readers choice, Review, Wawancara

Peluncuran novel #berhentidikamu

Bagi kamu para penggemar novel romantis nan inspiratif pastinya sudah baca #BerhentiDiKamu, dong? Novel ini bisa membuat siapapun baper dengan kisah yang disuguhkannya.

Ngomong-ngomong kamu sudah bertemu penulisnya belum? Sangat disayangkan bila kamu belum bertemu dengan penulisnya, dr. Gia Pratama. Pasalnya, Jum’at kemarin (09/12/2018) dr. Gia beserta para penulis Indonesia menghadiri acara peluncuran novel #BerhentiDiKamu di Gramedia Matraman, Jakarta. Novel ini menjadi karya pertamanya yang dibukukan.

berhentidikamu

Acara launching buku ini diawali dengan penuturan dr. Gia yang menceritakan bagaimana proses penulisan novel #BerhentiDiKamu bisa terwujud. Dari yang saya simak, novel ini hanya ditulis dalam waktu 2 jam. Itu pun saat perjalanan ke Swiss menggunakan kereta. Luar biasa, bukan? 

“Saya hanya membutuhkan waktu 2 jam untuk selesai menuliskan cerita ini. Itu saya lakukan di kereta dari Amsterdam ke Swiss. Itu yang terjadi. Sebelum saya naik kereta saya kehilangan pasport, dompet, tas slempang dan semua barang berharga saya. Kecuali syafira, yang paling berharga buat saya, “ kata dr. Gia ketika memulai ceritanya.

Sebelumnya, novel #BerhentiDiKamu juga telah membuka pre-order dengan konsep Breaking News pada 23 November lalu di kantor pusat Penerbit Mizan Pustaka, Bandung. Kegiatan ini diliput belasan media diantaranya tribunnews, detik.com dan bisnisindonesia. Parahnya lagi novel ini sukses membuka pre-order sampai 3027 transaksi hanya dalam 9 hari, lho. Jumlah yang cukup fantastis bukan untuk seorang penulis baru?

            Selain menceritakan bagaimana kisah cintanya yang mengharukan. Dokter berkaca mata dan berperawakan tinggi ini pun menceritakan kisah uniknya di rumah sakit, tempat yang menurutnya memberi banyak pelajaran hidup.


Baca Juga: Jalan-Jalan ke Eropa?


“Ada satu kisah yang menurut saya itu ajaib, kisah seorang suami yang sudah pasrah akan keadaan istrinya yg sudah dibantu dengan alat medis. Kondisi ibu itu stroke, pembuluh darah yg mengatur syaraf pernafasan pecah dan mengakibatkan paru-paru yang tidak bisa berfungsi secara baik,” ungkapnya. 

“Semua keluarga sudah berkumpul dan memasrahkan semuanya kepada saya. Saya juga tidak bisa berbuat banyak, akhirnya dengan persetujuan keluarga, saya lepas semua alat medis yang menempel pada ibu tadi. Tapi setelah saya lepas, ternyata nafas ibu itu dapat berfungsi dengan baik dan kondisi ibu itu stabil. Saya kaget, ternyata keajaiban itu memang ada, ” lanjut dr. Gia. 

Pada acara peluncuran buku ini, dr. Gia tentunya tak sendiri. Ada istrinya yang setia menemani, Syafira. Wanita yang kini menjadi cinta sejati dr. Gia, lewat keajaiban takdir dipertemukan dengan cara yang tak biasa. Syafira juga bercerita bahwa dr. Gia adalah sosok yang baik dan humoris.

“Aa itu humoris, baik. Tapi bukan terlalu baik.” Tutur Syafira.

Ia juga mengungkapkan bahwa pertemuan mereka berdua berjalan begitu cepat. Tanpa pacar-pacaran, apalagi sering ketemuan. Syafira dan dr. Gia hanya berkomunikasi via WhatsApp selama 3 minggu itu pun dengan diperantarai oleh pamannya, penderita bisul yang diobati dr. Gia.

Semua kisah itu, ia tulis di novel #berhentidikamu dengan sistematis dan apik serta membuat siapapun ingin terus membacanya. Novel ini sudah tersebar mulai tanggal 7 Desember 2018 lalu secara serentak di toko buku seluruh Indonesia.

Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama booksigning dan 5 lagu ost. #BerhentiDiKamu yang dilantunkan oleh group akustik Teman Kecil. Seluruh peserta yang hadir sangat antusias, termasuk saya. Sukses terus untuk dr. Gia !




Baca Juga: Kisah Haru-seru dr. Gia

Baca Juga: Kisah dr.gia, dari bisul hingga viral



[Ana Dwi Itsna Pebriana ]

Author


Avatar