Artikel

Dan Brown’s Inferno : Instanbul, Destinasi Wisata yang Eksotis

dan-brown-inferno


Pada artikel wawancara sebelumnya, Dan Brown mengaku bahwa tempat paling favorit dari semua tempat yang pernah dia kunjungi di seluruh dunia adalah Istanbul. Dan Brown menganggap Istanbul sebagai kota tempat “timur” dan “barat” bertemu secara geografis. Kota yang semula bernama Konstantinopel tersebut, merupakan ibu kota dari empat kekaisaran, yaitu Romawi, Byzantium, Latin dan Ottoman. Setiap kekaisaran memiliki ciri khas dan peninggalan yang berbeda satu sama lain. Sehingga membuat Istanbul menjadi kota yang kaya akan warisan sejarah dan budaya.


Dalam artikel tourturki.co.id,  dikatakan bahwa meskipun Istanbul bukan ibu kota Negara Turki, tetapi Istanbul merupakan kota terluas dengan 13 juta penduduk. Istanbul juga merupakan kota lintas benua, Asia dan Eropa, yang dipisahkan oleh suatu selat bernama Selat Bosporus. Kedua benua tersebut dihubungkan oleh sebuah jembatan yang juga diberi nama Jembatan Bosporus. Di sisi lain Jembatan Bosporus (atau dikenal dengan nama Jembatan Fatih Sultan Mehmed), terdapat sebuah tanda selamat datang ke dua benua tersebut, Benua Asia atau Benua Eropa.


Istanbul merupakan salah satu tempat yang menjadi latar belakang novel best-seller karya Dan Brown, Inferno. Karakter utama dalam novel, Robert Langdon, mengakhiri petualangan untuk memecahkan teka-teki puisi Dante di kota terbesar di Turki tersebut. Langdon sempat mengunjungi beberapa lokasi di Istanbul sampai akhirnya dia mampu menemukan jawaban dari teka-teki puisi Dante.



Kalau sudah membaca Inferno, Anda pasti familiar dengan tempat-tempat di bawah ini. Apa saja keunikan dari tempat-tempat tersebut?



Hagia Sophia, Museum Kebijakan Suci Bersepuh Emas



hagia-sophia


Bangunan yang dibangun pada tahun 360 M ini awalnya menjadi katedral Ortodoks Timur sampai tahun 1204. Setelah terjadinya Perang Salib Keempat, Enrico Dandolo mengubah Hagia Sophia menjadi gereja Katolik. Pada abad kelima belas, menyusul penaklukan Konstantinopel oleh Fatih Sultan Mehmed, bangunan itu diubah menjadi masjid. Selanjutnya pada tahun 1935, Hagia Sophia akhirnya difungsikan sebagai sebuah museum.


Dan Brown dalam novel Inferno menyebut bangunan bersejarah ini sebagai museum kebijakan suci bersepuh emas. Semua dinding Hagia Sophia, kecuali yang dilapisi marmer, dihiasi mosaik sangat indah yang terbuat dari emas, perak, kaca, terakota, dan batu berwarna-warni. Beberapa mosaik di Hagia Sophia merupakan seni Byzantium dan dianggap sebagai mahakarya. Motif yang digunakan untuk menciptakan mosaik sebagian besar adalah potret kekaisaran dan gambar religius dari ajaran Kristen.

 


Kubah Hagia Sophia merupakan elemen yang paling mencolok dalam bangunan tersebut. Seperti dilansir pada florenceinferno.com, perbedaan paling penting dalam desain arsitektur Hagia Sophia adalah ukuran yang jauh lebih besar dan kubah yang lebih tinggi daripada bangunan gereja pada umumnya. Kubah yang berada di atas ruang tengah memiliki tinggi 55,60 meter dari permukaan tanah, 31,87 meter dari bagian utara ke selatan dan 30,87 meter dari bagian timur ke barat.



Fakta menarik tentang Hagia Sophia: Sophia dalam bahasa Yunani berarti kebijaksanaan. Nama lengkap Hagia Sophia dalam bahasa Yunani berarti ‘Shrine of the Holy Wisdom of God’, Tempat Kebijaksanaan Suci dari Tuhan.




Istana Topkapi, Kota di dalam Kota Istanbul



istana-topkapi

Seperti yang digambarkan Dan Brown dalam novelnya, Istana Topkapi menjadi favorit di kalangan turis karena memiliki pemandangan strategis ke jalur air Bosporus. Turis kebanyakan datang mengunjungi istana tersebut untuk mengagumi keindahan pemandangan dan koleksi menawan harta karun Ottoman. Mencakup jubah dan pedang yang konon pernah digunakan oleh Nabi Muhammad.

