fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Dalam sejarah hidup Batman, berpuluh-puluh, bahkan beratus-ratus penjahat telah tercipta. Para penjahat atau musuh terburuk Batman yang jumlahnya sangat banyak tersebut secara bergantian meneror kehidupan masyarakat di kota Gotham dengan berbagai macam tindakan kriminal, seperti perampokan, penghancuran, hingga pembunuhan.

Dengan kehancuran yang selalu menimpa kota Gotham, dan musuh yang datang silih berganti, Bruce Wayne tidak pernah hidup dengan tenang. Bahkan sebagian besar musuhnya tak kalah tenar dibandingkan dengan sang manusia kelelawar sendiri. Dilansir dari forum Comic Vine, sepuluh musuh terburuk Batman adalah Jason Todd, Joker, Ra’s al Ghul, Riddler, Penguin, Two-Face, Superman, Poison Ivy, Mr. Freeze, dan Scarecrow.

 

Mereka muncul di berbagai macam media, mulai dari versi awalnya, yaitu komik, hingga versi adaptasinya di serial televisi hingga film layar lebar. Beberapa di antaranya hadir dalam trilogi film Batman karya Christopher Nolan, trilogi yang sukses dan dipuji-puji oleh para penikmat film di sepenjuru dunia: Batman Begins, The Dark Knight, dan The Dark Knight Returns. Siapa saja mereka? Simak daftar berikut ini:




  1. Ra’s Al Ghul


    Musuh Batman Al Ghul

    Namanya dalam bahasa Arab berarti Kepala Iblis atau The Demon’s Head. Dia dikenal memiliki umur yang sangat panjang (sekitar 700 tahun) dan ahli dalam beragam macam keahlian beladiri. Keahliannya begitu melegenda, hingga tak sedikit pahlawan maupun penjahat super selain Batman, ikut dilatih oleh Al Ghul sendiri.

     

    Al Ghul menganggap umat manusia sebagai kanker yang menggerogoti Bumi, dia memiliki misi untuk melenyapkan sebagian besar manusia untuk menghindari bencana. Al Ghul sempat menginginkan Batman menjadi penerusnya, tapi Batman tidak setuju dengan rencananya untuk melakukan genosida.

    Musuh Batman Liam Neeson

    Ra’s Al Ghul muncul dalam film Batman Begins dan The Dark Knight Rises dengan rencana untuk menghancurkan kota Gotham, kota yang menurutnya bobrok luar dalam. Di dalam kedua film ini, tokoh Ra’s al Ghul diperankan oleh aktor Liam Neeson yang karismatik.

     

    Al Ghul juga adalah pemimpin dari League of Assasins, sebuah organisasi yang menampung para penjahat tenar, dan salah satunya adalah penjahat berikutnya dalam daftar ini.

  2. Bane

    Iya, Bane adalah salah satu anggota League of Assasins. Bane tumbuh besar di dalam sebuah penjara bernama Pena Duro hanya karena alasan yang sepertinya berlebihan. Ayah Bane, yang dikenal sebagai King Snake, buron. Karena tak kunjung mendapatkan sang Ayah, para penegak hukum memutuskan untuk memenjarakan Bane. Tak heran kalau dia kemudian menjadi penjahat, kan!

     

    Selama dipenjara, Bane terus berlatih. Tidak hanya melatih ototnya, Bane juga melatih otaknya dengan membaca buku apa pun yang dapat dia peroleh dalam penjara tersebut. Sudah kuat, cerdas lagi… sungguh perpaduan yang berbahaya dalam diri seorang penjahat.


    Musuh Batman Tom Hardy

    Tapi semua latihan tersebut tak serta merta menjadikan Bane beringas. Sebuah percobaan telah dilakukan di dalam penjara Pena Duro. Dan bukan sembarang percobaan, karena semua orang yang menjadi kelinci percobaan tersebut telah meregang nyawa. Hanya Bane yang mampu bertahan setelah disuntikkan serum mematikan bernama Venom. Serum tersebut terbukti dapat meningkatkan kekuatan fisik Bane, tapi dia harus terus mengonsumsinya setiap 12 jam sekali (melalui serangkaian selang yang terhubung langsung ke kepalanya). Bane lalu melarikan diri dari penjara, dan menghantui kota Gotham. 


    Bane menjadi antagonis utama dalam film The Dark Knight Rises, tokohnya diperankan oleh aktor Tom Hardy. Melihat perawakan Hardy yang kurang tinggi besar, bahkan tidak lebih tinggi daripada Christian Bale yang memerankan Batman, para fans sempat meragukan Hardy. Namun Tom Hardy membuktikan dirinya mampu berakting memerankan Bane dengan luar biasa. Efek khusus dan tambahan sol tiga inci di sepatu botnya juga membantu Hardy terkesan jauh lebih mengintimidasi dari sebenarnya.

     

    Dengan keunggulan fisiknya, Bane menjadi satu-satunya penjahat yang mampu “mematahkan Batman,” dalam artian dia benar-benar mematahkan punggung Batman. Adegan ikonik ini juga dapat dilihat dalam The Dark Knight Rises.

  3. Joker

    Tokoh Joker pertama kali diperkenalkan pada 1940, dan kini menjadi tokoh penjahat terpopuler di seluruh dunia. Joker bertanggung jawab atas beberapa tragedi besar dalam hidup Batman.




    Penampilan luarnya mungkin konyol mirip badut, namun kepribadian Joker sungguh kejam. Dia tidak hanya senang menyiksa secara fisik, tapi juga psikologis. Joker adalah sosiopat yang membunuh orang demi kesenangan semata. Joker menjunjung tinggi anarkisme, motif kejahatannya bukan uang, dia tokoh yang sulit dipahami.


    Musuh Batman Joker Nolanverse

    Dalam trilogi Batman-nya Christopher Nolan, Joker muncul dalam film kedua, The Dark Knight. Di sini, Joker diperankan dengan sangat sukses oleh Heath Ledger, hingga meraih berbagai penghargaan dalam kategori peran pendukung, di antaranya Academy Award dan Golden Globe Award. Sayangnya, sang pemeran tokoh Joker ini tidak dapat menikmati kesuksesannya, karena dia meninggal dunia sebelum The Dark Knight rilis.



  4. Two-Face

    Harvey Dent awalnya adalah seorang Jaksa, dan dia juga merupakan sekutu bagi Batman. Jika Batman dijuluki Dark Knight, Harvey dijuluki White Knight. Harvey akan melakukan berbagai cara untuk menegakkan keadilan dan membersihkan Kota Gotham dari para kriminalis.


    Musuh Batman Two Face

    Dalam versi komik, separuh wajah Harvey Dent rusak karena disiram cairan asam oleh salah seorang mafia di ruang persidangan, sedangkan dalam versi film Nolan, kerusakan wajah Harvey disebabkan oleh luka bakar. Setelah insiden tersebut sifat Harvey beranjak mengalami perubahan. Two-Face yang diperankan oleh aktor Aaron Eckhart muncul dalam film The Dark Knight.

    Musuh Batman Two Face Aaron Eckhart

    Karakter Two-Face sendiri terinspirasi dari karakter sastra klasik berjudul The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde karya Robert Louis Stevenson. Two-Face selalu melemparkan koin miliknya sebelum memutuskan akan berbuat baik atau jahat. Jadi kalau berhadapan dengan Two-Face, berharap saja koin miliknya menghadap ke arah yang benar.

     

    Keterikatan Two-Face dengan koin berasal dari pengalaman masa kecilnya dianiaya oleh ayah sendiri. Ayah Harvey akan melempar koin terlebih dahulu untuk menentukan dia akan memukul anaknya atau tidak. Namun Harvey kecil tidak tahu bahwa koin yang ayahnya gunakan memiliki dua sisi sama, sehingga setiap kalinya Harvey akan tetap dipukul.

  5. Scarecrow

    Nah, kita telah tiba pada penjahat terakhir dalam daftar musuh Batman ini. Kalau sebelumnya kita bertemu dengan jaksa bermuka dua, kini kita akan berjumpa dengan seorang psikiater bernama Dr. Jonathan Crane, yang bekerja di Arkham Asylum.


    Musuh Batman Scarecrow

    Dr. Crane terobsesi untuk menguji coba bagaimana sebuah fobia atau ketakutan itu bekerja. Dia menciptakan semacam gas beracun yang jika dihirup, membuat korbannya berhalusinasi melihat kekakutan terbesarnya. Crane mengenakan topeng dari karung goni yang mencegahnya terpengaruh oleh gas tersebut. Topeng ini membuatnya tampak seperti orang-orangan sawah, karena itulah dia dijuluki Scarecrow.

     

    Crane melakukan berbagai macam tindakan kriminal hanya demi penelitiannya. Dia tidak terobsesi dengan kekayaan, walaupun dia pernah merampok sebuah bank. Uang tersebut dia gunakan hanya untuk penelitian gilanya.

    Scarecrow atau Dr. Crane muncul dalam ketiga film Nolan: Batman Begins, The Dark Knight, dan The Dark Knight Returns, diperankan oleh aktor Cillian Murphy.

    Musuh Batman Scarecrow Cillian Murphy

    Nah, dengan beragam jenis kegilaan dan obsesi para penjahat ini masing-masing, yang mana menurutmu penjahat paling menakutkan?



    [Oleh: Lathifah Thifa]



    Baca juga: Justice League, Tim Superhero Bergengsi dari DC, Siapa Saja Anggotanya? 

    Baca juga: 8 Teknologi Andalan Batman, Nomor 3 Keren Banget!

    Baca juga: 8 Fakta Bruce Wayne yang Perlu Kamu Tahu


0

Artikel, Tak Berkategori

Berbicara merupakan hal yang mudah. Namun, berhasil menginspirasi dan memotivasi orang lain saat kita berbicara, sudah pasti merupakan kemampuan berharga yang tidak dimiliki semua orang. Menginspirasi orang bukan sekadar perkara merangkai kata-kata mutiara.

Motivator, yang merupakan sebutan bagi seseorang yang bekerja untuk sebagai pembicara inspirasional, menggunakan pengetahuan dan pengalaman hidup mereka untuk berbicara kepada orang-orang untuk mendorong mereka melakukan sebuah perubahan dalam hidup.

Untuk itu, motivator terkenal ini datang dari berbagai macam bidang, sebagaimana banyaknya pengalaman yang bisa mengubah hidup seseorang. Mereka bisa merupakan seorang ahli dalam sebuah bidang, atau seseorang yang pernah mengalami hal yang besar seperti sembuh dari penyakit parah, hingga memiliki cacat tubuh permanen.

Tidak jarang orang mencapai titik kelam dalam hidup dan menjadi putus asa. Dalam kondisi demikian, orang cenderung lebih susah menerima saran seseorang begitu saja untuk memulai sebuah perubahan. Begitu pula yang sempat dialami oleh Feni Rose, salah satu presenter terkemuka di Indonesia.

Dalam buku terbarunya berjudul The Secret of Nekat Presenter, Feni Rose mengungkap bahwa seseorang yang sempat berputus asa dalam hidup pasti bisa bangkit lagi dengan lebih spektakuler. Feni juga mengaku sempat berputus asa saat melihat kelebihan orang lain, namun dengan mengetahui kemampuan diri, rasa putus asa itu perlahan hilang.

Memotivasi orang memang membutuhkan pemahaman yang mendalam mengenai sebuah masalah, terutama dalam memahami pola pikir manusia dalam menghadapi masalah tersebut, kemudian memberikan sudut pandang baru yang dapat mendorong seseorang untuk menjadi lebih baik.

Kata-kata seseorang bisa menjadi senjata yang hebat, namun tentunya Anda membutuhkan sikap yang optimistis sehingga orang ikut teryakinkan atas apa yang Anda bicarakan. Semua itu tentunya bukanlah pekerjaan yang mudah.


Lantas, apabila menjadi motivator itu tidak mudah, tidakkah anda penasaran siapa saja orang-orang yang berhasil menjalankan pekerjaan hebat ini? Berikut adalah tujuh motivator terkenal di dunia:

  1. Eric Thomas


    Eric-Thomas

    Eric lahir dan dibesarkan di Detroit, Amerika Serikat. Pada umurnya yang ke 16 tahun, kehidupan memaksanya untuk menjadi tunawisma dan tinggal di jalanan. Namun, kehidupan yang keras tersebut tidak membuatnya putus asa, ia justru bertekad untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik, menjadi seseorang yang bisa dibanggakan.


