Artikel

Khaled Hosseini, dari Seorang Pengungsi Menjadi Novelis Best Seller

Khaled Hosseini baru-baru ini merilis karya terbarunya, Sea Prayer, yang berhasil masuk deretan New York Times best seller. Khaled merupakan duta UNHCR (UN Refugee Agency) dan juga pendiri The Khaled Hosseini Foundation, organisasi nirlaba yang bergerak di bidang kemanusiaan. Novelis terkenal yang karya-karyanya selalu dinanti para pembaca ini, ternyata pernah berkarir sebagai dokter. Apa saja fakta-fakta menarik lain tentang Khaled Hosseini?


  1. Pengungsi dari Afghanistan

    Invasi Uni Soviet ke Afghanistan memaksa keluarga Khaled Hosseini mencari suaka ke Amerika pada tahun 1980. Khaled baru berusia 15 tahun saat invasi tersebut berlangsung. Keluarga Khaled berharap bisa kembali lagi ke rumah sehingga meninggalkan hampir semua barang-barang yang mereka miliki di Kabul.

     

    Ayah Khaled mulai bekerja sebagai instruktur mengemudi dan ibunya bekerja sebagai pelayan yang kemudian berganti menjadi penata rambut. Kedua orang tua Khaled mengalami masa yang sulit di Amerika. Mereka harus bergantung pada bantuan pemerintah, padahal sebelumnya mereka adalah keluarga kelas atas di Kabul. Namun, Khaled mengatakan bahwa tantangan tersebut tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kesulitan yang dihadapi oleh para pengungsi yang sekarang dia bantu dalam kapasitasnya sebagai duta UNHCR.


  2. Bukan Siswa yang Populer di Sekolah

    Buku-Sea-Prayer-Khaled-Hosseini


    Novel-novel best-seller karya Khaled, The Kite Runner, A Thousand Splendid Suns dan And The Mountains Echoed, sudah dibaca jutaan orang di seluruh dunia. Namun ternyata dulu Khaled Hosseini bukan siswa yang populer di sekolah. Khaled yang saat itu belum bisa berbahasa Inggris disekolahkan di sekolah lokal California oleh orangtuanya. Khaled merasa seperti karakter anonim –tidak terlihat oleh murid-murid lain. Tetapi dia cukup dekat dengan beberapa murid yang juga merupakan pengungsi Kamboja. Khaled merasa, meskipun dia tidak begitu mengerti bahasa Kamboja, ada semacam ikatan kekeluargaan di antara mereka.

     

    Pernah suatu ketika, Khaled datang ke sekolah dan melihat orang-orang mengenakan pakaian yang aneh –ada yang mengenakan jubah vampir serta ada juga yang mengenakan kostum tikus. Khaled merasa bingung. Ternyata, saat itu orang-orang sedang merayakan Haloween –dan Khaled belum pernah mendengar tentang perayaan tersebut!



  3. Sea Prayer Ditulis Saat Petang Hari


    Buku Sea Prayer karya Khaled Hosseini


    Sea Prayer
    merupakan karya Khaled yang ditunggu-tunggu setelah beberapa karya sebelumnya begitu laris diminati oleh para pembaca di seluruh dunia. Khaled menjadi khawatir para pembaca mengharapkan karya tersebut merupakan novel penuh –seperti novel-novel sebelumnya. Khaled mengingatkan pada para pembaca bahwa Sea Prayer merupakan novel ilustrasi dengan teks yang sedikit. Pada wawancara yang dirilis oleh thetimes.co.uk Khaled juga mengaku bahwa dia hanya membutuhkan satu petang saja untuk menulis Sea Prayer.

     

    Sea Prayer memang singkat, tapi indah dan puitis –ciri khas Khaled. Karya ini menggambarkan beberapa kepribadiannya, sebagai novelis, seorang ayah dan bahkan sebagai seorang dokter. Hal ini tecermin dari kalimat yang digunakannya dalam salah satu bait Sea Prayer: “You have learned dark blood is better news than bright.”



  4. Khaled Meninggalkan Karir Sebagai Dokter untuk Menjadi Penulis


    Quotes Khaled Hosseini Sea Prayer


    Sebelum menjadi novelis, Khaled merupakan seorang dokter. Dia lulus dari Independence High School dan kemudian mempelajari Biologi di Santa Clara University. Dia lulus dengan gelar Sarjana Biologi pada 1988 dan kemudian masukUniversity of California-San Diego’s School of Medicine sampai menyelesaikan gelar M.D. pada tahun 1993. Khaled mengaku alasan utamanya menjadi dokter adalah karena pekerjaan tersebut stabil dan memberikan harapan masa depan yang lebih baik.

     

    Ketika masih menjadi seorang dokter, Khaled harus bangun pagi-pagi sekali setiap hari untuk menulis novel The Kite Runner sebelum berangkat ke tempat praktik. Tragedi 9/11 yang menimpa World Trade Centre sempat membuat Khaled berpikir untuk berhenti menulis novel yang berlatar belakang di negara Afghanistan tersebut. Namun berkat dukungan dari orang-orang terdekat, terutama istrinya, membuat Khaled berhasil menyelesaikan The Kite Runner.

     

    Khaled ingin novel tersebut membantu para pembaca mengenal dan melihat Afghanistan sebagai tempat yang lebih dari hanya sekedar berisi perang, kemiskinan, narkoba, dan Taliban. Khaled ingin agar orang-orang dapat melihat Afghanistan sebagai negara indah dengan budaya yang kaya.



  5. Karyanya Best Seller, Hidup Khaled Tidak Glamor

    Meskipun menjadi salah satu penulis best-seller, Khaled mengaku bahwa hidupnya jauh dari kata glamor. Kegiatan sehari-hari Khaled biasanya diisi dengan olahraga di pagi hari. Khaled juga hobi bermain tenis –meskipun dia tidak begitu mahir. Dia juga menyebutkan bahwa kantor yang digunakannya untuk bekerja merupakan kantor yang sederhana –hanya dinding dan atap dengan sebuah meja dan kursi. Khaled biasanya menutup tirai sehingga dia bebas dari gangguan. Khaled Hosseini berada di kantor pada jam 9 pagi sampai 3 sore, dan setelah itu berkumpul bersama keluarganya.


    ***

    Karya apalagi yang kira-kira akan dimunculkan oleh Khaled Hosseini setelah Sea Prayer? Kabarnya Khaled sedang menggarap novel yang sampai saat ini belum mau dia bocorkan isinya. Kita tunggu saja ya!



    [Oleh: Fauziah Hafidha]


    Baca juga: Sea Prayer; Sebuah Penghormatan untuk Para Pengungsi 

     

Author


Avatar