Artikel

Inilah Sosok Elsa, Wanita yang Mematahkan Hati Dokter Gia

Kamu tentu tahu novel #BerhentiDiKamu yang sedang viral, bukan? Novel yang diangkat dari kisah nyata seorang dokter muda bernama Gia Pratama yang mengalami patah hati, tapi kemudian bertemu cinta sejatinya lewat jalan yang tak biasa. #BerhentiDiKamu menjadi karya pertamanya yang dibukukan.

Dokter Gia Pratama harus patah hati terlebih dahulu sebelum bertemu Syafira, istrinya. Dokter muda ini diputuskan oleh sang kekasih secara tiba-tiba dan yang lebih menyesakkan lagi, hal itu terjadi ketika keduanya tengah berlibur di Eropa.

Kamu tentu penasaran dengan sosok Elsa yang dengan mudahnya berani memutuskan dokter Gia, bukan? Selain tampan dan termasuk dalam kategori lelaki idaman, karier dokter Gia tidak diragukan lagi.

Elsa, dalam novel #BerhentiDiKamu diceritakan memiliki wajah rupawan mirip Alexandra Daddario, aktris Amerika yang berperan sebagai Annabeth Chase dalam film Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief. Terbayang bagaimana kecantikannya, bukan?

elsa dokter gia


Hubungan Gia dan Elsa terjalin kurang lebih satu tahun. Keduanya pun telah saling mengenal satu sama lain. Pun dengan keluarga masing-masing. Banyak hal yang sedari awal membuat mereka merasa cocok, di antaranya karena memiliki hobi yang sama: nonton film.

Obrolan setiap kali berbincang pun menjadi hidup dan renyah. Mereka begitu larut dalam obrolan seru sampai waktu pun tak terasa berlalu begitu cepat. Elsa memang tipikal wanita yang humble, asik, dan berwawasan luas. Siapa pun akan merasa nyaman ketika mengobrol dengannya. Begitupun dengan yang dirasakan Gia.

Tanah Suci Makkah menjadi tempat pertemuan pertama antara Gia dan Elsa. Gia yang saat itu sedang mendamba kehadiran seorang jodoh, merasa harapannya terkabulkan dengan kehadiran Elsa. Elsa pun tak menutup diri ketika diajak berkenalan. Membuka peluang yang besar bagi Gia untuk memperistrinya, begitu pikirnya. Gia pun tak segan meminta kontak Elsa.

Tahap komunikasi via whatsapp pun dimulai. Hingga berlangsunglah pertemuan yang sudah direncanakan sebelumnya. Pertemuan yang intens layaknya orang-orang yang melakukan proses pendekatan terus dilakukan Gia. Ia tak mau kehilangan sosok Elsa, wanita sempurna dan dambaan setiap lelaki.

Dari hasil obrolan panjang mereka, Gia tahu Elsa adalah wanita cerdas dan terbuka untuk berbagi cerita. Ia lulus dari Universitas Negeri dengan nilai IPK yang tinggi. Selain itu, Elsa juga merupakan salah satu finalis kontes kecantikan. Semakin kagumlah Gia pada sosok Elsa.

Pada satu waktu, ketika Gia diundang mampir ke rumah Elsa, ada perasaan takjub tak terkira. Selain cantik dan pintar, Elsa juga ternyata berasal dari keluarga kaya yang parkiran mobilnya saja bisa digunakan untuk bermain sepak bola. Gia semakin yakin, ia tak salah memilih wanita.

Sebulan setelah proses pendekatan, Gia pun memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada Elsa. Tanpa ragu, Elsa menerima cinta Gia dan ingin menjalin hubungan dengannya.“Iya, aku izinkan. Kita jalanin bareng, ya.” Ucap Elsa pada Gia seraya menggenggam tangannya.

Sebuah fenomena yang tak biasa bagi seorang wanita cantik nan paripurna menerima cinta dari seorang lelaki. Rasa bahagia pun tak sanggup dibendung. Gia merasa usahanya berjalan begitu mudah dan kini mereka berdua bisa saling merindu satu sama lain ketika pertemuan tak bisa diwujudkan.



Baca Juga: Kisah haru-seru dr. Gia



Rutinitas yang begitu padat membuat Gia dan Elsa kadang kala hanya bisa berkomunikasi via whatsapp. Pertemuan tak bisa sesering dulu. Namun, Elsa tetap menjadi sosok yang asyik ketika diajak mengobrol. Memiliki pengetahuan yang luas memang selalu menguntungkan.

Namun, tiba-tiba Gia merasa Elsa berubah. Sikapnya tak sehangat dulu. Ia menjadi dingin seketika. Membalas chat seadanya dan tak lagi antusias ketika Gia bercerita. “Mungkin ia lelah karena kerjaannya yang super padat, atau mungkin dia sedang PMS.” Pikir Gia. Rutinitas sehari-hari ia jalani seperti biasa, meski Elsa sering kali mengganggu pikirannya.

 Hingga Gia pun memutuskan berlibur ke Eropa bersama Elsa dan juga keluarganya. Tujuannya untuk menghangatkan kembali hubungan yang tengah mereka bina. Rencana untuk melamar di tempat paling romantis pun sudah Gia siapkan.

Namun, Elsa tetap dingin. Sepanjang perjalanan ia hanya sibuk dengan ponselnya tanpa menghiraukan Gia yang begitu antusias mengenalkan berbagai hal tentang Eropa. Gunung Titlis, Swiss menjadi tempat bersejarah yang memilukan bagi Gia. Di tempat itulah Elsa mulai meluapkan segala hal yang mengganjal dalam pikirannya.

Hingga kalimat “Kita temenan aja, ya” terlontar dari mulut Elsa. Ia tidak bisa mencintai Gia dan memilih untuk kembali pada mantan kekasihnya. Liburan yang seharusnya seru, penuh cinta, dan menyatukan dua keluarga, malah menjadi duka dan nestapa bagi Gia.

Hari-harinya di Eropa terasa kelu dan sepi setelah menerima kenyataan pahit di hadapannya. Elsa seakan hanya menjadikan Gia pelarian ketika hatinya sedang kacau. Dan ketika suasana hatinya sudah membaik, ia dengan mudahnya meninggalkan Gia dan kembali pada kekasihnya yang dulu.

Sisa waktu liburan pun terpaksa Gia lewati dengan hati yang kelabu. Sementara Elsa terlihat baik-baik saja dan begitu menikmati keindahan Eropa, meski tanpa ada Gia di sampingnya. Ah, hati manusia memang bisa dengan mudahnya berubah. Elsa memang bukan jodohnya.


Baca Juga: Galau? Coba baca cara menyelamatkan hubunganmu



[Ana Dwi Itsna Pebriana]

Author


Avatar