fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel
“Nenek moyangku seorang pelaut.
Gemar mengarung luas samudra.”

Kutipan lirik lagu anak-anak ini menceritakan tentang leluhur yang dahulu kala gemar menjelajah samudra. Ternyata ada benarnya juga penggalan lirik lagu tersebut. Seperti Tami Oldham, dia yang berprofesi sebagai kapten juga sudah sangat sering berjelajah melintasi lautan. Zaman dahulu pun terdapat banyak penjelajah dunia yang terkenal karena kisah penjelajahannya melintasi samudra. Bahkan hasil penjelajahan mereka memberikan informasi berharga untuk masyarakat saat ini. Berikut ini adalah 5 penjelajah terkenal dunia.


James Cook



James Cook merupakan orang Eropa pertama yang menemukan Hawaii. Saat pindah ke sebuah kampung nelayan, Cook yang berusia 18 tahun mulai mengenai dunia berlayar dan menunjukkan ketertarikannya. Berbekal pengalaman bekerja pada pemilik kapal dan tergabung dalam angkatan laut Inggris, Cook melakukan ekspedisinya.

Cook menjadi orang Eropa pertama yang sukses menjelajahi pantai timur Australia. Peran penjelajahan Cook selama masa hidupnya sangat besar, di antaranya memetakan Samudra Pasifik, menemukan Pulau Hawaii, menetapkan standar ketelitian baru dalam penemuan dan pelayaran, navigasi, kartografi, dan pengobatan di laut.


Amerigo Vespucci
 


Benua Amerika merupakan nama yang diambil dari penjelajah yang menemukannya, yaitu Amerigo Vespucci. Vespucci merupakan seorang pedagang, penjelajah, dan pembuat peta dari Italia. Menurut catatan sejarah, selama hidupnya Vespucci melakukan empat pelayaran.

Vespucci memegang peranan penting dalam penjelajahan pantai timur Amerika Selatan antara tahun 1499 dan 1502. Perjalanannya yang kedua membuahkan hasil dengan menemukan Amerika Selatan yang memanjang lebih jauh ke selatan dibanding perkiraan orang Eropa saat itu. Namanya dijadikan nama benua yang ditemukannya sebagai penghormatan bagi pencetus benua baru.


Vasco da Gama



Vasco da Gama merupakan sosok penting yang mengenalkan bumbu lada dan kayu manis di Eropa untuk pertama kalinya. Penjelajah kelahiran Portugis tahun 1469 ini dikenal juga sebagai perintis ekspedisi ke India melalui jalur laut dan samudra dari Portugal. Pada waktu itu, berkembang sebuah mitos bahwa perjalanan Vasco da Gama merupakan hal mustahil karena Samudra Hindia tidak terhubung dengan laut mana pun atau benua apa pun.

Rute perjalanan Vasco da Gama juga menjadi cikal bakal terjadinya penjajahan India oleh Portugal dan wilayah-wilayah lain di Asia, termasuk Indonesia. Walaupun ekspedisi pertama kali yang dilakukan Vasco da Gama mengalami kegagalan untuk mengeksploitasi India dan perjalanannya memakan korban jiwa, Vasco da Gama tetap dianggap pahlawan penjelajah Portugal yang berjasa dan mendapatkan anugerah raja.


Marco Polo



Marco Polo merupakan seorang pedagang dari kota Venesia yang melakukan perjalanan ke berbagai negara Asia. Perjalanannya ke Asia bertujuan untuk berdagang dengan Kubilai Khan. Perjalanan Marco Polo ke Asia berhasil memengaruhi perdagangan besar di Eropa dan India Timur.

Marco Polo merupakan orang yang mendokumentasikan perjalanananya dengan lengkap melalui tulisan. Perjalanannya di Jalur Sutera dengan ayah dan pamannya didokumentasikan dengan tulisan. Segala yang dilihat, dirasakan, dan dialami Marco Polo dalam perjalanan itu menjadi buku berjudul II Milione. Buku itu pula yang membukakan jalur perdagangan antara Eropa dan Asia.


Ibnu Batutah



Ibnu Batutah merupakan pelaut Maroko yang lahir pada tahun 1304. Bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah Al-Lawati At-Tanji bin Batutah, dia adalah seorang cendekiawan yang melakukan penjelajahan selama Abad Pertengahan. Banyak negara yang dia kunjungi, mulai dari negara-negara muslim, hingga negara-negara non-muslim, seperti Afrika Utara, Afrika Barat, Timur Tengah, Asia Tengah, Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Tiongkok.

Batutah pertama kali menjelajah ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji pada umur 21 tahun. Semenjak itu, dirinya tidak pernah menginjakkan kaki selama 24 tahun di Maroko karena bepergian ke berbagai negara. Menjelang akhir hayatnya, Batutah membuat buku yang berjudul Hadiah Bagi Para Pemerhati Negeri-Negeri Aneh dan Pengalaman-Pengalaman Ajaib yang merupakan hasil pengalamannya selama berkelana. Riwayat perjalanan Batutah yang menggambarkan peradaban Abad Pertengahan menjadi sumber rujukan hingga saat ini.

Itu dia 5 penjelajah tangguh yang terkenal di dunia. Apakah kamu tertarik menjadi seorang penjelajah?


[Oleh: Logika Anbiya]


Baca juga: 5 Wanita yang Menjadi Kapal Laut

Baca juga: 5 Buku Wajib Baca Bagi Kamu yang Berputus Asa

Baca juga: 5 Fakta Shailene Woodley yang Akan Membuatmu Tercengang
0

Artikel
Berlayar di lautan memang sebuah aktifitas yang terlihat sangat keren, karena tidak sembarang orang bisa berlayar di lautan lepas. Menjadi seorang kapten kapal tentunya terlihat lebih hebat lagi, karena ada banyak sekali yang harus dipelajari jika ingin membawa sebuah kapal ke samudra. Seperti Tami Oldham yang terdampar di lautan selama 41 hari dan harus mengerahkan segala pengetahuan yang dimilikinya tentang pelayaran agar bisa bertahan hidup dan mencapai daratan.

Tami Oldham juga membuktikan bahwa tidak hanya laki-laki yang bisa berlayar dan menjadi kapten kapal. Wanita juga tidak kalah hebat dalam aktifitas ini. Bahkan, dari zaman dahulu, tidak sedikit wanita yang bahkan berhasil menjadi kapten kapal. Siapa saja wanita hebat yang bisa menjadi kapten sebuah kapal? Simak daftar berikut ini.


1. Cheng Shih


Lahir dengan nama Ching Shih, Cheng I Sao, atau bisa dipanggil juga Istri dari Cheng, adalah salah satu bajak laut yang sukses. Dia menikahi suaminya, Cheng I, seorang bajak laut yang kuat, dan berdua mereka membangun armada yang paling hebat. Ada beberapa orang berspekulasi alasan pernikahan mereka adalah murni karena bisnis. Armada mereka terdiri dari ratusan kapal dan lebih dari 50.000 orang di dalamnya. Mereka juga mengadopsi Chang Pao untuk menjadi penerus. Mereka sering beroperasi di daerah perairan Selatan Tiongkok. Korban mereka sebagian besar kapal pemancing, kapal suplai, dan desa di pinggir laut.

Setelah sang suami, Cheng I, meninggal pada tahun 1807, Cheng Shih mulai melakukan manuver politik dalam armadanya dan membangun hubungan baik dengan saingan-saingannya untuk memperkuat kekuasaan. Agar tidak terjadi konflik dari pesaingnya, Cheng Shih mencari bantuan kepada salah satu anggota keluarga suaminya yang kuat, yaitu Ching Pao-yang, dan anak sepupunya Ching Ch’i. Dia juga mulai membangun sebuah hubungan yang intim dengan Ching Pao. Pada masa ini juga, dia berhasil menguasai lautan di sekitar Asia Tenggara.
Meskipun dia berkuasa di armadanya, ketika diharuskan lelaki yang terlihat memimpin, Cheng Shih akan menunjuk wakilnya Cheung Po Tsai sebagai kapten, namun tetap loyal kepadanya.

