fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, baru

Fenomena dilangkahi menikah oleh adik memang bisa jadi beban bagi si kakak di keluarga dan orang-orang terdekat. Risiko jadi bahan gunjingan menghadang di depan mata. Namun, apa iya mau menghalangi adik, yang jelas-jelas sudah bertemu jodoh dan siap menikah, hanya demi ego si kakak yang tak ingin dilangkahi?

Kalau kamu ada di posisi si kakak bagaimana cara menenangkan hati saat dilangkahi adik?

Baca juga:
3 Hal Persiapan Nikah Ini Bakal Bikin Mentalmu Lemah
#MuslimGirl: Traveling ala Muslim?

dilangkahi nikah


Minta Dukungan Keluarga


Dalam budaya Sunda dikenal istilah ngarunghal. Budaya ini berupa pemberian barang atau perhiasan dari adik untuk kakaknya agar rela melepas si adik lebih dahulu menikah. Namun, dalam Islam tak ada syarat demikian. Yang lebih dibutuhkan oleh si kakak adalah dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat.

Sedikit atau banyak akan ada rasa berat hati melihat adik kecil kita baik perempuan apalagi adik laki-laki, bertemu jodohnya lebih cepat dari bayangan. Bicarakan dengan keluarga jika memang merasa masih perlu waktu untuk menerima.

Namun, tentu jangan sampai berlarut hingga mengulur-ulur waktu pernikahan si adik. Wajar sekali kalau kamu meminta keluarga untuk menghargai perasaanmu saat mempersiapkan pernikahan adik. Keluarga pasti akan mengerti perasaan kamu sebagai kakak. Apalagi jika ada saudara atau orang lain yang memanas-manasi.

Jangan dipendam sendiri ya rasa sakitnya, lebih baik dikeluarkan agar cepat terobati.

 

Tetap Berprasangka Baik


Mungkin dilangkahi adik tak akan begitu berpengaruh jika memang si kakak belum begitu memikirkan pernikahan. Pasti semua akan berjalan lebih mudah. Tak perlu percaya pada mitos bahwa jodoh akan jadi sulit bagi si kakak.

Namun, jika si kakak dalam posisi yang sudah siap menikah, sedang menunggu waktu jodoh datang, atau baru saja ditinggalkan calon pasangan, semua akan terasa lebih berat untuk dihadapi.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Buat kamu yang lagi menunggu jodoh.. #JanganNikahDulu #Pranikah #Nikahsakinah #Pernikahan #BukuNikah #SunnahNikah #BukuQanita #PenerbitQanita #QanitaInspirasi

A post shared by Penerbit Qanita (@penerbitqanita) on



Hal pertama yang harus kamu pikirkan adalah tetap berprasangka baik kepada Allah Swt.. Menyadari bahwa jodoh adalah urusan-Nya. Waktu terbaik pasti akan dating. Jangan nikah dulu jika hanya mengejar target usia agar tak dilangkahi adik.

Baca juga:
3 Alasan Kenapa Menunda Menikah Bukanlah Kegagalan
Jangan Nikah Dulu, Kalau Masih Ingat Mantan

Pernikahan bukanlah soal status semata. Lebih baik fokus memperbaiki diri demi menjemput sang pangeran impian kelak.

Dilangkahi menikah
Terakhir, sebagai kakak, jangan lupa untuk mendukung pernikahan adik. Jangan sampai karena terlalu memikirkan jodoh yang belum dating, kita membiarkan adik merasa tak nyaman dengan pernikahannya. Apalagi pernikahan bukan untuk satu hari, melainkan untuk seumur hidup.[]

Penulis: Lilih S. Hilaliah



Segera terbit buku Jangan Nikah Dulu karya Hanny Dewanti!

Menunda Menikah

0

Artikel, baru

Traveling ala Muslim

Muslim travel, apa yang muncul di benakmu ketika mendengar istilah tersebut? Hmm, mungkin gambaran orang-orang yang mengenakan jubah berwarna putih dan abaya hitam sedang mengelilingi Kakbah? Menikmati makanan khas timur tengah seperti lamb shawarma (kebab domba khas Turki) dan ayam tandoori yang membuat ngiler? Atau, mungkin membayangkan influencer berhijab favorit kamu yang berfoto OOTD di tengah gurun dengan hashtag #VisitDubai?



Belakangan ini, istilah muslim travel sering dikaitkan dengan 2 hal yang ‘ekstrim’: perjalanan religius untuk melaksakan ibadah haji serta umrah atau perjalanan yang hanya sekadar mencari tempat kuliner halal dan berfoto menggunakan baju tertutup di tempat yang eksotis.

Spoiler alert: muslim travel lebih dari hal-hal itu lho!

Baca juga:
Daftar Selebriti Dunia yang Membantu Kampanye Kemanusiaan
7 Negara yang Menerima Arus Pengungsi

Yang Hilang dari Tulisan-tulisan Mainstream tentang Muslim Travel


Konten-konten pada kanal blogger yang membahas muslim travel biasanya membahas hal-hal di bawah ini.

1. Cara menabung dan mempersiapkan perjalanan ibadah haji atau umrah.
2. Rekomendasi hotel-hotel dan restoran berlabel halal.
3. Tips-tips mempersiapkan pakaian yang harus dibawa dan cara memakai hijab supaya nyaman menghadapi perbedaan cuaca.

 

Tema-tema yang umum dan mirip, ya?

Saat ini artikel tentang muslim travel sangat berpusat pada proses perencanaan untuk menunjukkan bagaimana cara mengurus kebutuhan fisik seperti makan, penginapan, pakaian, serta tempat berbelanja ketika berada di luar negeri. Tentu saja, hal-hal tersebut merupakan informasi yang sangat berguna karena membuat perjalanan lebih mudah dan nyaman bagi wisatawan muslim.



Namun, artikel-artikel mainstream ini juga kekurangan sesuatu yang sangat penting.


Muslim travel lebih dari sekadar ibadah haji, makanan halal, dan pakaian nyaman bagi hijabers—tetapi juga tentang traveling yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan spiritual. Ironisnya, hal yang hilang dari percakapan umum tentang muslim travel adalah muslim itu sendiri.


