran Bizantium yang dipimpin oleh Aleksios I untuk berperang menghadapi orang Turki yang sudah menduduki Anatolia. Alasan Sri Paus menyerukan perang masih menjadi perbincangan banyak ahli. Menurut beberapa sumber, tujuan Sri Paus adalah menjamin keleluasaan dan keamanan bagi para peziarah. Namun banyak juga pakar yang tidak setuju dengan hal tersebut. Menurut mereka, bisa saja motif Sri Paus adalah ingin menyatukan kembali belahan Timur dan Barat dunia Kristen yang terpisah dan menjadikan dirinya sebagai kepala semua gereja di wilayah timur Laut Tengah.



Bagi para sejarawan modern, tujuan mulia yang semula didengungkan tidak lagi diikuti para tentara salib. Banyak sekali aksi penjarahan yang terjadi seperti yang terjadi pada kota Konstantinopel di perang salib ke-4. Namun, perang salib juga mempunyai peranan yang penting bagi dunia barat, salah satunya adalah dibuka kembali perairan Laut Tengah bagi kegiatan ekonomi dan pelayaran. Dari perang ini juga muncul kisah-kisah heroik yang dikenang dan menjadi panutan sampai sekarang seperti Salahudi Al Ayyubi dan Richard “The Lion Heart”.





3. Perang Napoleon




Merupakan serangkaian perang ketika Napoleon Bonaparte berkuasa di Perancis pada tahun 1799 hingga 1815. Peperangan yang dibawa oleh Napoleon ini tercatat sebagai salah satu perang terbesar sebelum perang dunia pertama dan memberikan dampak terjadinya perubahan besar pada sistem militer di Eropa terutama pada artileri dan organisasi militer.


Perang ini dimulai saat terbentuknya koalisi negara-negara di Eropa yang prihatin atas jatuhnya Raja Louis XVI akibat dari revolusi Perancis yang dipimpin oleh Napoleon. Selain itu, meningkatnya kekuatan Perancis juga menjadi kekhawatiran negara-negara lain.


Perang ini berakhir saat Pasukan Napoleon kalah di pertempuran Waterloo tahun 1815.




4. Perang Dunia I

perang-dunia-ke-satu

Perang yang berlangsung dari 28 Juli 1914 sampai 11 November 1918 ini tercatat sebagai salah satu peperangan yang paling berdarah dalam sejarah umat manusia. Perang ini melibatkan 2 koalisi, yaitu Entente Tiga (Perancis, Rusia, dan Inggris) dan Alians Tiga (Jerman, Austria-Hongaria, dan Itali).



Pemicu perang ini adalah terbunuhnya Pangeran Franz Ferdinand dari Austria-Hongaria di Sarajevo oleh Gravilo Princip, seorang Nasionalis dari Yugoslavia. Hal tersebut dijadikan alasan untuk menginvasi Serbia oleh Austria-Hongaria pada 28 Juli. Rusia merespon hal tersebut dan terjadi mobilisasi pasukan pada 30 Juli, dan pada 31 Juli, Jerman dan Austria-Hongaria juga melakukan hal yang sama. Pada awalnya Jerman meminta agar Rusia menghentikan mobilisasi tersebut, namun tidak mendapatkan respon, sehingga akhirnya Jerman mendeklarasikan perang pada tanggal 1 Agustus untuk mendukung Austria-Hongaria. Setelah itu, banyak negara lain yang ikut berperang.



Perang Dunia I ini menjadi sebuah titik balik dunia dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Kekaisaran Rusia, kekaisaran Jerman, kekaisaran Otoman, dan kekaisaran Austria-Hongaria menghilang sebagai akibat dari peperangan ini. Cikal bakal Perserikatan Bangsa-Bangsa juga dibentuk demi menghindari peristiwa serupa, namun gagal mencapai tujuannya.




5. Perang Dunia II


perang-dunia-ke-dua

Perang besar ini melibatkan bukan hanya negara-negara besar sekitar Eropa tapi bahkan dunia masuk ke dalam 2 blok besar yaitu blok sekutu dan poros. Semua negara mengerahkan segenap kemampuannya dalam bidang ekonomi, industri, dan ilmiah untuk kepentingan perang ini.



Peperangan yang berlangung dari tahun 1939 sampai 1945 ini ditandai dengan invasi Jerman, yang saat itu dikuasai partai Nazi. Jerman menginvasi Polandia dan mendeklarasikan perang pada Perancis dan Inggris. Jerman dan Italia membentuk aliansi Poros dan mulai menguasai negara-negara lain di Eropa. Di sisi lain, Jepang yang berambisi untuk menguasai Asia Timur dan sudah mulai berperang dengan Tiongkok, bergabung juga dengan aliansi Poros.


Perang ini berakhir setelah serangkaian kekalahan pasukan Poros di berbagai pertempuran, seperti kekalahan Jepang di Afrika Utara dan Stalingard, lalu kekalahan Jerman di Eropa Timur, dan invasi sekutu ke Italia. Peristiwa bunuh dirinya Adolf Hitler dan penyerahan tanpa syarat dari Jerman juga menandai akhir dari perang besar ini.




6. Perang Dingin



Kekalahan Jerman di Perang Dunia II menyisakan Amerika dan Uni Soviet sebagai dua negara adidaya. Hal tersebut membuat dunia terbagi menjadi Blok Barat, Amerika beserta sekutunya yang membentuk NATO, dan Blok Timur, Uni Soviet bersama dengan negara-negara lain membentuk Pakta Warsawa. Sedangkan negara-negara yang tidak mengikuti kubu barat atau timur memulai sebuah gerakan yang dinamakan Gerakan Non-Blok (Non-Alignment Movement).



Konflik antara Amerika dan Uni Soviet ini dinamakan Perang Dingin karena tidak ada bentrokan militer yang terjadi, meskipun keduanya memiliki senjata nuklir. Hal tersebut juga memunculkan ketegangan-ketegangan yang akhirnya memicu konflik seperti Perang Korea (1950-1953), Krisis Rudal Kuba (1962), Perang Vietnam (1959-1975). Karena tidak terlibat aksi militer secara langsung, kedua belah pihak bersaing melalui penyebaran ideologi dan koalisi militer.




7. Konflik Israel – Palestina




Konflik ini sendiri sudah berlangsung selama bertahun-tahun, dimulai dari kongres Zionis pertama yang diprakarsai oleh Theodore Herlz tahun 1897 di Basel, Swis. Dia menyebutkan bahwa Yahudi bukan hanya sebatas agama, namun merupakan sebuah bangsa yang menginginkan tanah air. Hingga akhirnya pemerintah kerajaan Inggris mengabulkan tanah Palestina untuk bangsa Yahudi dan menamainya Israel.


Selain Palestina dan Israel, banyak negara yang terlibat dalam konflik ini, seperti Rusia, Amerika, Inggris, dan negara-negara yang tergabung dalam Liga Arab.


Bicara tentang konflik yang satu ini memang tidak akan ada habisnya. Selalu ada sudut pandang berbeda dari setiap orang. Jalan perdamaian selalu diupayakan. Namun karena satu dan lain hal,  upaya tersebut tidak bisa dilaksanakan. Sampai sekarang saja masih terjadi gesekan-gesekan antara tentara Israel dan rakyat Palestina.



[Oleh: Logika Anbiya]

Baca juga: Israel dan Palestina, Konflik Panas yang Belum Mereda

Author


Avatar