Artikel

Marie Lu Tak Hanya Jago Nulis, Tapi Juga Jago Gambar

Sudah tidak asing kan, nama Marie Lu di telingamu? Penulis yang tahun ini merilis novel Batman: Nightwalker ternyata tak hanya pandai menggoreskan pena menjadi sebuah cerita, namun juga menjadi gambar yang sungguh memesona.


Dalam akun instagramnya, Marie Lu mengunggah beberapa hasil gambarnya. Yang unik, sebagian besar gambar-gambar itu adalah sketsa wajah tokoh-tokoh dalam berbagai buku yang ditulisnya.


Seperti apa hasilnya? Simak daftar ilustrasi berikut ini yang dikumpulkan dari akun Instagram @marieluthewriter

June dan Metias Iparis dari trilogi Legend


Karya Marie Lu

Kita awali menikmati ilustrasi tokoh dalam buku Marie Lu dengan gambar yang satu ini. Adegan ini tidak ada dalam buku, namun tetap terjadi dalam dunia Legend. Kapten Metias Iparis—seorang hacker bermata hitam dengan kilatan emas, rambut gelap, dan kulit berwarna coklat—memeluk adik perempuannya saat mereka berdua kehilangan kedua orangtua karena kecelakaan mobil.

June yang rapuh kemudian menjadi perempuan tangguh di bawah pengawasan Metias. Meski akhirnya, June hidup hanya berdua bersama anjing bernama Ollie, karena Metias—yang dikenal sebagai salah satu prajurit terbaik Republik—tewas dibunuh.

June Iparis dari trilogi Legend


Karya Marie Lu 1

June Iparis adalah seorang perempuan kurus atletis yang dijuluki Genius Kecil Favorit Republik. Dia memiliki warna mata yang sama dengan mata kakaknya, Metias. Gadis ini berkulit coklat dan memiliki rambut panjang yang nyaris selalu dikuncir kuda.


June mendapatkan nilai sempurna dalam ujian dan dikirim ke Universitas Drake pada usia dua belas tahun. June kemudian diluluskan lebih cepat atas permintaan Komandan Jameson—atasan Metias—untuk melakukan misi pertamanya di militer. Misi ini belum berhasil dilakukan siapa pun di Republik. Dengan sikap dingin dan nekatnya, June ditugaskan untuk menangkap Day.

 

June dan Day dari trilogi Legend

Karya Marie Lu 2

Bisa menebak siapa pasangan ini? Ya, mereka adalah June dan Day. Pasangan paling fenomenal yang Marie Lu ciptakan. Bagi yang sudah selesai membaca Champion—buku ketiga sekaligus buku terakhir dari seri Legend—mungkin merasakan betapa menyiksanya melihat hubungan yang terjadi di antara mereka. June yang berasal dari kalangan elit, jatuh hati pada buronan miskin yang paling dicari oleh Republik.


Mata biru cerah dan wajah oriental Day telah memikat June pada pandangan pertama. Dan wajah elok June telah mengacaukan pikiran Day, meski pada saat itu June berpenampilan seperti anak jalanan. Day memiliki mata kanan yang sedikit lebih pucat dari mata kiri—hal yang Day katakan sebagai hadiah Republik di hari ulang tahunnya—dan rambut panjang berwarna pirang.


Tak lama lagi, kita akan dapat menyaksikan visualisasi June dan Day dalam film layar lebar. Dilansir dari Hollywood Reporter, hak cipta film Legend telah berpindah tangan dari CBS Films ke BCDF Pictures, dan prospeknya cerah.

Adelina dari trilogi The Young Elites

Karya Marie Lu 3

Adelina Amouteru adalah gadis Tamoura yang tertandai setelah sembuh dari wabah berdarah yang telah menewaskan ratusan orang. Wabah tersebut mengubah warna rambut dan bulu mata Adelina menjadi sewarna perak. Wabah itu juga membuat mata kiri Adelina sangat bengkak sehingga harus dicungkil dengan pisau dan tang panas.

 Ayah Adelina menganggap Adelina yang cacat sebagai aib. Dia memperlakukan putri pertamanya itu dengan perlakuan yang berbeda dibandingkan dengan perlakuan terhadap Violetta, putri keduanya. Sang ayah tak hanya mematahkan jari manis Adelina, tapi juga menjual gadis itu demi uang emas untuk melunasi utang-utangnya.

Setelah melatih dan menguasai kekuatan untuk mengendalikan ilusi, Adelina dapat menyamarkan luka di wajahnya, membuat dia terlihat jauh lebih cantik dan bahkan mengubah penampakannya menjadi persis seperti orang lain. Ilusinya juga nyata. Bayang-bayang yang Adelina ciptakan dapat memadat menjadi senjata yang dapat mencabut nyawa.

Enzo Valenciano dari trilogi The Young Elites


Karya Marie Lu 4

Masih dari dunia yang sama dengan Adelina, sekarang kita bertemu dengan Enzo. Dia adalah seorang pangeran yang terpaksa melepaskan takhtanya karena dia tertandai setelah sembuh dari wabah berdarah. Rambutnya berubah merah sangat pekat nyaris hitam, membingkai wajahnya yang berwarna coklat dengan tulang pipi tinggi, juga mata gelap dengan bulu mata tebal. Tanda ini membuat dirinya dan banyak anak lain sepertinya dipanggil Malfetto.


