Artikel

Keren! Inilah 4 Tokoh yang Sukses dengan Modal Nekat

Katanya, jadi orang sukses modalnya harus besar. Entah modal uangnya, pendidikan kerennya, atau latar belakang keluarga yang kebanyakan juga sukses. Katanya, definisi sukses adalah mereka-mereka yang punya jabatan tinggi di suatu perusahaan atau mereka yang justru mendapat penghargaan pendidikan. Terkesan sulit untuk digapai. Sampai-sampai keinginan menjadi sukses seperti sekadar ada di pikiran saja. Tapi kenyataannya, definisi sukses sekarang ini tidak melulu tentang bekerja di suatu perusahaan besar atau harus punya modal uang yang banyak.

Belakangan, banyak orang yang mulai melirik wirausaha ketimbang menjadi karyawan di perusahaan dan menjejak karir di sana. Kesuksesan finansial bisa diperoleh dari membangun usaha sendiri dan memulai dari nol. Menjadi sukses juga bisa ditempuh dengan melewati jalan panjang berliku terlebih dahulu. Bahkan, kesuksesan juga bisa dimodali dengan kenekatan. Tidak percaya? Ini bukti kalau ada 4 tokoh yang sukses dengan bermodalkan nekat.

  1. Elon Musk, sang Bos Paypal yang  disebut juga sebagai Iron Man versi dunia nyata!

    Buku Elon Musk

    Lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Afrika Selatan, Elon Musk yang ternyata seorang introvert ini mengembangkan minatnya di dunia komputer. Elon sekarang ini dikenal sebagai pengusaha yang gemar sekali melakukan dobrakan di bidang teknologi. Karakter Tony Stark atau Iron Man yang ada di film superhero itu ternyata sedikit banyak terinspirasi dari tokoh dunia nyata, yaitu Elon Musk.

    Ketika kecil, Elon Musk belajar sendiri bagaimana melakukan dan menjalankan sebuah program. Sampai-sampai, di umurnya yang baru 12 tahun, Elon Musk sudah membuat penjualan perangkat lunak pertamanya, Blastar, yang dia kembangkan dari permainan yang dia ciptakan sendiri.


    Sang introvert ini pun pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan semasa sekolah. Dia pernah sampai dirawat di rumah sakit setelah didorong hingga terjatuh dari atas tangga oleh sekelompok penindas. Dia pun pernah dipukuli hingga pingsan. Namun, bukannya malah berkepribadian pesimistis, Elon Musk justru lahir besar menjadi seorang introvert dengan segudang ambisi dan ide brilian.

    Pada usia 20 tahun (1989), Elon pergi belajar bisnis dan fisika di Universitas Pennsylvania. Setelah selesai, dia melanjutkan pendidikannya ke Universitas Stanford (1992). Namun, baru 2 hari bergabung, momen ketika dia masuk ke Universitas Stanford untuk gelar Ph. D-nya bertepatan dengan ‘ledakan’ di internet. Dengan modal nekat, Elon keluar dari Stanford dan meluncurkan perusahaan pertamanya, Zip2 Corporation. Dari Zip2 Corporation, Elon mendapatkan uang tunai sebesar US$ 307 juta dan US$ 34 juta (opsi saham) dari Compaq Computer Corporation (1999). Nekatnya Elon memiliki artian bahwa dia adalah tipe pribadi yang mudah mengambil keputusan dalam waktu singkat, namun dalam artian yang positif.

    Setelah Zip2 berada di bawah naungan Compaq Computer Corporation, Elon kembali mendirikan perusahaan yang dia namai X.com.  Dari X.com, muncullah sistem pembuatan PayPal oleh Elon. Pada tahun 2002, PayPal diakusisi oleh eBay seharga US$ 1,5 miliar. Luar biasa!

    Tak berhenti di situ, dengan kenekatan lainnya, Elon Musk kembali mendirikan perusahaan bernama Space Exploration Technologies Corporation atau SpaceX (bergerak di bidang transportasi luar angkasa) yang berujung relasi dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional NASA. Setelahnya, muncul pula Musk Foundation, Tesla Motors, dan ‘kegilaan-kegilaan’ lain hasil pemikiran dan kenekatan seorang Elon Musk. Elon percaya bahwa ide gila yang dia miliki bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. Bahkan Elon memiliki cita-cita nekat lain, yaitu menghabiskan masa tuanya di Mars.

  2. Bill Gates, si kaya raya pendiri Microsoft yang dianggap gila

    Bill Gates_Buku Tony Fernandes

    Ketika kecil, Ibu Bill Gates benar-benar menanamkan nilai disiplin pada anaknya. Selain itu, Ibu Bill Gates juga menuntut anak-anaknya untuk selalu bekerja keras, berolahraga, dan mengikuti les musik. Bahkan ibunya juga berharap anak-anaknya selalu berpakaian dengan pantas dan bersikap ramah kepada setiap tamu yang berkunjung ke rumah mereka.

    Menurut ayahnya, Bill Gates kecil juga sudah sangat menyukai belajar. Bahkan ketika umurnya 10 tahun, dia sudah tamat membaca World Book Encyclopedia dari seri awal sampai akhir. Saat usia Bill  Gates 11 tahun, dia pun sudah tertarik dengan topik bisnis hingga peristiwa dunia. Kebanggaan ayah bertentang dengan sang ibu yang justru merasa khawatir karena Gates lebih suka berkutat dengan buku ketimbang berhubungan dengan orang lain.