Menempatkan Kembali ‘Muslim’ dalam Muslim Travel


Sebagai seorang blogger muslim dan pecinta traveling, Annum Munir percaya bahwa memang ada cara yang Islami ketika melakukan perjalanan—yaitu lebih merasakan kehadiran Allah, mempelajari sejarah umat manusia, dan planet Bumi yang kita tinggali.

1. Mengingat Allah dengan Mengamati Ciptaan-Nya


Cara pertama untuk menempatkan kembali ‘muslim’ dalam muslim travel adalah dengan mengurangi frekuensi mengambil swafoto (selfie), foto yang malah membuat tempat wisata hanya menjadi latar belakang untuk postingan OOTD. Muslim travel lebih berfokus kepada sisi spiritualitas perjalanan.

Dalam Q.S. Al-Ankabut ayat 20, Allah berfirman:

Katakanlah, “Berjalanlah di bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan (mahkluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir”.


Dalam ayat ini, manusia diminta untuk bepergian dan menemukan hal-hal menakjubkan yang telah Allah ciptakan di Bumi.  Ayat yang sederhana tapi kuat ini memiliki makna filosofis yaitu aku melihat, maka aku percaya. Ketika kamu meninggalkan ‘hutan kota’ buatan manusia dan mengunjungi tempat-tempat dengan keindahan alam yang mempesona (seperti pulau Maldives pada gambar di atas), kamu pasti akan merasa takjub.

Baca juga:
Jangan Putus Asa, Ini 9 Cara Untuk Bangkit Lagi!
5 Kata Nouman Ali Khan Tentang Al Quran

Ketika kamu memperhatikan keragaman yang ada dalam hidup ini dengan saksama dari mulai berbagai macam keunikan manusia, flora serta fauna, maka kamu akan menyadari betapa semuanya berada dalam harmoni yang begitu sempurna. Hal-hal tersebut akan menjadi pengingat bahwa dunia ini tidak muncul secara tiba-tiba; dunia ini diciptakan oleh Al-Khaliq, Maha Pencipta. Seorang hamba mampu menghargai Sang Pencipta ketika dirinya menyediakan waktu untuk mengagumi hasil ciptaan-Nya.

Marilah melakukan perjalanan untuk mengagumi kekuasaan Sang Pencipta, tidak hanya sekadar menjadi model di depan sebuah landmark.

2. Mempelajari Sejarah Keislaman

 


Cara kedua yang bisa diterapkan dalam traveling secara Islami adalah mempelajari tentang kebudayaan dan sejarah dari negara yang sedang dikunjungi. Hal ini dapat memunculkan rasa syukur atas seberapa jauh perjalanan yang telah dilalui dan menyadari bahwa perjalanan tersebut telah ikut andil dalam mengubah dunia.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, No. 2699)


Hadist ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu merupakan salah satu jalan menuju surga. Begitu juga dengan traveling, kesempatan terbaik untuk mempelajari tentang warisan-warisan Islam. Memahami pengaruh generasi muslim terdahulu yang datang dari berbagai belahan dunia dapat membuat kita lebih terhubung dengan sejarah serta masa lalu umat muslim.

Dengan mempelajari tantangan dan perjuangan yang dihadapi oleh generasi muslim terdahulu, kita akan merasa sangat bersyukur atas pengorbanan yang telah mereka lakukan. Kita juga akan menemukan inspirasi dan pelajaran berharga jika mempelajari kemenangan dan pencapaian para leluhur muslim tersebut.

Baca juga:
Real Madrid Beri Penghormatan Kepada Ahed Tamimi
Persamaan Ahed Tamimi Dengan Para Pejuang Wanita

Sebagai contohnya, tahukah kamu bahwa Grand Mosque of Paris (Masjid Agung Paris, gambar di atas) dibangun sebagai tanda terima kasih kepada para pejuang muslim yang berperang melawan Jerman dalam Perang Dunia I? Selama Perang Dunia II, masjid ini menyediakan tempat berlindung dan jalur aman bagi orang-orang Yahudi. Grand Mosque of Paris melindungi mereka dari penganiayaan yang dilakukan oleh Nazi Jerman ketika menduduki kota Paris.

Bepergian-lah untuk mengisi pikiran—tidak sekadar mengisi perut dengan makanan halal.

3. Melindungi Planet Bumi

 


Cara ketiga untuk traveling ala muslim adalah dengan menerapkan sikap ramah lingkungan—turut andil dalam upaya melestarikan, bukan sekadar memotret tempat-tempat yang dikunjungi.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya dunia ini begitu manis nan hijau. Dan Allah mempercayakan kalian untuk mengurusinya, Allah ingin melihat bagaimana perbuatan kalian” (H.R. Muslim: 2742).


Ada banyak ayat Al-Quran dan perkataan Nabi Muhammad SAW yang menekankan tanggung jawab umat manusia untuk menjaga Bumi ini. Allah telah menjadikan manusia sebagai penjaga Bumi—planet yang memberikan kita kehidupan. Oleh karena itu, kita harus melakukan perjalanan dengan penuh kehati-hatian, misalnya membatasi sampah dan konsumsi yang berlebih serta meminimalkan jejak ekologis yang kita timbulkan.

Salah satu contoh yaitu wilayah Algarve di Portugal (lihat gambar di atas) yang merupakan tempat bagi beberapa pantai paling indah di Eropa. Jika berkesempatan mengunjungi Algarve, kamu bisa turut mendukung gerakan inisiatif keberlanjutan dengan memilih untuk mengunjungi pantai-pantai yang terakreditasi dengan label ramah lingkungan Blue Flag—salah satu lembaga terkenal di dunia yang berkecimpung di bidang ekologi, khususnya pantai.

Baca juga:
3 Alasan Kenapa Menunda Menikah Bukanlah Kegagalan
Jangan Nikah Dulu, Kalau Masih Ingat Mantan

Tanggung jawab untuk menjaga alam juga berhubungan dengan menjaga kelestarian hidup satwa-satwa. Ketika traveling, sebisa mungkin jangan terlibat dalam kegiatan yang berhubungan dengan kekerasan pada binatang, misalnya seperti yang terjadi pada Owl Cafe di Jepang.

Jadilah seorang traveler beretika–bukan traveler egois.***

Artikel ini diterjemahkan dengan beberapa penyesuaian dari artikel berjudul There Is a Muslim Way to Travel and It’s Not What You Think.

