Artikel

Berteman Dengan Pengidap Gangguan Mental


Gangguan mental atau penyakit kejiwaan adalah pola psikologis atau perilaku  yang mempengaruhi suasana hati, pikiran, atau kebiasaan pengidapnya. Gangguan mental serius meliputi schizoprenia, gangguan mood (bipolar disorder), gangguan kecemasan akut (anxiety disorder), serangan panik (panic attack), dan obsessive-compulsive disorder (OCD).

Pasti tidak mudah saat didiagnosa menderita gangguan mental, mengejutkan untuk keluarga, sahabat, bahkan pengidapnya sendiri. Akan banyak perubahan yang terjadi antara penderita dan orang-orang di sekitarnya. Misalnya saja mereka menjadi lebih sensitif dan perasa. Sebagai teman, kadang kita bingung untuk bersikap karena kita takut menjadi serba salah dan menyinggung perasaannya.

Kebanyakan orang Indonesia mengartikan gangguan mental dengan sangat sempit. Stigma masyarakat mengenai gangguan mental pun masih menjadi hantu bagi para penderitanya. Banyak yang menganggap penderita gangguan mental tidak bisa bekerjasama dalam dunia kerja, tidak stabil bahkan tidak bisa diandalkan. Hal ini membuat mereka lebih memilih untuk menutup diri dan berpura-pura.

Buku Turtles All The Way Down
Tetapi, sebenarnya apa sih yang diharapkan oleh penderita gangguan mental dari teman-temannya? Sebuah situs themighty.com melakukan survey kepada para penderita gangguan mental tentang bagaimana cara menjadi teman yang baik menurut penderita gangguan mental. Dan inilah hasilnya:

“Perlakukan aku seperti sebelum aku menderita gangguan mental”

“Peluk aku dan biarkan aku melepaskan amarahku. Kadang hanya itu hal terbaik yang bisa seseorang lakukan untukku”

“Dengarkan, berikan dukungan dan pengertian, jangan menghakimi”

“Bantulah untuk menghilangkan stigma. Pikirkan baik-baik pilihan katamu secara pribadi maupun di depan umum”

“Aku harap kamu bersedia melewati pasang surut ini bersama-sama, jangan tinggalkan aku”

“Dukungan terbesar untuk saya adalah untuk diakui, bahwa untuk merasakan hal ini adalah hal yang wajar”

“Jangan mencoba untuk memperbaiki aku karena itu tugasku. Tapi dorongan dan  dukungan moral itulah yang paling kubutuhkan”

Dari beberapa jawaban yang diambil dari situs tersebut menunjukan bahwa kebanyakan dari mereka tidak ingin diperlakukan berbeda dan hanya ingin mendapat dukungan moral dari teman-temannya. Kita tidak harus berdiri di atas sepatunya untuk tahu apa yang harus kita lakukan kepada mereka dan ternyata, menjadi teman yang baik untuk mereka hanya memerlukan pengertian.

Jika perlu, kita bisa mendukung mereka untuk mencari pertolongan dari profesional atau psikiater. Sebagai teman mungkin kita ingin memahami teman kita lebih dalam, salah satunya dengan banyak membaca buku yang berkaitan dengan gangguan mental.



Banyak novel yang mengambil tema gangguan mental, salah satunya novel terbaru karya John Green; Turtles All The Way Down. Buku ini menceritakan seorang yang mengidap anxiety disorder dan obsessive-compulsive disorder.

Dengan membaca buku ini setidaknya kita bisa sedikit melihat apa yang dilalui orang dengan gangguan mental dari sudut, pandang penderitanya. Karena buku ini sangat emosional!  



[ Oleh : Rini ]

Author


Avatar