    Saat usianya 13 tahun, Bill Gates belajar di sekolah eksklusif, Lakeside School. Di sana dia dikenal sebagai siswa yang sangat pandai. Pada fase ini, Bill Gates juga mulai tidak suka dikontrol oleh orang tuanya. Hal tersebut sampai memunculkan pertengkaran antara Gates dan orang tuanya.

    Semasa kuliah, Bill Gates bersama Paul Allen mendirikan Microsoft. Bukannya tetap melanjutkan pendidikan sambil menjalankan perusahaannya, dia malah nekat dan memutuskan drop out dari Harvard University. Meski berat, orang tuanya tetap mendukung keputusan yang diambil Bill Gates.

    Memilih untuk drop out adalah keputusan yang tepat bagi Gates. Setelahnya, dia fokus mengembangkan Microsoft hingga berjaya sebagai produsen software komputer terbesar di dunia. Sistem operasi Windows pun masih sangat dominan digunakan di berbagai komputer. Sampai akhirnya, Gates dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia dengan harta kekayaan mencapai USD 61 miliar.

  3. Steve Jobs, pendiri Apple yang berhasil mematahkan dominasi Microsoft Bill Gates!

    Steve Jobs - Buku Flying High Tony Fernandes

    Sama seperti Bill Gates, Steve Jobs pernah drop out dari Reed College. Bahkan dia mencoba bertahan hidup dengan tidur menumpang di asrama teman-temannya dan menukarkan botol cola agar mendapatkan uang untuk makan. Dia pun pernah berjalan sejauh 10 km seminggu sekali untuk mendapatkan makanan yang baik. Jobs tetap mencoba terus belajar di kampus dengan mengambil kelas non formal bidang kaligrafi. Dari mempelajari hal tersebut selama 10 tahun, Jobs mendapat ilham untuk mendesain komputer Macintosh pertama.

    Steve Jobs mengembangkan Apple ketika umurnya 20 tahun. Ketika mengembangkannya, dia bersama Steve Wozniak tidak punya uang, mereka berdua nekat mengumpulkan barang untuk Apple dengan menjual barang-barang berharga milik mereka. Tak lama, komputer pertama mereka (Apple 1) berhasil mereka rancang dan mereka jual sebanyak 50 unit di sebuah toko lokal. Dalam 10 tahun, bersama 2 orang kawannya, Apple berkembang pesat hingga memiliki 4000 karyawan dan menghasilkan USD 2 miliar.

    Pada tahun 1985, Jobs justru diberhentikan dari perusahaan karena mengalami konflik dengan salah satu temannya yaitu Sculley. Akhirnya dia menjual semua saham dan mengalami kesedihan yang berat. Dari momen itu, Jobs memulai usahanya lagi dengan mendirikan perusahaan yang bernama NeXT dan perusahaan animasi bernama Pixar.

    Pixar terkenal dengan film-film animasinya yang berkesan. NeXT kemudian dibeli kembali oleh Apple, dan Steve Jobs pun kembali ke Apple.  Setelah Steve Jobs kembali bergabung, Apple meningkat luar biasa dengan inovasi yang terus muncul. Akhirnya, Apple pun seperti yang kita kenal sekarang.

  4. Tony Fernandes, pemilik Air Asia yang membeli Air Asia seharga Rp 3.500?

    Buku Flying High Tony Fernandes

    Tony Fernandes nekat meninggalkan pekerjaannya untuk mewujudkan mimpi masa kecil yang dia miliki. Dia bermimpi untuk membangun maskapai penerbangan murah pertama di Asia. Pertama kali membeli Air Asia dari pemerintah Malaysia September 2001 lalu, Tony Fernandes hanya membayar 25 pance atau sekitar 3.500 rupiah saja! Setelah membelinya, Fernandes bingung karena dia tidak memiliki pengalaman menjalankan perusahaan penerbangan.

    Pada tahun 2002, Air Asia memulai bisnisnya dengan 2 pesawat. Namun sekarang, Air Asia memiliki 86 pesawat yang menerbangkan sekitar 30 juta orang ke seluruh dunia. Tak puas dengan penerbangan jarak dekat, Air Asia memperluas jangkauan dengan melayani penerbangan jarak jauh dengan maskapai baru mereka, Air Asia X.

    Semua perjalanan yang dia lakukan tidak mudah. Pernah suatu ketika maskapai membutuhkan kendaraan untuk mengangkut barang-barang ke kabin dengan harga yang sangat mahal yaitu satu juta dolar. Tony mengaku hampir sakit pinggang gara-gara memasukkan barang-barang secara manual. Kisah sepak terjang dan kenekatan yang dilakukan Tony Fernandes bersama Air Asia lainnya bisa dibaca dalam buku Flying High.



    [Oleh: Adzhani Fatimah Az-Zahra]



    Baca juga: 5 Fakta Tony Fernandes, Sang Bos AirAsia

    Baca juga: 8 Motivator Terkenal di Dunia yang Bisa Menginspirasimu

     




Author


Avatar