0

Artikel, baru

Sudah merasa cocok dengan pacar atau calon yang sekarang? Atau, sudah tak tahan ingin segera menikah? Sebaiknya luangkan waktu untuk membahas persiapan nikah. Tiga hal berikut wajib didiskusikan baik bersama-sama pasangan maupun masing-masing. Jangan nikah dulu, sebelum merenungkannya matang-matang.



1. Keluarga


Kalau masih berpikir menikah itu hanya tentang kamu dan aku, segera buang jauh-jauh. Kenyataannya, menikah juga melibatkan dua keluarga besar. Tak hanya keinginan suami dan istri yang perlu diwujudkan, tapi juga inginnya ibu, ayah, kakak, adik, tante, paman, belum lagi ayah mertua, ibu mertua, kakak ipar, nenek, kakek, dan seterusnya seterusnya. Wah banyak ya jamaahnya? Tapi itulah isi dari pernikahan.

Baca juga:
3 Alasan Kenapa Menunda Menikah Bukanlah Kegagalan

Bicarakan dengan si calon, nanti saat persiapan nikah maupun saat mengarungi bahtera rumah tangga, keinginan siapa yang harus diprioritaskan. Kembalikan lagi pada tuntunan agama. Dalam Islam prioritas utama seorang wanita adalah suaminya, sementara laki-laki meskipun sudah beristri tetap prioritasnya adalah ibunya. Jangan sampai setelah menikah hal-hal mendasar seperti ini belum terpikirkan.



2. Kebebasan


Pernikahan memang tak mengekang kebebasan siapa pun. Baik suami maupun istri memiliki hak yang sama sebagai seorang pribadi dan juga seorang muslim. Tapi, kebebasan saat sudah menikah tak bisa disamakan dengan bebasnya kita saat masih single. Ada hal-hal yang harus dibatasi bukan karena tak boleh, melainkan untuk saling menjaga ikatan.

Seperti sudah tak bisa lagi travelling bersama teman-teman satu geng selama seminggu, sementara suami pulang ke rumah tak ada yang menemani. Atau, seorang suami menghabiskan semua uangnya untuk diri sendiri dan orangtuanya sementara istri hanya dapat sisa-sisa.

Hal-hal besar hingga sepele seperti liburan, keuangan, makan sehari-hari, semua perlu dibahas bersama. Kalau belum siap, jangan nikah dulu!

Baca juga:
Jangan Nikah Dulu, Kalau Masih Ingat Mantan


3. Impian


Manusia akan selalu penuh kejutan. Tak hanya mengejutkan orang lain, dirinya sendiri pun kadang menyadari betapa pilihannya berubah drastis. Impian saat masih sendiri mungkin akan berubah seiring berjalannya pernikahan.

Visi, misi, rumah tangga juga harus dibahas saat persiapan nikah. Apa yang akan kita lakukan sebagai pasangan untuk jangka pendek, jangka sedang, dan yang akan datang.

Perbedaan demi perbedaan akan muncul menjadi sebuah tantangan. Dulu masih mungkin bermimpi ingin kuliah lagi sambil bisnis. Tapi, setelah menikah dan punya anak? Bukan saja tak bisa, melainkan ada hal-hal lain yang perlu dikorbankan. Jika masih ragu, jangan nikah dulu.[]

Penulis: Lilih S. Hilaliah



Segera terbit buku Jangan Nikah Dulu karya Hanny Dewanti!

Menunda Menikah

0

Artikel, baru

Baru sebulan putus, sudah dengar kabar si teman menikah? Hah? Cepet banget move on-nya! Pasti langsung kepo cerita di balik pernikahannya. Jangan-jangan hamil? Astaghfirullah, jangan suudzon dulu, mungkin memang sudah bertemu dengan jodoh dunia akhiratnya. Eh, tapi kok masih suka update status galau ingat mantan, ya?

Ternyata setelah membuka diri baru ketahuan alasan si teman menikah adalah ingin manas-manasin mantan. Hati-hati ya, guys! Jangan nikah dulu kalau alasan kamu menikah hanya untuk memamerkan keindahan foto prewedding, kekhidmatan akad nikah, dan kemesraan masa-masa honeymoon. Sampai kapan sih semua itu akan bertahan?



Baca juga:
3 Alasan Kenapa Menunda Menikah Bukanlah Kegagalan

Merasa puas karena dendam terbalaskan, si mantan pedih dan sakit hati. Lalu, setelah sebulan menikah kita pun akan mulai menghadapi kehidupan pernikahan yang sebenarnya. Yang nggak cuma berisi senyum manis dan pemandangan indah di Instagram. Pernikahan adalah tentang menghadapi masalah aku dan kamu bersama-sama. Karena belum pernah terbayangkan sebelumnya, akhirnya kenangan manis bersama mantan pun kembali menghantui pikiran.

Malam-malam bersama suami jadi semakin suram, karena masih ingat mantan. Rasa bersalah pun muncul karena sudah memilih alasan yang buruk saat menikah dengan suami. Sementara sang mantan sudah move on dan tak peduli lagi kisah masa lalunya bersamamu. Hal-hal lain pun menjadi semakin kacau.

 

Ya, anggap saja barusan kita sedang simulasi bagaimana kehidupan akan berjalan jika keputusan menikah dilandasi hati yang sedang patah dan pikiran gundah. So, jangan nikah dulu! Pernikahan adalah kehidupan yang harus kamu jalani bersama seseorang yang mau tumbuh dan belajar bersama sebagai pasangan. Kalau salah satunya masih ingat mantan dengan terus mengenang masa lalu, bagaimana pernikahan itu dapat berjalan? Pasti akan terasa berat karena pincang.

 

Untuk yang sedang sakit meredam emosi karena dikecewakan mantan, bersabarlah dengan tidak lari dari masalah dan membuat masalah baru. Jangan nikah dulu jika alasan kamu adalah hanya ingin move on dari mantan.[]

Penulis: Lilih S. Hilaliah



Segera terbit buku Jangan Nikah Dulu karya Hanny Dewanti!

Menunda Menikah

0

Artikel, baru

Berada dalam masa “menunggu” untuk dipinang, tapi calon belum tampak, wajar bila kita mulai resah bertanya ‘kapan saat untukku tiba’. Tidak apa-apa jika mulai gundah dengan kesendirian. Karena banyak hal yang tidak bisa dikontrol, termasuk dihinggapi perasaan-perasaan yang datang tanpa bisa kita usir untuk segera pergi.