Cheng Shih juga terkenal karena membuat sejumlah peraturan bagi para bajak lautnya. Konon, Cheung Po Tsai menyebarkan peraturan tersebut. Peraturan-peraturan ini sangat ketat. Hukuman bagi yang melanggar bisa saja kematian.
Akhir dari armada layar merah ini adalah saat Cheng Shih menyerahkannya kepada angkatan laut dengan persyaratan dia diperbolehkan menyimpan kekayaannya. Setelah itu dia membuka sebuah tempat perjudian dan meninggal pada 1844 di usia 69 tahun.


2. Anna Shchetinina


Lahir pada tanggal 26 Februari 1908, seorang anggota wanita armada niaga dari Soviet untuk pertama kali diangkat menjadi seorang kapten. Anna Shchentinina berasal dari Vladivostok, dari keluarga switchman jalur kereta. Dia masuk jurusan navigasi di Sekolah Marinir Vladivostok tahun 1925. Setelah lulus, dia bekerja sebagai pelaut biasa di Semenanjung Kamchatka.

Pada umur 24 tahun, Anna Shchetinina berhasil mendapatkan lisensi navigator dan memenuhi syarat untuk menjadi seorang second mate di Armada Niaga Barat. Lalu pada umur ke 27 tahun, dia diangkat menjadi seorang kapten. Pelayaran pertamanya sebagai seorang kapten menjadi perhatian dunia karena dia adalah seorang wanita yang masih muda tetapi sudah bertanggung jawab atas kapal MV Chavycha menuju Hamburg.


3. Kate Mc. Cue




Kapten Kate Mc.Cue adalah seorang kapten di sebuah kapal pesiar mewah milik Celebrity Cruise. Kapten Kate Mc.Cue adalah wanita pertama yang menjadi kapten sebuah Kapal Pesiar Mewah di Amerika. Berasal dari San Fransisco, semenjak kecil Kapten Mc.Cue sering berpindah-pindah dengan keluarganya karena sang ayah adalah seorang insinyur. Keluarganya sempat menetap di Evans, Georgia dan Michigan. Saat berumur 12 tahun, setelah berlayar dengan kapal pesiar menuju Bahamas, Mc.Cue ingin menjadi seorang direktur pelayaran.

Tahun 1966, dia masuk ke California State University Maritime Academy dan lulus dengan sarjana administrasi bisnis tahun 1999. Dia juga sempat belajar astronavigation. Pekerjaan pertamanya adalah di Hawaii sebagai kelasi umum mengantar turis ke Kawah Molokini. Lalu pekerjaan kapal pesiarnya yang pertama adalah dengan Disney Cruise-Line sebagai third mate.

Pada tahun 2015, Presiden Celebrity Cruise, Lisa Lutoff Perlo, menelpon Kapten Mc.Cue dan menyuruhnya melamar posisi kapten. Lamaran tersebut diterima, dan sampai sekarang Kapten Mc.Cue menjadi komando utama kapal pesiar.


4. Kapten Inger Klein Thorhauge


Inger Klein Thourhauge menjadi kapten tahun 2010 untuk MS Queen Victoria milik Cunard Line, yang tentunya bukan sebuah kapal kecil. Kapten Thorhauge memang menyukai pelayaran sejak dia masih remaja. Dalam wawancaranya bersama Telegraph, dia menceritakan pengalamannya menjadi pramugari di sebuah kapal ketika liburan. Sejak saat itu dia sadar kalau dia tidak terlalu suka membersihkan sesuatu, jadi dia mencari sesuatu yang berbeda di dalam kapal. Dia mengaku bahwa rasa penasarannya melihat dunia dan kebahagiaannya saat berlayar dijadikan sebuah dorongan untuk pilihan karirnya.

Tahun 1994, setelah mendapatkan Lisensi, Thorhauge mulai tertarik dengan industri pelayaran. Tahun 1997, pekerjaan pertamanya di Cunard Line adalah sebagai petugas dek. Selama bekerja, karirnya terus menanjak, hingga akhirnya di tahun 2010 dia diangkat menjadi kapten untuk MS Queen Victoria. Ini kali pertama Cunard Lines mengangkat seorang wanita menjadi seorang kapten.


5. Miho Otani


Wanita yang satu ini bukan kapten kapal sembarangan. Kapal yang dia kepalai adalah sebuah kapal perang. Awal tahun 2016, Komandan Miho Otani membuat sejarah di angkatan laut Jepang. Dia diangkat menjadi seorang kapten kapal Perang Yamagiri Destroyer. Dia bertanggung jawab untuk 220 kru kapal yang 10 di antaranya adalah wanita.

Komandan Otani berasal dari Osaka. Dia lulus dari Akademi Pertahanan Nasional pada 1996 sebagai lulusan wanita pertama. Tahun 2013, dia terpilih untuk menjalani latihan menjadi nahkoda sebuah destroyer atau kapal perang.


[Oleh: Logika Anbiya]


Baca juga: 5 Buku Wajib Baca Bagi Kamu yang Berputus Asa


Baca juga: 5 Fakta Shailene Woodley yang Akan Membuatmu Tercengang


Baca juga: 7 Wanita Pejuang Kemerdekaan di Dunia, Keren Banget!
0

Artikel
Negara merupakan sekumpulan orang yang menempati suatu wilayah tertentu dan diatur oleh pemerintahan negara yang sah dan umumnya memiliki kedaulatan. Demi menjaga kedaulatan, kekuatan militer dibutuhkan suatu negara. Dari total 193 jumlah negara berdaulat yang ada di dunia, berikut ini adalah 5 negara dengan anggaran militer terbesar.


Amerika Serikat



Negara adidaya yang satu ini menempati urutan pertama sebagai negara dengan anggaran militer terbesar di dunia. Setelah Presiden Trump menandatangi RUU, anggaran militer Amerika Serikat mencapai US$ 654,7 miliar atau setara dengan Rp 9.000 triliun. Dengan dana sebesar itu, Pentagon, markas Departemen Pertahanan AS akan mendapatkan dana anggaran sebesar US$ 589,5 miliar dan tambahan sebesar US$ 65,2 miliar untuk operasi militer AS di luar negeri yang sebagian besar akan digunakan untuk mendanai operasional di Irak, Suriah, dan Afghanistan.


China



Negeri Tirai Bambu menempati urutan kedua sebagai negara dengan anggaran militer terbesar di dunia, dengan anggaran pertahanan pada tahun 2018 mencapai 1,1 triliun Yuan atau setara dengan 2.384 triliun Rupiah. Anggaran militer China naik sebesar 8,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jurubicara acara tahunan NPC ke-13, Zhang Yesui, mengatakan bahwa pengeluaran militer per kapita China masih lebih rendah daripada negara-negara besar lainnya.Anggaran tersebut digunakan untuk mengembangkan kemampuan militer baru dengan peralatan dan alat tempur canggih seperti jet tempur siluman, kapal induk, hingga peluru kendali anti-satelit.


Arab Saudi



Sebagai negara terkaya di Timur Tengah, Arab Saudi menempati posisi ketiga negara dengan anggaran militer terbesar. Menurut CIA Factbook, Arab Saudi mengalokasikan dana untuk militernya sebesar US$ 87,18 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk melengkapi alat pertahanannya dari berbagai negara termasuk membeli perlengkapan tempur dari Amerika Serikat, Rusia, Perancis, dan Inggris. Selain itu, Arab Saudi juga mempunyai kebijakan untuk memproduksi alat pertahanan di dalam negeri termasuk suku cadang dan industri militer.


India



India menjadi negara keempat dengan anggaran militer terbesar di dunia dengan anggaran sebanyak US$ 50 miliar. Peningkatan anggaran pertahanan India dipengaruhi dengan kemajuan ekonomi yang terjadi di negara tersebut. India juga mulai membangun kapal induk guna menjaga kawasan maritimnya. Selain itu, India juga akan menambah tiga kapal selam bertenaga nuklir. Hal tersebut dilakukan sebagai respon atas tantangan China di Asia Selatan dan menjadikan India unggul di Samudra Hindia.


