Artikel

Marie Lu, Penulis dengan Buku-buku New York Times Bestseller

Siapa di antara kalian yang belum mengenal sosok Marie Lu? Sebelumnya, kita telah membahas 7 fakta . Namun rasanya ketika berbicara mengenai penulis cantik ini, tidak lengkap kalau kita tidak membahas mengenai karya-karyanya yang cukup fenomenal. Apa saja ya, karya yang pernah ditulis seorang Marie Lu?


Marie-Lu


  • Seri Legend


Novel Seri Legend Marie Lu

Ketika menyebut nama Marie Lu, mungkin sebagian dari kalian akan teringat salah satu seri Distopia terbaik ini. Legend merupakan karya pertama Marie Lu yang diterbitkan, dan memiliki dua sekuel, yakni Prodigy dan Champion.

Karya ini merupakan salah satu karya terbaik Marie Lu yang mendapatkan nominasi dan memenangi berbagai ajang penghargaan, di antaranya adalah  Rhode Island Teen Book Award Nominee (2013), Milwaukee County Teen Book Award Nominee (2013), The Inky Awards Nominee for Silver Inky (2012), California Young Readers Medal Nominee for Young Adult (2015), Lincoln Award Nominee (2014), Missouri Truman Readers Award (2014), Goodreads Choice Award Nominee for Young Adult Fantasy and Science Fiction (2012) dan  Rebecca Caudill Young Readers’ Book Award (2015).

 

Seri Legend juga kerap masuk ke jajaran New York Times Best Seller, sehingga tidak heran jika produser film pun tertarik untuk mengangkat seri ini ke layar lebar. Saat ini, BCDF Pictures memegang hak atas produksi film ini. Kita doakan ya, semoga Legend segera diproduksi filmnya.

 

Seri Legend menceritakan tentang masa perang saudara di Amerika antara Wilayah Republik di Barat dan Koloni di Timur, tepatnya pada tahun 2130. Seolah tidak cukup dengan adanya Perang Saudara, rakyat Republik di rumah-rumah kumuh harus menghadapi wabah penyakit dan konflik kesenjangan sosial.

 

Day, seorang warga miskin Republik, mempunyai puluhan catatan kriminal dan tak punya rekaman sidik jari maupun potret diri. Selama lima tahun, pemuda itu menjadi buronan paling dicari, terlebih setelah dia dituduh membunuh Metias, salah satu tentara militer Republik.

 

June, adik perempuan Metias dari ranah elite dan calon prajurit militer, bersumpah untuk memburu Day demi membalas dendam atas kematian kakaknya, sekaligus mengabdi pada Republik. Namun, kenyataan berkata lain saat June dan Day saling jatuh cinta.

 

Di sini kita akan melihat bagaimana perjuangan keduanya untuk membalas dendam kepada pemerintah Republik yang mengakibatkan mereka kehilangan keluarga. Keistimewaan novel ini ada pada world building-nya dan juga alur serta plot yang kuat. Walaupun unsur romansa masih jelas terlihat, itu tidak menjadi fokus utama dalam seri ini.

 

Begitu banyaknya penggemar seri Legend di seluruh dunia membuat novel ini tidak hanya diterbitkan dalam bentuk novel, namun juga graphic novel. Jadi kita dapat melihat ilustrasi Day dan June, yang digarap oleh Kaari atau Karina Kusuma, ilustrator asal Jakarta, Indonesia.


Tidak hanya itu, Marie Lu juga telah menulis novella dari seri ini. Novella pertama adalah Life Before Legend yang mengisahkan tentang masa kecil June dan Day. Kemudian dilanjutkan dengan Life After Legend bagian I dan II yang dimuat di dalam novel Warcross dan Wildcard.


Namun, kisah Day dan June tidak berhenti sampai di situ, baru-baru ini, Marie Lu kembali mengumumkan bahwa dia akan menuliskan kelanjutan seri Legend yang akan dimuat ke dalam buku ke-4. Seperti apa ya, kelanjutannya? Mari kita tunggu di tahun 2019.

  • Seri The Young Elites


Buku Seri The Young Elites Marie Lu

Seorang Marie Lu tidak akan berpuas diri pada satu genre tertentu. Melanjutkan kesuksesan seri Legend, Marie Lu kembali dengan genre fantasi yang dituangkan ke dalam kisah seri The Young Elites series.

 

Seri ini merupakan kisah High (Dark) Fantasy yang tertuang dalam tiga buku, yakni The Young Elites, The Rose Society dan The Midnight Star.

Novel ini mengisahkan tentang suatu bangsa yang terserang  wabah penyakit. Orang-orang dewasa yang tak sanggup melawan wabah tersebut meninggal. Sementara anak-anak yang selamat harus menanggung sebuah “tanda” dan memiliki kekuatan supernatural. Mereka disebut “Malfetto” atau titisan iblis, karena kekuatan tersebut dianggap berbahaya bagi orang lain.

 

Kekuatan tersebut menimbukan perpecahan pada bangsa tersebut. Para Malfetto dijauhi dan bahkan berusaha untuk dimusnahkan oleh pihak Kerajaan. Hal ini membuat para Malfetto, dan sebagian dari mereka membentuk kelompok elite untuk menentang Kerajaan.