Lalu, bagaimana mengembalikan ketenangan hati, saat pagi kembali menyapa? Tentu Allah satu-satunya penolong. Namun, kadang kita pun butuh disadarkan ada banyak hal yang dapat membuat kita bersyukur menunda pernikahan.


Menunda Nikah

Jangan Nikah Dulu, Kalau Menikah adalah Tujuan


Sama seperti kepolosan anak kecil yang ingin segera besar karena kagum melihat betapa orang dewasa bisa melakukan banyak hal. Begitu pun saat kita ingin menikah hanya karena melihat sebuah pernikahan seperti rumah yang ingin kita tinggali. Bisa bersantai setelah lelah dengan perjalanan yang terasa tak berujung ini.

Saat tumbuh besar si anak akan sadar bahwa ternyata menjadi dewasa adalah sebuah proses panjang. Dan menikah pun bukanlah rumah untuk kita terus berbaring. Menikah adalah pintu menuju banyak hal baru yang tidak bisa dilalui tanpa persiapan matang.

Baca juga:
Jangan Nikah Dulu, Kalau Masih Ingat Mantan

Jangan Nikah Dulu, Kalau Cuma Karena Sama-Sama Suka



Rasa suka yang kita miliki terhadap calon pasangan hidup bisa menjadi sumber masalah. Karena suka bisa jadi kita mengabaikan restu orang tua, tidak peduli tanggapan teman, semua pertanda diacuhkan demi bisa hidup bersama orang yang kita sayang. Hal yang perlu kita ingat, setelah menikah dunia kita tidak hanya tentang kau dan aku.

Restu orang tua dan pendapat sahabat, bisa jadi jalan untuk kita mengevaluasi hubungan dengan calon pasangan. Apa selama ini sudah berjalan sesuai ridha-Nya? Apa baru nafsu yang mendominasi? Karena kadang kita lupa, bahwa rasa suka tidak akan bertahan selamanya. Banyak hal yang harus mendasari sebuah perkawinan selain rasa suka.


Menunda pernikahn

Jangan Nikah Dulu, Kalau Hanya Kejar Target


Dalam pekerjaan ketika seorang karyawan mencapai target, tentu akan diselamati karena dianggap sukses. Tapi, saat target kita menikah di usia 25 tahun, lalu sampail usia 30 tahun belum juga bertemu jodoh apa kita dianggap gagal? Dalam lima tahun itu pasti banyak hal yang sudah dilewati, menunda pernikahan bukan berarti sebuah kegagalan. Karena pernikahan bukanlah tugas dari atasan, tapi jalan kita untuk lebih baik lagi dalam beribadah.

Jadi, jangan takut dianggap gagal saat memutuskan menunda pernikahan.[]

Penulis: Lilih S. Hilaliah



Segera terbit buku Jangan Nikah Dulu karya Hanny Dewanti!

Menunda pernikahan

0

Artikel, baru

Daniel Keyes, seorang penulis fiksi ilmiah dan non-fiksi Amerika yang sering mengeksplor otak dan pikiran manusia dalam novelnya. Salah satu novel klasik karyanya yang berjudul Flowers for Algernon, mengawali karier Daniel Keyes sebagai penulis yang terkenal di seluruh dunia.


Flowers for Algernon pertama kali diterbitkan pada tahun 1959 sebagai sebuah cerita pendek dan kemudian dirilis dalam bentuk novel pada tahun 1966. Novel yang menceritakan eksperimen seorang lelaki yang IQ-nya meningkat drastis secara artifisial ini sudah terjual jutaan kopi dan dialihbahasakan ke dalam beberapa bahasa, termasuk Bahasa Indonesia yang baru-baru ini kembali diterbitkan dengan judul Charlie.

Latar Belakang Keluarga

 

Daniel Keyes lahir di Brooklyn, New York City, pada 9 Agustus 1927. Ayah Daniel Keyes mengelola sebuah toko barang bekas yang menjual buku, besi tua, dan pakaian tua. Sedangkan Ibunya, Betty, merupakan ahli kecantikan yang belajar secara otodidak. Sejak usia dini Daniel Keyes memiliki rabun jauh dan dia sangat ketakutan bahwa suatu hari nanti dia akan menjadi buta. Hal tersebut mendorongnya untuk terus membaca dengan penuh semangat.

 

Seperti yang ditulis dalam memoar tahun 1999 berjudul Algernon, Charlie, and I: A Writer’s Journey, Daniel Keyes menjelaskan bahwa orang tuanya berharap agar dirinya menjadi seorang dokter. Namun, Daniel Keyes kemudian memutuskan untuk bergabung dengan US Maritime Service di bagian pembuatan kapal. Setelah selesai bertugas di US Maritime Service, dia berhasil lulus dan mendapatkan gelar sarjana psikologi di Brooklyn College pada tahun 1950. Pada tahun 1961, Keyes menyelesaikan pendidikan magister di bidang sastra pada universitas yang sama.

 

Kekuatan Daniel Keyes


Daniel Keyes mendapatkan Hugo Award untuk versi cerita pendek Flowers for Algernon dan Nebula Award untuk versi novelnya sebagai pengakuan atas prestasi dalam fiksi ilmiah dan fantasi. Bagi banyak pembaca, Flowers for Algernon lebih dari sekadar karya fiksi ilmiah. Novel ini dipuji secara luas, termasuk oleh Isaac Asimov –seorang ahli biokimia dan penulis terkenal asal Rusia. Asimov menulis dalam Paratexts: Introductions to Science Fiction and Fantasy bahwa novel tersebut merupakan kisah yang sangat mengejutkan sehingga membuat dirinya benar-benar tersesat dalam kekaguman. Menurut Asimov, Keyes mampu memunculkan kelembutan perasaannya sekaligus keterampilan luar biasa dalam menceritakan kisahnya.

 

Kritikus Washington Post, Joseph McLellan, menyatakan bahwa Daniel Keyes mampu membawakan cerita dengan brilian—tidak hanya menceritakan secara jelas namun juga menghadirkan kehangatan tersendiri. Keyes juga berhasil memunculkan perasaan empati bagi tokoh yang memiliki gangguan mental dalam novel tersebut sehingga menjadikan Flowers for Algernon salah satu novel paling berkesan di tahun 60-an.