Rusia




Berbeda dengan keempat negara yang disebutkan di atas yang menambahkan anggaran pertahanannya, Rusia mengurangi anggaran pertahanannya dari US$ 47 miliar pada 2017 menjadi US$ 46 miliar di tahun 2018. Hal tersebut terjadi lantaran Rusia harus memangkas anggaran pertahanannya di tengah sanksi dan dinamika perekonomian dalam negeri terutama setelah mencaplok Crimea dari Ukraina. Kendati demikian, Rusia menempati posisi kelima sebagai negara dengan anggaran militer terbesar di dunia. Namun Presiden Rusia, Vladimir Putin, menarik perhatian publik dengan mengatakan bahwa negaranya memiliki alutsista supersonik yang mencakup rudal hingga drone.




Nah, untuk Indonesia sendiri ada diurutan keberapa ya untuk anggaran militernya? Berdasarkan anggaran pertahanan, Indonesia menempati posisi ke-21 dengan anggaran pertahanan sebesar US$ 6,9 miliar atau sekitar Rp96 triliun. Perlu diketahui kekuatan militer yang dimiliki Indonesia saat ini adalah 435 ribu personel militer aktif dan 540 ribu personel cadangan. Selain itu, Tentara Republik Indonesia diperkuat dengan 418 tank, 1.131 kendaraan lapis baja, 456 artileri, dan 153 peluncur roket.


[Oleh: Fifi Feby Yanti]


Baca juga:


Baca juga:
0

Artikel


Dalam novel Ghost Fleet karya P. W. Singer dan August Cole, disebutkan bahwa terjadi perang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang dibantu oleh Rusia. Setelah kejatuhan Indonesia akibat perang Timor dan terjadinya ledakan bom di Dahran, Arab Saudi, harga minyak melejit gila-gilaan. Di sisi lain, Tiongkok menemukan cadangan energi gas bumi yang besar dan menguasainya. Untuk mendapatkan kendali atas KawasanPasifik, Tiongkok melancarkan serangan menggunakan virus komputer untuk melumpuhkan persenjataan Amerika yang berteknologi tinggi.

Kenyataannya, Tiongkok merupakan salah satu negara paling besar dan mampu bersaing dengan negara-negara besar lainnya seperti Amerika Serikat. Bahkan sekarang saja Tiongkok dan Amerika sedang melakukan perang dagang. Lalu apa yang membuat Tiongkok menjadi sebuah negara besar? Berikut ini 5 fakta mengenai Tiongkok.

Sejarah

Dinasti Qing

Tiongkok merupakan salah satu peradaban pertama di dunia. Peradaban tersebut dimulai di sekitar Sungai Kuning atau Huang He. Terbukti dari banyaknya peninggalan sejarah peradaban masa lalu yang ditemukan di sekitar wilayah tersebut. Menurut tradisi Tiongkok, dinasti pertama adalah Xia, yang muncul pada sekitar tahun 2100 sebelum Masehi. Lalu, salah satu peninggalan Tiongkok zaman dinasti yang paling terkenal adalah terracotta di mausoleum Kaisar Qin.

Dinasti yang terakhir berkuasa di Tiongkok adalah Qing yang bertahan sampai tahun 1912 digantikan oleh Kuomintang atau partai nasionalis Tiongkok yang dipimpin oleh Dr. Sun Yat-Sen. Tahun 1949, kekuasaan partai Kuomintang digulingkan oleh Partai Komunis yang dipimpin oleh Mao Zedong hingga sekarang.


Geografi



Tiongkok juga merupakan salah satu negara dengan daratan paling luas di dunia. Luasnya mencapai 9,69 juta kilometer persegi. Pada daerah seluas itu, terdapat 22 provinsi dan 4 munisipalitas atau kota tingkat teratas setingkat provinsi yang berada langsung di bawah pemerintah. Lalu ada provinsi yang diklaim, yaitu Taipei atau Taiwan. Selain itu juga, di Tiongkok ada 5 daerah otonom khusus etnis minoritas. Yang terakhir, ada 2 daerah administratif khusus yang memiliki sistem unik yang disebut satu negara dua sistem. Daerah tersebut adalah Hongkong dan Macau.
Tiongkok juga merupakan negara dengan jumlah warga negara terbanyak di dunia, yaitu 1.386 miliar jiwa. Warga negara Tiongkok terdiri dari banyak etnis dan budaya.


Ekonomi

Pada tahun 2013, Tiongkok menempati urutan kedua ekonomi terbesar di dunia dalam nominal GDP menurut International Monetary Fund. Semenjak Liberalisasi Ekonomi tahun 1978, ekonomi Tiongkok berkembang pesat. Menurut IMF, rata-rata GDP Tiongkok meningkat dari tahun 2001-2010 sebesar 10,5%. Hebatnya lagi, antara tahun 2007 dan 2011, perkembangan ekonomi Tiongkok setara dengan perkembangan seluruh negara anggota G7 dikombinasikan.

Hal tersebut tidaklah aneh. Zaman sekarang, siapa yang di dalam rumahnya tidak ada produk dari Tiongkok? Produktivitas dan biaya buruh yang murah membuat banyak produsen yang mengandalkan industrinya di Tiongkok. Hal tersebut pula yang membuat Tiongkok menjadi global leader manufacturing.
Mengutip mckinsey.com, Tiongkok adalah salah satu investmen digital dan ekosister start-up paling aktif. Ditambah lagi, Tiongkok menjadi tiga besar dalam investasi modal dunia digital. Terbukti dengan banyaknya perusahaan digital seperti developer game Tencent yang baru-baru ini sedang naik daun di Indonesia. Selain itu, di ranah E-Commerce, Tiongkok adalah pasar terbesar dan memegang lebih dari 40 persen value transaksi e-commerce secara global. Salah satu perusahaan e-commerce dari Tiongkok yaitu Alibaba.com.

 


One China Policy

Di dalam ranah politik, Tiongkok mengeluarkan kebijakan yang cukup besar pengaruhnya pada politik luar negeri mereka. Kebijakan tersebut disebut One China Policy yang artinya hanya mengakui satu Tiongkok dan tidak mengakui kedaulatan Taiwan. Menurut pemerintah Tiongkok, Taiwan merupakan bagian dari mereka, yaitu Taipei.

Secara singkat dalam sejarahnya, ketika Partai Nasionalis Tiongkok atau Kuomintang gagasan Dr. Sun Yat-Sen dipukul mundur oleh Partai Komunis, mereka lari ke bagian selatan dan mendirikan negara Taiwan.


Militer

Walaupun terkadang orang Indonesia meremehkan kekuatan produk-produk dari Tiongkok, persenjataan militernya tidak bisa dianggap remeh. Penguasaan mereka terhadap teknologi memperkuat kekuatan militer tersebut. Dalam novel Ghost Fleet, Tiongkok berhasil melumpuhkan seluruh teknologi di Amerika dengan cara meretas Agensi Intelejen Pertahanan. Selain itu, Tiongkok juga mempunyai pasukan tentara terbesar di dunia yang disebut Tentara Pembebasan Rakyat (Renmin Jiefangjum).

Anggaran belanja Tiongkok juga termasuk yang paling besar, setara dengan Amerika Serikat dan Rusia. Mengutip kompas.co, jumlah anggaran militer terbaru Tiongkok sebesar 1,11 triliun Yuan atau setara dengan Rp.2.500 triliun. Bertambahnya jumlah tersebut memicu banyak pengetatan di berbagai negara di seluruh dunia, menduga Tiongkok akan terus mengembangkan militernya.



[Oleh: Fifi Feby Yanti]


Baca juga: Apa Itu Cyber War? Kenali dan Waspadai!


Baca juga: 7 Konflik Perang Terbesar di Dunia
0

Artikel



Cyber warfare atau yang dikenal juga dengan istilah cyber war adalah perang yang terjadi di dalam dunia internet alias di dalam cyber world. Perang tersebut bersenjatakan koneksi internet dan juga komputer. Aktivitas yang terjadi pada cyber war ini pada umumnya adalah kegiatan hacking dan anti-hacking yang dilakukan secara ‘resmi’ oleh negara. Tujuannya mulai dari mencuri data hingga melumpuhkan sistem yang dimiliki oleh negara musuh.

