Artikel, baru

Pengobatan Mental Illness yang Tepat

Mental illness atau penyakit mental akhir-akhir ini menjadi perhatian warga internet. Apalagi sejak kematian beberapa pesohor dunia yang mengakhiri hidupnya setelah bertahan sangat lama dengan mental illness. Banyak orang yang akhirnya sadar dengan bahaya mental illness.

Mental illness sendiri tidak seperti penyakit lain yang bisa dideteksi layaknya flu atau demam. Dikutip dari hellosehat.com, mental illness meliputi keadaan emosional, psikologis, dan kesejahteraan sosial seseorang.

Lanjutnya, hal tersebut berpengaruh pada kesehatan mental yang menyebabkan beberapa gangguan dari yang ringan hingga yang berat. Gangguan-gangguannya yang paling umum ditemukan bisa berupa depresi klinis, gangguan bipolar, kecemasan, PTSD (Stress Pasca-Trauma) dan OCD (Obsesif Kompulsif).

Baca juga:
Daniel Keyes, Penulis yang Mengeksplor Pikiran Manusia
Ini Bukan Dongeng 


Meskipun berbeda dengan penyakit biasa, bukan berarti tidak ada pengobatan untuk mental illness. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak dari mental illness. Apa saja? Yuk simak ulasannya di bawah.

1. Pergi ke Dokter

mental illness


Tak banyak penderita yang meminta bantuan profesional untuk mengobati penyakitnya. Namun, agar pengobatan yang diberikan lebih tepat, penderita bisa menemui dokter untuk diagnosa dan mencari akar permasalahannya. Dengan begitu, dokter bisa memberi pengobatan dan obat-obatan yang tepat.

2. Psikoterapi

mental illness

Metode yang diperkenalkan oleh Sigmund Freud ini dilakukan dengan cara berbicara. Psikoterapis akan membimbing penderita untuk mengendalikan perasaannya. Meskipun terdengar mudah, bukan berarti psikoterapi ini bisa dilakukan sembarangan.

Psikoterapi bisa diterapkan untuk beragam mental illness. Contoh psikoterapi di antaranya exposure therapy, cognitive behavioral therapy, dan dialectical behavioral therapy.

3. Obat Pelengkap

mental illness


Biasanya obat-obatan dipakai selama masa pengobatan saja. Pastinya sesuai dengan resep dokter. Kalau beli dan minum sembarangan akibatnya bisa fatal.

Obat-obatan yang dipakai juga bukan sembarang. Melainkan yang mengandung bahan pengubah dan penyeimbang senyawa kimia dalam otak. Perlu dicatat, tak ada obat yang dapat menyembuhkan semua sekaligus.

 

4. Eye Movement Desensitization and Reprocessing


mental illness


Biasa disingkat menjadi EMDR adalah sebuah bentuk terapi yang digunakan untuk mengurangi tekanan yang diakibatkan oleh trauma yang sulit hilang. Praktik yang paling sederhana adalah penderita diinstruksikan untuk mengikuti gerakan jari terapis dengan matanya. Dengan begitu, dia bisa memusatkan perhatiannya pada hal apa saja yang mengganggu emosinya.

5. Problem Solving Therapy


mental illness


Terapi yang juga meningkatkan kemampuan penderita untuk menghadapi masalahnya dengan problem solving. Caranya, penderita akan diminta untuk mengidentifikasi masalah dan solusi yang paling mungkin dilakukan.

 

6. Ikut Support Group

mental illness


Bertemu dan sharing dengan survivor mental illness mengenai apa yang sedang dialami bisa membantu untuk mengobatinya. Dengan begitu, penderita bisa saling membimbing untuk pemulihan.

 

7. Meditasi

mental illness

 

Menenangkan pikiran dengan meditasi, selain bisa dilakukan oleh semua orang, juga sangat mudah. Sembari menghindari hal-hal negatif yang dapat memicu mental illness. Meditasi akan membuat kita rileks saat memikirkan solusi untuk masalah yang sedang dihadapi.

Masih banyak lagi jenis pengobatan. Setiap orang memiliki preferensinya sendiri mengenai pengobatan. Tak ada pengobatan yang langsung menyembuhkan penderita. Semuanya butuh waktu.

Baca juga:
5 Novel Terjemahan yang Akan Mengguncang 2019
5 Mitos Kesehatan, Inikah yang Kamu Yakini?

Selain itu mental illness perlu menjadi sebuah perhatian karena penderitanya kebanyakan tidak akan memberitahukan apa yang dia rasakan.[]

Author


Avatar