    Salah satu kutipan motivational miliknya yang terkenal adalah: When you want to succeed as bad as you want to breathe, then you’ll be successful. Ia percaya bahwa menjadi sukses berawal dari tekad yang kuat. Tekad tersebutlah yang akan menguatkanmu dalam meraih cita-cita. Hal tersebut terbukti dengan pengalaman hidupnya menjadi tunawisma tidak menghentikannya meraih kesuksesan.

    Sekarang, Eric, atau yang akrab disebut E.T, telah dinobatkan menjadi motivator nomor satu di dunia. Salah satu videonya yang berjudul, Thanks God it’s Monday, telah menjadi sebuah video legendaris yang sangat dikenal di berbagai kalangan. Ia juga terlah berhasil merilis buku motivasi yang kemudian terjual jutaan kopi, menjadikannya sebagai orang yang berkecukupan.

  2. Tony Robbins


    Tony-Robbins

    Masa kecil yang kelam dan penuh kekerasan tidak menjadikan Tony Robbins seseorang yang pesimistis dalam hidup. Ia pergi dari rumah sejak umur 17 tahun dan mulai mencari peruntungannya sendiri.


    Tony memulai kariernya dalam dunia motivasi, ia bekerja mempromosikan motivator lainnya, Jim Rohn. Ia kemudian memutuskan untuk mengadakan seminarnya sendiri dan bertekad untuk menginspirasi orang-orang dengan kata-katanya. Sepanjang kariernya, ia berhasil menyelenggarakan berbagai seminar motivasi dan merilis buku yang dibaca banyak orang.


    Dalam prosesnya, kata-katanya banyak dikutip berbagai macam kalangan sebagai inspirasi dalam hidup mereka. Salah satu ucapannya yang terkenal adalah:

    “Salah satu alasan mengapa sangat sedikit dari kita yang berhasil meraih kesuksesan adalah karena kita tidak pernah mengarahkan fokus kita, kita tidak pernah berkonsentrasi kepada kelebihan kita. Kebanyakan orang banyak berbuat iseng dan sekadar mencoba-coba dalam hidup mereka, tanpa pernah mencoba untuk menguasai satu bidang secara menyeluruh.”



  3. Les Brown


    Les-Brown

    Dilahirkan pada 17 Februari 1945, Les Brown kemudian diadopsi oleh Mamie Brown sebelum akhirnya dinyatakan sebagai anak yang memiliki keterbelakangan mental ketika memulai pendidikannya saat kecil.

    Pada mulanya, hal tersebut membuatnya tidak percaya diri. Namun, orang-orang di sekitarnya selalu mendukungnya untuk terus belajar dan tidak pernah menyerah hingga mendorongnya mencapai potensi terbesar dirinya.


    Setelah berhasil mengatasi ketakutan terbesarnya dan membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi orang sukses, Les kemudian menjadi motivator yang sangat terkenal melalui video-videonya di YouTube. Pidatonya sangat dalam dan menyentuh, mendorong orang-orang untuk terus berusaha mencapai potensi mereka.

    Ia berkata: “Ketika hidup mendorongmu jatuh, belajarlah untuk jatuh dengan punggungmu. Karena ketika kau bisa melihat ke atas, maka kau akan bisa bangun lagi. Biarkan tekadmu menjadi alasanmu untuk bangun lagi.”


  4. Jim Rohn

    Jim-Rohn


    Jim Rohn dilahirkan pada 17 September 1930 di Yakima, Washington DC, dan meninggal pada 5 Desember 2009. Sebelumnya, ia merupakan seorang entrepreneur terkemuka dan sempat menjadi CEO dari salah satu perusahaan terkemuka, Nutri-Bio.

    Kesuksesanmembuatnya mendapatkan berbagai macam undangan menjadi seorang pembicara, untuk berbagi kisah suksesnya menjalankan bisnis. Ia merupakan seorang pebisnis yang bijak dan berhasil meraih banyak hati audiensdengan kebijakan yang ia pelajari seumur hidupnya.


    Salah satu ucapannya yang terkenal adalah: “Ketika kau tidak mendesain kehidupanmu sendiri, kemungkinan besar kau akan jatuh ke dalam rencana orang lain. Coba tebak apa yang mereka rencanakan untukmu? Nyaris tidak ada.”

  5. Arnold Schwarzenegger


    Siapa yang tidak mengenal Arnold Schwarzenegger? Ia merupakan seorang bintang film terkemuka dari Amerika Serikat dan juga atlet bodybuilder yang tersohor. Lahir dan dibesarkan di Austria, ia bergabung dengan ketentaraan negaranya pada umur 18 tahun. Ketika masa itu, ia rajin melatih ototnya ketika rekan-rekannya tengah tertidur karena kelelahan.

    Kedisiplinannya membuat ia meraih kemenangan di Junior Mr. Europe Contest. Ia kemudian menjadi inspirasi bagi para bodybuilder di dunia, dengan ucapan terkenalnya: “Untukku, hidup berarti terus menerus merasa lapar. Arti dari hidup itu sendiri bukan sekadar untuk ‘ada’ atau untuk bertahan, tetapi untuk berjalan maju, terus melangkah naik, dan menaklukan semua tantangan.”


  6. Zig Ziglar


    Dilahirkan di Alabama pada 6 November 1926, Zig Ziglar kemudian meninggal pada 28 November 2012. Dalam hidupnya, ia telah melewati berbagai lika-liku sebelum akhirnya menjadi salah satu motivator terkenal di dunia.

    Dibesarkan bersama 11 saudara di keluarganya, ia harus menghadapi pengalaman pahit ketika ayahnya meninggal di usianya yang genap 5 tahun, diikuti dengan kematian saudara perempuannya dua hari kemudian.

    Ia merupakan seorang tentara yang berkontribusi dalam perang dunia ke dua sebelum bekerja menjadi sales. Namun kerja kerasnya mengantarkannya ke posisi Vice President di perusahaan Automotive Performance.


    Kesuksesannya menginspirasinya menuliskan salah satu bukunya yang terkenal: See You at The Top, yang merupakan buku pertama dari setidaknya 15 lebih buku yang ia tuliskan sepanjang karirnya.

    Ada banyak kebijaksanaan yang ia bagikan selama hidupnya, membuatnya menjadi salah satu motivator terbaik di dunia. Zigler percaya bahwa kita diciptakan untuk sebuah pencapaian, didesain untuk kesuksesan, dan dibekali dengan benih dari sebuah kebesaran.


  7. Wayne Dyer

    Dyer dilahirkan pada 10 Mei 1940 dan menghabiskan sebagian besar masa kecilnya dalam panti asuhan. Ia bergabung dengan ketentaraan Amerika sebelum akhirnya mendapatkan gelar dalam bidang konseling, yang mendorongnya mengejar karier yang membuatnya menjadi terkenal hingga saat ini.

    Buku pertamanya yang ia tulis terjual hingga 35 juta kopi dan membuatnya melanjutkan kariernya dengan mengadakan tur dan juga menerbitkan video motivasi. Ia mengajarkan kepada banyak orang bahwa passion atau sesuatu yang kita cintai, adalah sebuah perasaan yang mengajarkan kita tentang kebenaran yang harus dilakukan.

    Perkataan orang lain tidak penting. Perasaan demikian sangat menyenangkan dan tidak seharusnya diacuhkan. Ia berkata, ia akan mengikuti perasaan bahagia itu dan berlaku sebagai cerminan dari sensasi membahagiakan tersebut.


  8. Oprah Winfrey

    Wanita kelahiran Kosciusko, Mississippi, Amerika Serikat ini diberi nama Oprah Gail Winfrey. Oprah kecil harus tinggal bersama neneknya yang cukup keras, Hattie Mae di sebuah peternakan selama enam tahun karena orang tuanya bercerai. Tinggal di peternakan bersama neneknya bukanlah kehidupan yang bisa dibilang berkecukupan, bahkan bisa dibilang sangat miskin.


    Oprah juga sempat tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Saat-saat itu Oprah masih diselimuti oleh kemiskinan yang harus ia lalui hingga pada usia 9 tahun, Oprah mengalami kejadian tragis, yakni pelecehan seksual yang dilakukan oleh saudara sepupu bersama teman-temannya.

    Pada saat Oprah berusia 14 tahun pun ia terpaksa harus mengundang seorang bayi. Namun, bayinya tersebut tidak bisa bertahan setelah dilahirkan dan meninggal saat berusia 2 minggu. Setelah melalui saat-saat sulit, Oprah mengalami keterpurukan, sifat Oprah menjadi negatif dan nilai-nilai di sekolah pun menurun drastis.

    Namun perlahan Oprah pun bangkit hingga mendapat sejumlah prestasi gemilang. Sejak berusia 17 tahun, ia sudah menjajaki karir sebagai seorang penyiar berita dan karirnya pun kian menanjak hingga saat ini. Bahkan, Oprah sempat didaulat menjadi salah satu wanita paling berpengaruh di dunia.





[Oleh: Azalea Inestiady]


Baca juga: 7 Blog Penulis Keren yang Bisa Dikunjungi Saat Butuh Inspirasi

0

Artikel

Siapa sih yang tidak kenal Batman? Superhero pembasmi kejahatan di kota Gotham dengan penampilan serba hitam. Seperti superhero pada umumnya, Batman juga mempunyai identitas asli yaitu Bruce Wayne, seorang miliarder pemilik perusahaan Wayne Enterprises.

Dari kecil, Bruce Wayne merupakan yatim piatu karena kedua orangtuanya dibunuh dalam peristiwa perampokan di kota Gotham. Di balik topeng Batman-nya, Bruce Wayne mempunyai fakta-fakta yang belum diketahui orang banyak. Terlepas dari sisi pahlawannya, Bruce Wayne mempunyai karakter yang menarik, dan berikut ini adalah faktanya.

  1. Asal usul nama Bruce Wayne

    Pencipta karakter Batman alias Bruce Wayne, yakni Bob Kane dan Bill Finger, mengambil nama Bruce Wayne dari dua tokoh sejarah ikonik. Bruce merupakan nama dari prajurit Skonlandia, King Bruce I of Scotland yang memimpin perang untuk kemerdekaan Skolandia. Dan nama belakang Wayne juga diambil dari tokoh sejarah yakni Brigadir Jenderal Anthony Wayne yang merupakan pahlawan perang revolusioner Amerika.


    Asal usul nama Bruce Wayne

    Sedangkan di dalam cerita, orangtua Bruce Wayne, Thomas dan Martha Wayne, memberikan nama Bruce Wayne seperti nama keponakan mereka, Bruce N. Wayne yang juga seorang detektif. Rupanya orangtua Bruce berharap kelak anaknya menjadi seorang penegak keadilan seperti halnya keponakan mereka yang seorang detektif.

    Di dalam komik, Bruce N. Wayne tinggal di Wayne Manor ketika menolong Kepolisian kota Gotham. Keahliannya analisisnya yang mumpuni dan intuisinya yang tajam sebagai detektif membuatnya menduga bahwa Bruce Wayne adalah Sang Batman.


  2. Bruce memulai pelatihan dari umur 14 tahun

    Tidak seperti para superhero DC yang mempunyai kekuatan super, Bruce Wayne menjadi seorang Batman dengan usaha keras dari pelatihannya yang memakan waktu dan biaya yang banyak. Bruce Wayne telah menjalani pelatihan mulai dari umur 14 tahun.


    Selama pelatihan dia mempelajari kriminologi, kimia, martial arts, dan forensik yang kesemua ilmunya itu berguna ketika dirinya menjadi Batman. Dia menekan dirinya selama pelatihan baik secara fisik dan mental, dengan tujuan untuk membuat dirinya menjadi tangguh seperti superhero yang kita cintai sekarang.


  3. Bruce Wayne menguasai 40 bahasa


    Bruce Wayne Batman
    Bruce Wayne tidak hanya menempa fisik dan tubuhnya saja, namun juga mengasah intelegensianya. Buktinya Bruce Wayne menguasai 40 bahasa. Di antaranya adalah bahasa Spanyol, Italia, Rusia, dan bahasa lainnya yang umum. Selain itu dia juga menguasai bahasa pemrograman komputer yang dipelajarinya ketika pelatihan. Hal itu berguna untuk menciptakan teknologi yang mendukung aksi Batman.

