Artikel

7 Wanita Pejuang Kemerdekaan di Dunia, Keren Banget!

Kemerdekaan berarti keadaan berdiri sendiri, bebas, lepas, dan tidak terjajah. Kemerdekaan bukan hanya berarti kebebasan suatu Negara terhadap Negara lain yang menjajahnya. Melainkan juga kemerdekaan mengenai kebebasan hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan hal lainnya. Tugas memperjuangkan kemerdekaan tidak pandang bulu, baik laki-laki atau perempuan, muda atau pun tua, berkewajiban melakukannya.

Selain Ahed Tamimi, gadis berani yang menjadi ikon perlawanan Palestina terhadap Israel, terdapat juga wanita-wanita pejuang kemerdekaan di berbagai dunia. Ada wanita yang ikut bertempur langsung di medan perang, ada pula yang menjadi penasehat dan melakukan diplomasi politik dalam mewujudkan kemerdekaan.

Berikut ini 7 wanita pejuang kemerdekaan dari berbagai Negara di dunia.

  1. Joan of Arc

    Joan of Arc - Buku Ahed Tamimi

    Jeanne d’Arc atau yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Joan of Arc, merupakan pahlawan Negara Perancis. Dalam agama Katolik, dirinya dianggap sebagai seorang yang suci dan dijuluki La Pucelle yang berarti sang dara atau sang perawan. Joan of Arc mengaku mendapat pencerahan yang dipercayainya berasal dari Tuhan.

    Hal itu digunakan untuk membangkitkan semangat pasukan Charles VII dalam upaya merebut kembali bekas wilayah kekuasaan Perancis yang dikuasai Inggris dan Burgundi pada masa Perang Seratus Tahun.

    Joan of Arc menjadi terkenal karena perjuangannya yang berhasil membebaskan kota Orleans dalam waktu hanya sembilan hari. Strategi peperangan yang dianut Joan of Arc berbeda dengan pasukan lainnya yaitu penyerangan frontal terhadap benteng pertahanan musuh.

  2. Loretta Perfectus Walsh

    Loretta Perfectus Walsh-Buku Ahed Tamimi

    Loretta Perfectus Walsh merupakan wanita pertama yang terdaftar sebagai seorang tentara Angkatan Laut Amerika Serikat. Loretta menjadi salah satu ahli strategi pertempuran laut yang ikut andil dalam pertempuran melawan Jerman di front Pasifik. Loretta berhasil menumbangkan  lima kapal tempur pada perang laut dengan Jerman.

    Di saat wanita lainnya terjun sebagai perawat, Loretta mengambil pilihan yang berbeda. Pada awal tahun 1917, Loretta mendaftarkan dirinya di Angkatan Laut menjadi seorang Yeomanettes  yang bertugas dalam posisi administratif. Loretta merupakan wanita pertama penerima hak dalam Dunia Perang Pertama dengan manfaat dan tanggung jawab yang sama dengan pria, termasuk bayaran yang sama.

  3. Djamila Bouhired


    Djamila Bouhired - Buku Ahed Tamimi

    Wanita asal Aljazair ini melakukan perlawanan terhadap pendudukan Prancis di Aljazair. Bersama para mahasiswa Aljazair lainnya, Djamila tergabung dalam front pembebasan Aljazair. Tak hanya melalui jalur diplomasi, Djamila kerap aktif dalam jalur baku tembak dengan  pasukanPrancis.

    Djamila yang lahir dari keluarga menengah, mendapatkan hak pendidikannya di sekolah Prancis. Kala itu, ketika semua murid Aljazair harus mengulang sebuah kalimat “France is our mother“, Djamila menolak dan meneriakkan “Algeria is our mother” yang membuat dirinya dihukum. Sifat nasionalisme Djamila berkembang dari keluarganya.

    Kakaknya sendiri sudah tergabung dalam gerakan bawah tanah untuk kemerdekaan Aljazair.

  4. Kasturba Gandhi

    Kasturba Gandhi - Buku Ahed Tamimi

    Istri dari pemimpin gerakan kemerdekaan India, Mahatma Gandhi, ini juga mempunyai peran dalam pergerakan kemerdekaan India. Kasturba melakukan kampanye untuk memperjuangkan hak masyarakat sipil dan kemerdekaan India dari Inggris.

    Menikah di usia yang muda tidak menghalangi Kasturba untuk menjadi seorang pejuang kemerdekaan  melalui kampanye dan diplomasi politik.  Dia  bersama suaminya mengunjungi Afrika untuk menjadi aktivis di Phoenix Settlement, organisasi yang mengurus persamaan hak dan kewajiban kerja bagi masyarakat India di Afrika Selatan.

    Bekerja bersama suaminya membuat sosok Kasturba dikagumi dan memberikan inspirasi untuk wanita-wanita India lainnya dalam gerakan kemerdekaan.

  5. Dolores Huerta


    Dolores Huerta - Buku Ahed Tamimi

    Bernama lengkap Dolores Clara Fernandez Huerta, wanita kelahiran New Mexico ini merupakan pemimpin serikat buruh Amerika dan aktivis pejuang hak asasi. Bersama Cesar Chavez, dia mendirikan United Farm Workers.

    Dolores membantu mengorganisir pemogokan pekerja kebun anggur di Delano tahun 1965 di California dan menjadi pemimpin negosiator dalam kontrak  pekerja yang diciptakan setelah aksi pemogokan.

    Sepak terjang Dolores dimulai saat dirinya masih duduk di bangku sekolah Stockton High School. Aktif mengikuti berbagai klub di sekolah dan mempunyai pengalaman dibedakan karena rasnya, membuat Dolores percaya bahwa lingkungan sosial harus diubah. Dirinya terjun dalam kegiatan aktivis membela hak buruh dan telah menerima banyak penghargaan atas jasa dan usahanya.

     

  6. Laksamana Malahayati

    Laksamana Malahayati - Buku Ahed Tamimi

    Nama aslinya adalah Keumalahayati. Pejuang perempuan yang berasal dari Kesultanan Aceh. Pada tahun 1585 – 1604, Malahayati memegang jabatan sebagai Kepala Barisan Pengawal Sitana Pangila Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alaudiin Riayat Syah IV.

    Malahayati  mendapatkan gelar Laksamana setelah dirinya melakukan pertempuran satu lawan satu dengan Cornelis de Houtman di geladak kapal Belanda. Pertempuran yang pecah pada 11 September 1599, Malahayati memimpin 2000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid)berperang melawan kapal dan benteng Belanda.


  7. Raden Ajeng Kartini

    Raden Ajeng Kartini - Buku Ahed Tamimi

    Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat atau yang dikenal sebagai R.A. Kartini merupakan tokoh pejuang emansipasi wanita Indonesia semasa hidupnya. Kartini terlahir di keluarga bangsawan dengan ayahnya bernama R.M. Adipati Ario Sosroningrat dan ibunya M.A. Ngasirah.

    Sebagai seorang bangsawan, Kartini berhak untuk mendapatkan pendidikan. Saat mendapatkan pendidikan ini, Kartini belajar bahasa Belanda dan bersekolah hingga usia 12 tahun. Dari sinilah Kartini memulai sepak terjangnya menyuarakan pandangannya mengenai emansipasi wanita di tanah Jawa yang terkungkung oleh adat dan budaya.



    [Oleh: Fifi Feby Yanti]



    Baca juga: Ahed Tamimi; Remaja Asal Palestina yang Dikenal Dunia 

    Baca juga: 5 Wanita Terkuat dan Berpengaruh di Dunia

Author


Avatar