Artikel

Mitos Wanita Amazon

Mitos Wanita Amazon Penggemar Wonder Woman pasti tidak asing dengan sebutan kaum Amazon. Bukan hutan atau sungai Amazon di bagian selatan Benua Amerika, tapi kesatria wanita tangguh dan pemberani. Kemampuan mereka dalam berperang dan berburu tidak bisa diremehkan, mungkin mereka lebih tangguh dari kebanyakan lelaki. Lalu apa bangsa Amazon ini cuma karangan penulis Wonder Woman? Ternyata tidak! Bangsa Amazon ini berdasarkan bangsa kesatria yang ada di mitologi Yunani. Menurut mitologi Yunani, bangsa Amazon adalah anak dari Ares, sang Dewa Perang, dan Harmonia, peri Hutan Akmonia. Bangsa Amazon merupakan petarung yang handal, agresif, brutal, dan menomorsatukan perang. Ratu dari bangsa Amazon yang paling terkenal adalah Hippolyta (ratu Amazon di film Wonder Woman) dan Penthesilea. Hippolyta disebutkan dalam beberapa cerita, salah satu yang terkenal adalah cerita Dua Belas Tugas Herkules. Dikisahkan bahwa salah satu tugas Hercules adalah merebut girdle (semacam sabuk) emas milik Hippolyta. Tapi Hippolyta memberikan girdle itu secara sukarela karena terkesan dengan kemampuan Hercules. Sedangkan Penthesilea, kakak dari Hippolyta dikenal karena ikut serta dalam perang Troya. Dikatakan Penthesilea tewas dibunuh Akiles. Mitos Wanita Amazon Bangsa Amazon sendiri, menurut Herodotus dan Strabo, tinggal di bantaran sungai Thermodon (sekarang Terme) dan Themyscira. Ya, ternyata Themyscira adalah tempat yang nyata menurut mitologi Yunani. Themyscira berada di sekitar mulut sungai Thermodon. Selain dua tempat tersebut, disebutkan juga Scythia sebagai tempat tinggal bangsa Amazon. Karena setelah kekalahan mereka di perang dengan Yunani, banyak orang yang kabur menggunakan tiga perahu namun di tengah lautan mereka membunuh semua kru kapal. Karena tidak tahu apapun tentang berlayar, akhirnya ombak dan angin membawa mereka ke daerah Scythia dan menetap disana. Namun dibalik cerita tersebut, para ilmuwan meragukan keaslian mitos bangsa Amazon. Menurut mereka, bangsa Amazon hanya karangan saja. Akan tetapi, dalam kurgan (pemakaman) di daerah Scythia ditemukan sebuah gaya hidup yang berpusat pada kuda (1908). Arkeolog menemukan beberapa tengkorak wanita yang dikuburkan dengan senjata dan memiliki luka perang seperti lelaki. Temuan itu mendukung teori bangsa Amazon bukan hanya sebuah karangan. Sebuah mitos atau nyata, cerita tentang bangsa Amazon mempunyai pengaruh di dunia. Nama Amazon menjadi sebuah simbol sendiri untuk para wanita di dunia. Salah satu contohnya Amazon Feminism, cabang dari feminisme dengan penekankan bahwa yang dibutuhkan untuk persamaan adalah kekuatan wanita itu sendiri.  

[ Oleh : Logika]
Sumber Gambar : cgmeetup.net