Anak, Artikel

[DAR Anak] Hari Kartini – Apa Yang Sebenarnya Diperjuangkan Ibu Kartini?

R.A Kartini

R.A Kartini


Setiap tanggal 21 April selalu diperingati sebagai Hari Kartini. Di sekolah, biasanya semua anak perempuan dianjurkan memakai baju kebaya untuk menggambarkan Ibu Kartini. Tidak hanya di sekolah, bahkan instasi pelayanan masyarakat juga seringkali mengenakan kebaya di Hari Kartini. Contohnya polwan-polwan cantik ini, khusus untuk hari Kartini mereka memakai kebaya dan berpuisi sambil bertugas menjaga ketertiban di jalan.

Terlepas dari hari peringatan yang dirayakan setiap tahun, sebenarnya apa sih yang sejak dulu diperjuangkan oleh Ibu Kartini? Pertama-tama, kita kenalan dulu yuk dengan Ibu Kartini. Bernama lengkap Raden Ajeng Kartini atau sering juga dikenal sebagai Raden Ayu Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879.

Itulah mengapa peringatan Hari Kartini diperingati setiap 21 April, karena merupakan hari kelahirannya. Beliau dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional karena banyak berjasa untuk Indonesia. Terutama kaum perempuan.



Foto: faisart07.deviantart.com

Foto: faisart07.deviantart.com



Pada zaman dahulu, perempuan dianggap tidak perlu berpendidikan tinggi, karena hanya akan berakhir menjadi ibu rumah tangga yang menghabiskan waktunya di dapur untuk mengurus suami dan anak-anaknya.

Ibu Kartini adalah salah satu perempuan yang tidak setuju akan pandangan kuno tersebut. Meskipun beliau hanya seorang tamatan sekolah dasar beliau sangat ingin untuk melanjutkan sekolahnya sampai ke jenjang yang lebih tinggi.

Karena tidak diperbolehkan untuk melanjutkan sekolah, Kartini menghabiskan waktunya dengan membaca berbagai buku dan majalah. Hal ini yang membuat kartini suka menulis. Dia pun berkirim surat dengan teman korespondensinya di Belanda. Melalui surat-surat dan buku yang dia baca, dia memiliki keinginan untuk memajukan pendidikan bagi wanita di Indonesia.

Foto: Wikipedia

Foto: Wikipedia.com



Pada usianya yang ke 24 Kartini menikah dengan seorang bangsawan bernama Raden Adipati Joyodiningrat. Beruntunglah karena suaminya mengerti keinginan Kartini untuk memajukan kaum perempuan dan memperbolehkan Kartini untuk membuka sekolah khusus wanita di Rembang.

Sayangnya Kartini tidak dapat menyaksikan sekolahnya berkembang hingga dibuka di kota-kota lain seperti Semarang, Surabaya, Yogyakarta dan lainnya. Karena pada 17 September 1904 tepatnya empat hari setelah melahirkan anak pertamanya beliau meninggal dunia pada usia 25 tahun.

Setelah beliau meninggal, tepatnya pada tahun 1922 sebuah penerbit Empat Saudara memutuskan untuk menerbitkan tulisan-tulisan yang berisi buah pemikiran Kartini semasa hidupnya. Karena dinilai dapat menginspirasi orang banyak. Buku terkenal tersebut berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang; Boeah Pikiran”.

Sahabat ada yang sudah membaca buku ini?


Habis Gelap Terbitlah Terang | Image

foto: wikipedia.com





Perjuangan yang dilakukannya terlihat sangat sederhana. Tetapi pendidikan adalah hak dasar yang bisa memberikan banyak kesempatan dan harapan untuk semua orang. Tidak terkecuali kaum perempuan. Karena kaum leki-laki dan perempuan memiliki potensi yang sama besar. Sekarang, sudah tidak ada perbedaan antara lelaki dan perempuan di bidang pendidikan.

Berterimakasihlah pada Ibu Kartini! Semua orang bebas memilih bidang yang ingin ditekuninya. Jadi tidak ada lagi alasan kita sebagai kaum perempuan untuk tidak bisa melakukan sesuatu hanya karena kita seorang “perempuan”. Kita seorang Perempuan dan kita memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki.



Selamat hari Kartini Sahabat KKPK semua. Kejarlah terus mimpimu sejauh apapun itu!

Author


Avatar