Artikel

Lisbeth Salander, Gadis Bertato Naga yang Berani Mati

Lisbeth-salander


Lisbeth Salander merupakan tokoh fiktif yang pertama kali muncul dalam The Girl With the Dragon Tattoo, buku pertama dalam serial Millennium karya Stieg Larsson. Awalnya, serial Millennium ini akan dibuat menjadi sepuluh bagian. Tetapi, karena Stieg tiba-tiba saja menghembuskan napas terakhir akibat serangan jantung, serial yang diterbitkan hanya berupa trilogi.

Pada 2013, penerbit Norstedts Förlag meminta seorang jurnalis bernama David Lagercrantz untuk melanjutkan serial Millennium tersebut dan kembali mengembangkan tokoh-tokoh ciptaan Stieg Terutama Lisbeth Salander, sebagai gadis yang terkenal akan kemampuan meretasnya yang legendaris. Lagercrantz pun menulis buku The Girl in the Spider’s Web.

Lisbeth Salander memiliki sifat dan karakter yang kompleks. Terlepas dari otak jeniusnya sebagai seorang peretas, Lisbeth dibesarkan dalam lingkungan rumit yang sarat kekerasan, menjadikan dia seorang perempuan berbahaya dan penuh misteri. Bahkan David Lagercrantz pun merasa sulit memahami dan masuk ke dalam pikiran Lisbeth saat dia hendak melanjutkan perjalanan kisah yang telah dirintis Stieg tersebut.



the-girl-in-the-spiders-web


Berbahaya bagi orang-orang terdekat, bahkan berbahaya bagi dirinya sendiri


Lisbeth lahir dari pasangan Agneta Sofia Salander dan Alexander Zalachenko. Sejak kecil, Lisbeth terbilang temperamental, sehingga kerap memiliki keinginan untuk balas dendam. Keinginan tersebut sebagian besar dipicu oleh serangan yang mengancam dirinya sendiri maupun orang-orang terdekat yang dia sayangi.

Suatu hari, Lisbeth dirisak oleh seorang murid sekolah. Murid tersebut memukul Lisbeth yang kemudian memicunya untuk tidak tinggal diam. Lisbeth pun akhirnya menghajar sang pengganggu dengan cara memukul bagian telinganya menggunakan tongkat baseball.

Pada usia dua belas, Lisbeth juga tak segan melempar bensin pada ayahnya setelah pria itu diketahui memukul sang ibu dengan keji. Ayah Lisbeth hampir mati terbakar atas insiden tersebut dan memiliki luka yang sangat parah. Akibatnya, Lisbeth dikirim untuk berobat di Klinik Psikiatri St. Stefan yang berada di Uppsala pada usia tiga belas oleh pihak pengadilan.


holger-palmger

Pribadi tertutup, bengal, dan sulit dimengerti


Lisbeth digambarkan sebagai sosok yang bengal. Dia terbilang sulit untuk bicara secara terbuka dengan orang-orang di sekitarnya. Sikap Lisbeth yang tertutup dan bengal tentu saja tidak muncul secara tiba-tiba. Karakter Lisbeth dibentuk oleh kejadian-kejadian masa lalu yang masih misterius, yang juga menjadi salah satu alur utama dalam kisah The Girl in the Spider’s Web.

Lisbeth Salander memiliki kemampuan yang luar biasa dalam mengatasi masalah. Lisbeth juga merupakan salah satu orang yang memandang dan mengatasi permasalahan dengan lebih menggunakan logika daripada emosi. Sehingga dia bisa dengan cepat memproses informasi karena mengesampingkan konflik emosional. Kemampuannya dalam mengingat fotografis juga berpengaruh pada kondisi mentalnya.

Satu-satunya orang yang bisa membuat Lisbeth berbicara secara terbuka adalah Holger Palmgren, seorang advokat yang pada akhirnya menjadi orang yang paling bisa dipercaya oleh perempuan yang memiliki nama lain Wasp tersebut.