  4. Bruce Wayne punya kakak laki-laki

    Owlman Thomas Wayne


    Kisah keluarga Bruce Wayne merupakan kisah yang tragis, karena kedua orangtuanya dibunuh oleh perampok. Tapi tahukah kamu bahwa Bruce Wayne mempunyai seorang kakak laki-laki? Bahkan Bruce Wayne sendiri juga tidak tahu bahwa dia mempunyai kakak laki-laki.

    Kakak laki-lakinya bernama Thomas Wayne Jr. dan usianya 3 tahun lebih tua daripada Bruce Wayne. Thomas mengalami kecelakaan sewaktu kecil yang menyebabkan kerusakan pada otaknya sehingga menggangu stabilitas mentalnya dan menjadikannya individu yang berbahaya. Tak punya pilihan, suami istri Wayne memasukannya ke rumah sakit jiwa Willowood dan mengubah nama belakangnya menjadi Willowood.

    Secara tidak sengaja, Thomas melarikan diri dari rumah sakit dan menjadi seorang pembunuh bernama Boomerang Killer. Meskipun menjadi pembunuh kejam, di akhir hidupnya dia menyelamatkan adiknya, Bruce.


  5. Makanan kesukaan Bruce adalah sup mulligatawny


    Makanan kesukaan Batman


    Menjadi seorang miliarder, memilih makanan semahal apapun tidak masalah untuk Bruce Wayne. Akan tetapi, makanan favorit Bruce bukanlah daging steak sapi mahal, melainkan sup mulligatawny. Buat yang belum tahu, sup mulligatawny adalah sup yang dibuat dengan daging, sayuran, nasi, dan bumbu kari.

    Tak hanya sup mulligatawny, makanan favorit lainnya adalah sup french onion. Hal ini dibuktikan pada episode Vendetta dalam Batman the Animated Series. Alfred, asisten rumah tangga Bruce, mengatakan bahwa sup french onion adalah kesukaannya. Sup french onion terbuat dari karamelisasi sup bawang dengan daging dan sherry.


  6. Bruce Wayne fobia akan kelelawar


    Fobia Batman


    Bruce Wayne, Sang Batman memiliki berbagai peralatan canggih yang memiliki bentuk menyerupai kelelawar, mulai dari mobilnya yang disebut Batmobile, hingga markasnya yang bernama Batcave. Namun sesungguhnya bentuk kelelawar yang diambil oleh Bruce Wayne bukanlah sebuah tindakan dari kesukaannya terhadap kelelawar, melainkan karena Bruce Wayne fobia terhadap kelelawar.

    Alasan di balik ketakutan Bruce Wayne terhadap kelelawar dapat dilihat dalam film Batman Begins. Dalam film tersebut, ada adegan Bruce kecil jatuh ke dalam sumur yang penuh dengan kelelawar. Lalu saat di opera, dia ketakutan ketika melihat ada orang berpenampilan seperti kelelawar. Hal ini menunjukkan bahwa seorang pahlawan juga memiliki rasa takut akan sesuatu dan berusaha untuk melawan rasa takutnya.


  7. Ayah Bruce Wayne dan Ayah Clark Kent berhubungan


    Batman dan Superman


    Bruce Wayne alias Batman dan Clark Kent alias Superman mempunyai hubungan yang rumit seperti yang digambarkan pada film Batman v Superman Dawn of Justice. Keduanya saling berkelahi dan menjatuhkan sama lainnya. Padahal jauh sebelum itu, kedua ayah mereka yaitu Thomas Wayne dan ayah kandung Clark Kent dari Planet Krypton saling berkomunikasi.

    Di dalam serial komik Superman/Batman, ayah Superman melakukan komunikasi dengan ayah Bruce dan akhirnya memutuskan untuk mengirim Superman ke bumi. Ayah Bruce menggunakan kesempatan ini dan menggunakan teknologi dari Krypton untuk membantu Wayne Enterprises dan menghindari bangkrut. Fakta bahwa kedua orangtua Bruce dan Clark sempat berkomunikasi satu sama lainnya tidak diketahui oleh kedua anaknya.



  8. Bruce Wayne adalah pemilik The Daily Planet

Bruce Wayne pemilik The Daily Planet

Semua orang mengetahui bahwa Bruce Wayne merupakan ahli waris dari Wayne Enterprises dan menjadikannya miliarder muda di kota Gotham. Berbeda dengan Superman alias Clark Kentyang merupakan seorang wartawan dan mempunyai orang tua angkat yang mengurusi ladang. Secara kelas sosial, keduanya berada dalam kelas yang berbeda.

Dalam film Batman v Superman: Dawn of Justice, diceritakan bahwa Clark, seorang wartawan The Daily Planet, ingin mengungkap rahasia bahwa Batman adalah Bruce Wayne. Namun sesungguhnya, The Daily Planet merupakan anak perusahaan dari Wayne Entertprises. Jadi secara tidak langsung, The Daily Planet merupakan milik Bruce Wayne dan Clark Kent akan membongkar rahasia dari pemiliknya sendiri.



Nah itu dia 8 fakta tentang Bruce Wayne yang jarang diketahui. Untuk kamu yang masih ingin tahu fakta-fakta menarik lainnya tentang Bruce Wayne khususnya sewaktu masa remaja, kamu bisa dapatkan beragam infonya di novel Batman: Nightwalker karya Marie Lu.

Di novel ini kamu bisa tahu bagaimana kisah dan sepak terjang Bruce Wayne muda sebelum menjadi Batman. Siapa tahu kamu bisa mendapatkan fakta menarik seputar Bruce Wayne ketika remaja.





[Oleh: Fifi Feby Yanti]

Baca juga: DC Icons: Masa Muda Tokoh Ikonik DC

Baca juga: 8 Teknologi Andalan Batman


0

Artikel

Wawancara penulis Leigh Bardugo dan Marie Lu

Dalam rangka memperluas audiens, karakter para superhero, dan kisah mereka, DC Comics berinisiatif untuk merambah dunia Young Adult (YA) dengan merilis serial novel DC Icons. Mereka menggandeng beberapa penulis YA papan atas untuk menciptakan kisah-kisah baru tentang masa muda para superhero DC.

Novel pertama dalam serial DC Icons adalah tentang Diana sang Wonder Woman. Bertajuk Wonder Woman: Warbringer, novel garapan Leigh Bardugo ini mengisahkan Diana muda yang tinggal di Pulau Themyscira bersama Kaum Amazon. Kemampuan Diana belum teruji dalam perang, sehingga dia sering dipandang sebelah mata oleh beberapa Amazon.

Untuk membuktikan diri, Diana pergi ke dunia manusia untuk menghentikan kebangkitan seorang warbringer atau pencetus perang yang diramalkan akan memporakporandakan dunia. Diana yang sebelumnya tak pernah meninggalkan Pulau Themyscira, terbengong-bengong di tengah hiruk pikuk Kota New York. Rasanya lucu jika dibayangkan.


Leigh Bardugo
Tentu saja, Wonder Woman: Warbringer juga sarat aksi menegangkan. Diana dan Alia sang warbringer harus berhadapan dengan para pembunuh bayaran, tentara militer, hingga Dewa Dewi keji yang ingin menyaksikan pertumpahan darah di kalangan umat manusia.

Leigh dengan lihai menjalin kisah Diana, dan juga memasukkan unsur-unsur mitologi Yunani ke dalamnya. Bagaimana cara Leigh menyajikan pesona seorang Wonder Woman ke dalam bentuk novel? Mari simak wawancara berikut ini.


Apa yang membuatmu tertarik terhadap gagasan menulis Wonder Woman dalam format novel, bukannya komik?

Bukan masalah menarik atau tidak. Random House menghubungiku dan mengajukan proposal serial novel YA tentang tokoh-tokoh superhero ini, dan peluang untuk menulis kisah Diana yang berusia 17 tahun sangat sayang untuk dilepaskan.

Aku terbiasa membangun dunia dan karakter dalam bentuk prosa, tapi aku banyak membaca komik, dan aku senang jika Warbringer diadaptasi ke dalam format komik.

Wonder Woman: Warbringer mengangkat mitologi Yunani, dengan tokoh Alia yang disebutkan sebagai keturunan Helen of Troy. Dari mana inspirasinya datang?

Kisah tentang Helen sesungguhnya jauh lebih luas daripada yang selama ini kita tahu. Dia punya kehidupan sebelum dan sesudah menjadi Helen of Troy. Aku menemukan informasi tentang sekte yang dibentuk untuk memuja dia di Sparta Kuno, dan salah satu versi kisah kelahirannya menyebutkan bahwa ibu Helen bukanlah Leda, melainkan Nemesis, Dewi Pembalasan.

Jadi bagaimana jika kekuatan Helen tidak ada hubungannya dengan kecantikan, melainkan kemampuan untuk memancing konflik—suatu kekuatan yang tidak dapat dia kendalikan, kekuatan yang dia wariskan kepada para keturunannya? Aku melakukan riset lebih dalam dan mulai menulis.


Leigh Bardugo

Novel ini juga mengangkat tema pencarian jati diri; Diana berusaha membuktikan dirinya sebagai salah satu Kaum Amazon, dan Alia melarikan diri dari identitasnya sebagai warbringer. Bagaimana menurutmu tentang ini?

Diana dibesarkan dengan nilai-nilai spesifik mengenai heroisme dan kekuatan. Nilai-nilai ini dikonfrontasi oleh persahabatannya dengan Alia, yang menunjukkan kekuatan dan keberanian dalam cara berbeda. Alia dibesarkan untuk selalu waspada terhadap dunia, namun dalam diri Diana dia menemukan cara hidup yang tak kenal takut.

Keduanya harus menentukan ingin jadi seperti apa mereka—terlepas dari nilai-nilai yang selama ini mereka anut. Aku ingin kisahnya fokus pada persahabatan mereka.

Tema keluarga juga menjadi tema penting dalam kisah ini; hubungan Diana dengan ibunya dan Kaum Amazon, serta hubungan Alia dengan kakak lelakinya. Mengapa tema keluarga menjadi sangat penting, terutama bagi tokoh Wonder Woman?

Kisah Diana selalu mengedepankan kekuatan dan nilai-nilai Kaum Amazon, juga keinginan Diana untuk meninggalkan mereka dan pergi ke dunia manusia. Kita semua mengalami ini ketika beranjak dewasa; terkadang kita harus menolak asal muasal kita, terkadang kita harus merengkuhnya.

Namun kita belum benar-benar memahami jati diri kita dan makna keluarga bagi kita, sebelum kita menjauhkan diri dari mereka.

Wonder Woman: Warbringer adalah novel DC Icons yang pertama dirilis. Apa tujuannya, dan bagaimana rasanya menjadi yang pertama?

Kurasa tujuannya adalah untuk menarik minat para fans superhero ini untuk membaca novel, juga untuk mengenalkan para pembaca muda pada tokoh-tokoh yang mungkin selama ini hanya mereka kenal sedikit dari film layar lebar dan film kartun.

Aku tidak keberatan jadi objek percobaan DC Icons. Aku suka tokoh-tokoh superhero ini dan rasanya menyenangkan melihat mereka memasuki ranah YA.

Terkadang kita lupa bahwa eksistensi Wonder Woman tak kalah panjangnya dengan eksistensi Batman atau Superman. Menurutmu, apa daya tarik Wonder Woman hingga bisa bertahan selama puluhan tahun?

Lucunya, seseorang bertanya padaku apakah Wonder Woman ada komiknya! Ternyata orang-orang yang belum pernah membaca komiknya atau menonton filmnya, kenal siapa dia dan nilai-nilai yang dia cerminkan: kekuatan dan welas asih.

Kombinasi ini sangat luar biasa, dan kupikir kebaikan hatinyalah yang membuat kita selalu menyukai tokoh Wonder Woman.


Wonder Woman

Apa kau sudah menonton film Wonder Woman? Bagian mana yang menjadi favoritmu?

Favoritku mungkin di bagian No Man’s Land. Bagian itu terlihat hebat, dan rasanya mendebarkan melihat sosok seorang wanita di tengah-tengah adegan slow motion yang heroik. Kuharap di film berikutnya kita dapat kembali mengunjungi Pulau Themyscira.

Aku ingin melihat lebih banyak adegan yang melibatkan Phillipus dan kaum Amazon lainnya, dan kudengar kabarnya, entah bagaimana Antiope juga akan muncul lagi.