Bagaimana Daniel Keyes Menulis

Inspirasi untuk menulis kisah Charly Gordon datang ketika Daniel Keyes mengajar di Special Modified English, yaitu sebuah kursus bagi murid-murid yang kesulitan membaca. Dalam kelas tersebut Keyes bertemu dengan seorang murid lelaki yang tidak puas akan tempatnya di ‘kelas khusus orang bodoh’. Murid tersebut bersikeras minta diajari oleh Keyes supaya dia bisa menjadi ‘orang pintar’. Di kelas lain, Keyes menyaksikan seorang murid dengan kesulitan belajar yang mengalami kemajuan signifikan. Namun, kemudian murid tersebut mengalami kemunduran drastis ketika berhenti mengikuti pelajaran. “Ketika dia kembali ke sekolah, dia telah kehilangan semuanya,” ungkap Keyes. “Dia tidak bisa membaca. Dia kembali ke keadaan semula. Kejadian yang membuat patah hati.”

 

Pada tahun 1981, Daniel Keyes kembali menghasilkan karya best-seller dengan genre non-fiksi berjudul The Minds of Billy Milligan. Karya ini didasari oleh kisah nyata William Stanley Milligan, seorang pria yang dianggap sebagai kriminal atas kejahatan pencurian dan pemerkosaan. Namun, William Stanley menggunakan kondisi mentalnya sebagai pembelaan atas semua tindak kejahatan yang dituduhkan. Pengacaranya menjelaskan bahwa ada dua kepribadian lain William Stanley yang melakukan kejahatan-kejahatan tersebut. William Stanley kemudian dibebaskan dari segala tuntutan kriminal dan diharuskan menjalani perawatan di rumah sakit jiwa selama sepuluh tahun. Keyes mewawancarai William Stanley sejak tahun 1979 untuk penulisan buku The Minds of Billy Milligan.

 

Daniel Keyes merupakan Profesor Emeritus di Ohio University sejak tahun 2000. Dia menikahi Aurea Vazquez di tahun 1952 dan memiliki dua orang putri, bernama Hillary Keyes dan Leslie Keyes. Daniel Keyes meninggal pada 15 Juni tahun 2014.

 

Karya-karya Daniel Keyes

 

Flowers for Algernon (short story, 1959)

Flowers for Algernon (novel, 1966) adapted for cinema as Charly (1968)

The Touch (1968; re-edited and published as The Contaminated Man, 1977)

The Fifth Sally (1980)

The Minds of Billy Milligan (1981)

Unveiling Claudia (1986)

Daniel Keyes Collected Stories (Japan, 1993)

The Milligan Wars: A True-Story Sequel (Japan, 1994)

Until Death (1998)

Algernon, Charlie, and I: A Writer’s Journey (2000)

The Asylum Prophecies (2009)


Simak video berikut!

 



Penghargaan-penghargaan yang Diterima Daniel Keyes

 

1960: Hugo Award for the short story “Flowers for Algernon”

1966: Nebula Award for the novel Flowers for Algernon

1986: Kurd Lasswitz Award for The Minds of Billy Milligan

1993: Seiun Award (Non-Fiction of the Year) for The Minds of Billy Milligan

2000: Author Emeritus Award from Science Fiction and Fantasy Writers of America[]

Dapatkan novel BILLY 24 Kepribadian Billy Milligan dalam Satu Tubuh dan CHARLIE: THE ACCIDENTAL GENIUS di buku kesayanganmu atau di Mizanstore.com!

Simak tulisan Fauziah Hafidha menarik lainnya!
0

Artikel, baru

Jostein Gaarder lahir pada 8 Agustus 1952 di Oslo, Norwegia. Jostein Gaarder dikenal oleh dunia lewat novelnya Dunia Sophie. Selain menulis, dia giat mengampanyekan pelestarian lingkungan melalui Sofie Foundation yang dia dirikan bersama istrinya, Siri pada 1997. Saat ini, dia tinggal di Oslo, Norwegia. Sejak tahun 1996, Penerbit Mizan telah menerjemahkan dan menerbitkan berbagai novel Jostein Gaarder.

Fauziah Hafidha menuliskan biografi singkat serta bagaimana dan mengapa Jostein Gaarder menjadi pengarang dalam artikel berikut ini.

 

Jostein Gaarder, Pengarang Novel Best-Seller Dunia Sophie

 

Jostein Gaarder merupakan penulis best-seller dunia yang berfokus pada sejarah filsafat dan agama khususnya untuk pembaca muda. Seperti yang ditulis di wikipedia.org, karya-karya Jostein Gaarder mencakup novel, cerita pendek dan buku anak.

 

Gaya Tulisan Jostein Gaarder

 

Gaarder sering menulis dari sudut pandang anak-anak dan mengeksplorasi rasa ingin tahu mereka tentang dunia. Menurut Gaarder, dikutip dari artikel kumparan.com, anak-anak dan filsuf memiliki persamaan yang mendasar yaitu kepekaan dan rasa penasaran terhadap hal-hal baru yang jarang dimiliki oleh orang dewasa pada umumnya. Bagi Jostein Gaarder, filsafat merupakan pertanyaan manusia yang berasal dari rasa terpukau akan dunia dan kehidupan–dan pertanyaan-pertanyaan ini akan selalu berkembang.

 

Jostein memiliki ciri khas dalam menuturkan ceritanya, yaitu tokoh dalam buku yang menulis surat. Seperti yang ditulis dalam kumparan.com, Gaarder mengakui bahwa dirinya memang banyak menulis cerita berbingkai yaitu adanya cerita di dalam cerita. Hal tersebut itu akan lebih mudah dituturkan melalui metode surat. Gaarder beranggapan bahwa saat seseorang menulis surat, orang tersebut akan mampu mengungkapkan diri serta berbagai imajinasinya ke dalam bentuk tulisan.

Jostein berasal dari keluarga akademisi sehingga memiliki minat yang besar pada kegiatan membaca, menulis, dan mengajar. Ayahnya adalah seorang kepala sekolah, sementara ibunya seorang guru dan penulis buku anak-anak. Gaarder bersekolah di Oslo Katerdralskole dan juga belajar linguistik serta teologi Skandinavia di Universitas Oslo.