Dengan terhubungnya dunia secara global melalui koneksi internet, negara-negara di dunia seperti Amerika Serikat, China, Rusia, Iran, Korea Utara, Korea Selatan, Jepang dan negara lainnya bisa terlibat setiap hari dalam cyber war. Bahkan Indonesia pernah terlibat cyber war dengan Malaysia pada 2007 dan dengan Filipina pada 2013.

Kerugian yang ditimbulkan dari cyber war tak jauh berbeda dengan peperangan konvensional. Jika dampak perang konvensional dapat dilihat dalam bentuk kehancuran, terbunuhnya sejumlah orang dan pendudukan wilayah, maka cyber war yang sebagian besar aktivitasnya terjadi di belakang meja. Dampaknya pun tidak mudah diamati, dan juga dapat menimbulkan kerugian yang sama besarnya. Contohnya adalah dampak cyber war yang terjadi antara Iran dengan Israel. Dalam cyber war tersebut, beberapa petinggi militer Iran tewas karena serangan yang dilancarkan oleh Israel menggunakan virus jaringan untuk menyerang teknologi listrik tenaga nuklir di Iran pada masa uji coba. Nyatanya, cyber war pun sama bahayanya dengan perang konvensional.

Cyber war mempunyai bentuk yang bermacam-macam. Mulai dari bentuk non-teknis seperti penyebaran propaganda melalui media sosial berbentuk gambar-gambar maupun artikel, hingga yang luar biasa canggih seperti penyebaran virus Stuxnet oleh Israel untuk menyerang dan melumpuhkan reaktor nuklir Iran, atau peristiwa pembajakan drone Amerika Serikat oleh Iran.


Apa yang termasuk Cyber War?



Suatu serangan dapat dikatakan sebagai aksi dari cyber war atau bukan, tergantung pada beberapa faktor. Salah satunya adalah identitas peretas, apa tujuannya, bagaimana cara melakukannya, dan seberapa besar dampak yang ditimbulkan.
Seperti perang pada umumnya, cyber war juga didefinisikan sebagai konflik antar negara, bukan antar individu. Sebuah aksi akan dinyatakan sebagai cyber war dilihat dari seberapa besar skala kerusakan yang ditimbulkan dari aksi tersebut.

Serangan oleh seorang individu peretas atau sekelompok peretas biasanya tidak dianggap sebagai cyber war, kecuali mereka dibantu dan diarahkan oleh negara. Namun dalam dunia cyber war, banyak hal yang kabur dan tidak jelas, seperti negara-negara yang mendukung para peretas untuk membuat penyangkalan yang masuk akal atas tindakan mereka sendiri. Bagaimana pun juga, hal ini merupakan tren umum yang berbahaya.


Sejarah Cyber War



Tahun 2007 menjadi sebuah kenyataan di mana cyber war bukan hanya teori, melainkan menjadi sebuah aksi dalam dunia nyata. Kejadian bermula ketika pemerintah Estonia mengumumkan rencana untuk memindahkan tugu peringatan perang Soviet. Setelah ada pengumuman tersebut, pemerintah Estonia menemukan bahwa terjadi peretasan pada sistem perbankan dan layanan pemerintah offline. Serangan itu dianggap sebagai serangan dari peretas Rusia, dan pihak berwenang Rusia membantah serangan itu. Namun aksi ini tidak menimbulkan kerusakan fisik dan tidak signifikan sehingga belum dikategorikan sebagai cyber war.
Di tahun yang sama sebagai tonggak lahirnya cyber war, Laboratorium Nasional Idaho membuktikan melalui Uji Generator Aurora bahwa serangan digital pada cyber war dapat digunakan untuk menghancurkan benda-benda fisik. Dalam percobaan tersebut, generator Aurora yang mengalami kerusakan fisik.

Serangan Stuxnet pada 2010 membuktikan bahwa cyber wardapat berdampak pada dunia nyata. Cyber war yang paling serius terjadi tepat sebelum Natal 2015 di Ukraina. Peretas berhasil mengganggu pasokan listrik di beberapa bagian Ukraina dengan menggunakan Trojan terkenal yang disebut Black energy. Pada Maret 2016, tujuh peretas Iran dituduh berusaha menutup bendungan New York.
Kerugian dari cyber war membuat negara-negara dengan sigap membangun kemampuan pertahanan untuk menghadapi cyber war. NATO mengambil langkah penting terhadap cyber war. Pada tahun 2016, NATO mendefinisikan dunia maya sebagai domain operasional, yaitu area dimana konflik dapat terjadi. Demikian, internet secara resmi menjadi medan perang untuk cyber war.


Bertahan dari Cyber War



Sebuah aksi dinyatakan sebagai cyber war ketika memiliki dampak kerusakan yang besar dan biasanya tejadi antar negara. Tapi tidak ada salahnya memulai dari diri sendiri untuk membangun perlindungan dan bertahan dari cyber war.
Penggunaan pengamanan dalam dunia maya sangatlah penting. Setidaknya untuk melindungi data dari peretas. Biasanya negara-negara juga melakukan hal-hal dasar berikutnya itu seperti mengubah kata sandi standar dan membuat kata sandi sulit untuk dipecahkan, tidak menggunakan kata sandi yang sama untuk sistem yang berbeda, memastikan bahwa semua sistem mutakhir termasuk penggunaan perangkat lunak antivirus.
Pastikan juga bahwa sistem hanya terhubung ke internet jika perlu, dan memastikan bahwa data-data penting tersimpan dengan aman. Ini mungkin cukup untuk menghentikan beberapa peretas atau setidaknya memberi mereka pekerjaan ekstra.

Selanjutnya, untuk target bernilai tinggi seperti organisasi ataupun perusahaan, hal-hal dasar di atas tidaklah cukup. Peretas akan melakukan serangan yang lebih gencar. Dalam hal ini diperlukan perlindungan tambahan seperti enkripsi yang kuat, otentikasi multi-faktor, dan pemantauan jaringan yang canggih. Hal ini mungkin tidak dapat menghentikan upaya peretas untuk menembus jaringan, tetapi ada kemungkinan dapat menghentikan peretas melakukan kerusakan.

Pada tingkat yang lebih tinggi, seperti negara, mulai dilakukan pengembangan strategi pertahanan terhadap cyber war untuk negara masing-masing. Contohnya Uni Eropa baru-baru ini mengumumkan rencana untuk bekerja pada rencana pertahanan dunia maya yang akan digunakan jika menghadapi serangan cyber war lintas-perbatasan yang besar, dan rencana untuk bekerjasama dengan NATO dalam latihan pertahanan dunia maya. Namun, tidak semua negara menganggap perencanaan semacam itu sebagai prioritas yang sangat tinggi.


[Oleh: Fifi Feby Yanti]


Baca juga: 7 Konflik Perang Terbesar di Dunia


Baca juga: Apakah Indonesia Tidak Ada Pada 2030?


0

Artikel

Membaca novel, atau kisah fiksi, bukanlah guilty pleasure; para pembaca tidak selayaknya merasa bersalah karena menikmati kisah fiksi. Dilansir dari Psychology Today, membaca fiksi dapat meningkatkan kesadaran sosial seseorang dan meningkatkan kemampuan untuk berempati. Kedua hal ini sudah semakin langka ditemukan dalam zaman yang semakin dikuasai egosentrisme, padahal keduanya sangat penting dimiliki oleh setiap orang.

Di tahun baru ini, Mizan Publishing telah mempersiapkan beberapa naskah fiksi terjemahan yang dijamin akan memuaskan hasrat membacamu. Jangan lupa untuk menambahkan novel-novel berikut ini ke dalam daftar bacaanmu, ya.

 

Ghost Fleet karya P.W. Cole dan August Singer

Perang Dunia Ketiga? Mungkin datangnya akan lebih cepat daripada dugaan kita.

 

Dalam novel Ghost Fleet, dua pakar militer Amerika, yakni P.W. Cole dan August Singer, menjabarkan akan seperti apa Perang Dunia Ketiga. Penggunaan teknologi tinggi dan berbagai gawai canggih yang telah merasuk dalam kehidupan sehari-hari semua orang membuat sebuah negara menjadi lebih rentan terhadap serangan musuh.

