Artikel

7 Rahasia Bekerja dengan Penuh Rasa Cinta




Pernahkah Anda berkali-kali menatap jam di kantor, berharap jam kerja Anda secepatnya berakhir? Atau mengeluh ketika hari Minggu datang dan Anda harus kembali bekerja pada hari Senin pagi? Tenang saja, Anda bukan satu-satunya orang yang merasakan hal tersebut.

Bekerja merupakan kewajiban dan kebutuhan. Tanpa bekerja, sebagian besar orang tidak bisa mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tidak sedikit orang rela bekerja dari pagi sampai malam, lembur nyaris setiap hari, demi terpenuhinya kebutuhan sehari-hari. Namun, meski kebutuhan mereka terpenuhi dengan hal tersebut, tak jarang orang justru merasa tertekan dengan masalah pekerjaan.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Jakarta pada tahun 2015, menyebutkan bahwa salah satu penyebab stres terbesar bagi warga kota tersebut adalah masalah pekerjaan. Di dalamnya tercakup tekanan dari tenggat waktu pekerjaan hingga tekanan dari atasan kerja. Lebih dari sepertiga responden dalam survei tersebut menghabiskan waktu di kantor selama lebih dari 10 jam per hari, ketika jam ideal bekerja hanyalah 8 jam per hari.

Banyak orang bekerja semata-mata untuk mengejar uang, tanpa berpikir apakah mereka akan mencintai pekerjaan tersebut. Nyatanya, perasaan cinta terhadap pekerjaan adalah kunci utama dalam mengatasi stres dalam bekerja. Layaknya jatuh cinta, orang tidak akan merasa usahanya dalam pekerjaan merupakan hal yang sia-sia, sehingga dia tak mudah menyerah. Contohnya seperti presenter kondang Feni Rose, dia sangat mencintai pekerjaannya sebagai presenter televisi, dan kisahnya terangkum dalam buku The Secret of Nekat Presenter. Penasaran apa saja manfaat bekerja dengan penuh perasaan cinta? Ini dia 7 rahasianya:


Lebih fokus dalam bekerja



Bekerja dengan penuh rasa cinta membuat orang lebih fokus dalam bekerja. Tanpa adanya rasa cinta pada pekerjaan, terkadang membuat orang kerap mengeluh, sehingga fokusnya justru terpaku pada bagian tidak menyenangkan dalam pekerjaan itu. Bila orang menyukai pekerjaannya, dia akan lebih mudah fokus dan tidak cepat bosan. Bersamaan dengan rasa suka, fokus bekerja berarti orang bisa bekerja secara lebih efektif sambil tetap merasa senang. Sehingga, meskipun bekerja keras dan fokus, orang tidak akan mudah merasa lelah.


Meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam bekerja



Bila seseorang menyukai pekerjaannya, dia akan lebih mudah berkreativitas. Ide-ide kreatif akan lebih mudah muncul karena hal tersebut bukan sesuatu yang dipaksakan. Sebaliknya, ketika orang tidak menyukai pekerjaannya, hal tersebut dapat terlihat dari kurangnya ide kreatif dan inovatif, khususnya ketika dia berdiskusi dengan rekan kerja di rapat kantor. Rasa tidak suka akan cenderung membuat orang menjadi pasif dan juga merasa tidak perlu untuk terus menerus mencari ide bagus. Sedangkan rasa suka terhadap suatu pekerjaan akan membuat orang lebih giat mempelajari pengetahuan di bidang tersebut. Dengan banyaknya pengetahuan yang dimiliki, berbagai ide akan lebih mudah mengalir.


Lebih mudah menghadapi tantangan pekerjaan



Saat seseorang menyukai sebuah bidang pekerjaan, tantangan yang dia hadapi tidak akan dianggap sebagai sebuah masalah atau kesulitan. Tantangan tersebut justru akan dianggap sebagai sebuah pembelajaran, dan motivasi untuk menjadi lebih baik setiap saat. Dengan pola pikir demikian, resiko menjadi stres akan adanya sebuah masalah dalam pekerjaan dapat menurun drastis. Pekerja akan lebih fokus mencari jalan keluar dan juga mengembangkan dirinya ketika hal tersebut akan terjadi. Dengan demikian, kemampuannya akan semakin baik dan dia juga akan mendapat pengetahuan baru setiap kali menghadapi sebuah tantangan dalam pekerjaan.