 

Memutuskan untuk Menjadi Penulis

 

Seperti yang ditulis pada laman ft.com, penulis asal Norwegia ini memutuskan untuk menjadi penulis pada usia 19 tahun setelah bertemu dengan istrinya. Jostein  mengaku sudah memikirkan hal ini sebelumnya tetapi dia kemudian membuat keputusan untuk melakukannya ketika merasakan jatuh cinta. Lebih lanjut dalam laman ft.com Jostein Gaarder menyebutkan beberapa tokoh sastra yang menjadi inspirasinya sebagai penulis yaitu Jorge Luis Borges, Dostoevsky, Herman Hesse dan penulis asal Norwegia, Knut Hamsun. Jostein juga mengaku terinspirasi dari buku-buku yang ditulis oleh AA Milne, Antoine de Saint-Exupéry, Dickens, dan cerita-cerita rakyat Norwegia abad ke-19.

 

Dua Buku yang Mengubah Hidup Jostein Gaarder

 

Lebih lanjut dalam ft.com, Jostein mengatakan bahwa ada dua buku yang mampu mengubah hidupnya, yaitu Lillelord (1955) oleh seorang penulis Norwegia bernama Johan Borgen dan Crime and Punishment oleh Dostoevsky. Jostein membaca kedua buku tersebut saat dirinya berusia 18 tahun. Menurut Jostein, buku-buku tersebut dapat ‘mengubah’ seorang anak laki-laki menjadi seorang pria.





Bagaimana Jostein Gaarder Menulis

 

Jostein Gaarder mulai bekerja setelah jam 11 pagi. “Saya tahu bahwa banyak penulis sibuk menulis di meja mereka dari jam sembilan hingga jam lima, dan saya mengagumi disiplin diri yang mereka miliki,” kata Gaarder, tetapi menambahkan bahwa hal tersebut bukan untuk dirinya. Dalam wawancara yang dirilis oleh norway29.com, Jostein menceritakan bahwa di pagi hari dirinya sering meluangkan waktu untuk minum secangkir kopi sambil mendengarkan acara budaya di NRK, stasiun radio publik Norwegia. Meskipun begitu, dalam laman ft.com, Jostein Gaarder mengaku tidak ada hari yang benar-benar sama karena dirinya melakukan banyak hal lain dan sangat aktif dalam kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan.

Ketika menulis novel Sophie’s World, Jostein Gaarder membutuhkan waktu tiga bulan yang hanya diisi dengan mayoritas kegiatan untuk menulis dan tidur. Dia juga mengatakan dapat bekerja selama 14 jam sehari ketika sedang mengerjakan sebuah buku. Dalam artikel norway2019.com, Jostein menceritakan bahwa terkadang dia bekerja sambil ditemani video konser di YouTube milik musisi Grieg, Rachmaninoff atau Tschaikovsky.




Penghargaan yang Diterima Jostein Gaarder

 

Gaarder telah menerima beberapa pengakuan dan penghargaan atas kontribusinya di bidang sastra. Beberapa penghargaan tersebut, dikutip dari famousauthor.org, adalah Norwegian Critics Prize for Literature (1990), Norwegian Booksellers’ Prize (1993), Deutscher Jugendliteraturpreis (1994), Premio Bancarella (1995), Buxtehude Bull (1997), Willy-Brandt Award (2004), Commander, The Royal Norwegian Order of St. Olav (2005) serta gelar kehormatan dari Trinity College, Dublin.

Karya Jostein Gaarder yang paling terkenal adalah novel Sophie World: A Novel About the History of Philosophy (1991). Novel tersebut telah diterjemahkan ke dalam 60 bahasa, salah satunya dalam Bahasa Indonesia dengan judul Dunia Sophie. Novel ini juga disebut-sebut telah terjual lebih dari 40 juta kopi di seluruh dunia.

 

Karya-karya Jostein Gaarder (sumber: wikipedia.org):

 

  1. Diagnosen og andre noveller (The Diagnosis and Other Stories) (1986)
  2. Froskeslottet (The Frog Castle) (1988)
  3. Kabalmysteriet (The Solitaire Mystery) (1990)
  4. Sofies verden (Sophie’s World) (1991)
  5. Julemysteriet (The Christmas Mystery) (1992) (1995 edition illustrated by Stella East)
  6. Bibbi Bokkens magiske bibliotek (Bibbi Bokken’s magic library) (together with Klaus Hagerup (1993)
  7. I et speil, i en gåte (Through a Glass, Darkly) (1993)
  8. Hallo? Er det noen her? (Hello? Is Anybody There?) (1996)
  9. Vita Brevis: A Letter to St Augustine (Also published in English as That Same Flower) (1998)
  10. Maya (1999)
  11. Sirkusdirektørens datter (The Ringmaster’s Daughter) (2001)
  12. Appelsinpiken (The Orange Girl) (2004)
  13. Sjakk Matt (Checkmate) (2006)
  14. De gule dvergene (The Yellow Dwarves) (2006)
  15. Slottet i Pyreneene (The Castle in the Pyrenees) (2008)
  16. Det spørs (2012)
  17. En fabel om klodens klima og miljø (Anna. A fable about the earth’s climate and environment) (2013)
  18. Anton og Jonatan (Anton and Jonatan) (2014)
  19. Dukkeføreren (2016)
  20. Akkurat Passe (Just Right) (2018)

 

Karya terbaru dari Jostein Gaarder berjudul Akkurat Passe: En liten fortelling om nesten alt atau dalam Bahasa Inggris disebut Just Right: A Brief Story of Almost Everything. Novel terbaru ini juga sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indoensia dengan judul The House of Tales.

0

Artikel, baru
Sagrada Familia dibangun secara ilegal selama 137 tahun, terang CNN.com.

 


Namun, pada 7 Juni 2019, gereja Katolik Roma akhirnya menerima izin pembangunan gereja peninggalan arsitek Antoni Gaudi tersebut. Pemerintah kota Barcelona bahkan memberikan dana sebesar 4,6 juta euro (atau sekitar 5,2 juta dolar) kepada komite yang bertugas menyelesaikan pembangunan gereja. Dana ini digunakan dalam proyek yang bertujuan mengurangi dampak lingkungan yang terjadi dari kedatangan jutaan pengunjung Sagrada Familia.


