Artikel

DC Icons: Masa Muda Tokoh Ikonik DC

Apakah kamu menggemari tokoh-tokoh superhero dari DC?

Selain mengikuti komik dan filmnya, sekarang kamu bisa menikmati kisah-kisah mereka dalam format novel. Serial DC Icons namanya. Serial ini digarap oleh sejumlah penulis papan atas dalam genre YA (Young Adult), karena novelnya memang menceritakan para tokoh ikonik DC di masa muda mereka. Langsung saja disimak, para tokoh yang bisa kamu baca kisahnya dalam seri DC Icons.


Buku Seri DC Icons

Wonder Woman: Warbringer karya Leigh Bardugo

Kisah pembuka dalam seri DC Icons adalah tentang Diana Prince sang Wonder Woman. Diana muda belum pernah meninggalkan Pulau Themyscira, tempat tinggalnya bersama kaum Amazon. Meskipun dia anak dari Ratu Hippolyta, bukan berarti dia otomatis dipuja-puji oleh para wanita Amazon. Kemampuan Diana belum teruji dalam perang, dan dia sangat ingin unjuk diri agar tidak diremehkan lagi.

Kesempatan Diana datang bersama seorang gadis yang diburu oleh berbagai pihak karena dia seorang warbringer atau pencetus perang. Misi Diana adalah menghentikan warbringer bangkit sepenuhnya dan membawa kehancuran dunia.

Wonder Woman


Leigh Bardugo, penulis yang sebelumnya telah sukses dengan trilogi Grisha dan dwilogi Six of Crows, berhasil menyajikan kisah Diana dengan apik; tokoh-tokohnya menarik, dan adegan-adegan laganya seru. Karena alur ceritanya cepat, novel setebal 500 halaman lebih ini rasanya masih kurang.

Leigh pernah bekerja sebagai copywriter, jurnalis, penata rias Hollywood, dan juga penulis skrip movie trailer, sebelum akhirnya menerbitkan buku perdananya. Wanita lulusan Yale University ini juga merupakan vokalis band Captain Automatic.


Batman: Nightwalker karya Marie Lu

Sebelum menjadi Batman, Bruce Wayne adalah seorang pemuda kaya raya nan gegabah dengan segala kegalauannya mencari jati diri. Gara-gara mengikuti instingnya untuk melawan perintah polisi dan mengejar komplotan penjahat Nightwalker, Bruce dihukum untuk melakukan pelayanan masyarakat di Arkham Asylum.

Arkham Asylum adalah tempat mengerikan, perpaduan antara fasilitas penjara dan rumah sakit jiwa. Para kriminalis yang ditahan di sana rata-rata memang psikopat berbahaya. Bahkan, ada satu bagian khusus dengan pengamanan ekstra, berisi tahanan-tahanan berisiko tinggi. Di bagian inilah Bruce bertemu dengan Madeleine, salah satu anggota Nightwalker.

Bruce berusaha membuat Madeleine buka mulut dan membocorkan rahasia Nightwalker, gerombolan pencuri dan pembunuh yang meneror Kota Gotham, khususnya meneror penduduk kalangan atas. Tindakan apa yang akan Wayne lakukan ketika dia diberitahu akan menjadi target Nightwalker berikutnya?

Batman Nightwalker


Marie Lu telah lebih dulu sukses dengan trilogi Legend, trilogi The Young Elites, dan Warcross. Ketika menerima tugas untuk menuliskan kisah masa muda Bruce Wayne, dia sangat bersemangat. Dilansir dari wawancaranya dengan Flickering Myth, Marie merasa kisah tokoh Batman sudah banyak dieksplorasi, sedangkan tokoh Bruce Wayne belum. Dia senang dapat mendalami karakter Bruce Wayne remaja dan mendalami bagaimana Bruce bisa tertarik pada penegakan keadilan di Kota Gotham.

Setelah lulus dari University of Southern California, Marie Lu sempat bekerja sebagai art designer di industri video game. Saat ini dia menjadi penulis purna waktu, dan tinggal bersama suaminya di Los Angeles, California.