Marie Lu


Novel kedua dalam serial DC Icons berjudul Batman: Nightwalker, mengisahkan tentang Bruce Wayne sebelum dia menjadi Batman. Marie Lu menuliskan kisah yang menarik mengenai sepak terjang Bruce muda yang baru saja mewarisi kekayaan keluarga Wayne, sekaligus menjadi pimpinan Wayne Enterprises.

Tak lama setelah perayaan ulang tahunnya, Bruce Wayne dihukum melakukan pelayanan masyarakat di Arkham Asylum gara-gara dia melanggar perintah polisi dan ikut campur dalam pengejaran kelompok kriminalis bernama Nightwalker yang meneror Kota Gotham.

Para fans Batman pasti sudah tidak asing dengan nama Arkham Asylum, yang merupakan penjara bagi para penjahat paling sinting dan berbahaya Kota Gotham. Di tempat inilah, Bruce bertemu dengan Madeleine Wallace, salah satu tahanan, yang diduga sebagai anggota penting dalam gerombolan Nightwalker.

Para Nightwalker merampok dan membunuh satu per satu kalangan elite Kota Gotham. Dan Madeleine bilang, target mereka berikutnya adalah Bruce.


Alfred dan Lucius Fox dalam film Batman Begins
Di dalam Batman: Nightwalker, para fans Batman juga akan dihibur dengan kehadiran tokoh-tokoh yang sudah familier, seperti Alfred (pengurus rumah tangga Keluarga Wayne, sekaligus wali Bruce), Lucius Fox (pakar teknologi di Wayne Enterprises), dan Harvey Dent (sahabat Bruce yang nantinya akan menjadi salah satu musuh Batman).

Dalam wawancara berikut ini, Marie Lu menjelaskan apa yang mengilhami dia menciptakan tokoh Madeleine, serta bagaimana perasaannya saat menulis kisah Bruce Wayne muda.

Hai, Marie! Sebagai penulis, aspek apa yang bagimu menarik dari kisah Bruce Wayne muda? Apa yang ingin kau eksplorasi dari karakter Bruce Wayne sendiri?

Batman adalah tokoh yang telah banyak dieksplorasi, sedangkan Bruce Wayne belum. Selain dalam serial televisi Gotham, masa muda Batman belum banyak dibahas. Bagaimana rasanya menjadi anak yatim piatu kaya raya dalam menghadapi berbagai tantangan untuk menjadi dewasa?

Aku ingin memahami hal-hal apa yang dianggap penting oleh Bruce Wayne muda, dan bagaimana dia menemukan landasan untuk kemudian menjadi seorang pahlawan pembela keadilan.


Salah satu sifat Bruce yang menarik adalah caranya mengelompokkan orang-orang ke dalam kategori-kategori spesifik berdasarkan kepribadian dan keunikan mereka. Menurutmu, bagaimana peran sifat ini dalam diri Bruce sebagai seorang detektif pemula?

Menurutku, bagian dari proses memecahkan suatu teka-teki adalah berusaha menemukan pola-pola, kemudian menemukan satu bagian yang menonjol. Jadi, aku membayangkan seorang detektif pemula sebagai seseorang yang selalu mengelompokkan berbagai hal: orang, tempat, skenario, dan lain-lain.

Bagiku, ini juga sesuatu yang secara logika akan dilakukan oleh seorang remaja untuk menemukan jati dirinya dan menentukan siapa saja yang bisa dia percayai. Aku juga melakukannya!

 

Madeleine adalah tokoh yang sangat unik; dia dapat memahami Bruce, tapi juga merasa Bruce itu menarik dan membingungkan. Madeleine sepertinya memiliki aura seperti Hannibal Lecter. Bagaimana caramu menciptakan tokoh ini?

Ya, Hannibal. Tepat sekali! Aku memang menginginkan dia memiliki aura seperti Hannibal Lecter (tapi tanpa kanibalismenya). Di novel ini, Bruce sedang berada dalam usia yang amat mudah dipengaruhi, jadi aku ingin agar cara pandang dan moralnya yang masih berubah-ubah ditantang oleh seseorang yang sanggup dengan mudah berhadapan dengannya.

Bisa dibilang, Madeleine memberikan pelatihan detektif pertama bagi Bruce, dan aku ingin Madeleine memberikan pengaruh kuat terhadap Bruce. Aku suka pada tokoh-tokoh perempuan yang karakternya berada di area abu-abu.

 

Ini novel kedua dalam serial DC Icons, setelah Wonder Woman: Warbringer. Bagaimana perasaanmu sebagai penulis kisah Bruce Wayne muda?

Aku merasa terintimidasi… dan merasa terhormat! Leigh Bardugo adalah salah satu penulis favoritku, dan dia menuliskan kisah Diana dengan sangat baik dalam Wonder Woman: Warbringer.

Aku tidak yakin telah mencapai standar kualitas yang dia buat dengan debut DC Icons-nya, tapi berada dalam serial yang sama dengannya saja sudah merupakan suatu kehormatan buatku.



Setelah membaca kedua wawancara di atas, apakah kamu menjadi semakin penasaran dengan kisah Wonder Woman dan Batman muda? Jika kamu sudah membaca komik-komiknya, dan sudah menonton film-filmnya, rasanya kurang lengkap sebelum membaca juga novel-novelnya.

Sebagai catatan tambahan, setelah Wonder Woman: Warbringer dan Batman: Nightwalker, ada dua novel lagi yang akan menyusul terbit dalam serial DC Icons. Kedua novel itu adalah Catwoman: Soulstealer yang ditulis oleh Sarah J. Maas dan Superman: Dawnbreaker yang ditulis oleh Matt de la Pena.





Diterjemahkan dan disadur oleh: Dy

Dari artikel:

Exclusive Interview with Wonder Woman: Warbringer author Leigh Bardugo

Exclusive Interview with Batman: Nightwalker author Marie Lu


Baca juga: DC Icons: Masa Muda Tokoh Ikonik DC

Baca juga: 7 Fakta Marie Lu, Rising Star di Genre Fantasi 

 

0

Artikel

Bagi para penikmat novel fantasi, mungkin nama Marie Lu sudah tidak asing lagi. Penulis cantik kelahiran Beijing ini secara aktif menerbitkan novel setiap tahunnya. Tidak tanggung-tanggung, novel-novel tersebut laris manis dan selalu menduduki jajaran New York Times Best Seller.

Karya-karya Marie Lu juga menerima berbagai penghargaan loh. Legend memenangi Missouri Truman Readers Award pada 2014 dan Rebecca Caudill Young Readers’ Book Award pada 2015. The Young Elites mendapatkan nominasi Goodreads Choice Award for Young Adult Fantasy & Science Fiction pada 2014 dan Pennsylvania Young Readers’ Choice Award for Young Adults pada 2016.

Novel terbarunya Warcross mendapat nominasi Goodreads Choice Award for Young Adult Fantasy & Science Fiction pada 2017. Wah sepertinya karya Marie Lu sudah jaminan mutu ya.

marie lu
Tetapi, walau rajin membaca novelnya, sejauh mana kalian mengenal Marie Lu? Nah, agar semakin akrab, simak deh 7 Fakta Marie Lu berikut  ini.


  1. Mengalami Momen Bersejarah Tiananmen Square Massacre

    Ketika para balita seusianya mengalami masa bahagia dengan bermain boneka atau mobil-mobilan, di usia 5 tahun Marie Lu harus menjadi saksi hidup aksi Pembantaian di Lapangan Tiananmen – Beijing. Konon aksi demonstrasi besar-besaran ini memakan jumlah korban antara 180 sampai 10.454 orang. Dilansir dari gradesaver.com, saat itu Marie Lu kecil harus menyaksikan bagaimana para tentara dan tank mempersiapkan diri untuk menghadapi para demonstran.

    Tiananmen Square Massacre

    Wow, pengalaman masa kecil yang mencekam, ya. Mungkin karena inilah Marie Lu bisa begitu detail mendeskripsikan setiap aksi revolusi atau peperangan di trilogi Legend


  2. Mahir Menggambar

    Para penggemar Marie Lu dan followers setia Instagram-nya kerap disuguhi sosok tokoh-tokoh kesayangan dari novel-novelnya yang ditampilkan dalam bentuk 2 dimensi. Gambar-gambar yang dibuat sendiri oleh Marie Lu itu harus diacungi jempol, sangat bagus!

    Instagram Marie Lu

    Selain melalui Instagram, Marie Lu juga mengunggah gambarnya melalui portal Pinterest dengan nama akun mreefish. Di akun tersebut, Marie Lu juga menampilkan berbagai fancast tokoh-tokoh di dalam novelnya.


  3. Magang di Disney Interactive Studios

    Saat remaja, Marie Lu bersekolah di University of Southern California. Walaupun sibuk dengan dunia kampus, sepertinya Marie Lu enggan menyia-nyiakan waktunya yang berharga. Didukung dengan kemampuan menggambar yang mumpuni, Marie Lu pun ikut program magang di salah satu perusahaan terbesar di Dunia, yakni Disney Interactive Studios. 

    Disney Interactive Studios

  4. Bekerja sebagai Art Designer di Industri Video Game

    Selain menjadi anak magang di kantor Disney, Marie Lu pun bekerja sebagai Art Designer di Industri Video Game selepas lulus kuliah. Pekerjaan ini sesuai dengan salah satu hobinya, yaitu bermain games. Hal ini juga yang nantinya menjadi inspirasi Marie Lu untuk menulis Warcross yang bertemakan Science Fiction dan Virtual Reality.

    Marie Lu


    Namun, karena ingin fokus menulis dan menerbitkan Legend, Marie Lu pun memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan menjadi penulis purnawaktu. Tapi jangan salah, main games tetap menjadi hobinya hingga saat ini!


  5. Bersahabat dengan Tahereh Mafi

    Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa para penulis di Amerika sering sekali berinteraksi dan saling mendukung satu sama lain. Demikian pula halnya Marie Lu dan Tahereh Mafi, penulis serial Shatter Me. Keduanya kerap bertukar komentar dan mengunggah foto bersama.

    Marie Lu dan Tahereh Mafi


    Salah satu fotonya adalah ketika mereka bersama-sama mengikuti aksi demonstrasi bersama para suami masing-masing. Wah! Kompak ya.

    Sebagai tambahan informasi, Marie Lu sudah menikah dengan Primo Gallanosa, seorang pria tampan keturunan Filipina. Ada yang bisa menebak siapa suami Tahereh Mafi yang muncul dalam foto di atas?


  6. Fans BTS

    Tak mau kalah dari para remaja kebanyakan, Marie Lu juga ternyata adalah fans salah satu boyband terkenal asal Korea Selatan, BTS (Bangtan Boys)! Marie kerap mendukung BTS di akun media sosialnya seperti Twitter dan juga Instagram stories.

    Twitter Marie Lu

    Marie Lu tak segan-segan ber-fangirling ria di akunnya. Tidak hanya itu! Nama BTS dan salah satu lagunya juga dia sebutkan dalam sekuel Warcross.

  7. Novel Legend dan The Young Elites Akan Difilmkan!

    Mengiringi kesuksesan novelnya, trilogi Legend dan The Young Elites sudah dibeli hak ciptanya untuk diadaptasi ke layar lebar. Sebenarnya, sejak tahun 2011, hak cipta film Legend sudah dibeli oleh CBS Films. Namun entah kenapa,  rumah produksi tersebut tidak melakukan kemajuan yang berarti pada pembuatan filmnya.

    Tetapi jangan bersedih hati dahulu. Marie Lu mengumumkan melalui akun Instagram-nya, bahwa Legend telah menemukan rumah produksi yang baru, yakni BCDF Pictures! Wah, ayo kita doakan bersama, semoga di rumah produksi ini, film Legend segera terealisasi ya.

    Twitter Marie Lu2

    Sementara itu, The Young Elites dibeli hak cipta filmnya oleh Fox dan Temple Hill, rumah produksi ternama yang telah sukses mengadaptasi novel The Maze Runner karya James Dashner ke layar lebar.



    Rasanya tidak sabar ya, menunggu kedua serial ini difilmkan. Kalau menurut kalian, siapa saja aktor atau aktris yang tepat untuk memerankan, June, Day, Adelina, Enzo hingga Magiano?

    Sesungguhnya, ketika membahas Marie Lu, 7 fakta yang dijabarkan rasanya kurang dan tidak mampu mendeskripsikan secara menyeluruh sosok penuh inspirasi ini. Kalau ingin tahu lebih banyak tentang Marie Lu, silakan ikuti berbagai akun media sosialnya ya, dan jangan lupa baca juga novel-novelnya.