 

Bukan sekadar imajinasi, kisah yang dituangkan dalam buku ini merupakan hasil riset berdasarkan tren dan teknologi terkini. Hasilnya? Sebuah narasi yang realistis dan sarat aksi serta ketegangan. Novel ini banyak diapresiasi oleh para pakar militer, hingga disebut-sebut sebagai bacaan wajib para tentara, namun masyarakat awam pun dijamin bisa menikmatinya.


Ghost Fleet menjadi perbincangan hangat orang-orang Indonesia karena dalam buku yang mengambil setting waktu di masa depan ini, Republik Indonesia dinyatakan sudah tidak ada lagi. Pulau-pulau Indonesia menjadi wilayah tak bertuan yang dihuni para pemberontak dan perompak. Sungguh prediksi yang membuat merinding.

 

 


Akkurat Passe karya Jostein Gaarder

Akkurat Passe, yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris menjadi Just Right, adalah novel terbaru dari Jostein Gaarder, penulis Dunia Sophie (Sophie’s World) yang fenomenal. Saking fenomenalnya, Dunia Sophie menjadi bacaan wajib bagi para mahasiswa filsafat. Memang, novel-novel Jostein selalu bermuatan filsafat, tapi dengan cara penyampaian yang enak diikuti dan tidak membuat pusing para pembaca, yang awam akan ilmu filsafat sekalipun.



Akkurat Passe
mengisahkan seorang pria bernama Albert yang divonis menderita suatu penyakit mematikan. Sembari menenangkan diri di Rumah Dongeng, Albert mengenang masa-masa awal berpacaran dengan istrinya dan merenungkan makna kehidupan. Dia belum siap untuk mengucapkan selamat tinggal, tidak bisa menerima ketidakmampuannya mengatur arah hidupnya sendiri. Pada akhirnya Albert harus mengambil keputusan yang tidak hanya akan mempengaruhi dirinya, namun juga istri dan anak-anaknya.

 

 


Sing,
Unburied, Sing karya Jesmyn Ward

Sing, Unburied, Sing adalah kisah drama keluarga yang telah membuat Jesmyn Ward mendapatkan National Book Award tahun 2017, serta sejumlah nominasi untuk penghargaan-penghargaan sastra lainnya, seperti Women’s Prize for Fiction, Andrew Carnegie Medal, dan Kirkus Prize.



Dalam Sing, Unburied, Sing, seorang bocah remaja bernama Jojo berjuang untuk tumbuh menjadi lelaki sejati, terlepas dari fakta bahwa kedua orangtuanya tidak bisa diandalkan. Ayahnya, Mike, mendekam di penjara, sedangkan ibunya, Leonie, seorang pecandu obat-obatan terlarang. Ditambah lagi, Jojo harus mengurus adik perempuannya yang masih balita.

 

Selain isu kemiskinan dan kekerasan, novel ini juga mengangkat isu rasisme, karena ayah Jojo berkulit putih, sedangkan ibunya berkulit hitam. Kakek Jojo dari pihak ayah terang-terangan menunjukkan rasa tidak suka pada Jojo dan ibunya. Di zaman modern ini, rasisme dan intoleransi masih menjadi hal yang mengkhawatirkan, karena tidak semua orang mampu menyikapi perbedaan dengan bijak.  

 

 


Dear Martin karya Nic Stone

Novel-novel young adult dengan tokoh utama diverse atau bukan kulit putih semakin digandrungi pembaca. Salah satunya adalah Dear Martin, karya debut Nic Stone yang langsung bertengger di jajaran buku-buku fiksi laris versi The New York Times. Novel ini juga mendapat nominasi William C. Morris YA Debut Award dan Elizabeth Walden Award.

 

Seperti Sing, Unburied, Sing, novel Dear Martin mengangkat isu rasisme. Tokoh utamanya adalah seorang remaja kulit hitam bernama Justyce. Dia siswa berprestasi di sekolahnya dan berkelakuan baik, tapi tetap saja dia harus menerima perlakuan intoleran, hanya karena warna kulitnya.


 

Demi menahan emosi dan berusaha menyikapi dengan bijak ketidakadilan yang dia terima, Justyce mempelajari Martin Luther King, tokoh yang amat terkenal sebagai pembela kesetaraan hak dan penentang rasisme. Justyce menulis surat-surat untuk Martin, dan merenungkan sikap seperti apa yang akan diambil oleh Martin seandainya beliau menerima perlakuan seperti yang Justyce alami.

 

 

To Kill A Kingdom karya Alexandra Christo

Bagi para penggemar fiksi fantasi, ada satu karya debut fenomenal yang tak boleh dilewatkan, yakni To Kill A Kingdom. Di antara banyak seri fantasi yang terdiri lebih dari dua atau tiga buku (bahkan tidak sedikit yang terdiri lebih dari lima buku), To Kill A Kingdom yang kisahnya tuntas dalam satu buku saja menjadi angin segar bagi para pembaca.

 


To Kill A Kingdom
adalah kisah cinta antara seorang putri dan seorang pangeran, tapi dengan elemen-elemen yang tidak biasa. Pertama, Lira, sang putri adalah sesosok siren yang gemar mengoleksi jantung pangeran. Kedua, Elian, sang pangeran adalah kapten kapal yang pekerjaannya memburu dan menghabisi para siren. Tentu saja interaksi antara keduanya sarat kebohongan dan tipu daya, dan menarik sekali untuk diikuti.

Meskipun ada yang bilang To Kill A Kingdom terinspirasi dari dongeng The Little Mermaid karya Hans Christian Andersen, tokoh utama novel ini bukanlah sesosok mermaid, melainkan siren. Kaum siren terkenal dengan musik dan lagu mereka yang dapat menghipnosis para pelaut. Setelahnya, para pelaut itu akan terjun ke laut dan tewas, sementara kapal mereka karam.




Dalam mitologi Yunani, ada kisah tentang seorang pahlawan terkenal, Odysseus, yang ingin mendengar nyanyian para siren. Dia meminta para awak kapal untuk menyumbat telinga mereka, lalu mengikatnya di tiang kapal. Ketika mereka berlayar melewati para siren, hanya Odysseus yang dapat mendengar nyanyian mematikan itu. Odysseus memohon untuk dilepaskan agar dia bisa melompat ke laut, tapi para awak kapal malah mengikatnya semakin kuat, dan baru melepaskannya setelah mereka berada jauh dari para siren.

 

Itulah kelima novel yang layak ditunggu kehadiran terjemahan Bahasa Indonesianya pada tahun 2019 ini. Kalau kamu tidak mau ketinggalan informasi buku-buku terbaru Mizan Publishing, jangan lupa ikuti akun-akun media sosialnya, ya.



[Oleh: Dyah Agustine]


Baca juga: 4 Buku Paling Banyak Dibaca Orang Tahun 2018


Baca juga: 5 Buku Terpopuler Tentang Perang 

0

Artikel

Menjalani sebuah hubungan dengan seseorang tentu tak selalu mulus seperti yang diharapkan. Ada saja lika-liku yang kamu hadapi untuk mempertahankan hubunganmu dengan si dia. Mulai dari pacar yang tiba-tiba cuek atau bahkan masih mengingat  mantannya.


ingat-mantan-2

Bagaimana perasaanmu ketika pacarmu masih ingat mantannya? Atau bahkan masih menjalin komunikasi yang intens dengannya. Kamu tentu merasa kesal dan marah.

Ingin rasanya melabrak mantannya dan mengatakan padanya untuk jangan lagi berhubungan dengan pacarmu.

Kamu harus tetap tenang dan jangan mudah terbawa emosi. Jangan sampai kamu kehilangan orang yang kamu sayang hanya karena cemburu buta. Cara-cara dibawah ini bisa kamu lakukan untuk menghadapi sang pacar yang masih mengingat mantannya :

  1. Bersikap biasa saja

Meski hatimu terasa sakit dan geram, kamu harus tetap menjadi dirimu. Jalani hubungan dengannya seperti biasa. Bersikaplah sebagaimana kamu bersikap padanya. Atau kamu bisa berpura-pura tidak tahu bahwa diam-diam pacarmu masih menjalin komunikasi dengan mantannya.

