Artikel

Meski Dijajah Israel, 3 Wanita Palestina Ini Tak Takut Melawan

Perjuangan rakyat Palestina untuk melawan penjajah Israel tidak pernah berhenti. Setiap orang di sana mau tidak mau harus ikut berjuang melawan penjajahan untuk kebebasan mereka. Tidak heran jika di sana hadir pejuang-pejuang yang tidak kenal lelah untuk memperjuangkan cita-cita mereka menjadi masayarakat yang bebas. Maka dari itu pejuang-pejuang tersebut tidak terbatas pada satu kalangan saja, namun mereka bisa siapa pun.


Dari mulai orang dewasa hingga anak kecil, beragam profesi, mau tidak mau mereka harus ikut melawan untuk merebut kembali.

 

Baca juga: 5 Tokoh Palestina yang Terkenal di Dunia


Tidak hanya laki-laki yang berjuang di sana, wanita yang lahir dan terusir dari tanah airnya pun tidak kalah pemberani. Diantara wanita yang tidak takut untuk melawan tersebut, muncul nama-nama yang menjadi sorotan dunia. Inilah tiga diantaranya.

  1. Leila Khaled

    Nama Leila Khaled sudah tidak asing lagi di dunia internasional. Lahir di Haifa, daerah yang dulunya dikuasai Palestina, dan terusir dari kampung halamannya sendiri karena ini daerah tersebut telah dikuasai oleh Israel. Karena hal tersebut, keluarga Leila pindah ke daerah Lebanon. Saat berumur 15 tahun, Leila bergabung dengan Arab Nationalist Movement yang dibentuk oleh George Habash.


    Di Palestina, cabang pergerakan tersebut menjadi Popular Front for the Liberation of Palestine atau Barisan Rakyat untuk Pembebasan Palestina atau sering disingkat PFLP setelah Perang Enam Hari tahun 1967. Selain itu Leila juga sempat menjadi mahasiswa kedokteran di American University of Beirut.

    Leila menjadi terkenal setelah menjadi perempuan Palestina pertama yang membajak sebuah pesawat. Pembajakannya yang pertama terjadi pada tanggal 29 Agustus 1969. TWA Flight 840 yang harusnya terbang dari Roma menuju Tel Aviv diputarkan menuju Damaskus. Dia memerintahkan pilot pesawat tersebut untuk terbang melewati Haifa, agar dia bisa melihat tempat kelahirannya. Tidak ada yang terluka di pembajakan tersebut, namun setelah penumpang turun, para pembajak meledakan moncong pesawatnya. Setelah pembajakan itu, Leila menjalani enam kali operasi plastic agar dia tidak dikenali dan bisa melanjutkan misi-misinya yang lain dan juga dia tidak ingin menjadi wajah sebuah icon.

    Pembajakan berikutnya dia lakukan di pesawat EI AI Flight 219 tahun 1970. Pesawat yang bertolak dari Amsterdam menuju New York. Pesawat tersebut gagal dia bajak dan Leila berhasil ditangkap. Meskipun Leila mempunyai 2 granat, namun dia tidak ingin menggunakannya karena dia mendapatkan perintah yang sangat ketat agar tidak melukai penumpang di penerbangan.

    Baca juga: 7 Wanita Pejuang Kemerdekaan, Keren Banget!

    Leila ditahan di Kantor Polisi Ealing di Inggris. Dia kemudian dibebaskan sebagai pertukaran dengan sandera pembajakan lainnya.

    Kabarnya, karakter Warrior Leela di seris Doctor Who terinspirasi dari Leila Khaled.


  2. Ahed Tamimi

    Nama Ahed Tamimi mulai menjadi perhatian publik internasional setelah videonya tahun 2012 mengacungkan kepalan tangan ke aparat Istrael viral. Di video tersebut Ahed dengan berani melawan aparat yang waktu itu menahan saudaranya. Sebelumnya juga di tahun yang sama, Ahed dipuji langsung oleh presiden Mahmoud Abbas karena keberaniannya menghadang aparat yang hendak menangkap ibunya, Nariman Tamimi.

    Namun pada saat berumur 16 tahun, Ahed dijebloskan ke penjara atas tuduhan peneyerangan kepada aparat Israel pada bulan Desember 2017. Video saat dia menampar aparat tersebut juga viral. Ahed melakukah hal tersebut karena kesal sepupunya yang berumur 15 tahun terkena peluru yang ditembakan oleh aparat dalam jarak yang dekat di halaman rumahnya. Ahed dibebaskan bersyarat pada Juli 2018 setelah sebelumnya mendekam di dalam penjara selama 8 bulan. Setelah bebas, Ahed langsung bertemu dengan Presiden Mahmoud Abbas.

    Meskipun begitu, Ahed mengatakan kalau dia sama seperti remaja normal lain yang seumuran dengannya. Dia mengatakan masih suka dengan pakaian dan make up, atau membuka akun Instagram miliknya setiap pagi dan berjalan-jalan di bukit sekitar rumahnya. Namun karena dia merasa harus melawan karena dia ingin membela tanah airnya.

    Baca juga: Respons Warga Dunia terhadap Kasus Ahed Tamimi

     

    Kini Ahed Tamimi menjadi sebuah icon perlawanan terhadap pendudukan Israel atas Palestina.  Dia juga menjadi juru bicara untuk Palestina. Selain Palestina yang bebas, dia juga mempunyai sebuah cita-cita, yaitu sekolah hukum dan melakukan advokasi tingkat tinggi untuk Palestina.

    Kisah Ahed juga dimuat di majalah Vogue Arabia edisi Oktober.


  3. Manal Tamimi

    Manal Tamimi adalah seorang pembela HAM dan merupakan bibi dari Ahed Tamimi. Dia pernah mengatakan bahwa setiap ibu di Palestina adalah seorang aktivis. Dalam wawancaranya bersama Dimitri Lascaris untuk therealnews.com, Manal mengungkapkan bahwa setiap ibu di desanya, Nabi Salih, mengajarkan anaknya untuk berpegang pada setiap haknya.


    Manal dan suaminya, Bilal Tamimi, aktif di sebuah media local di sana. Manal biasanya mengunggah video atau foto yang diambil oleh suaminya dalam setiap aksi. Dia melakukan itu dengan tujuan agar dunia bisa melihat apa yang dilakukan oleh aparat Israel setiap harinya. Semua yang dilakukan olehnya ini adalah untuk generasi muda Palestina agar terus mempertahankan hak-hak mereka.


    Sekarang Manal menyambut setiap aktivis dan Jurnalis yang datang ke Nabi Salih. Dia akan menjadi tuan rumah untuk setiap orang yang datang.




    [Oleh: Logika Anbiya]



Baca juga: Ahed Tamimi; Remaja Pemberani Asal Palestina yang Dikenal Dunia

Baca juga: Israel dan Palestina, Konflik Panas yang Belum Mereda

Author


Avatar