Pada usia lima belas, Lisbeth keluar dari St. Stefan dan ditempatkan bersama keluarga angkat. Namun, perilaku berontaknya membuat dia kerap kabur dari keluarga yang mengadopsinya. Setelah bertindak tidak kooperatif dan melanggar beberapa hal, Palmgren akhirnya berusaha meyakinkan pihak pengadilan bahwa Lisbeth sebenarnya tidak bermasalah dan dia hanya membutuhkan seseorang untuk membimbingnya. Selain menjadi seorang yang dipercaya, Palmgren menjadi wali dan salah satu orang penting di dalam kehidupan Lisbeth sebelum akhirnya pria itu meninggal karena stroke.



lisbeth-the-girl-in-the-spiders-web(Lisbeth Salander, tokoh dari buku
The Girl in the Spider’s Web)



Konstruksi karakter

Karakter Lisbeth konon lahir akibat rasa bersalah yang dirasakan Larsson. Pada usia lima belas tahun, lelaki tersebut menyaksikan aksi pemerkosaan dan dia hanya diam tanpa melakukan apa-apa.

Hingga pada suatu hari dia merasa bersalah dan meminta maaf kepada perempuan yang menjadi korban. Namun sayangnya, permintaan maaf itu ditolak. Menurut teman lama Larsson yang bernama Kurdo Baksi, seperti yang dilansir dari abcnews.com, gadis tersebutlah yang kemudian dijadikan sebagai sosok Lisbeth Salander. Karakter itu tercipta sebagai salah satu cara Stieg Larsson meminta maaf atas kesalahannya di masa lampau.

Teman dekat Larsson juga menjelaskan bahwa karakter Lisbeth sebenarnya dipengaruhi oleh sifat-sifat asli Larsson. Stieg Larsson di dunia nyata memiliki karakteristik yang tak jauh berbeda dengan Lisbeth. Keduanya sama-sama tidak mempercayai polisi dan memilih untuk tidak membicarakan masa lalu. Lisbeth maupun Larsson juga sangat menyukai berbagai makanan tidak sehat seperti junk food.  Keduanya sanggup meminum dua puluh gelas kopi dalam sehari, serta sangat suka merorok. Meski demikian, Larsson itu sangat payah jika disangkutpautkan dengan masalah keuangan. Berbeda jauh dengan Lisbeth yang digambarkan pandai dalam bidang tersebut.

Banyak yang menduga bahwa Stieg Larsson menempatkan dirinya sebagai sebuah refleksi dari tokoh Blomkvist sang jurnalis, tapi asumsi tersebut ditepis Baksi. Larsson bukanlah Blomvist. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, karakter Stieg lebih mirip dengan karakter Lisbeth. Bisa dikatakan, Lisbeth Salander merupakan alter ego yang memang sudah tertanam dalam diri Larsson yang dipengaruhi oleh berbagai macam aspek pengalaman yang telah dia amati dalam kehidupan.

Para pembaca juga tahu bahwa Larsson merupakan seseorang lelaki yang selalu ingin memperjuangkan hak dan keadilan bagi kaum perempuan dan para imigran. Dan dalam serial Millenium, dia menyalurkan keinginannya dalam memperjuangan hal tersebut melalui tokoh Lisbeth.

Dengan kata lain, karakter  Lisbeth terbentuk dari beberapa orang. Maka tak mengherankan jika Lisbeth memiliki sifat yang kompleks, karena dalam pembentukannya, Larsson mengambil beberapa aspek di kehidupan nyata yang memengaruhi karakter tokoh peretas perempuan ini.



stieg-larsson

Stieg Larsson


Membicarakan karakter Lisbeth memang tidak akan pernah ada habisnya. Pribadi Lisbeth yang terbilang misterius tersebut memang akan sulit dipahami jika kita sendiri tidak mengetahui perjalanan kisahnya. Maka, jika kamu ingin lebih mengenal lebih jauh sosok Lisbeth Salander, kamu bisa mulai membaca serial novel Millennium milik Stieg, juga The Girl in the Sipder’s Web dan The Girl Who Takes an Eye for an Eye yang ditulis oleh David Lagercrantz.




[Oleh: Shafa Nurnafisa]



Baca juga: Ingin jadi Penulis? Simak Pesan Penting dari Dan Brown Yuk!



Baca juga: 7 Blog Keren Penulis yang Bisa Dikunjungi Saat Butuh Inspirasi



Baca juga: 5 Buku Wajib Baca Bagi Kamu yang Berputus Asa

Author


Avatar