Resensi

Saat Dewa-Dewi Bercinta

first-couple-in-love

Dua kalimat itu ditulis di sampul depan novel ini. Pembaca tentu bertanya-tanya tentang maksud dua kalimat tersebut. Hanya dengan membaca tuntas, pembaca akan menemukan jawabannya.

Novel yang berjudul First Couple in Love ini ditulis oleh perempuan kelahiran 26 Desember 1994 bernama Hanna Natasha. Sesuai usianya yang masih remaja, penulis menyuguhkan kisah cinta ala remaja yang sangat dramatis dan imajinatif.

Novel ini menceritakan tentang empat orang Dewa Jepang yang menjelma personel Band Orpheus. Orpheus adalah nama dewa Yunani, yaitu dewa musik. Personel Band Orpheus berjumlah empat orang. Kaori sang Dewa Air sebagai pemain bass, Masato sang Dewa Api sebagai vokalis, Take sang Dewa Angin sebagai pemukul drum, dan Hiro sang Dewa Tanah sebagai pemetik gitar.

Dewa-dewa ini adalah manusia yang dipilih sebagai dewa pelindung bumi oleh Raja Akita, raja yang mengatur keempat elemen. Air, api, angin, dan tanah. Mereka memiliki tanda kedewaan, yaitu tato berbentuk segitiga di tangan yang memiliki warna sesuai elemennya masing-masing. Kaori memiliki tato berwarna biru, Masato berwarna merah, Take berwarna abu-abu, dan Hiro berwarna cokelat. Tato inilah yang akhirnya menyatukan mereka.

Keempat dewa tersebut menanti tugas dari Raja Akita. Kaori adalah dewa yang pertama kali mendapatkan tugas, yaitu membimbing seorang gadis bernama Ayana.

Suatu malam, Ayana mencoba untuk bunuh diri di rel kreta karena merasa hidupnya sama saja dengan berada di neraka. Saat kreta sebentar lagi melintas dan melindas tubuhnya, Kaori mendorongnya dan Ayana selamat.

Ayana menjadi siswa baru di sekolah tempat keempat dewa itu bersekolah (halaman 19). Yang mungkin menjadi kekurangan adalah tidak disebutkan alasan kenapa Ayana pindah sekolah. Akan lebih menarik jika alasan kepindahan sekolah ayana dijelaskan.

Ayana mendapat tempat duduk di samping Kaori. Kaori yang menolongnya saat percobaan bunuh diri, terbengong-bengong melihat Ayana berada di sampingnya. Ayana menjadi gadis yang sangat tidak peduli dan kurang sopan terhadap sensei. Sering ia dikeluarkan dari kelas gara-gara makan, tidur, tidak membawa buku pelajaran, dan lain-lain.

Kaori yang memang ditugaskan oleh Raja Akita untuk membimbing dan melindungi Ayana berusaha mati-matian untuk menjaganya. Namun, Ayana selalu tak peduli bahkan merasa terganggu oleh perhatian Kaori. Bahkan saat percobaan bunuh diri kedua Ayana, Kaori tidak mendapatkan ucapan terima kasih, melainkan sebaliknya.

Hingga saat Ayana yang ketiduran di ruang praktikum dijahili oleh Sakura dan gangnya dengan cara menaruh tabung reaksi di dekat Ayana, Ayana memecahkannya. Saat itulah ia mulai menyadari ketulusan Kaori yang sengaja mengakui pecahnya tabung reaksi tersebut sebagai kesalahannya. Di sini terjadi lagi kemungkinan kekurangan yang saya sebutkan tadi, yaitu tidak dijelaskannya alasan mengapa Sakura dan gangnya sangat membenci Ayana.

Kaori dan Ayana saling jatuh cinta meskipun belum saling mengungkapkan. Namun, Raja Akita melarang Dewa untuk jatuh cinta. Jika melanggar, konsekuensinya akan dihukum mati.

Singkat cerita, berkat jasanya yang mampu membimbing dan menyatukan kembali keluarga Ayana yang broken home, Kaori mendapatkan miracle sehingga ia diperbolehkan untuk jatuh cinta. Ayana diangkat menjadi Dewi Salju untuk menemani Kaori sang Dewa Air. Mereka pun menjalani hidup sebagai anak sekolahan dan berpacaran dengan bahagia.

Novel ini sangat dramatis dan imajinatif. Namun, kadang terlalu tiba-tiba dan tanpa alasan. Kenapa tiba-tiba Take bertanya tentang ayah Kaori? Padahal sebelumnya tidak dijelaskan ada masalah (halaman 85) dan beberapa contoh lain yang telah saya sebut sebelumnya. Hal ini terkesan memaksakan alur cerita.

Penulis sangat pandai dalam menyisipkan hal-hal tentang Jepang. Sehingga kesan Jepangnya sangat kuat. Dalam menyebut nama orang selalu menggunakan san. Oneesan untuk memanggil kakak perempuan. Beberapa tempat, alat-alat seperti alat musik dan makanan khas Jepang pun banyak disisipkan dengan sangat pas.

Novel ini cocok dibaca oleh para pecinta romance remaja dan penyuka hal-hal tentang Jepang. Temukan makna dua kalimat yang tertulis di depan sampul buku dengan membaca tuntas novel ini. Selamat membaca!

__________________________


Judul buku      : First Couple in Love

Penulis             : Hanna Natasha

Penerbit           : Qanita

Tahun terbit     : Cetakan I, September 2013

ISBN               : 978-602-9225-97-6

Peresensi  :Yunie Enaya Sunaya

Author


Avatar