 

      Tunggu sampai ia jujur kemudian berubah dan menyadari bahwa kamu adalah pacar yang pengertian dan tidak cemburuan. Lambat laun pun cara ini akan ampuh dan membuat pacarmu tidak lagi mengejar-ngejar mantannya. Karena ia tahu bahwa sudah ada sosok idaman disampingnya, yaitu kamu.

 

  1. Jangan marah dan emosi berlebihan

Mantan seakan menjadi orang ketiga dalam hubunganmu. Ia menjadi pengganggu ketika kamu sudah bahagia dengan sang pacar. Terlebih bila yang terjadi adalah pacarmu yang sering mencari tahu lebih dulu tentang mantannya.



Baca Juga: Cara menyelamatkan hubunganmu

 

Jangan marah, hadapilah dengan kepala dingin. Ketika kamu tak sengaja melihatnya tengah stalking akun sosial media sang mantan, kamu harus meredam emosimu. Karena akan sulit untuk melupakan seseorang terlebih bila hubungan yang dijalin berlangsung cukup lama.

  1. Cobalah berteman dengan mantannya

Emosi dan curiga berkepanjangan tak ada gunanya. Kamu hanya akan menambah beban pikiranmu. Lebih baik kamu coba berteman dengan mantannya. Cari tahu dia orang seperti apa. Barangkali mantannya adalah orang yang kamu kenal atau bahkan sahabatmu.

 

Coba follow akun sosial medianya, ajak ia berkenalan dan buatlah ia menjadi akrab denganmu. Kemudian kamu bisa mengajak ia bertemu dan kenalkan siapa dirimu. Sehingga ia pun akan tahu diri dan menjaga jarak dengan pacarmu. Kamu pun bisa menambah daftar temanmu.

  1. Berbicara satu sama lain

Banyak pasangan yang memutuskan untuk berpisah karena adanya kesalahpahaman yang terjadi antara keduanya. Kurangnya komunikasi menjadikan hubungan yang telah lama dibina harus kandas di tengah jalan. Bahkan cemburu berlebihan pada sang mantan kerap menjadi pemicunya.

 

Jika kamu merasa ada yang tidak beres dengan hubunganmu, ajaklah ia berbicara satu sama lain. Tanyakan padanya kenapa akhir-akhir ini ia sering sekali mengungkit-ungkit mantannya. Kamu pun sering kali mendapati ia tengah asyik mengobrol sang mantan dan mengabaiknamu.

Kamu tentu merasa cemburu dan emosi. Tapi alangkah lebih baik, bila kamu menjadi pendengar setia baginya. Dengarkan apa yang ia keluhkan dan rasakan. Pahami jika kamu ada di posisi dia yang masih merasa sulit untuk melepaskan seseorang. Cara ini menjadikanmu lebih dewasa dalam menyikapi problematika asmara.

 

  1. Bertahan atau tinggalkan

Jika memang semua usaha sudah kamu lakukan dan ternyata tak membuahkan hasil. Ia masih terus mencari celah untuk menghubungi mantannya. Kamu bisa apa? Tentu kamu tak berhak memaksa ia untuk melupakan sang mantan. Meski kamu pacarnya sekalipun.

 

Pilihan ada di tanganmu. Kamu akan bertahan dalam kecemburuan yang tak berujung atau memilih untuk meninggalkan dan mengakhiri hubungan dengannya. Kecuali bila pacarmu berubah dan mulai menyadari bahwa ia selama ini salah telah mengabaikanmu.

Kamu bisa mempertahankannya. Kikis egomu dan maafkan segala kesalahannya. Tapi bila ia kembali pada tabiatnya dan mulai mengingat mantannya lagi, segera tinggalkan. Kamu berhak dicintai oleh orang yang tepat dan tulus memberi cintanya padamu.

 

Itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam menghadapi pacarmu yang masih mengingat mantannya. Terlepas dari itu, kamu tetap harus memahami bahwa perasaan memang tidak bisa dipaksakan. Sulit untuk melupakan seseorang yang sudah pernah membuat nyaman.

Jika memang kamu tak bisa bertahan dengannya, segera tinggalkan dan bebaskan hatimu. Semoga hubunganmu selalu baik-baik saja, ya


Baca Juga: Tips keluar dari hubungan yang toxic

[Ana Dwi Itsna Pebriana]

0

Artikel

Kamu tentu tahu novel #BerhentiDiKamu yang sedang viral, bukan? Novel yang diangkat dari kisah nyata seorang dokter muda bernama Gia Pratama yang mengalami patah hati, tapi kemudian bertemu cinta sejatinya lewat jalan yang tak biasa. #BerhentiDiKamu menjadi karya pertamanya yang dibukukan.

Dokter Gia Pratama harus patah hati terlebih dahulu sebelum bertemu Syafira, istrinya. Dokter muda ini diputuskan oleh sang kekasih secara tiba-tiba dan yang lebih menyesakkan lagi, hal itu terjadi ketika keduanya tengah berlibur di Eropa.

Kamu tentu penasaran dengan sosok Elsa yang dengan mudahnya berani memutuskan dokter Gia, bukan? Selain tampan dan termasuk dalam kategori lelaki idaman, karier dokter Gia tidak diragukan lagi.

Elsa, dalam novel #BerhentiDiKamu diceritakan memiliki wajah rupawan mirip Alexandra Daddario, aktris Amerika yang berperan sebagai Annabeth Chase dalam film Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief. Terbayang bagaimana kecantikannya, bukan?

elsa dokter gia


Hubungan Gia dan Elsa terjalin kurang lebih satu tahun. Keduanya pun telah saling mengenal satu sama lain. Pun dengan keluarga masing-masing. Banyak hal yang sedari awal membuat mereka merasa cocok, di antaranya karena memiliki hobi yang sama: nonton film.

Obrolan setiap kali berbincang pun menjadi hidup dan renyah. Mereka begitu larut dalam obrolan seru sampai waktu pun tak terasa berlalu begitu cepat. Elsa memang tipikal wanita yang humble, asik, dan berwawasan luas. Siapa pun akan merasa nyaman ketika mengobrol dengannya. Begitupun dengan yang dirasakan Gia.

Tanah Suci Makkah menjadi tempat pertemuan pertama antara Gia dan Elsa. Gia yang saat itu sedang mendamba kehadiran seorang jodoh, merasa harapannya terkabulkan dengan kehadiran Elsa. Elsa pun tak menutup diri ketika diajak berkenalan. Membuka peluang yang besar bagi Gia untuk memperistrinya, begitu pikirnya. Gia pun tak segan meminta kontak Elsa.

Tahap komunikasi via whatsapp pun dimulai. Hingga berlangsunglah pertemuan yang sudah direncanakan sebelumnya. Pertemuan yang intens layaknya orang-orang yang melakukan proses pendekatan terus dilakukan Gia. Ia tak mau kehilangan sosok Elsa, wanita sempurna dan dambaan setiap lelaki.

Dari hasil obrolan panjang mereka, Gia tahu Elsa adalah wanita cerdas dan terbuka untuk berbagi cerita. Ia lulus dari Universitas Negeri dengan nilai IPK yang tinggi. Selain itu, Elsa juga merupakan salah satu finalis kontes kecantikan. Semakin kagumlah Gia pada sosok Elsa.

Pada satu waktu, ketika Gia diundang mampir ke rumah Elsa, ada perasaan takjub tak terkira. Selain cantik dan pintar, Elsa juga ternyata berasal dari keluarga kaya yang parkiran mobilnya saja bisa digunakan untuk bermain sepak bola. Gia semakin yakin, ia tak salah memilih wanita.

Sebulan setelah proses pendekatan, Gia pun memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada Elsa. Tanpa ragu, Elsa menerima cinta Gia dan ingin menjalin hubungan dengannya.“Iya, aku izinkan. Kita jalanin bareng, ya.” Ucap Elsa pada Gia seraya menggenggam tangannya.

Sebuah fenomena yang tak biasa bagi seorang wanita cantik nan paripurna menerima cinta dari seorang lelaki. Rasa bahagia pun tak sanggup dibendung. Gia merasa usahanya berjalan begitu mudah dan kini mereka berdua bisa saling merindu satu sama lain ketika pertemuan tak bisa diwujudkan.