 

Keunikan dari seri ini adalah Marie Lu yang berusaha untuk menjadikan anti hero sebagai tokoh utamanya. Dan banyak sekali kekuatan-kekuatan yang dikisahkan di novel ini. Seri ini mungkin merupakan seri terkelam dari Marie Lu. Jangan lupa untuk menyediakan tisu ya, ketika kalian ingin menamatkan seri ini.

 

Sama dengan seri pendahulunya, The Young Elites juga mendapatkan berbagai nominasi dan penghargaan. Bahkan rumah produksi ternama, Fox dan Temple Hill (rumah produksi yang menangani film The Maze Runner)  juga telah membeli hak adaptasi filmnya. Marie Lu juga sudah memroses screenplay-nya. Wah, kita lihat ya, seri apa yang akan lebih dulu tayang di layar lebar.


Seri Warcross


Buku Seri Warcross Marie Lu

Genre distopia dan fantasi telah dijelajahi Marie Lu. Namun rasanya kreativitas penulis ini tidak berhenti sampai di situ. Kali ini, tema video game dan genre science fiction yang dipilih Marie Lu sebagai seri ketiga yang diterbitkan. Tidak mengherankan bagi Marie Lu untuk menuliskan kisah tentang gamers, mengingat dia pernah bekerja di industri video game dan dia juga menjadi gamer di sela waktu luangnya.

 

Warcross, dwilogi yang mengisahkan tentang sebuah teknologi virtual game yang diciptakan oleh Hideo Tanaka. Teknologi ini disebut Warcross, di mana para penggunanya dapat masuk ke dalam dunia virtual, menciptakan karakter mereka sendiri dan bahkan bertarung antara satu dan lainnya. Mereka berkelompok dan berusaha saling menantang. Awalnya semua tampak baik-baik saja, namun ternyata penciptaan Warcross ini memiliki misteri tersendiri, dan ada pihak-pihak lain yang berusaha untuk menjatuhkan Warcross dan bahkan membunuh penciptanya.

 

Kita akan diajak berkelana masuk ke dalam dunia virtual ini, banyak kejutan-kejutan yang muncul serta tokoh-tokoh yang mencuri perhatian. Novel Warcross ini dilanjutkan oleh sekuelnya Wildcard yang mulai meluas ke dalam tema Artificial Intelligence.

 

Mengikuti karya-karya Marie Lu pendahulunya, Warcross juga masuk ke dalam jajaran New York Times Best Seller selama beberapa minggu di tahun perilisannya.

 

Warcross juga meraih berbagai penghargaan sastra, seperti: An Amazon Editor’s Favorite YA Book for Fall 2017, An Amazon Best YA Book of 2017, A Kirkus Best Teen Book of 2017, A Publishers Weekly Best YA Book of 2017, A Barnes & Noble Best Book of 2017 dan masih banyak lainnya.

 

Pada versi ARC-nya, Wildcard telah mendapatkan review yang sangat positif dari para kritikus novel. Salah satunya dari Kirkus Review yang menyebutkan bahwa Wildcard merupakan “A fast, intense, phenomenal read.


  • Batman: Nightwalker


batman-nightwalker

Sebagai salah satu penulis novel Young Adult terkemuka, baru-baru ini Marie Lu dan beberapa penulis lainnya, Sarah J Maas, Leigh Bardugo, dan Matt de La Pena, ditunjuk oleh Random House Books for Young Readers untuk mengangkat kehidupan remaja para Superhero DC ke dalam karakter novel. Marie Lu pun mendapat bagian untuk menuliskan kisah Batman.

Batman: mengisahkan tentang komplotan Nightwalker yang meneror Kota Gotham,
di mana Bruce Wayne menjadi target utama mereka. Di balik topeng Batman, Bruce Wayne adalah pemuda gegabah yang bersedia melanggar aturan demi seorang gadis yang mungkin musuh terburuknya. Bruce baru menginjak usia ke delapan belas dan mewarisi harta keluarga, beserta akses ke dalam Tech Industries dan berbagai perangkat canggih kegemarannya. Namun dalam perjalanan pulang dari pesta ulangtahunnya, Bruce melakukan sesuatu yang membuatnya dihukum menjalani pelayanan masyarakat di Arkham Asylum, penjara terkenal tempat para kriminalis paling keji ditahan.


Salah satu tahanan di Arkham adalah Madeleine Wallace, gadis pembunuh yang memiliki hubungan dengan komplotan Nightwalker. Madeleine yang misterius hanya mau berbicara pada Bruce. Namun apakah Bruce berhasil meyakinkan Madeleine untuk membeberkan rahasianya, atau malah dia yang memberi gadis itu informasi yang dapat membawa Kota Gotham ke dalam kehancuran?

 

Menarik ya, dengan adanya Batman: Nightwalker, Marie Lu semakin membuktikan bahwa dia adalah penulis yang serbabisa. Karena terbukti nyaris berbagai genre telah dia coba, dan semuanya menunjukkan kesuksesan, bahkan beberapa di antaranya akan diangkat ke dalam layar lebar.

 

Lalu, menurut kalian, seri apakah yang menjadi karya terbaik dari seorang Marie Lu?




[Oleh: Ade Nurmarita]



Baca juga: 7 Fakta Marie Lu, Rising Star di Genre Fantasi


Baca juga: Wow! Marie Lu Tak Hanya Jago Nulis, Tapi Juga Jago Gambar

Author


Avatar