Catwoman: Soulstealer karya Sarah J. Maas

Buku ketiga dalam serial DC Icons dan baru saja dirilis pada Agustus 2018 ini adalah Catwoman: Soulstealer. Di bagian akhir Batman: Nightwalker ada sedikit cuplikan Catwoman, isinya tentang Selina Kyle yang terpaksa berpartisipasi dalam pertarungan dan pertaruhan ilegal demi mendapatkan uang untuk bertahan hidup.

Menilik sinopsis yang telah beredar di Goodreads, dalam Catwoman: Soulstealer, pembaca akan kembali menjelajahi Kota Gotham, kali ini dari sisi penjahatnya. Catwoman, berkomplot dengan Poison Ivy dan Harley Quinn, membuat kekacauan di Kota Gotham. Berhubung Batman sedang bertugas ke luar kota, hanya ada Batwing yang bertugas menghentikan ketiga gadis ini. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Catwoman


Setelah mendapatkan sudut pandang superhero di dua buku pertama, menarik sekali mendapatkan sudut pandang supervillain di buku ketiga ini. Pembaca bisa melihat latar belakang sang tokoh dan memahami alasan di balik dia memilih jalan yang salah.

Sarah J. Maas terkenal dengan novel-novelnya yang tebal, serial Throne of Glass dan serial A Court of Thorns and Roses. Kedua serial ini memiliki sangat banyak penggemar dan menjadi New York Times bestsellers. Catwoman: Soulstealer ini mungkin karyanya yang paling tipis, hanya setebal tiga ratusan halaman.

Sarah lulus dari Hamilton College dengan Magna Cum Laude di jurusan creative writing. Saat ini Sarah dan suaminya tinggal di Pennsylvania, pada Juni 2018 lalu mereka baru saja dikaruniai seorang anak laki-laki.


Superman: Dawnbreaker karya Matt de la Pena

Kisah Clark Kent muda ini baru direncanakan akan terbit pada Januari 2019, namun sinopsisnya sudah muncul di Goodreads. Berikut ini terjemahan lepasnya.

Clark Kent selalu lebih cepat, lebih kuat, dan lebih baik dibandingkan orang-orang di sekitarnya. Tapi dia dibesarkan untuk tidak bersikap pamer, dan menarik perhatian orang lain bisa jadi berbahaya. Lagipula, dia bisa dibilang belum layak mendapatkan kekuatannya.

Akhir-akhir ini, rasanya sulit untuk menyembunyikan tindakan-tindakan heroik Clark. Ketika suatu hari dia mengikuti suara tangisan seorang gadis, Clark menemukan suatu rahasia gelap di Smallville. Rupanya bukan hanya Clark yang menyembunyikan sesuatu.

Dibantu oleh sahabatnya, Lana Lang, dia menyelidiki kebenaran. Kejahatan apa yang bersembunyi di kota kecil ini? Seberapa besar harga yang harus Clark bayar demi mempelajari masa lalunya dan menerima masa depannya sebagai Superman? Karena sebelum dapat menyelamatkan dunia, Clark Kent harus terlebih dulu menyelamatkan Smallville.

Superman


Sama seperti Leigh, Marie, dan Sarah, Matt de la Pena pun telah menghasilkan buku-buku yang masuk dalam jajaran New York Times bestseller. Dia juga pernah memenangi Newbery medal untuk bukunya yang berjudul Last Stop on Market Street, hasil kolaborasi dengan ilustrator Christian Robinson.

Januari 2018 ini Matt baru saja merilis buku anak-anak berjudul Love, hasil kolaborasi dengan ilustrator Loren Long. Buku ini mendapat sambutan yang baik di kalangan pembaca.

Matt meraih gelar master dalam bidang creative writing dari San Diego State University dan meraih gelar sarjana seni dari University of the Pacific, di mana dia menerima beasiswa penuh berkat prestasinya di bidang basket. Saat ini Matt tinggal di Brooklyn, New York. Dia mengajar creative writing dan mengunjungi sekolah-sekolah tinggi serta kampus-kampus di sepenjuru negeri.



Apakah tokoh DC favoritmu termasuk dalam daftar di atas? Atau kamu punya tokoh favorit lainnya yang ingin kalian baca kisahnya dalam bentuk buku? Semoga saja seri DC Icons ini sukses ya, sehingga berpeluang besar dilanjutkan dengan tokoh-tokoh lainnya.



[Oleh: Dy]

Author


Avatar