    [Oleh : Ade Nurmarita]

         
         Baca Juga : 7 Blog Penulis Keren yang Bisa Dikunjungi Saat Butuh Inspirasi

0

Artikel

Apakah kamu menggemari tokoh-tokoh superhero dari DC?

Selain mengikuti komik dan filmnya, sekarang kamu bisa menikmati kisah-kisah mereka dalam format novel. Serial DC Icons namanya. Serial ini digarap oleh sejumlah penulis papan atas dalam genre YA (Young Adult), karena novelnya memang menceritakan para tokoh ikonik DC di masa muda mereka. Langsung saja disimak, para tokoh yang bisa kamu baca kisahnya dalam seri DC Icons.


Buku Seri DC Icons

Wonder Woman: Warbringer karya Leigh Bardugo

Kisah pembuka dalam seri DC Icons adalah tentang Diana Prince sang Wonder Woman. Diana muda belum pernah meninggalkan Pulau Themyscira, tempat tinggalnya bersama kaum Amazon. Meskipun dia anak dari Ratu Hippolyta, bukan berarti dia otomatis dipuja-puji oleh para wanita Amazon. Kemampuan Diana belum teruji dalam perang, dan dia sangat ingin unjuk diri agar tidak diremehkan lagi.

Kesempatan Diana datang bersama seorang gadis yang diburu oleh berbagai pihak karena dia seorang warbringer atau pencetus perang. Misi Diana adalah menghentikan warbringer bangkit sepenuhnya dan membawa kehancuran dunia.

Wonder Woman


Leigh Bardugo, penulis yang sebelumnya telah sukses dengan trilogi Grisha dan dwilogi Six of Crows, berhasil menyajikan kisah Diana dengan apik; tokoh-tokohnya menarik, dan adegan-adegan laganya seru. Karena alur ceritanya cepat, novel setebal 500 halaman lebih ini rasanya masih kurang.

Leigh pernah bekerja sebagai copywriter, jurnalis, penata rias Hollywood, dan juga penulis skrip movie trailer, sebelum akhirnya menerbitkan buku perdananya. Wanita lulusan Yale University ini juga merupakan vokalis band Captain Automatic.


Batman: Nightwalker karya Marie Lu

Sebelum menjadi Batman, Bruce Wayne adalah seorang pemuda kaya raya nan gegabah dengan segala kegalauannya mencari jati diri. Gara-gara mengikuti instingnya untuk melawan perintah polisi dan mengejar komplotan penjahat Nightwalker, Bruce dihukum untuk melakukan pelayanan masyarakat di Arkham Asylum.

Arkham Asylum adalah tempat mengerikan, perpaduan antara fasilitas penjara dan rumah sakit jiwa. Para kriminalis yang ditahan di sana rata-rata memang psikopat berbahaya. Bahkan, ada satu bagian khusus dengan pengamanan ekstra, berisi tahanan-tahanan berisiko tinggi. Di bagian inilah Bruce bertemu dengan Madeleine, salah satu anggota Nightwalker.

Bruce berusaha membuat Madeleine buka mulut dan membocorkan rahasia Nightwalker, gerombolan pencuri dan pembunuh yang meneror Kota Gotham, khususnya meneror penduduk kalangan atas. Tindakan apa yang akan Wayne lakukan ketika dia diberitahu akan menjadi target Nightwalker berikutnya?

Batman Nightwalker


Marie Lu telah lebih dulu sukses dengan trilogi Legend, trilogi The Young Elites, dan Warcross. Ketika menerima tugas untuk menuliskan kisah masa muda Bruce Wayne, dia sangat bersemangat. Dilansir dari wawancaranya dengan Flickering Myth, Marie merasa kisah tokoh Batman sudah banyak dieksplorasi, sedangkan tokoh Bruce Wayne belum. Dia senang dapat mendalami karakter Bruce Wayne remaja dan mendalami bagaimana Bruce bisa tertarik pada penegakan keadilan di Kota Gotham.

Setelah lulus dari University of Southern California, Marie Lu sempat bekerja sebagai art designer di industri video game. Saat ini dia menjadi penulis purna waktu, dan tinggal bersama suaminya di Los Angeles, California.


Catwoman: Soulstealer karya Sarah J. Maas

Buku ketiga dalam serial DC Icons dan baru saja dirilis pada Agustus 2018 ini adalah Catwoman: Soulstealer. Di bagian akhir Batman: Nightwalker ada sedikit cuplikan Catwoman, isinya tentang Selina Kyle yang terpaksa berpartisipasi dalam pertarungan dan pertaruhan ilegal demi mendapatkan uang untuk bertahan hidup.

Menilik sinopsis yang telah beredar di Goodreads, dalam Catwoman: Soulstealer, pembaca akan kembali menjelajahi Kota Gotham, kali ini dari sisi penjahatnya. Catwoman, berkomplot dengan Poison Ivy dan Harley Quinn, membuat kekacauan di Kota Gotham. Berhubung Batman sedang bertugas ke luar kota, hanya ada Batwing yang bertugas menghentikan ketiga gadis ini. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Catwoman


Setelah mendapatkan sudut pandang superhero di dua buku pertama, menarik sekali mendapatkan sudut pandang supervillain di buku ketiga ini. Pembaca bisa melihat latar belakang sang tokoh dan memahami alasan di balik dia memilih jalan yang salah.

Sarah J. Maas terkenal dengan novel-novelnya yang tebal, serial Throne of Glass dan serial A Court of Thorns and Roses. Kedua serial ini memiliki sangat banyak penggemar dan menjadi New York Times bestsellers. Catwoman: Soulstealer ini mungkin karyanya yang paling tipis, hanya setebal tiga ratusan halaman.

Sarah lulus dari Hamilton College dengan Magna Cum Laude di jurusan creative writing. Saat ini Sarah dan suaminya tinggal di Pennsylvania, pada Juni 2018 lalu mereka baru saja dikaruniai seorang anak laki-laki.


Superman: Dawnbreaker karya Matt de la Pena

Kisah Clark Kent muda ini baru direncanakan akan terbit pada Januari 2019, namun sinopsisnya sudah muncul di Goodreads. Berikut ini terjemahan lepasnya.

Clark Kent selalu lebih cepat, lebih kuat, dan lebih baik dibandingkan orang-orang di sekitarnya. Tapi dia dibesarkan untuk tidak bersikap pamer, dan menarik perhatian orang lain bisa jadi berbahaya. Lagipula, dia bisa dibilang belum layak mendapatkan kekuatannya.

Akhir-akhir ini, rasanya sulit untuk menyembunyikan tindakan-tindakan heroik Clark. Ketika suatu hari dia mengikuti suara tangisan seorang gadis, Clark menemukan suatu rahasia gelap di Smallville. Rupanya bukan hanya Clark yang menyembunyikan sesuatu.

Dibantu oleh sahabatnya, Lana Lang, dia menyelidiki kebenaran. Kejahatan apa yang bersembunyi di kota kecil ini? Seberapa besar harga yang harus Clark bayar demi mempelajari masa lalunya dan menerima masa depannya sebagai Superman? Karena sebelum dapat menyelamatkan dunia, Clark Kent harus terlebih dulu menyelamatkan Smallville.

Superman


Sama seperti Leigh, Marie, dan Sarah, Matt de la Pena pun telah menghasilkan buku-buku yang masuk dalam jajaran New York Times bestseller. Dia juga pernah memenangi Newbery medal untuk bukunya yang berjudul Last Stop on Market Street, hasil kolaborasi dengan ilustrator Christian Robinson.

Januari 2018 ini Matt baru saja merilis buku anak-anak berjudul Love, hasil kolaborasi dengan ilustrator Loren Long. Buku ini mendapat sambutan yang baik di kalangan pembaca.

Matt meraih gelar master dalam bidang creative writing dari San Diego State University dan meraih gelar sarjana seni dari University of the Pacific, di mana dia menerima beasiswa penuh berkat prestasinya di bidang basket. Saat ini Matt tinggal di Brooklyn, New York. Dia mengajar creative writing dan mengunjungi sekolah-sekolah tinggi serta kampus-kampus di sepenjuru negeri.



Apakah tokoh DC favoritmu termasuk dalam daftar di atas? Atau kamu punya tokoh favorit lainnya yang ingin kalian baca kisahnya dalam bentuk buku? Semoga saja seri DC Icons ini sukses ya, sehingga berpeluang besar dilanjutkan dengan tokoh-tokoh lainnya.



[Oleh: Dy]

0

Artikel, Kolom Editor

Siapapun dirimu

Apa pun keyakinanmu

Semuanya akan berubah


Dan Brown, sang penulis novel-novel bestseller, kembali dengan kisah mencengangkan tentang Profesor Robert Langdon. Bertajuk Origin, novel ini menjadi novel kelima dalam serial Robert Langdon yang sebelumnya telah dikenal oleh jutaan pembaca di sepenjuru dunia lewat Angels and Demons, The Da Vinci Code, The Lost Symbol, dan Inferno.

Origin pertama kali dirilis pada Oktober 2017 dalam Bahasa Inggris. Di tahun yang sama, novel ini mendapat nominasi Goodreads Choice Award untuk kategori Mystery & ThrillerOrigin bertengger di daftar New York Times bestsellers selama lebih dari 20 minggu. Kini, Origin telah diterjemahkan dan diterbitkan dalam berbagai bahasa, salah satunya Bahasa Indonesia.

Origin Dan Brown


Butuh waktu 4 tahun bagi Dan Brown untuk melakukan riset dan menulis novel Origin. Dia menghabiskan banyak waktu di Spanyol, yang menjadi latar tempat utama dalam novel ini.

Seperti novel-novel Dan Brown lainnya, Origin juga memiliki ciri khas berupa deskripsi mendetail tentang berbagai lokasi bersejarah yang didatangi oleh Langdon, wanita cantik nan cerdas yang mendampingi Langdon dalam menjalankan misinya, serta tema cerita yang kontroversial.


Penasaran lebih lanjut tentang Origin? Simak sinopsisnya berikut ini


Robert Langdon, profesor simbologi dan ikonologi agama Universitas Harvard, tiba di Museum Guggenheim yang supermodern di Bilbao, Spanyol, untuk menghadiri pengumuman besar tentang penemuan yang “akan mengubah dunia sains.” Tuan rumah acara malam hari itu adalah Edmond Kirsch, seorang miliuner dan futuris berusia empat puluh tahun.

Kirsch adalah sosok yang terkenal di seluruh dunia, berkat penemuan-penemuan teknologi tingkat tingginya yang mengagumkan, serta prediksi-prediksinya yang berani. Dia juga merupakan salah satu mahasiswa Langdon dua puluh tahun yang lalu, dan sekarang dia akan mengungkap suatu terobosan yang mencengangkan… yang akan menjawab dua pertanyaan fundamental terkait eksistensi manusia.

Begitu acara dimulai, Langdon dan beberapa ratus hadirin lainnya terpukau oleh pemaparan yang begitu orisinil, dan Langdon menyadari bahwa ini akan jauh lebih kontroversial daripada dugaannya. Namun acara yang telah diatur dengan amat cermat itu tiba-tiba kacau balau, dan penemuan berharga Kirsch nyaris hilang selamanya.

Terguncang dan menghadapi bahaya besar, Langdon terpaksa melarikan diri dari Bilbao. Dia didampingi oleh Ambra Vidal, sang direktur museum yang bekerja sama dengan Kirsch untuk menyelenggarakan acara. Keduanya bertolak ke Barcelona untuk mencari password teka-teki yang akan mengungkap rahasia Kirsch.

Menyusuri koridor-koridor gelap sejarah rahasia dan agama ekstrim, Langdon dan Vidal harus menghindari lawan yang sepertinya tahu segalanya, yang kemungkinan didukung oleh pihak Istana Kerajaan Spanyol … yang akan melakukan apa pun untuk membungkam Edmond Kirsch.

Mengikuti jejak-jejak tersembunyi dalam karya seni modern dan beragam simbol misterius, Langdon dan Vidal menemukan petunjuk-petunjuk yang pada akhirnya membawa mereka berhadapan dengan penemuan Kirsch… dan kenyataan mencengangkan yang selama ini tidak kita ketahui.