Kualitas pekerjaan meningkat drastis



Ketika sebuah pekerjaan dilakukan dengan penuh cinta, maka kualitasnya akan meningkat drastis. Hal tersebut dikarenakan individu pekerjanya akan lebih terdorong untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin, bukan sekadar menyelesaikan kewajiban. Dia akan rela melakukan usaha lebih keras demi mencapai hasil terbaik dalam pekerjaan tanpa melakukan perhitungan. Sehingga, ketika dia merasa kurang mampu dalam mengerjakan sesuatu, dia tidak akan serta-merta berhenti, namun berusaha semaksimal mungkin untuk menutupi ketidakmampuan tersebut. Hasilnya, pekerjaan akan bisa diselesaikan dengan hasil akhir yang memuaskan dan juga kemampuan bekerja akan semakin terasah setiap harinya.


Profesionalitas meningkat



Salah satu beban kehidupan seorang pekerja terkadang merupakan permasalahan dengan orang-orang di lingkungan kerja, baik rekan maupun klien. Bila seseorang kurang menyukai pekerjaannya, besar kemungkinan perasaan tidak suka terhadap orang-orang di lingkungan pekerjaan membuat kualitas pekerjaannya semakin buruk. Dia jadi lebih mudah terbawa perasaan dan membiarkan energi negatif dari hal tersebut mempengaruhi pekerjaannya. Sebaliknya, seseorang akan lebih menjaga profesionalisme ketika menyukai pekerjaannya. Dia lebih fokus tentang bagaimana menjaga kualitas pekerjaan tanpa memedulikan konflik pribadi.


Lebih termotivasi untuk bekerja keras



Ketika sedang jatuh cinta, orang akan rela bangun dini hari demi bisa berangkat kerja bersama pasangan. Demikian pula dengan pekerjaan. Bila orang mencintai pekerjaannya, dia akan rela bangun pagi setiap hari untuk berangkat bekerja. Rasa cinta tersebut membuat dia bisa mendapatkan banyak motivasi untuk terus bekerja keras. Sebagai seorang manusia, wajar saja bila merasa lelah, namun rasa cinta itulah yang membuat orang mau tetap bekerja. Ketika sedang merasa lelah, dia tidak akan serta merta ingin menyerah, melainkan akan belajar mencari cara untuk bisa beristirahat secara lebih efektif agar saat bekerja bisa lebih maksimal.


Orang yang mencintai pekerjaannya cenderung lebih sukses



Kesuksesan bukanlah hal yang mudah didapatkan begitu saja. Hal tersebut membutuhkan kerja keras, komitmen, dan juga waktu. Tanpa adanya rasa cinta terhadap sebuah pekerjaan, tentunya akan susah melakukan hal-hal penting tersebut. Bagaimana caranya seseorang bisa berkomitmen, kalau saat bekerja saja dia tidak bersemangat? Komitmen hadir saat seseorang mencintai pekerjaannya. Ini juga akan membuat dia tidak segan untuk bekerja keras. Coba saja kita lihat orang-orang sukses di sekitar kita, apakah ada dari mereka yang membenci pekerjaannya? Mereka melakukan pekerjaan mereka dengan rasa cinta dan integritas, sudah selayaknya mereka menjadi orang-orang sukses.


Menumbuhkan Rasa Cinta terhadap Pekerjaan

 

Confucius, seorang filsuf terkenal dari Tiongkok, pernah berkata: “pilihlah pekerjaan yang kau cintai, maka kau tidak perlu bekerja seharipun dalam seumur hidup”. Kenyataannya, tidak semua orang cukup beruntung bisa bekerja di bidang yang mereka sukai. Tapi bukan berarti kita tidak bisa belajar mencintai pekerjaan kita sendiri. Kita tentu saja bisa belajar mencintai pekerjaan kita, asalkan kita mau. Cara termudahnya adalah menumbuhkan rasa bersyukur atas pekerjaan tersebut.

Rasa tidak puas adalah sumber ketidakbahagiaan terbesar bagi manusia. Maka, marilah pertama-tama kita mensyukuri atas apa yang kita miliki. Bersyukur membuat kita lebih menghargai apa yang kita miliki. Dengan menghargai pekerjaan kita, maka kita akan terdorong untuk lebih sabar dan senang dalam menjalaninya. Bila kita bisa merasa senang dalam mengerjakan pekerjaan tersebut, maka ketujuh hal di atas pun bisa senantiasa kita dapatkan juga.

 

[Oleh: Azalea Annas Finesha]


Baca juga: Jangan Putus Asa, Ini 9 Cara Untuk Bangkit Lagi!


Baca juga: 8 Motivator Terkenal di Dunia yang Bisa Menginspirasimu

 

Author


Avatar