 

Istana Topkapi merupakan pusat kekuasaan Ottoman dan menjadi pusat administrasi, pendidikan, serta artistik kekaisaran Ottoman selama hampir empat ratus tahun. Istana ini sering dianggap sebagai kota di dalam kota karena begitu luas. Istana Topkapi terdiri dari 4 bagian utama yang berisi taman-taman yang indah, dapur yang sangat besar, masjid, rumah sakit, paviliun-paviliun serta Harem. Harem merupakan tempat tinggal sultan Ottoman bersama keluarga, selir-selir, dan para pelayan serta para penjaga Harem. Seperti yang dilansir pada worldwanderista.com, bangunan kamar-kamar yang ada di Harem dipenuhi dengan mosaik mewah dan ubin yang berwarna cerah. Begitu juga dengan detail-detail emas yang ada di jendela Harem, semuanya cantik dan indah!

 

Setelah berdirinya Republik Turki, Istana Topkapi dialihfungsikan menjadi museum pada tanggal 3 April tahun 1924. Museum ini berisi koleksi porselen, jubah, senjata, perisai, baju besi, miniatur kekaisaran Ottoman, kaligrafi Islam, serta perhiasan-perhiasan khas Ottoman.

 

Fakta menarik tentang Istana Topkapi: Dalam bahasa Turki, ”Topkapi” berarti ”Gerbang Meriam”. Nama tersebut berasal dari meriam besar yang berdiri kokoh di luar gerbangnya.



Basilica Cistern, Waduk Bawah Tanah Istanbul



Basilica-cistern


Hanya beberapa menit dari Hagia Sophia, Robert Langdon keliru menganggap bahwa pintu masuk sederhana yang dia lihat mengarah ke klub dansa bawah tanah, namun kenyataannya pintu tersebut menuju ke sebuah konser di dalam waduk. Bertrand Zobrist, ilmuwan yang telah membuat teka-teki puisi Dante dalam novel Inferno, telah meninggalkan virus berbahaya di waduk yang kini dipenuhi dengan orang-orang dari berbagai penjuru dunia.

 

Waduk tersebut bernama Basilica Cistern, dibangun pada abad ke-6 di bawah kekaisaran Byzantium. Bangunan bawah tanah ini memiliki tinggi 70 meter dengan lebar 140 meter. Ruangan ini memiliki gaya khas romawi dengan tiang beton sebanyak 336 buah. Menurut informasi dari cheria-travel.com, Basilica Cistern mampu menyimpan air sampai 80.000 meter kubik. Sejak era kekaisaran Byzantium, Basilica Cistern berfungsi menyuplai air untuk kota Istanbul -bahkan hingga masa kekaisaran Ottoman memasuki era modern. Air dari tempat ini juga merupakan suplai utama ke Istana Topkapi.

 

Salah satu keunikan yang dimiliki Basilica Cistern adalah terdapat pahatan patung Medusa yang berbentuk persis sama dengan letak menghadap yang berbeda. Menurut mitologi Yunani, Medusa merupakan salah satu mahkluk Gorgon, tokoh perempuan yang hanya dengan pandangannya saja dapat mengubah makhluk hidup menjadi batu. Belum ada teori pasti yang menjelaskan mengapa kedua pahatan Medusa di Basilica Cistern tersebut menghadap ke arah yang berbeda.

 

Basilica Cistern memiliki 336 kolom, terbuat dari marmer dan granit yang sebagian besar bergaya Corinthian. Salah satu keunikan lain yang ada di Basilica Cistern adalah kolom ‘Hen’s Eye’ yang memiliki motif setetes air mata di bagian atasnya. Bentuk air mata tersebut dikaitkan dengan 7.000 budak yang dipekerjakan untuk membangun Basilica Cistern dan ratusan dari mereka tewas selama pembangunan berlangsung.

 

Fakta menarik tentang Basilica Cistern: Tempat ini pernah digunakan sebagai lokasi film James Bond, From Russia with Love pada tahun 1963.



[Oleh: Fauziah Hafidha]



Baca juga: Artificial Intelligence Bisa Gantikan Manusia? Ini Kata Dan Brown


Baca juga: Ingin jadi Penulis? Simak Pesan Penting dari Dan Brown Yuk!

Author


Avatar