Dan Brown dan Columbia Pictures kini sedang bekerjasama untuk mengadaptasi Origin ke film layar lebar. Ini akan menjadi film keempat yang diangkat dari novel karya Dan Brown setelah The Da Vinci Code pada 2006, Angels and Demons pada 2009, dan Inferno pada 2016.

 

 

0

Review

Apa makna Islam menurut Cak Nun?

Emha Ainun Nadjib, atau yang biasa disapa Cak Nun menyampaikan makna Islam dalam sebuah buku Seribu Masjid Satu Jumlahnya. Buku ini bukanlah buku Cak Nun yang baru, melainkan sudah pernah diterbitkan pada 1990. Edisi ke-1 ini mencapai cetakan ke-9 pada 1997 sebelum akhirnya diterbitkan kembali edisi kedua pada Mei 2016.

Kembali pada pertanyaan di atas. Apa makna Islam menurut Cak Nun? Sebetulnya, jawaban yang lengkap hanya bisa didapatkan dengan membaca buku ini. Tetapi secara singkat, makna Islam menurut cendekiawan Muslim tersebut dapat kita intisarikan lewat kutipan berikut:

“Pak Kiai menuding santri ketujuh, “Tidakkah Islam bermakna kepasrahan?”

“Benar, Kiai,” jawabnya, “Islam ialah memasrahkan diri kepada kehendak Allah. Arti memasrahkan diri kepada kehendak Allah ialah memerangi segala kehendak yang bertentangan dengan kehendak Allah.”

“Bagaimana manusia mengerti ini kehendak Allah atau bukan?”

“Dengan memedomani ayat-ayat-Nya, baik yang berupa kalimat-kalimat suci maupun yang terdapat dalam diri manusia, di alam semesta, maupun di setiap gejala kehidupan dan sejarah. Oleh karena itu, Islam adalah tawaran pencarian yang tak ada hentinya.”

“Kenapa sangat banyak orang salah mengartikan makna pasrah?”

“Karena manusia cenderung malas mengembangkan pengetahuan tentang kehendak Allah. Bahkan, manusia makin tidak peka terhadap tanda-tanda kehadiran Allah di dalam kehidupan mereka. Bahkan tak sedikit di antara orang-orang yang rajin bersembahyang, sebenarnya tidak makin tinggi pengenalan mereka terhadap kehendak Allah. Mereka makin terasing dari situasi karib dengan kemesraan Allah.

Hasilnya adalah keterasingan dari diri mereka sendiri. Tetapi Alhamdulillah, situasi terasing dan buntu yang terjadi pada peradaban mutakhir manusia, justru merupakan awal proses masuknya umat manusia perlahan-lahan ke dalam cahaya Islam. Sebab di dalam kegelapanlah manusia menjadi mengerti makna cahaya.”


Kutipan di atas, yang diambil dari salah satu kisah yang ada dalam buku ini kurang lebih merangkum makna Islam menurut Cak Nun. Pun menceritakan mengenai perbincangan seorang Kiai dengan santri-santrinya dalam kisah berjudul Di Zawiyyah Sebuah Masjid.

Dalam kisah tersebut, diceritakan bahwa sebelum melepas santri-santrinya pulang kembali ke masyarakat, santri-santri tersebut diuji kedalaman pengetahuannya oleh sang Kiai. Tanya jawab yang terjadi antara sang Kiai dengan santri-santrinya sangatlah menarik untuk disimak dan diresapi dalam rangka memaknai apa itu Islam beserta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Maka apakah gerangan arti yang paling inti dari Islam?” Pak Kiai langsung menggeser pertanyaan kepada santri keenam.”

“Membebaskan,” jawab santri itu.

“Pakailah kata yang lebih memuat kelembutan!”

“Menyelamatkan, Kiai.”

“Siapa yang menyelamatkan, siapa yang diselamatkan, serta dari apa dan menuju apa proses penyelamatan atau pembebasan itu dilakukan?”

“Allah menyelamatkan manusia, diaparati oleh para khulafa’ atas bimbingan para awliya’ dan anbiya’. Adapun sumber dan tujuannya ialah membebaskan manusia dari kemungkinan tak selamat kembali ke Allah. Manusia berasal dari Allah dan sepenuhnya milik Allah, sehingga Islam–sistem nilai hasil karya Allah yang dahsyat itu–dimaksudkan untuk membebaskan manusia dari cengkeraman sesuatu yang bukan Allah.”

“Apa sebab agama anugerah Allah itu tak bernama Salam, misalnya?”

“Salam ialah keselamatan atau kebebasan. Itu kata benda. Sesuatu yang sudah jadi dan tertentu. Sedangkan Islam itu kata kerja. Berislam ialah beramal, berupaya, merekayasa segala sesuatu dalam kehidupan ini agar membawa manusia kepada keselamatan di sisi Allah.”


Sebagaimana kutipan tersebut, Cak Nun kemudian mengeksplorasi kembali nilai-nilai yang terkandung di dalam Islam untuk kemudian diangkat dan disampaikan dengan cara-cara yang puitis dan sastrawi. Kisah-kisah serupa dapat kita temukan dalam buku Seribu Masjid Satu Jumlahnya ini.

Kisah-kisah yang dapat kita interpretasikan sebagai upaya seorang Cak Nun untuk mencari dan menggali nilai-nilai keselamatan yang terkandung di dalam Islam.

Pertanyaan lain kemudian muncul. Kenapa Cak Nun memilih kata-kata “Seribu Masjid Satu Jumlahnya” sebagai judul yang dipilihnya untuk buku ini?



Sebelum itu, mari kita simak dulu kutipan yang penulis ambil dari kisah lainnya di buku ini, Negeri Kaum Beribadah. Kisah ini memberikan pandangan mengenai masjid yang sangat menarik untuk diketahui.

“… Masjid ialah tempat bersujud. Dan yang namanya tempat itu tidak harus ruang, bangunan, bentuk, dinding, tiang, atau hiasan-hiasan. Ia bisa saja sebuah perbuatan, sekecil apa pun. Setiap perbuatan untuk Allah adalah masjid bagi nilai hidupmu ….”

Kita selama ini mengenal masjid sebagai suatu tempat. Hanya itu. Kita mungkin tidak tahu atau lupa bahwa sejatinya, arti masjid adalah tempat untuk bersujud. Dan sejatinya sifat dasar sujud yang bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun, ia meluas melewati batasan ruang dan bentuk itu sendiri.

Makna itulah yang kerap kali kita sadari, dan makna itu pulalah yang Cak Nun angkat dalam buku Seribu Masjid Satu Jumlahnya ini.


Pamungkasnya, Cak Nun tuangkan dalam puisi berjudul sama. Berikut penulis kutip bagian kecil dari keseluruhan puisinya:

Masjid itu dua macamnya

Satu ruh, lainnya badan

Satu di atas tanah berdiri

lainnya bersemayam di hati


Tak boleh hilang salah satunya

Kalau ruh ditindas, masjid hanya batu

Kalau badan tak didirikan, masjid hanya hantu

Masing-masing kepada Tuhan tak bisa bertamu


Dari penggalan kutipan puisi tersebut, kita dapat melihat apa yang dimaksud oleh Cak Nun tentang Seribu Masjid Satu Jumlahnya. Pun tentang mengapa Cak Nun memilih Seribu Masjid Satu Jumlahnya sebagai judul yang dipilih untuk bukunya.

Kita menganggap bahwa Cak Nun memilih Seribu Masjid Satu Jumlahnya sebagai judul bukunya sebagai bentuk renungan Cak Nun yang hendak dibagikan kepada para pembaca. Renungan tentang makna masjid, makna Islam, dan bagaimana kita seharusnya bertindak dan berperilaku. Masjid batu didirikan, jangan pula melupakan masjid badan. Itulah kiranya renungan Cak Nun, dan juga renungan tentang apa makna Islam bagi kita semua.



Reiza Harits

Publisis Penerbit Mizan

(Penyunting: Cecep Hasannudin)

Seribu Masjid Satu Jumlahnya

MIZAN Kronik Zaman Baru

Kode Buku: UA-214

ISBN: 9789794339237

Tahun Terbit: Mei 2016

Halaman: 196 Halaman

Berat: 0,18 Kg

Format: Soft Cover

 

0

Review


Jangan pernah baca novel berseri dari seri ketiga! Tidak akan mengerti. Milea Suara dari Dilan (Pastel Books Mizan, 2016) adalah novel ketiga serial Dilan dari Pidi Baiq. Asli tidak akan mengerti kalau langsung baca buku ketiga. Ini novel apaan sih?Cerita seorang anak SMA bernama Dilan. Yang mengaku didatangi Pidi Baiq pada 15 Agustus 2015 karena tertarik menulis novel Suara Dilan. Novel yang akhirnya terbit satu tahun kemudian.

Serial Dilan


Dalam novel 357 halaman ini, Dilan bercerita mengenai banyak kejadian yang diceritakan oleh Milea dalam buku pertama Dilan Dia adalah Dilanku tahun 1990(Pastel Books Mizan, 2014) dan buku kedua Dilan Dia adalah Dilanku tahun 1991 (Pastel Books Mizan, 2015).

Kebayangkan betapa tidak kreatifnya penulisnya. Buku pertama dan kedua judulnya hanya berbeda angka 1. Buku ketiga hanya mengubah sudut pandang. Dari sudut pandang Milea pada buku 1 dan 2, menjadi sudut pandang Dilan di buku ketiga.

Jadi ini novel tentang apa? Tentang kenangan pacaran Dilan dan Milea semasa SMA. Dangkal. Sederhana. Kalau kata emak-emak, nggak mutu dan nggak penting – Semoga anakku jangan baca buku ini. Kalau kata anak muda, inspiratif dan keren – Semoga aku bisa dapat pasangan seperti Dilan/Milea. Kenapa bisa beda pendapat? Makanya harus baca dulu buku 1 dan 2.

Nambah kerjaan banget ya. Maunya sih tidak perlu baca 2 buku pertama, tapi dalam novel ketiga ini banyak sekali adegan yang mengacu pada cerita Milea sebelumnya. Jadi agak bingung untuk menangkap ni anak mau ngomong apa sih? Siapa Dilan? Kenapa Milea begitu mencintainya? Kenapa mereka putus? Semua ada di buku satu dan dua.

Banyak bagian diberi penjelasan: … seperti sudah Lia (*nama panggilang Milea) jelaskan dalam buku… atau Lia sudah banyak cerita soal dia di buku itu… Alhamdulillah saya punya tetangga sholehah yang bersedia diembat koleksi kedua novel pertama Dilannya. Thanks bu Sri Mega.


Setelah maraton baca ketiga novel karangan lulusan Seni Kriya FSRD ITB kelahiran 8 Agustus 1972 ini, baru lah kita agak mengerti tentang Dilan dan Milea. Buku pertama tentang Milea bercerita bagaimana Dilan mendekatinya dan akhirnya mereka resmi pacaran yang ditandai dengan deklarasi bermaterai (Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1990, hal 327).

Proklamasi

Hari ini, di Bandung, tanggal 22 Desember 1990, Dilan dan Milea, dengan penuh perasaan, telah resmi berpacaran.

Hal-hal mengenai penyempurnaan dan kemesraan akan diselenggarakan dalam tempo yang selama-lamanya.

Sedangkan buku kedua tentang cerita Milea mengenai hubungan mereka yang berakhir putus karena Milea tidak mau pacarnya bergabung dengan geng motor. Padahal Dilan sudah meyakinkan bahwa senakal-nakalnya anak geng motor, mereka sholat pada waktu praktek ujian agama.


Hadeuh!!! Anak muda…


Celoteh Dilan


Dilan memulai cerita di seri ketiga dengan latar belakang keluarganya. Ada cerita tentang bundanya yang ia biasa panggil Bundahara jika ia sedang minta uang atau Sari Bunda ketika ia lapar. Ada cerita tentang Ayahnya yang tentara hingga masa kecilnya. Dan hal-hal lain yang luput dari catatan Milea dalam buku sebelumnya. Ia lah, mana mungkin Milea tahu kalau Dilan perlu minta air doa Al Fatihah dari bundanya sebelum mendekati Milea.

Dilan itu sebenarnya pintar dan juara kelas. Tapi ia sempat meragukan arti bahwa G 30 S PKI itu merupakan singkatan dari Gerakan 30 September. Ia kira G-nya ada 30, seperti dalam P3K yang merupakan singkatan dari Pertolongan Pertama Padahal Kedua. Boleh senyum kalau kamu jaim.

