Artikel, baru

Cahaya Gemerlapan Al-Quran: Muhammad Asad & “Tafsir”-nya di Mata Murad Wilfred Hofmann

“Asad tidak berupaya memindahkan struktur terperinci dan irama linguistik yang ada pada bahasa Arab Al-Quran ke dalam bahasa Inggris, sebab hal itu merupakan usaha yang sia-sia. Alih-alih, dia memfokuskan upayanya untuk memproduksi dan menyampaikan berbagai lapisan makna yang terkandung dalam ayat Al-Quran itu melalui wadah gaya ungkapan bahasa Inggrisnya.”

Murad Wilfred Hofmann, mantan Duta Besar Jerman di Timur Tengah, eks pejabat NATO, dan penerima penghargaan bergengsi Islamic Personality of the Year (2009) dari Dubai International Holy Quran Award. Kata-kata menarik Murad Wilfred Hoffmann, yang juga merupakan murid Muhammad Asad, tersebut saya temukan di “Bab Epilog”, buku jilid ketiga, The Message of the Quran karya Muhammad Asad yang terjemahan bahasa Indonesia (Mizan, Januari 2017)-nya diluncurkan belum lama ini.


Kata-kata Hoffmann itu masih ada lanjutannya. Lanjutannya lebih menarik lagi. Mari kita simak: “Juga, Asad—dalam sebagian besar terjemahannya—menahan diri dari godaan untuk memasukkan penafsirannya sendiri ke dalam batang tubuh teks terjemahan Al-Qurannya (yakni, dengan cara menyisipkan kata/kalimat tafsir di dalam tanda kurung siku, sehingga pembaca bisa membedakan mana tambahan teks tafsirannya dan makna teks terjemahannya—peny.).

Namun, Asad mengulas berbagai kemungkinan terjemahan dari sebuah ayat yang sarat-makna (termasuk versi terjemahan harfiahnya—peny.) dalam catatan kaki, dan di sinilah dia mengungkapkan alasan untuk menjustifikasi pilihan tafsirannya.” Apa yang saya kutip dan tunjukkan di atas sudah saya cermati nikmati di buku The Message of the Quran.

Begitulah Tafsir Al-Quran ala Muhammad Asad ini. Sangat teliti, sangat cermat, kaya pemaknaan, dan teks wahyu itu benar-benar dibiarkan bercahaya dalam bentuk aslinya, sementara pendapat Asad (pendapat manusia) hanya beredar mengelilinginya. Wahyu itu cahayanya diperkuat oleh ketelitian dan kecermatan Asad lewat ungkapan-ungkapan bahasa Inggris yang tidak dipadankan.

Tidak dipadankan? Ya, ketika, misalnya, Asad ingin memindahkan makna kata “ghaib” yang dalam bahasa Indonesia sudah dijadikan kata serapan dalam bentuk “gaib” dan kita tahu apa makna kata “gaib” tersebut, Asad menuliskan dalam bahasa Inggris sebagai “that which is beyond the reach of human perception” (hal-hal yang berada di luar jangkauan persepsi manusia). Juga ketika memindahkan makna kata “alladzina kafaru” (orang-orang kafir).

Asad menerjemahkan “allladzina kafaru” sebagai “those who are bent on denying the truth” (orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran). Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal dan memahaminya dalam bentuk “orang-orang kafir” dan kata “kafir” sudah masuk dalam bahasa serapan dengan makna tertentu yang mencancap di dalam pikiran kita. Nah, edisi terjemahan bahasa Indonesia karya Asad ini mencoba mempertahankan pengertian yang disusun oleh Asad dan mengalihkan makna itu persis dengan pemaparan Asad dalam konteks bahasa Inggris.

Ketika Anda membaca—untuk memahami—terjemahan The Message of the Quran, Anda akan diperkaya dan diberi sebuah pemaknaan yang melimpah ruah. Apalagi jika pembacaan Anda kemudian disertai dengan “comparative reading”.

Misalnya Anda membaca tafsir karya Asad ini bersama tafsir karya Ustaz Muhammad Quraish Shihab, Al-Mishbah, atau tafsir karya Buya Hamka atau yang lain. Maka Anda akan diserbu oleh cahaya makna kata yang luar biasa gemerlapan! Siapa sesungguhnya Murad Wilfred Hoffmann? Sekali lagi, selain menjabat banyak jabatan penting, Murad Wilfred Hoffmann adalah murid Muhammad asad. Dia mengetahui secara terperinci kehidupan Asad, perjuangan, dan kelebihan-kelebihannya.

Pandangannya tentang Muhammad Asad, yang kemudian dipakai oleh Penerbit Mizan sebagai “Epilog” edisi terjemahan The Message of the Quran, sangatlah tepat. Murad Wilfred Hoffmann mengukuhkan dan meneguhkan kepiawaian Asad dalam menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Inggris.

—Hernowo Hasim, Penulis, Trainer, & Penggagas Program Klinik Baca-Tulis

Dapatkan The Message of the Quran di Mizanstore.com!
*Gratis Al-Quran khusus periode pembelian 2 Mei – 24 Mei 2019.

Author


Avatar