Baca juga:
Penasaran dengan Novel Origin, Ini Dia Sinopsisnya!
5 Fakta Menarik Tentang Novel Terbaru Dan Brown Origin


Antoni Gaudi, menurut blog.sagradafamilia.org, telah meminta izin mendirikan bangunan gereja katolik tersebut pada tahun 1885 dari dewan kota Sant Martí de Provençals, tetapi tidak pernah mendapatkan jawaban. Permintaan ini juga dilengkapi dengan blue print desain Sagrada Familia yang ditandatangani langsung oleh Antoni Gaudí. Meskipun pembangunan gereja neo-Gotik tersebut dimulai tahun 1882, pihak berwenang baru menyadari pada tahun 2016 bahwa pembangunan ini belum memiliki izin.

 

Sagrada Familia akan memiliki ketinggian maksimum 172 meter dan disokong dengan anggaran 374 juta euro.


Gaudi, sang arsitek, mengabdikan hidupnya untuk membangun mahakaryanya sampai akhirnya tewas akibat kecelakaan pada tahun 1926. Situs voaindonesia.com menyebutkan bahwa sejak kematian Antoni Gaudi, sepuluh arsitek telah melanjutkan pekerjaannya berdasarkan model dari gipsum buatan Gaudi dan foto-foto serta publikasi dari gambar aslinya. Pembangunan gereja ini diharapkan selesai pada tahun 2026, bertepatan dengan peringatan 100 tahun kematian Antoni Gaudí.

 

 

Sagrada Familia juga menjadi salah satu tempat yang menjadi latar belakang novel thriller terbaru Dan Brown, Origin. Dalam novel tersebut, Dan Brown menulis bahwa Antoni Gaudi merupakan seorang pelajar alam yang menimba inspirasi arsitekturnya dari bentuk-bentuk organik dan menggunakan “alam ciptaan Tuhan” untuk membantunya mendesain bangunan-bangunan dengan bentuk biomorfis yang luwes—sering kali terlihat seolah-olah tumbuh sendiri dari tanah.

 

Konon, Gaudi pernah berkata bahwa tidak ada garis lurus di alam. Karya-karya Antoni Gaudi antara lain berupa taman-taman, gedung-gedung umum, rumah-rumah megah milik pribadi, dan tentu saja mahakaryanya Sagrada Família. Dan Brown membagikan berita CNN tentang ijin pembangunan Sagrada Familia ini di laman facebook-nya dan mengatakan “Finally, they can officially break ground on Gaudí’s 137 year old masterpiece”.


Baca juga:
4 Kota Jejak Sejarah Islam Di Spanyol
6 Bangunan Bersejarah di Spanyol

Seperti dilansir voaindonesia.com, setiap tahunnya lebih dari 4,5 juta orang mengunjungi basilika yang dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO tersebut.

 

Hmm, terpikir untuk mengunjungi Sagrada Familia? Sebelum benar-benar travelling mengunjungi kota Barcelona, Anda bisa mencoba beberapa tips mudah dan murah untuk menikmati keindahan Sagrada Familia. Selamat mencoba :).[]

0

Artikel, baru, Tips

Budget traveling kini sudah menjadi trend, bukan lagi sekadar mimpi.


Dulu, harga tiket pesawat untuk penerbangan ke luar negeri sangatlah mahal. Tony Fernandes—pendiri AirAsia sekaligus penulis Flying High—dalam wawancaranya di kanal Youtube Larry King, berkata bahwa sebelum dia memegang AirAsia hanya ada 6% orang Malaysia yang dapat terbang. Tapi semenjak AirAsia hadir, kini semua orang bisa terbang.

Kamu pasti senang kan dengan banyaknya pilihan maskapai penerbangan bertarif rendah seperti AirAsia. Sekarang, kita tidak perlu khawatir dengan biaya tiket pesawat yang meroket. Yuk, simak 3 tips travel budget dari AirAsia!

Baca juga:
5 Fakta Menarik Tony Fernandes, Sang Bos AirAsia
Bikin Takjub! Inilah 3 Peristiwa yang Mengubah Tony Fernandes


1. Hemat dengan BIG Loyalty

 

Sebagai program member dari AirAsia, AirAsia BIG Loyalty memberikan kemudahan buatmu untuk bisa menikmati penerbangan hemat di seluruh jaringan AirAsia. Loyalty program menjadikan semua kursi bisa di-redeem dengan mengunakan poin. Setiap pembelian tiket senilai Rp30.000 akan memperoleh 20 poin. Kamu bisa mendapatkan poin lebih banyak jika melakukan penerbangan jarak jauh.


Program AirAsia yang sudah berjalan lama ini memiliki banyak keuntungan. Semakin banyak kita terbang, semakin banyak poin yang kita kumpulkan. Selain itu, keuntungan eksklusif lainnya untuk anggota BIG adalah bisa mengakses 24 jam promo priority booking di seluruh sale AirAsia. Tidak hanya itu, anggota AirAsia BiG juga bisa memesan kursi promo (bahkan kursi gratis) dengan menukarkan minimal 500 poin BiG di airasiabig.com dan aplikasi AirAsia BiG.


2. Promo Kursi Gratis!

 

Tiket pesawat murah memang menggiurkan, tapi alangkah lebih bahagianya kalau bisa terbang gratis. Nah untuk yang satu itu, bukan lagi mimpi loh. Kita bisa terbang secara gratis bersama AirAsia. Kursi GRATIS adalah program promosi spesial yang diberikan AirAsia khusus untukmu.


Kamu hanya akan membayar pajak bandara untuk bisa terbang ke destinasi impian. Intinya, AirAsia akan menggratiskan yang dibebankan. AirAsia menyediakan 5 JUTA KURSI PROMO untuk destinasi domestik dan internasional. Walaupun tidak semua destinasi GRATIS, tapi harga yang ditawarkan dalam promo ini nggak bikin dompet tipis!


Dengan tiket pesawat promo, kita bisa berhemat untuk tiket pesawat selanjutnya untuk terbang kemana saja. Jadi kita bisa membeli dua tiket budget flight dengan harga satu tiket maskapai yang mahal.