Ada juga komentar Dilan saat Milea menyampaikan pendapat Yugo, temannya yang orang Eropa tentang orang Indonesia.

“Iya. Katanya, orang Eropa itu disiplin. Mau sabar buat antri.”

“Iya keren, buang sampah gak sembarangan. Tapi, menjajah.” (hal 151)

Dilan terkadang memang cukup wise. Seperti yang ia tunjukkan dengan tidak ingin mengekang Milea.

Lia memang sudah cerita soal Kang Adi yang kadang-kadang masih suka nelepon, dan itu sama sekali tidak masalah bagiku. Aku pacarnya Lia, tetapi aku tidak ingin punya hak untuk mengontrol dengan siapa dia bicara atau dengan siapa dia berteman. Aku tidak ingin punya perasaan berkuasa atas dirinya. (hal 153)

Aku pergi mencari tempat duduk sendiri di halaman Yoghurt Cisangkuy karena merasa tidak ingin mengganggu Beni yang ingin bicara dengan Lia. Aku pacarnya Lia, dan Beni hanya mantannya. Apa yang harus aku risaukan jika aku yakin Lia akan lebih suka kepadaku yang tidak pernah mengekangnya, yang tidak pernah berkata kasar kepadanya. (hal 163)

Walau setting novel ini adalah kondisi SMA di Bandung tahun 1990, yang mungkin berbeda dengan masa sekarang, tapi karakter Dilan memang unik untuk anak-anak masa sekarang. Sangat kreatif cara berpikirnya.

Bisa jadi agak kontradiktif ya. Penulisnya saya nilai tidak kreatif (alasannya sudah saya sampaikan diatas), tapi ia menuliskan tokoh yang kreatif, imajinatif, sableng, polos, aneh, dan mudah untuk dicintai.

Mungkin kalau dulu – atau bisa dibilang jamannya Dilan SMA, idola remaja itu karakter Lupus-nya Hilman Hariwijaya, karakter Mas Boy-nya Marwan Alkatiri, atau karakter Roy-nya Gola Gong. Nah dalam 2 tahun terakhir ini, sepertinya idola remaja adalah Dilan. Dilan yang pintar, Dilan yang anak geng motor, Dilan yang mencintai dengan cara yang unik. Sosok Dilan dibuat begitu hidup oleh Pidi Baiq dalam novel yang tata bahasa dan plotnya tidak jelas.

Kritik tentang Dilan


Beberapa kepingan cerita sering saya tidak mengerti kenapa harus diselipkan disitu. Seperti cerita tentang laki-laki yang mendatangi Disa adiknya Dilan. Namanya Saka. Tapi Dilan menuduhnya memiliki nama panjang Sang Saka Merah Putih yang harus selalu dihormati. Andaikata bagian tentang Saka dihilangkan, tidak akan berpengaruh apa-apa pada alur cerita.

Bisa jadi novel ini tidak nyaman buat dibaca pecinta novel-novel apik rapi seperti karya Dewi Lestari, Andrea Hirata atau Ahmad Fuadi. Tapi daripada mengomeli penulis atau editornya yang payah banget, saya maklumi saja dengan  menganggap inilah curahan hati anak SMA yang berusaha ditampilkan sejujurnya.

Walau sebenarnya agak terganggu juga dengan cara menerjemahkan bahasa Sunda ke dalam bahasa Indonesia hanya yang menggunakan kata = atau sekedar diberi tanda kurung.  Misalnya:

“Geus titah tiheula,” kata Apud ke aku. “Sugan weh leungit,” Artinya: “Udah, suruh duluan aja, kali aja dia hilang.”

“Gancang pisan leumpangna,” jawab Apud. (Cepat sekali jalannya.”)

“Teu boga bujal sigana mah,” jawab Apud. “(kayanya dia itu gak punya pusar.”)

“Kenapa?”

“Kuda pan teu boga bujal, jadi teru capean,” jawab Apud. (“Kuda, kan gak punya pusar, makanya kuda gak pernah capek.”)

(Milea Suara dari Dilan, hal 251)

Atau bagian:

“Yang pacaran meuni mesra!” kata Bi Eem tiba-tiba (meni mesra = nampak mesra banget).

( Dilan dia adalah Dilanku tahun 1991, hal 327).


Cara penerjemahan yang rasanya tidak akan kita temui dalam novel-novel karya penulis-penulis terkenal lain. Coba saja kita bandingkan dengan cara Ahmad Fuadi menuliskan bahasa daerahnya dalam novel Negeri 5 Menara (Gramedia, 2009).

Pak Etek Muncak dan kenek bersamaan berseru, “Alah kanai lo baliak. Kita kena lagi!” (Negeri 5 Menara, hal 21)

“Ndak ba’a do, sebentar lagi kita sampai!” seru ayah mencoba menenangkan sambil menggamit bahuku.Dalam Negeri 5 Menara – hal 22, yang dilengkapi dengan footnote menunjukkan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

Saya harus mengakui, saya lebih suka gaya pengungkapan Milea yang apik di buku satu dan dua. Mungkin karena perempuan memang lebih jago mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata. Saya sampai lupa ada yang namanya Pidi Baiq dibalik buku ini.

Acung dua jempol buat Pidi Baiq yang bisaan membuat sudut pandang perempuan dalam tulisannya. Dengan sempurna! Tokoh-tokoh ini terasa begitu hidup. Bisa jadi karena sepertinya Dilan adalah Pidi Baiq di masa remajanya.


Merekam Sejarah Bandung 90-an dalam Dilan


Dengan setting setiap pojok Bandung yang benar-benar ada pada masa itu. Orang Bandung pasti mengenal tempat-tempat tersebut. Seperti Bioskop Regent, Toko Yu, BonBin – Kebon Binatang Taman Sari, Taman Centrum, Galael Dago, Yoghurt Cisangkuy, Aquarius Dago, dan banyak lagi.

Banyak tempat memang sudah tidak ada sekarang. Tapi ini seperti menjadi catatan sejarah bagi mereka yang memang pernah ada di awal tahun 1990-an dan akan selalu menjadi memori masa muda dulu.

Jadi teringat quotesnya Pidi Baiq yang dipajang di bawah jembatan Alun-alun Bandung dan menjadi objek selfie para turis:

“Dan Bandung bagiku bukan masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi.” – Pidi Baiq

Jadi saya pikir niat Pidi Baiq tercapai. Yaitu menjadikan buku Dilan sebagai buku pelajaran eh tepatnya buku yang bisa menjadi pelajaran buat mereka yang membacanya. Pelajaran? Serius? Dilan sendiri sempat tidak mengerti maksud Pidi Baiq ini (baca hal 18). Penjelasan Pidi Baiq begini. Dalam novel Dilan orang bisa belajar taktik menguasai wanita. Seperti ketika Dilan mengomentari Kang Adi yang berusaha mendekati Milea.

Harusnya, Kang Adi tahu jika benar-benar mencintai dia tidak perlu menjadi seperti orang yang memiliki kekuatan di atas yang lain. Dia cenderung memuji dirinya sendiri daripada memuji Lia. Itu sangat menyebalkan. Dan juga harusnya dia tidak perlu menjadi orang yang ingin dianggap hebat dengan banyak memberi nasihat.

Menurutku, Lia itu seorang yang harus dilindungi dari orang yang memperlakukan dia seperti orang bloon yang tidak tahu apa-apa. Lia itu semacam orang yang ingin dibiarkan menjalani hidup dengan suasana yang luwes, lancar, dan orisinal. Dikasih sedikit campuran Rock’nRoll tetapi yang Lillahita’ala. (hal 146)

Bisa juga belajar pelajaran ekonomi tentang bagaimana cara memberi kado yang murah meriah misalnya dengan memberikan TTS yang sudah diisi. Bukan karena apa-apa, sekedar karena ia tidak ingin Milea pusing mengisinya. Juga ada pelajaran olahraganya dibagian berantem sebagai geng motor. Kan sama-sama melakukan gerakan badan hingga berkeringat.

Nih saya tambahkan satu pelajaran lagi Ayah Pidi, pelajaran sejarah dengan mengenang tempat-tempat legendaris Bandung tahun 1990-an yang mungkin semakin lama semakin banyak menghilang dari kota yang diciptakan Tuhan sambil tersenyum ini.

Dilan lucu sih….tapi….


Saya sejujurnya susah ketawa baca novel ini. Humor-humor khas anak FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain) yang ya… gitu deh… Tapi akhirnya menyerah menahan jaim setelah baca puisi cinta yang ditulis Dilan untuk pacar barunya Cika.

Cika

Cika, Cikawao. Cika, Cikalong Wetan. Cika, Cikadut Atas. Cika, Cikarang Selatan. Cika, Cikaso Banjarsari. Cika, Cikahuripan. Cika, Cikajang Garut. Cika, Cikakak Sukabumi, Cika, Cikao Purwakarta. Cika, Cikamuning. Cika, Cikampek Pantura. Cika, Cikander Serang. Cika, Cikapundung Electronic Center. Cika, Cikapayang Dago. Cika, Cikawung Pandeglang. Cika, Cikawao Motor. Cika ada di mana-mana. Cika juga  di dalam kepalaku. Cika juga di dalam semua perasaan riangku. (hal 341)

Nggak ada yang bisa bilang bahwa lucunya Dilan sama dengan lucunya Lupus ciptaan Hilman Hariwijaya, atau Cinta Brontosaurus-nya Raditya Dika, atau Jomlo-nya Aditya Mulya. Berbeda! Saya tidak bisa bilang lebih baik atau lebih buruk. Hanya berbeda.

Siapa Pidi Baiq?


Bisa jadi keunikan novel ini karena latar belakang penulisnya yang memang berbeda. Kesablengan Pidi Baiq mungkin bisa dilihat dalam buku-bukunya sebelumnya seperti Drunken Monster: Kumpulan Kisah Tidak Teladan; Drunken Molen: Kumpulan Kisah Tidak Teladan; Drunken Mama: Keluarga Besar Kisah-kisah Non Teladan; Drunken Marmut: Ikatan Perkumpulan Cerita Teladan; Al-Asbun Manfaatul Ngawur; at-Twitter: Google Menjawab Semuanya Pidi Baiq Menjawab Semaunya; dan S.P.B.U: Dongeng Sebelum Bangun. Dari judulnya kebayang lah ya…

Masih belum kebayang? Coba intip blognya di http://ayahpidibaiq.blogspot.co.id/. Disana ada banyak cuplikan-cuplikan novel seri Dilan yang dibagikan dengan murah hati oleh Ayah Pidi. Tinggal kalau penasaran boleh baca lanjutannya dengan meminjam buku tetangga seperti saya. Tapi kalau punya sedikit uang, belilah di toko buku diskon terdekat atau di mizanstore.com

Kalau banyak uang, boleh beli di toko buku besar. Bahkan kalau kaya raya banget, boleh beli beberapa biji untuk disumbangkan ke tetangga. Versi e-book bisa kamu dapatkan di app mizanstore dari playstore di HP Androidmu.

Selamat membaca!

Data Buku

Judul     : Milea Suara dari Dilan

Penulis : Pidi Baiq

Penerbit: Pastel Books Mizan, Cetakan II September 2016 (Cetakan I Agustus 2016)

Halaman: 357 hlm, 20,5x14cm

Harga    : Rp 79.000,-



Tulisan ini disalin dari blog pribadi Shanty Dewi Arifin, cek blog Shanty melalui tautan di bawah ini:

Ulasan Novel Milea Suara dari Dilan karya Pidi Baiq

0

Kolom Editor


Sinopsis :

Dilan, kelas dua SMA, jatuh cinta pada Milea, murid baru pindahan dari Jakarta. Beruntung Milea (Lia) menerima cinta Dilan, dan mereka pun menjadi sepasang kekasih. Asmara antara Dilan dan Lia berjalan lancar, bahkan keluarga mereka mendukung hubungan mereka.

Lia digambarkan sangat dekat dengan Si Bunda (ibu Dilan), begitu juga Dilan dengan keluarga Lia. Walau demikian, hubungan mereka bukannya tak melalui lika-liku. Bermula dari rasa tidak suka Lia pada teman-teman main Dilan yang notabene anggota geng motor terkenal di kota Bandung (ssst… XTC apa Moonraker? ^_^).

