Artikel

Persamaan Ahed Tamimi Dengan Para Pejuang Wanita



Ahed-Tamimi

Ahed Tamimi adalah seorang gadis remaja yang namanya menjadi perbincangan orang-orang di seluruh penjuru dunia karena keberaniannya melawan Israel demi kebebasan Palestina. Berasal dari Nabi Salih, Tepi Barat, Palestina, dia menjadi sebuah ikon dan simbol baru untuk perlawanan Palestina terhadap pendudukan Israel. Keberanian Ahed tidak kalah dengan para pejuang wanita lainnya. Ahed mendapatkan banyak pujian atas aksinya, termasuk dari Presiden Mahmoud Abbas. Meskipun masih belia, dia tidak berbeda dengan pejuang wanita lainnya yang lebih senior.


Video yang viral pada tahun 2012 dan 2017 membuat nama Ahed melejit. Di video tahun 2012, Ahed yang baru berusia 11 tahun menunjukkan keberaniannya dengan mengacungkan kepalan tangannya sambil berteriak pada salah satu anggota militer Israel. Diketahui dia melakukan hal tersebut karena saudaranya ditangkap oleh tentara Israel. Lalu di videonya yang terbaru, Ahed yang sudah berumur 16 tahun menampar, memukul dan mendorong salah satu tentara yang menembakkan senapan berisi peluru karet berlapis baja pada sepupunya yang berusia 15 tahun. Insiden penamparan itu terjadi di halaman depan rumah Ahed. Akibatnya, Ahed harus mendekam di balik jeruji besi selama 8 bulan.



Meskipun berada dalam penjara, Ahed berhasil menyelesaikan sekolahnya dan dia membuat sebuah kelompok belajar yang akhirnya dibubarkan oleh otoritas penjara.

Amal Tamimi, aktivis dan juga bibi Ahed, mengatakan bahwa Ahed hanya sedang membela apa yang menjadi haknya, karena insiden tersebut terjadi di depan rumahnya. Amal menambahkan bahwa setiap ibu di Palestina mengajarkan anak-anaknya untuk bisa mempertahankan hak-hak mereka.


Laila-khaled

Ahed Tamimi juga tidak jauh berbeda dengan Leila Khaled, seorang anggota Popular Front for the Liberation of Pilistine atau PFLP. Meskipun aksinya bisa dibilang berbeda tema, namun keberanian mereka berdua bukan main-main. Leila menjadi perempuan pertama yang melakukan pembajakan pesawat dari Roma ke Tel Aviv. Dia menodongkan senapan, yang entah bagaimana caranya berhasil dia selundupkan di Bandara, kepada pilot, dan memintanya untuk memutar pesawat melewati Haifa, tempat lahirnya. Lalu pembajakan keduanya menyebabkan dia harus ditahan di Ealing, London, Inggris. Namun selama ditahan, Leila menjadi tahanan yang baik dan bahkan berteman dengan beberapa anggota polwan di sana.



Ahed dan Leila juga sama-sama menjadi sebuah ikon perlawanan Palestina terhadap Israel. Leila menjadi ikon setelah pembajakannya yang pertama. Karena hal tersebut juga dia harus menjalani enam kali operasi plastik untuk menyembunyikan identitasnya agar dapat menjalankan misinya yang lain. Sedangkan Ahed Tamimi yang beberapa aksinya banyak dipuji orang, membuat presiden Mahmoud Abbas menyatakan kalau Ahed adalah sebuah ikon baru perlawanan Palestina terhadap pendudukan Israel.


Kholoud-Faqih

Karena sekolahnya telah selesai, Ahed bercita-cita agar bisa melanjutkan ke sekolah hukum agar bisa bekerja mengadvokasi Palestina untuk dunia Internasional. Dia juga ingin bekerja di Den Haag menyelesaikan kasus-kasus kriminal perang. Cita-cita Ahed itu mengingatkan kita pada Khouloud yang bisa menjadi hakim pertama wanita di Palestina. Berkat kehebatannya dan pengalaman bertahun-tahun di sebuah agensi yang melindungi perempuan, dia berhasil mengalahkan para kandidat laki-laki. Banyak sekali tokoh Palestina yang sama seperti Ahed Tamimi, mereka memperjuangkan kebebasan dan hak mereka dari penjajahan Israel. Namun, Ahed Tamimi lebih dikenal secara internasional.



Sekarang Ahed menjadi seorang juru bicara untuk Palestina dan diundang ke berbagai negara di dunia. Jika ditanya dari mana Ahed Tamimi mendapatkan kekuatan untuk melakukan semua yang telah dia lewati, dia akan menjawab orang tuanya selalu menjadi inspirasi untuknya.



[ Oleh: Azalea Inestiady ]


Baca juga: 5 Tokoh Palestina yang Terkenal di Dunia


Baca juga: Meski Dijajah Israel, 3 Wanita Palestina Ini Tak Takut Melawan


Baca juga: Respons Warga Dunia Terhadap Kasus Ahed Tamimi

Author


Avatar