Resensi

Kisah-kisah Inspiratif Tentang Cinta Membawa Berkah

mimpi sejuta rupiah cover1
Setiap hari saya bekerja 8 jam/hari, melakukan hal yang sama. Setiap hari saya melakukan rutinitas yang sama. Saya bosan, saya kesal. Kenapa tidak ada sesuatu yang beda dan membuat saya bergairah untuk menjalani hidup.

Berkerja, bersih-bersih rumah, mengurusi anak, menuntut ilmu, dan berbagai rutinitas lainnya. Membuat saya tertekan, jenuh, tidak bahagia dan tidak bergairah dalam menjalani hidup. Saya harus bagaimana agar bahagia dalam menjalani hidup ini ?

Pertanyaan-pertanyaan diatas yang mungkin, sampai saat ini masih ada dalam diri kita. Bahkan silih berganti berdatangan tanpa ampun. Menjadikan kita, mulai jenuh, bosan, tidak bergairah dan mulai untuk malas-malasan.

Padahal, waktu itu sangat berharga. Padahal, setiap yang terjadi pada kehidupan kita, adalah pengalaman dan semua memiliki hikmah. Pertanyaannya, bagaimana agar berhasrat dan bahagia melakukan rutinitas setiap harinya ?

Elie Mulyadi, dalam bukunya berjudul “Mimpi Sejuta Rupiah.” Menyajikan kisah-kisah nyata yang menggugah tentang cinta membawa berkah. Menjadikan setiap pembaca mengerti dan paham, bahwa dalam melaksanakan segala sesuatunya harus di dasari dengan cinta.

Agar apa yang dikerjakan mendatangkan keberkahan, kedamaian, kebahagiaan dan kebaikan. Cinta itu mendatangkan kebahagiaan, melahirkan kesungguhan dan memberi balasan terbaik (Halaman 12-15).

Seperti kisah Gun Gun Gunawan dalam tulisan berjudul “Mimpi Sejuta Rupiah.” Gun yang saat itu adalah anak berumur 20 tahun dengan kepribadian yang melawan orang tua, jarang di rumah, tidak peduli dengan ibu yang sedang sakit dan tidak memiliki pekerjaan. Karena pada saat SMA, sering bolos sekolah.

Akhirnya ia tidak lulus dari SMA. Hingga akhirnya orang tua satu-satunya yaitu ibu, meninggal dunia dan hanya memberikan warisan berupa uang sebesar Rp 1.000.000,-. Gun pada saat itu bingung, bisa dibuat apa uang 1 juta ini. Buat beli ponsel bagus tidak cukup, buat bayar kos cukup untuk 2 bulanan saja. Akhirnya ia menyimpannya dulu, untuk nantinya bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat.

Untuk menyambung hidup, Gun mulai mencari pekerjaan dengan melamar menjadi sopir pribadi. Ia pun, mendapatkan pekerjaan dengan menjadi sopir pribadi Bu Anjas janda cantik muda dan kaya raya. Ia senang dengan pekerjaannya, karena upahnya cukup dan sesuai dengan ke ahliannya.

Akhirnya, dari aktivitas bersama Bu Anjas, ia mendapatkan peluang yang sangat menarik. Yaitu berjualan produk-produk Bu Anjas melalui internet. Ia, mulai mencoba peluang tersebut dengan menggunakan modal warisan dari sang ibu. Hingga sampai umur 25 tahun, ia sudah mempunyai hampir semua yang diimpikan. Punya rumah, mobil dan bisnis yang terus berkembang (Halaman 39-52).

Memang, cinta dan kasih ibu sepanjang masa. Ridha Allah bergantung kepada ridhanya ibu. Ibu akan selalu memberikan yang terbaik buat anak-anaknya. Ketika kita mampu memanfaatkan dengan sebaik-baiknya pemberian sang ibu. Maka keberkahan akan didapat, baik itu rizki, kebahagiaan dan kelancaran hidup.

Ada juga kisah lain dari Pipit Senja dengan judul tulisan “Sukses dalam Deraan Thalassemia.” Seorang ibu bernama Etty yang terlahir sejak lahir mengidap penyakit thalassemia. Penyakit menakutkan yang harus diderita seumur hidup dan secara berkala selalu melakukan transfusi darah.

Namun Etty bukanlah orang yang mengeluh, malas dan peminta-minta. sejak remaja Etty berupaya untuk menjadi mandiri. Bekerja menjadi pramuniaga toko buku, penyiar radio daerah, reporter tabloid dan penulis.