3. Semua Dalam Genggaman


Sekarang semuanya sudah serba mobile, jadi kita bisa mengakses dan mendapatkan kesempatan kursi gratis hanya dengan satu sentuhan jari lewat aplikasi AirAsia. Praktis, kan?


Baca juga:
5 Rekomendasi Restoran Halal di Tokyo, Kamu Wajib Coba!
Destinasi Pelancong dalam Negeri dengan Pesawat

Now everyone can fly!


Dalam bukunya Flying High, Tony Fernandes mengingatkan kita untuk selalu percaya pada mimpi. Walaupun orang lain berkata hal itu gila, kita harus berani menghadapinya. Seperti dulu Tony Fernandes ingin mendirikan maskapai bertarif rendah, hingga AirAsia menjadi salah satu maskapai terbesar di Asia saat ini. Beranikah kamu bermimpi untuk pergi berlibur ke tempat impianmu tahun ini?[]

Penulis: Logika Anbiya
Penyunting: Zahra Haifa



0

Artikel, baru


Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di Facebook Jayaning Hartami.

Aku melihat perempuan-perempuan pejuang,


Pada mereka yang rela bangun dini hari, memompa ASI sekaligus siapkan sarapan pagi. Lalu saat matahari sedikit meninggi, mereka melangkahkan kaki untuk pergi. Berkontribusi lewat kerja-kerja yang menggerakkan perekonomian negeri ini.


Aku melihat perempuan-perempuan pejuang,


Pada mereka yang memutuskan tidak bekerja, lalu menghabiskan hari-harinya bersama anak dan pekerjaan rumah tangga. Dengan sederet potensi dan prestasinya di masa lalu, cukup baginya ditukar dengan tawa dan pelukan dari para makhluk kecil di tengah tumpukan baju, kompor menyala, serta sudut sudut rumah yang belum tersapu.


Aku melihat perempuan-perempuan pejuang,

 

Pada mereka yang tidak putus mengejar ilmu. Melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi agar kelak anak paham bahwa tak ada yang lebih menundukkan hati dibandingkan mengetahui betapa kerdilnya ilmu yang kita miliki.

 

Aku melihat perempuan-perempuan pejuang,

 

Pada mereka yang bersetia melayani suami dengan sebaik-baiknya. Bukan tentang rendahnya peran, tetapi bagi mereka menjaga pandangan suami adalah hal yang sungguh menyenangkan. Perempuan semacam ini sungguh mengajarkan keikhlasan. Menjadikan rumah sebagai surga sebelum surga sebenarnya yang dicita-citakan.


Baca juga:
7 Wanita Pejuang Kemerdekaan di Dunia, Keren Banget!
Meski Dijajah Israel, 3 Wanita Palestina Ini Tak Takut Melawan

Aku melihat perempuan-perempuan pejuang,

 

Pada mereka yang berani bangkit melawan, ketika suami tak henti main tangan. Meski dipenuhi ketakutan, ia paham betul ada ketenteraman jiwa anak yang mesti diselamatkan. Malam-malamnya mungkin dipenuhi pikiran, bagaimana hidup ke depan. Tapi ia tahu. Ia yakin. Pada Allah-lah sebaik baik penjagaan.

 

Aku melihat perempuan-perempuan pejuang,

 

Pada mereka yang berusaha bergerak maju, setelah pernikahannya dihancurkan oleh pengkhianatan. Tak perlu baginya sibuk berkutat dengan aib mantan, atau sampai sibuk menyindir bersahutan. Karena apapun itu, tak akan mengubah keadaan. Karena di antara dirinya dan sang mantan, ada anak kecil yang berhak atas kebahagiaan.

 

Aku melihat perempuan-perempuan pejuang,

 

Pada mereka yang dulu tersakiti masa kecilnya. Mungkin omelan, sering juga sabetan. Atau perkataan buruk dari Ayah Ibu yang hingga kini di kepalanya tak henti bersahutan. Tapi baginya, cukup semua sakit itu berhenti padanya. Ia punya sejuta alasan untuk marah, tapi memilih memaafkan. Karena anak-anaknya, berhak mendapatkan sosok ibu dengan versi terbaik dari dirinya.


Sungguh, Aku melihat perempuan-perempuan pejuang,

 

Pada mereka yang bersungguh sungguh pada apa yang dikerjakan. Ia sibuk memperbaiki diri, juga kualitas dengan keluarga dan lingkungannya sendiri.

 

Tak ada waktu baginya untuk mencemooh apalagi nyinyir pada pilihan hidup orang lain. Karena ia tahu, setiap orang punya perjuangannya sendiri, yang mungkin tidak ia pahami.

 

Aku sungguh melihat perempuan-perempuan pejuang,

 

Pada mereka yang menyibukkan diri pada kebaikan. Pada mereka yang terus menata ikhlas pada peran yang saat ini dimainkan.

 

Ia bahagia dengan apa yang dipilihnya, sehingga tak pernah butuh merendahkan peran orang lain, hanya untuk membuat dirinya terlihat berharga.

 

Perempuan-perempuan semacam ini yang akhirnya membuat saya paham, mengapa pada mereka surga itu diletakkan.[]


Segera terbit buku Katanya, Jadi Ibu Itu…!

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Katanya, jadi Ibu itu… *kasih kepsyen dari wejangan orang tua dan mertua* – – Katanya, jadi Ibu itu.. *masukin pendapat dari para pakar parenting* – – Katanya, jadi Ibu itu.. *tambahin komentar dari netijen* – – Banyak versi sosok Ibu ideal dari bisa kita temukan di zaman sekarang ini – – Ada yang memang urusan prinsipil, tapi lebih banyak lagi yang sebetulnya bisa diluweskan, variatif tergantung value keluarga masing masing. – – Mencoba memenuhi semuanya cuma akan bikin capek, terus terusan ngritik diri sendiri, dan pusingnya cyiiin~ bisa ngalah ngalahin sistem zonasi 😆 – – “Katanya, Jadi Ibu Itu..” – – Adalah judul buku pertamanya Tami, insyaallah.. 😄 – – #KatanyaJadiIbuItu #Horeeeee #AkhirnyaBikinBukuJuga 🤣 – – Minta doanya yaa 🙏😁 @penerbitqanita

A post shared by jayaninghartami (@jayaninghartami) on

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 34NO NEW POSTS
X