Baca Juga: Kisah haru-seru dr. Gia



Rutinitas yang begitu padat membuat Gia dan Elsa kadang kala hanya bisa berkomunikasi via whatsapp. Pertemuan tak bisa sesering dulu. Namun, Elsa tetap menjadi sosok yang asyik ketika diajak mengobrol. Memiliki pengetahuan yang luas memang selalu menguntungkan.

Namun, tiba-tiba Gia merasa Elsa berubah. Sikapnya tak sehangat dulu. Ia menjadi dingin seketika. Membalas chat seadanya dan tak lagi antusias ketika Gia bercerita. “Mungkin ia lelah karena kerjaannya yang super padat, atau mungkin dia sedang PMS.” Pikir Gia. Rutinitas sehari-hari ia jalani seperti biasa, meski Elsa sering kali mengganggu pikirannya.

 Hingga Gia pun memutuskan berlibur ke Eropa bersama Elsa dan juga keluarganya. Tujuannya untuk menghangatkan kembali hubungan yang tengah mereka bina. Rencana untuk melamar di tempat paling romantis pun sudah Gia siapkan.

Namun, Elsa tetap dingin. Sepanjang perjalanan ia hanya sibuk dengan ponselnya tanpa menghiraukan Gia yang begitu antusias mengenalkan berbagai hal tentang Eropa. Gunung Titlis, Swiss menjadi tempat bersejarah yang memilukan bagi Gia. Di tempat itulah Elsa mulai meluapkan segala hal yang mengganjal dalam pikirannya.

Hingga kalimat “Kita temenan aja, ya” terlontar dari mulut Elsa. Ia tidak bisa mencintai Gia dan memilih untuk kembali pada mantan kekasihnya. Liburan yang seharusnya seru, penuh cinta, dan menyatukan dua keluarga, malah menjadi duka dan nestapa bagi Gia.

Hari-harinya di Eropa terasa kelu dan sepi setelah menerima kenyataan pahit di hadapannya. Elsa seakan hanya menjadikan Gia pelarian ketika hatinya sedang kacau. Dan ketika suasana hatinya sudah membaik, ia dengan mudahnya meninggalkan Gia dan kembali pada kekasihnya yang dulu.

Sisa waktu liburan pun terpaksa Gia lewati dengan hati yang kelabu. Sementara Elsa terlihat baik-baik saja dan begitu menikmati keindahan Eropa, meski tanpa ada Gia di sampingnya. Ah, hati manusia memang bisa dengan mudahnya berubah. Elsa memang bukan jodohnya.


Baca Juga: Galau? Coba baca cara menyelamatkan hubunganmu



[Ana Dwi Itsna Pebriana]

0

Artikel


Klub Sepak Bola terkenal asal Spanyol, Real Madrid, memberikan penghargaan kepada Ahed Tamimi. Ahed Tamimi merupakan remaja tujuh belas tahun dan seorang aktivis Palestina. Dia baru saja bebas dari penjara setelah sebelumnya ditahan di penjara Israel selama beberapa bulan karena telah menampar dan mendorong

Real Madrid sebagai tuan rumah mengundang Ahed Tamimi untuk datang ke markasnya di Santiago Bernabeu pada Sabtu, 29 September 2018 waktu setempat. Ahed Tamimi yang ditemani oleh ayahnya Bassem Tamimi datang sebagai tamu kehormatan Real Madrid.

Pada pertemuan tersebut, Ahed Tamimi bertemu dengan Emilio Butragueño, mantan pemain depan dan manajer senior klub saat ini. Tamimi juga diberi jersey berangka sembilan sepak bola Real Madrid dengan namanya di atasnya. Acara ini berlangsung sebelum Real Madrid melakukan pertandingan melawan klub rival sekotanya Atletico Madrid.

Pemberian penghargaan kepada Ahed Tamimi dari Real Madrid ini kemudian mendapatkan respon dari kubu Israel. Salah satunya adalah duta besar Israel untuk Spanyol, Daniel Kutner. Dilansir dari Republika, Daniel Kutner menganggap penghargaan Real Madrid tersebut merupakan bentuk persetujuan bagi warga Palestina untuk melakukan tindakan kekerasan di perbatasan. Dia juga mengatakan bahwa Ahed Tamimi bukanlah ikon perdamaian, melainkan adalah ikon kekerasan dan terorisme yang melawan negara Israel.

Penahanan Ahed Tamimi telah mendapatkan perhatian dunia, menyoroti gambar remaja tersebut sebagai ikon Palestina. Sejak kecil, dia memang sering terlihat di beberapa video yang sempat viral di internet karena aksinya yang melawan para tentara Israel. Beberapa unjuk rasa diadakan untuk mendukung dan menyerukan pembebasan setelah penangkapan Ahed di bulan Desember 2017. Bahkan aksi demonstrasi tersebut dilakukan oleh orang-orang Israel dan Yahudi sendiri yang menyerukan pembebasan para tahanan politik, termasuk Ahed Tamimi.

Tindakan Ahed Tamimi yang membuatnya ditahan oleh tentara Israel tentu memiliki alasan. Dalam insiden versi Ahed, yang dibagikan di pengadilan dalam sidang pada bulan Desember, Ahed Tamimi mengatakan para tentara yang ditampilkan dalam video itu menembak sepupunya di kepala dengan peluru karet satu jam sebelum aksi tersebut difilmkan.

Ahed Tamimi ditahan karena tindakannya yang terbukti telah menganggu tugas tentara Israel (Israel Defense Forces). Banyak warga Palestina melihatnya sebagai sosok yang dengan tegar berdiri di bawah kendali militer atas West Bank, sementara warga Israel menuduh keluarga Tamimi menggunakan dia sebagai pion.


[Oleh: Bilqis Anggun]


Baca juga: Latar Belakang Ahed Tamimi


Baca juga: Persamaan Ahed Tamimi dengan Para Pejuang Wanita


Baca juga: Respon Warga Dunia Terhadap Kasus Ahed Tamimi

0

Artikel

Perang selalu menjadi peristiwa yang tidak diinginkan, tapi sudah banyak terjadi sepanjang sejarah dunia –bahkan hingga hari ini. Simak beberapa buku terpopuler tentang perang, mulai dari buku paling klasik tentang strategi perang sampai novel yang memprediksi perang dunia ketiga.


1. The Art of War karya Sun Tzu

the-art-of-war

The Art of War merupakan buku strategi militer Tiongkok kuno yang ditulis pada abad ke-5 SM oleh ahli strategi militer Cina bernama Sun Tzu. Buku ini secara umum berisi tentang strategi dan taktik untuk memenangkan perang. The Art of War terdiri dari 13 bab dan pada setiap bab dikhususkan untuk satu aspek perang.

 

Salah satu poin utama yang dijabarkan Sun Tzu dalam The Art of War adalah kemampuan untuk mengenali musuh dan mengenali diri sendiri. Jika menguasai hal tersebut, maka tidak perlu takut dengan hasil pertempuran. Jika hanya mengenal diri sendiri, tetapi tidak mengenal musuh, Sun Tzu beranggapan bahwa dalam setiap kemenangan yang diperoleh akan ada kekalahan yang harus ditanggung. Jika sama sekali tidak mengetahui musuh dan diri sendiri, maka bersiaplah untuk menghadapi kekalahan.

 

Menurut situs news24.com, The Art of War yang ditulis lebih 2.500 tahun lalu ini menjadi salah satu buku paling berpengaruh tentang pemikiran militer, taktik bisnis, serta hukum. Meskipun ditulis untuk strategi perang, buku ini ternyata dapat diaplikasikan untuk membantu menghadapi berbagai tantangan hidup. The Art of War juga merupakan salah satu buku yang cocok bagi para pebisnis. The Art of War secara umum memiliki potensi untuk menjadikan hidup manusia lebih berkualitas.


2. Once an Eagle karya Anton Myrer



Once an Eagle, merupakan novel perang yang terbit pada tahun 1968. Seperti ditulis pada situs northofseveycorners.com, Once an Eagle adalah novel klasik yang banyak dijadikan acuan oleh tentara Amerika. The Army War College di Carlisle, Amerika, kembali menerbitkan buku ini dengan tujuan menjadikannya sebagai bahan kursus untuk tema etika dan kepemimpinan di sekolah militer.