Tapi kondisinya yang berbeda tidak membuat Enzo menyerah untuk kembali merebut apa yang seharusnya dia miliki. Dengan kemampuan supranatural yang membuatnya dijuluki Sang Pencabut Nyawa, Enzo mengumpulkan beberapa orang sepertinya dan membentuk perkumpulan Elite Muda. Mereka bertujuan untuk menjadi mengangkat Enzo menjadi Raja dan membebaskan para Malfetto yang mengalami penderitaan karena diperjualbelikan.

 

Emika Chen dari dwilogi Warcross

Karya Marie Lu 5

Emika Chen adalah seorang peretas yang menjadi tokoh utama dalam novel Warcross. Emika digambarkan memiliki rambut panjang berwarna pelangi dengan tato di sepanjang lengan kirinya—corak berwarna warni, bunga peoni, bangunan, not balok, juga planet-planet. Selain memiliki tampilan yang menarik perhatian, Emika adalah gadis pemberani. Berani mengambil resiko dengan menjadi pemburu bayaran demi mempertahankan hidup.


Emika menggunakan skateboard listrik usang untuk mengelilingi kota. Menggendong ransel yang berisi peralatan seadanya, dia mengejar penjahat kelas rendahan demi imbalan dari kepolisian.


Sama seperti yang jutaan orang lakukan, Emika juga bermain Warcross. Hanya saja dia memainkannya dengan kacamata yang disewa murah dan bermain dengan identitas anonim. Ketika Emika meretas pertandingan Warcross internasional, dia tepergok oleh Henka Games—perusahaan yang memproduksi Warcross.

 

Hideo Tanaka dari dwilogi Warcross


Karya Marie Lu 6

“Tidak ada seorang pun di dunia yang belum pernah mendengar tentang Hideo Tanaka, pereka cipta muda yang membuat Warcross pada usia tiga belas tahun.” Hideo menciptakan kacamata nirkabel tipis dengan gagang logam dan earphone lipat yang diberi sebutan NeuroLink yang membuatnya memperoleh uang dari setiap byte penggunaan game Warcross. Dan hampir semua orang di dunia menggunakannya. Hideo menyewa Emika untuk menangkap Zero—julukan bagi peretas misterius yang mencoba menghancurkan Warcross.

Di usia dua puluh satu, Hideo sudah mendapatkan sejumput tipis rambut perak yang menghiasi rambut tebal hitamnya. Matanya gelap dengan bulu mata panjang. Hideo berpenampilan rapi seperti layaknya seseorang dengan posisi tertinggi di perusahaan: kemeja berkerah dipadu dengan celana panjang. Tapi terkadang, lengan kemejanya digulung sesiku dan kancing bagian atas kemejanya terbuka.

 

Asher Wing dari dwilogi Warcross

Karya Marie Lu 7

Laki-laki di atas kursi roda ini tak lain dan tak bukan adalah Asher Wing—Kapten tim Phoenix Rider yang berasal dari Los Angeles. Rambutnya berwarna coklat tebal yang nyaris merah dan matanya berwarna biru cerah.


Meski tak bisa berjalan, Ash tetap bisa memesona penggemarnya lewat keahlian dan kepemimpinannya dalam pertandingan Warcross. Ash dapat membawa timnya menjadi salah satu dari enam belas tim resmi Warcross. Kemunculannya di acara pertandingan pembuka turnamen Warcross diiringi teriakan penggemar yang mengelukan namanya. Ash memilih Emika sebagai anggota timnya, meskipun Emika dinominasikan dengan cara yang tidak seharusnya.

 

Hammie Jiménez dari dwilogi Warcross


Karya Marie Lu 8

Hamilton Jiménez atau Hammie adalah teman satu tim Emika dalam pertandingan Warcross. Dia merupakan tangan kanan Asher yang suka bermain catur. Hammie memiliki rambut ikal panjang tebal dengan tubuh setinggi Emika.


Dengan sabar, Hammie menemani Emika dan membuatnya merasa nyaman di asrama meski dirinya kadang sedikit usil dan suka menggoda. Hammie melatih Emika menjadi pemain yang bisa memprediksi pola langkah yang akan diambil lawan.


Hammie juga membantu kapten tim menganalisa kemampuan lawan dan memperkirakan kemungkinan setting tempat Warcross yang akan mereka hadapi. Hammie merupakan pemain berpengalaman dan memiliki kecepatan yang tidak bisa diremehkan.

 

Tokoh Misterius dari The Kingdom of Back

Karya Marie Lu 9

Siapa makhluk bertelinga runcing ini? Dia adalah seorang pangeran muda (mungkin dari kerajaan kaum peri?), tokoh dalam The Kingdom of Back—buku yang direncanakan akan rilis tahun depan, 2019. Setelah trilogi Legend, trilogi The Young Elites, dwilogi Warcross, dan juga Batman: Nightwalker, Marie Lu akan menerbitkan The Kingdom of Back sebagai novel standalone.


Karya Marie Lu 10

Dilansir dari epicreads.com, The Kingdom of Back berbeda dengan novel-novel yang sudah ditulis oleh Marie Lu sebelumnya. Novel ini  bergenre Historical Fiction dan bercerita tentang saudari Mozart—Wolfgang Amadeus Mozart sang komposer—yang akan dibumbui nuansa fantasi. Novel ini sudah ditulis bahkan sebelum Legend dilahirkan.


Penasaran seperti apa ceritanya? Mari kita menunggu buku ini rilis di tahun 2019.




[Oleh: Rhapsody Maryana]



Baca juga: 7 Fakta Marie Lu, Rising Star di Genre Fantasi

Baca juga: 7 Blog Penulis Keren yang Bisa Dikunjungi Saat Butuh Inspirasi

Author


Avatar