Resensi

Menelusuri Keberadaan Sang Mesias

historical-jesus Yesus adalah salah satu sosok yang paling banyak dikaji dalam sejarah umat manusia. Namanya akan selalu melekat dalam sejarah ingatan bangsa di dunia. Mengingat masyhurnya nama Yesus, maka tidak aneh jika banyak peneliti dan pengkaji menuliskannya dalam sejumlah karya dari berbagai perspektif. Baik dari sejarah hidupnya, kepridiannya, maupun risalahnya.

Kisah Yesus dalam panggung sejarah umat manusia kerapkali menyulut perdebatan panjang. Kisah Yesus adalah kisah kontroversi di kalangan agama samawi: Islam, Kristen, dan Yahudi. Perbincangan Yesus seringkali  memantik polemik yang menggelitik pikiran.

Misalnya kontroversi seputar kelahiran Yesus menjadi salah satu topik menarik yang diangkat dalam buku ini. Al-Quran menyatakan bahwa Yesus dilahirkan di bawah sebatang pohon kurma. Al-Quran juga menyebutkan mukjizat bayi yang baru lahir itu berbicara kepada ibunya, serta kemunculan anak sungai di bawah Maria dan buah kurma di pohon itu menjadikan Maria bisa makan dan minum.

Pengisahan serupa tentang Maria yang duduk di bawah pohon kurma dan tentang mataairitu juga ditemukan di dalam Injil Psuedo-Matius yang apokrifal tetapi dalam konteks yang sangat berbeda. (hlm. 281) Sementara itu, di dalam bukunya The Original Sources of Islam, yang diterbitkan dalam satu abad yang lalu, ahli Alkitab William Tisdall berspekulasi bahwa pengisahan Al-Quran tentang kelahiran Yesus di bawah sebatang pohon kurma diambil dari kisah kelahiran Buddha di dalam Nidanakatha Jatakam.

Menurut kisah ini, ketika Maya akan Melahirkan Buddha, dia meminta izin suaminya untuk kembali ke rumah ayahnya untuk melahirkan di sana. Dalam perjalanannya ke kampung halamanannya, Maya melewati sebuah pohon-pohon sal yang sedang berbunga. Dia ingin menikmati keindahan kebun itu, maka dia melangkah turun dari tanah untuk berjalan di antara pepohonan. (hlm. 282)

Kisah misterius kelahiran Yesus membuka cerita panjang lembaran kehidupan Mesias di dalam buku setebal 851 halaman. Dengan bahasa sederhana pembaca akan mudah memahami isi karya tanpa harus bersusah payah mempelajari kembali Alkitab, Al-Quran dan sumber sejarah lain tentang Yesus. Buku sejarah Yesus yang lengkap, menyajikan data baru kehidupan Mesias dengan berbagai sisi kontroversinya.

Dua ribu tahun setelah kelahirannya, sejarah Yesus banyak yang mengkaji dengan berbagai perspektif oleh sekelompok agama dan sarjana di berbagai belahan dunia. Orang Kristen menuliskan sosok Yesus berdasarkan cara pandang personal dan perspektif teologis dengan menggunakan sumber Alkitab. Golongan Muslim mengkaji kitab suci Al-Quran yang menerangkan kisah Yesus. Kaum Yahudi memakai bacaan sendiri dalam menceritakan Yesus berdasarkan yang mereka yakini.

Setiap kelompok agama mempunyai cara pandang sendiri dalam mempersepsikan Yesus dengan argumentasi dan data serta sumber pembenar masing-masing. Kajian dan karya-karya tentang Yesus yang ada selama ini mayoritas bersandar pada Perjanjian Baru, sumber-sumber Kristen, Yahudi, dan sumber-sumber sejarah lainnya.

Al-Qur’an jarang disebut apalagi dipertimbangkan oleh sebagian besar penulis Kristen. Pengabaian ini mencerminkan anggapan bahwa Al-Quran tidak dapat diandalkan sebagai sumber penelitian sejarah. Ada beberapa kajian yang menimbang sejarah Yesus menurut Al-Quran dari sudut pandang Kristen. Salah satu kajian tersebut adalah Jesus in the Qur’an karya Pendeta Methodis yang pertama kali terbit pada tahun 1965.

Pendeta Methodis ini memiliki sasaran terpuji menjembantani jurang antara Al-Quran dan Injil, dan menuliskan buku yang sangat sensitif dan simpatik. Namun, metodenya adalah untuk menunjukan bahwa perbedaan Al-Quran dan Injil, bukan apa yang dikatan oleh Perjanjian Baru. Kajian lain yang pantas untuk disebutkan juga adalah Jesus and the Muslim: An Exploration karya Kenneth Cragg, yang terbit pada 1985. Buku ini memang cukup menarik perhatian kelompok agama.

Uskup Cragg memfokuskan telaahnya kepada kaum Muslim tentang kesalahpahaman kitab suci mereka tentang teologi Kristen. (hlm. 18) Dari fakta kedua kajian ini yang ditulis dari perspektif kristiani, keduanya merupakan kajian religius yang tidak mempertimbangkan sumber-sumber independen.

Membaca Al-Quran dari sudut pandang Perjanjian Baru itu menarik, tetapi apa yang dikatakan sejarah tentang Perjanjian Baru pun tidak kalah menarik. Demikian pula sebaliknya, para peneliti Muslim yang menulis tentang Yesus hanya mengkaji apa yang dikatakan Al-Qur’an dan sumber-sumber Islam lainnya.

Gambaran Kristen tentang Yesus sering dikutip untuk diruntuhkan, biasanya dengan dasar apa yang dikatakan oleh sumber-sumber Islam. Dari berbagai karya yang mengangkat kehidupan Yesus, sangat jarang ada peneliti yang menulis buku dari sudut pandang komparasi sumber Al-Quran, Alkitab dan sumber keyakinan agama lain, serta data historis-empirik dalam menuliskan kisah Yesus.

Buku berjudul The Mystery of Historical Jesus: Sang Mesias menurut Al-Quran, Alkitab, dan Sumber-Sumber Sejarah, karya Louhay Fatoohi ini menjadi oase di tengah kegersangan referensi dan mengisi kekosongan literatur sejarah Yesus. Buku dengan ulasan komprehensip yang mencoba menelusuri keberadaan sang Mesias secara ekstensif.

Penulis buku yang juga seorang mualaf dan pengajar di Universitas Durham, Inggris, dengan sangat piawai menganalisis secara mendalam setiap ayat yang menyebut Yesus baik secara langsung atau tidak langsung di dalam teks kitab suci.


Buku ini bertujuan untuk memperlihatkan bahwa, berbeda dari kisah Perjanjian Baru, pernyataan Al-Qur’an tentang Yesus bersifat konsisten dan bisa dibenturkan dengan apa yang kita ketahui dari sejarah. Dengan kata lain, buku ini berupaya untuk mengetahui Yesus historis dengan mempelajari al-Qur’an sekaligus sejarah.

________________________


Judul Buku : The Mystery of Historical Jesus: Sang Mesias menurut Al-Quran, Alkitab, dan Sumber-Sumber Sejarah.

Penulis : Louay Fatoohi

Penerbit : Mizan

Cetakan : I, Mei 2013

Tebal : 851 halaman 

Peresensi : Abdul Aziz MMM, Penikmat Buku, Alumnus UIN Sunan KaliJaga

Author


Avatar