 

Novel dengan latar belakang perang Vietnam ini memiliki dua tokoh utama, Sam Damon dan Courtney Massengale. Sam merupakan sosok prajurit sejati, seorang komandan yang berjuang keras, serta dipenuhi kepedulian terhadap pasukannya. Sam Damon berhasil memimpin pasukan memenangi pertempuran demi pertempuran pada Perang Dunia I dan II. Meskipun pada akhirnya Sam Damon mati terbunuh. Sedangkan Courtney Massengale, lebih unggul secara karir dari Sam dengan cara memanipulasi sistem politik di Washington. Courtney sangat cerdik dalam mengambil langkah karir namun dia sama sekali tidak peduli terhadap pasukannya.

 

Seorang profesor sejarah, Kolonel Jerry Morelock, berpendapat bahwa Sam Damon merupakan seorang perwira yang diharapkan oleh para prajurit. Sedangkan Courtney Massengale, sebaliknya, adalah sosok perwira yang tidak inginkan sebagai atasan. Nama Sam Damon dan Courtney Massengale bahkan telah memasuki bahasa informal militer Amerika sebagai kata sandi bagi tentara-tentara yang memiliki kemiripan sifat dengan Sam dan Courtney. Misalnya, ketika seorang perwira ingin mengeliminasi seorang kandidat dari promosi kenaikan jabatan, yang harus dia lakukan hanyalah memberi tahu dewan peninjau dan memberi kode: “Dia adalah tipe Courtney Massengale.”

 

Anton Myrer, penulis Once an Eagle, meninggal pada 1996 di usia 73 tahun. Myrer merasa pengalamannya ketika mengikuti perang dunia kedua memiliki dampak besar pada kehidupannya. Seperti yang ditulis di situs northofseveycorners.com, Myrer mengatakan bahwa perasaannya tentang perang tecermin dalam novel Once an Eagle. Novel ini juga pernah diadaptasi sebagai serial televisi yang ditayangkan di Amerika pada tahun 1976.


3. Ghost Fleet karya P.W. Singer dan August Cole

 

Cerita tentang prediksi perang dunia ketiga, Ghost Fleet, adalah novel karya dua penulis asal Amerika, P.W. Singer dan August Cole. P.W. Singer, ahli strategis dan Senior Fellow di New America Foundation, masuk ke dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di bidang pertahanan oleh Defense News. Sedangkan August Cole merupakan seorang analis dan konsultan dalam bidang kemanan nasional. Dia juga pernah aktif menjadi editor dan reporter untuk MarketWatch.com. Selain itu, August Cole pun serta pernah aktif di bagian pertahanan industri untuk Wall Street Journal.

 

Sebagai pakar serta ahli strategi dalam bidang pertahanan, Singer dan Cole mampu dengan baik menggabungkan tren dan teknologi terkini. Mereka mampu menggabungkan yang ada di dunia nyata ke dalam cerita fiksi pada novel Ghost Fleet. Novel Ghost Fleet mendokumentasikan hasil dari penelitian bertahun-tahun yang dilakukan oleh Singer dan Cole sehingga cerita yang mereka tulis mampu mendekati fakta. Beberapa tema yang dibahas dalam novel tersebut antara lain: ketegangan politik, perubahan sosial, teknologi-teknologi yang muncul, dan sistem senjata yang sekarang dalam berbagai tahap pengembangan ke dalam sebuah narasi.

 

Dari mana judul Ghost Fleet berasal? Seperti yang dirilis pada situs thediplomat.com, ungkapan Ghost Fleet digunakan oleh angkatan laut Amerika untuk menyebut kapal-kapal yang dinonaktifkan. Dengan tujuan disimpan sebagai potensi yang akan digunakan ketika terjadi konflik di masa depan. Kapal-kapal ini lebih tua dan ketinggalan secara teknologi dibandingkan kapal-kapal modern. Namun sebenarnya kapal-kapal modern rentan terhadap ancaman. Menurut Singer dan Cole, kapal-kapal yang lebih tua cenderung aman dari ancaman yang berhubungan dengan teknologi masa kini.

 

Seperti yang ditulis di situs www.cia.gov, plot utama Ghost Fleet berkisar tentang pencurian kekayaan intelektual di dunia maya, ketegangan navigasi di Laut Cina Selatan, dan tentang etika penggunaan perangkat elektronik pribadi yang semakin berkurang. Selain penggambaran tentang masa depan peperangan, Ghost Fleet juga memberikan pandangan tentang masa depan intelijen. Novel ini sempat menjadi trending topic setelah ungkapan “2030 Indonesia Bubar” viral di media sosial Indonesia.


4. Brave New War karya John Robb



Buku yang diterbitkan tahun 2007 ini ditulis oleh John Robb, mantan perwira Angkatan Udara yang kemudian menjadi pengusaha di bidang teknologi. Karya-karya John Robb, baik dalam buku Brave New War dan blog pribadinya, merupakan hasil dari pengalaman militer serta bisnis selama bertahun-tahun.

 

Brave New War, seperti yang ditulis di situs automaticballpoint.com, tediri dari tiga bagian: The Future of War is Now, Global Guerrillas, dan How Globalization Will Put an End to Globalization. Bagian pertamanya sebagian besar membahas tentang situasi keamanan saat ini. John Robb juga membahas invasi Amerika ke Iraq serta sejumlah perang lain, seperti Perang Teluk dan Perang Chechnya. Bagian kedua, Global Guerrillas, merupakan bagian yang paling penting dalam buku ini. John Robb bahkan memiliki blog khusus dengan nama yang sama, Global Guerrillas. Sedangkan untuk bagian ketiga, John Robb berkonsentrasi pada kelemahan Amerika Serikat. Dia beranggapan Amerika sedang melemah dan warga negara benar-benar harus mempertimbangkan untuk mulai memikirkan tanggung jawab atas keamanan mereka sendiri.



5. What It Is Like to Go to War karya Karl Marlantes



What It Is Like to Go to War adalah buku nonfiksi tentang pengalaman perang yang banyak menyoroti kurangnya persiapan para tentara muda untuk menghadapi tekanan psikologis dan spiritual yang diakibatkan oleh perang. Seperti dirilis pada groveatlantic.com, sebelum menulis What It Is Like to Go to War, Karl Marlantes sukses dengan buku bertema perang, Matterhorn. Karya Karl Marlantes tersebut menjadi jajaran bestseller di New York Times dengan penjualan lebih dari 250.000 eksemplar.

 

Karl Marlantes pernah dikirim ke Vietnam ketika berusia 23 tahun sebagai komandan dari sekitar 40 orang prajurit. Marlantes sebenarnya merupakan seorang pemuda yang cerdas dan terlatih dengan baik untuk tugas tersebut, tetapi jauh dari persiapan mental untuk hal-hal yang nantinya akan dia alami di medan perang. Selama tiga belas bulan, dia mampu membunuh musuh namun dia juga menyaksikan teman-temannya tewas. Marlantes selamat, tetapi dia kemudian menghabiskan empat puluh tahun terakhir untuk menghadapi trauma dari perang tersebut.

 

Dalam buku What It Is Like to Go to War, Marlantes memberikan pandangan secara mendalam tentang pengalaman yang dia alami selama perang. Dia pun sangat menekankan persiapan mental bagi tentara-tentara muda untuk menghadapi perang. Dalam buku tersebut, Marlantes menceritakan perasaan dihantui oleh wajah seorang prajurit muda Vietnam yang dia bunuh dari jarak dekat. Kemudian dia membahas cara-cara yang digunakan untuk akhirnya berdamai dengan masa lalu tersebut. Marlantes juga menceritakan kontradiksi sehari-hari yang harus dihadapi para pejuang di tengah peperangan, membunuh atau dibunuh. What It Like to Go to War menjadi bacaan bagi para pembaca yang tertarik pada pengalaman penting yang dialami manusia selama perang berlangsung.

 

[Oleh: Fauziah Hafidha]


Baca juga: 4 Buku Paling Banyak dibaca Tahun 2018


Baca juga: 7 Konflik Perang Terbesar di Dunia

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 29NO NEW POSTS
X