Apalagi setelah Dilan diangkat menjadi panglima tempur geng motor itu. Puncaknya adalah ketika sahabat Dilan, Akew, tewas dikeroyok orang. Lia menyikapi peristiwa tersebut sebagai dampak dari pergaulan geng motor mereka, dan marah pada Dilan.

Apalagi kemudian Dilan dan teman-temannya harus menginap di kantor polisi berkaitan dengan masalah itu. Bukan hanya Lia yang kecewa, orang tua Dilan pun merasa sangat kecewa dan meminta Dilan untuk sementara jangan pulang ke rumah dulu, sebagai hukuman. Nggak cukup sampai di situ, Lia juga minta putus dari Dilan. Lengkap lah sudah keruwetan Dilan.

Belakangan, masalah Akew itu diketahui bukan berkaitan dengan geng motor mereka, melainkan salah sasaran akibat perselisihan dua wilayah. Nasi sudah menjadi bubur, hubungan Dilan dan Lia sudah telanjur renggang. Akankah mereka bisa memperbaiki hubungan mereka kembali?

Kalau yang udah baca buku “Dilan dia adalah Dilanku Tahun 1991” sih udah tahu jawabannya ya kan. Tapi penjelasan akar permasalahan, penyelesaian dan seterusnya ada di buku ini.

Beda dengan dua novel sebelumnya, novel ini mengambil point of view-nya  Dilan. Jadi, ada beberapa bagian dari buku ini yang sengaja diarahkan ke novel-novel sebelumnya lewat bridge sentence: seperti yang ditulis Lia di bukunya. Otomatis buat yang ujug-ujug baca novel ini, pasti nggak ngerti dan akhirnya penasaran, akibatnya mau nggak mau harus baca novel pertama dan keduanya. Cerdas!


Kenangan

Percaya nggak kalau Dilan itu seumuran dan SMA-nya seangkatan sama saya. Mau bukti? Mari buka halaman 21, di situ disebutkan: Pada tahun 1977, kira-kira waktu masih umur 5 tahun, pernah ingin jadi macan, tapi itu gak mungkin kata nenekku.

nenek tersenyum, sedangkan aku kecewa. 
Atuh sama dong tahun kelahirannya sama saya ^ _ ^  Bedanya tahun 1990 saya udah lulus, kenapa Dilan masih kelas dua SMA, ya? *ah sudahlah gak perlu dibahas yang penting dia cakep*

Kemudian, ceritanya lagi Dilan suka nonton bioskop sama ayahnya di bioskop Panti Karya. Wihihi… saya juga suka diajak Papih nonton di situ. Jangan-jangan kita pernah nontong bareng. Mang Oyo bubur aja, jualannya masih di Gardujati ya. Ini bubur enak dan legendaris lho di Bandung *kenapa jadi bahas bubur sih*

Membaca novel ini membuat saya terlempar ke masa lalu, masa kecil dan masa remaja berseragam putih abu-abu. Cara bertutur penulis yang jujur, membuat saya seringkali harus tersenyum karena terkenang pada kelakuan sendiri di masa-masa itu. Nggak jauh beda sama Dilan. Deskripsi keseharian dan pergaulan, nama-nama seperti Akew, Apud, Kang Ewok… terasa familiar.

Setiap tempat yang disebutkan di novel ini saya tahu, dialog dan gaya bercanda Dilan dan gengnya, ya begitulah gaya anak nongkrong di Bandung pada jamannya. Benar-benar ngena dan berhasil menghidupkan kenangan pada masa ketika saya menghabiskan masa remaja di Bandung. De javu. Bedanya, saya bukan anggota geng motor walau suka momotoran juga.

Bahkan sejarah pahit kota Bandung pun diceritakan dalam novel ini, yaitu ketika jamannya preman diberantas dengan tidak manusiawi. Petrus alias penembak misterius, sebutan untuk jagal yang menghabisi nyawa si preman. Jenazahnya dimasukkan ke dalam karung kemudian dibuang begitu saja di pinggir jalan atau di sungai. Dulu, kalau denger ada penembakan rasanya mencekam gitu.

http://www.mizanpublishing.com/blogger-review-milea-suara-dilan-kenangan-dan-pelajaran/mileasuaradaridilan/
Tetapi, sempat terbersit juga rasa khawatir. Apakah anak-anak muda masa kini bisa menerima humor-humor retro yang bertaburan dalam novel ini. Misalnya di halaman 41: Berarti kamu juga harus tahu Kang Jeje. Dia itu orang kaya. Selain pejabat, dia juga pengusaha.

Rumahnya mewah, lokasinya tidak jauh dari warung Kang Ewok. Sedangkan, tanahnya dan airnya, simpanan kekayaan.
 Sepertinya Penulis mencuplik syair lagu Ibu Pertiwi: hutan, gunung, sawah, lautan… simpanan kekayaan… *masih ada yang hapal lagu Ibu Petiwi gitu, di jaman sekarang?* :)))))

Belum lagi joke-nya Dilan kalau lagi ngegodain Lia suka jayus. Contohnya ada di halaman 105. Tapi bodor garing macam begitu, kalau di antara pasangan kekasih mah tetep aja jatohnya menyenangkan. Saya sebagai pembaca jadi ikut nyengir juga.

Karena penasaran saya sounding sama putri-putri remaja saya.
Me: “Kalau anak-anak seumuran kamu baca novel ini pada ngerti nggak ya. Ini mah jaman mama sekolah”
Jawabannya: “Temen-temen Kiki pada baca kok, novel Dilan. Katanya sih seru.”

Iya juga sih, pacarnya anak sulung pun sampai pinjem novel kedua (dan belum balik lagi padahal mereka udah putus) *kok curhat*

Salut lah sama penulisnya. Ternyata kisah kasih remaja jadul ini bisa tembus lintas generasi. Saingan sama generasi Rangga-Cinta, yakin bentar lagi ada tawaran untuk melayarlebarkan novel ini. Eish, Galih dan Ratna mau diremake juga lho.

Tapi saya tahu trik penulis, bagaimana menjembatani antara tahun 90-an dengan masa sekarang, sehingga pembaca usia muda di masa kini nggak culture shock. Dengan sabar penulis akan memberi penjelasan, setiap kali pembahasan menyentuh ranah jadul. Misal, George Michael penyanyi yang digandrungi Disa. Siapa sih George Michael itu ada penjelasannya (halaman 237). Bisa dicontoh, nih.

Pelajaran

Tidak cukup hanya kenangan. Di balik gaya bertutur yang cenderung slengean, novel ini juga memberi sesuatu. Ada hikmah di balik cerita. Ada pelajaran yang bisa kita petik.


Tentang menjadi orang tua.

Dilan mendeskripsikan ayahnya sebagai sosok yang lucu. Walau beliau seorang tentara, tetapi tidak lantas menjadi “komandan” bagi anak-anaknya. Cara Dilan bercerita tentang ayahnya membuat saya tersenyum kecil, teringat pada Papih yang galak tapi sangat sayang pada saya, Si Bungsu. Saya jatuh suka pada sosok ayah ini. Mata pun ikut menghangat pada bagian cerita ketika Ayah meninggal dunia.

Sebagai seorang ibu, saya menghayati sikap Si Bunda yang memiliki anak yang unik seperti Dilan. Nggak mau dikekang pun karena dia merasa nggak ada masalah dengan apa yang dilakukannya. Persis! anak sulung saya. Seorang anak, melalui pov Dilan pun mengakui bahwa sikap Si Bunda adalah yang paling nyaman bagi seorang anak (halaman 51). Tokoh Bunda ini menginspirasi saya, bagaimana pendekatan kepada anak dengan cara-cara yang membuat si anak nyaman.


Tentang menjadi anak.

Dilan merasa nggak ada yang salah dengan pergaulannya. Orang-orang baik itu saja yang mencapnya sebagai anak nakal. Katanya orang baik tapi kok mikirnya negatif *hahaha… cerdas emang Dilan ini*. Tetapi akan ada waktunya si anak akhirnya menyadari bahwa dirinya telah mengecewakan orang tuanya (halaman 210) dan hal itu mendatangkan rasa sesal.

Novel ini semoga menjadi pencerah untuk anak-anak yang masih belum menyadari kekecewaan yang dipendam orang tua mereka. Sikap yang mereka tahan itu justru supaya si anak nggak terlukai. Nah, kalau kamu merasa termasuk kategori ini, segeralah meminta maaf pada orang tua dan berjalan kembali di jalan harapan orang tua masing-masing, ya, Dek!

http://www.mizanpublishing.com/blogger-review-milea-suara-dilan-kenangan-dan-pelajaran/mileasuaradaridilan-1/
Dan ketika peristiwa tragis kematian Akew diikuti dengan permasalahan demi permasalahan, yang berdampak juga pada urusan asmaranya dengan Milea, Dilan menerimanya dengan sikap dewasa dan positif (halaman 226-227). Wahai, pemuda-pemudi yang galau di luar sana, contoh sikap Dilan ini ya, nggak pake mabu-mabuan, nggak pake swing-swingan, ngopi aja di warung Kang Ewok dan ngobrol sama Remi Moore, pikiran galau pun jadi ringan kembali.

Walau saya sempat kebawa sebal sama sikap Lia yang posesif, tapi salut karena penulis membuat Dilan tetap berpikiran positif. Sehingga nggak ada adegan dalam novel yang menggambarkan pertengkaran hebat antara dua insan itu. Kalau ada, aroma sinetron bakal merusak feel novel ini. Tapi, adegan Lia menampar Dilan, saya kurang suka, kok gak sopan sih cewek main gampar aja gitu. Ah, bukan cewek idaman saya *emang situ Dilan*.

Pikiran positif  Dilan terus bergulir sampai menjelang akhir novel. Pada bagian itu, Dilan menganggap masa lalu adalah guru. Pengalaman mengajarkan padanya bahwa dirinya tidak harus lebih baik dari orang lain, tapi berusaha lebih baik dari dirinya yang kemarin (halaman 352).

Selain dua hal penting di atas, yang bikin saya betah baca novel ini, karena udah terbiasa dengan cara bertutur penulis. Di balik gaya bertutur yang santai sesekali saya menangkap kalimat-kalimat puitis.  Kupejamkan mataku, tapi tak kunjung tidur. Sesekali kudengar suara mobil yang lewat di jalan depan rumah Burhan, selanjutnya adalah aku mendengar suara sunyi di suatu tempat di kejauhan seperti bermain lagu sedih di dalam ruangan (halaman 213). Mendengar suara sunyi… *like*

Belum lagi puisi-puisi konyolnya, tapi asyiknya puisi-puisi itu nggak kehilangan rasa romantisnya. Contoh, puisi untuk Cika di halaman 341. Membaca baris-barisnya bikin senyum-senyum geli, tapi dua baris terakhir… duh… :)))

Saya sudah khatam membaca Drunken series-nya Pidi Baiq, jadi nyaris jatuh sangka kalau novel ini adalah personal literature-nya Pidi Baiq yang lain. Gaya bertutur dan sense of humor yang senada dari tokoh Dilan ini dengan Pidi Baiq di Drunken series, bikin saya jadi pengen nuduh kalau Dilan itu sebenarnya bukan tokoh rekaan melainkan jelmaan si penulisnya sendiri *bener gaaaak*

Pokoknya saya harus berterima kasih sama Pidi Baiq, selaku penulis novel ini, atas kenangan-kenangan itu. Mengenang masa remaja putih abu-abu itu paling indah lah, apalagi Taman Centrum dan SMA 5 pun kepilem di novel ini. Hatur nuhun, Kang, almamater saya numpang beken :)))

Jadi, ya… begitulah kesan-kesan terhadap novel “Milea suara dari Dilan” ini. Ketika saya merasa sedih karena novel-novel romance masa kini kadang membuat saya terbengong-bengong nggak ngerti, terbitnya trilogi ini menjadi pelipur kerinduan saya pada romantisme masa lalu. Saya nggak bilang novel ini bagus, nggak bagus juga nggak, yang penting saya sukaaaaaaaaaaaaa.


Judul Buku : Milea Suara dari Dilan

Pengarang : Pidi Baiq

Penerbit : Pastel Books

Cetakan : II, 2016

Halaman : 360 halaman

ISBN : 978-602-0851-56-3

Tulisan ini disalin dari blog pribadi Ina Inong, cek blog Ina melalui tautan di bawah ini:

http://www.inainongina.com/2016/09/review-milea-suara-dari-dilan-sebuah.html

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 22NO NEW POSTS
X