Karya tulisnya pun sudah tersebar di berbagai media sejak berusia 17 tahun. Dia memulai menulis cerpen dan novel dalam bahasa Sunda. Kemudian menulis beberapa cerita anak dan novel yang diterbitkan secara nasional.

Etty sebagai penulis sekaligus ibu rumah tangga dari dua orang anak. Selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk hidup sederhana, bersyukur, bersabar dan selalu berkerja keras. Perjuangan Etty pun tidak sia-sia. Kini dia berhasil menjadi penulis terkenal yang amat dicintai oleh masyarakat.

Bukunya telah terbit lebih dari 50 judul. Ia sering diundang untuk talkshow, seminar dan launching buku. Selama hidupnya, perstasi terbaik Etty adalah kemampuan mengarahkan putra-putrinya menjadi penulis hebat.

Pada usia 14 tahun, putri bungsunya sudah menulis 5 novel remaja muslim yang bestseller. Dialah Etty Hadiwati Arief, orang-orang mengenalnya sebagai pipit senja (Halaman 75-78).

Segala sesuatu yang diberikan oleh Allah semuanya memiliki hikmah masing-masing. Tiada yang sia-sia dan ketika manusia sabar, tabah, bersyukur serta selalu berusaha yang terbaik. Maka pada saat itulah, orang tersebut akan menemukan hikmah dari pemberian Sang Pencipta.

Begitulah kisah hidup yang ditunjukkan oleh Etty. Bersama penyakit yang dideritanya, ia mampu menjadikan hidupnya mandiri, manfaat dan menghasilkan generasi yang produktif.

Selain itu ada juga kisah dari Abdina A. Sanubari dengan judul “Cita-cita yang Tercapai.” Dia bercerita bahwa, ketika usia belum genap 6 tahun. Seorang tetangga bertanya padanya, “Nak kalau sudah besar kamu mau jadi apa ?” Dina saat itu belum tahu yang namanya cita-cita.

Hingga usia genap 6 tahun. Dina memiliki cita-cita ingin menjadi penyanyi seperti di televisi. Ibunya tidak mendukung cita-citanya, “Yang benar saja, Nak. Kamu tak mungkin menjadi penyanyi. Kamu cadel.” Sejak saat itu Dina menanamkan dalam hati bahwa dia tidak layak menjadi penyanyi.

Saat di bangku SD, Dina bercita-cita menjadi dokter. Gurunya pun menjawab, “Kamu tidak bisa menjadi dokter kalau ranking-mu jelek.” Sejak saat itu, Dina membuang cita-citanya menjadi dokter.

Saat berada di bangku SMP, Dina senang berolahraga. Dia bercita-cita ingin menjadi atlet profesional. Tiba-tiba seisi kelas bersorak, “Huuu… badan kerempeng begitu, mana bisa jadi atlet ?” Tanpa pikir panjang lagi-lagi Dina membuang cita-citanya.

Kemudian saat duduk di bangku SMA dengan usia 17 tahun. Dina dipanggil guru konseling untuk ke ruangannya. Gurunya bertanya, “Setelah lulus SMA, kamu hendak meneruskan kemana ?”

Dina berpikir sejenak, lalu menjawab. “Aku ingin menjadi penyanyi, tapi kata ibu aku cadel. Aku ingin jadi dokter, tapi kata guruku ranking-ku jelek. Aku ingin jadi atlet, tapi kata teman-temanku tubuhku kerempeng. Jadi setelah lulus nanti aku memilih menjadi ibu rumah tangga saja.”

Beberapa tahun kemudian, cita-cita Dina semasa masih kecil sampai remaja terwujud. Anak sulungnya menjadi penyanyi nasyid. Anak kedua wisuda sarjana kedokteran. Anak ketika studi di Jerman dan anak bungsu tahun depannya menikah. Sungguh rencana Tuhan Sang Penciptalah yang terindah dan terbaik.

Di buku ini terdapat sebanyak 31 kisah nyata yang ditulis dengan bahasa yang ringkas dan sederhana. Sehingga pembaca dari berbagai elemen dengan mudahnya mengambil hikmah dan manfaat dari buku ini.


Buku yang cocok untuk dijadikan koleksi agar senantiasa mengerjakan segala sesuatu karena cinta. Bukan karena paksaan atau hal lainnya. Selamat membaca !



Judul : Mimpi Sejuta Rupiah

Penulis : Elie Mulyadi

Penerbit : Mizania

Cetakan : I, November 2013

Jumlah Halaman : 180 halaman

ISBN : 978-602-9255-74-4

Peresensi : Sandi Iswahyudi, Penggiat Klub Pecinta Buku Booklicious Malang dan Pengurus UKM FDI. Mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang

Author


Avatar