Anak, Artikel, Tips

[DAR Anak] Serunya Bermain Permainan Tradisional


Permainan Tradisional | Feature
Zaman dahulu, sewaktu berbagai macam gadget belum diciptakan, anak-anak menciptakan permainan-permainan seru untuk mengisi waktu luang mereka. Tapi sekarang, permainan ini sudah sangat jarang dimainkan, bahkan banyak anak-anak yang tidak mengenal sama sekali jenis permainan ini.

Padahal, permainan ini mudah untuk dilakukan bahkan beberapa diantaranya tidak memerlukan alat sama sekali, dan yang pasti masih seru untuk dilakukan. Kita tengok ke belakang, yuk, permainan apa saja yang ada zaman dahulu!



Petak umpet | Image
1 . Petak umpet.

Permainan ini cukup sering dilakukan sampai sekarang karena permainannya seru dan tidak sulit untuk dilakukan.Permainan ini sebaiknya dilakukan oleh tiga orang atau lebih. Teman-teman ada yang belum tahu bagaimana cara bermainnya?

Begini caranya, Teman-teman memilih satu orang dengan ber-hom-pim-pa untuk menjadi seorang yang akan berjaga. Kemudian, teman yang berjaga akan menghitung sejumlah angka sesuai kesepakatan (misalnya menghitung 1 sampai 50) sambil menutup mata, sedangkan teman yang tidak berjaga akan bersembunyi.

Tugas sang penjaga adalah untuk menemukan teman-teman yang bersembunyi satu-persatu. Dan anak pertama yang ditemukan oleh sang penjaga akan menjadi penjaga selanjutnya.



Lompat Tali | Image
2 . Lompat tali.

Permainan lompat tali ini pada dasarnya hampir sama dengan olahraga lompat tinggi. Bedanya, alat yang di gunakan yaitu sederet karet gelang yang sudah di rangkai memanjang. Kemudian pada kedua ujungnya di pegang oleh 2 anak yang berjaga. Anak lain yang tidak berjaga kemudian saling bergantian melompati tali tersebut dengan syarat tidak boleh menyentuh tali.

Apabila gagal melompati atau menyentuh tali, maka akan bergantian berjaga (bergantian dengan salah satu penjaga yang telah berjaga lebih dulu). Konon, permainan ini bisa membuat kita tumbuh tinggi lebih cepat, karena kita banyak melompat saat bermain permainan lompat tali ini.



Egrang | Image
3 . Egrang.

Permainan ini bisa dilakukan sendirian, karena tidak membutuhkan kerjasama tim. Untuk bermain egrang, kamu harus memiliki sepasang batang bambu yang tingginya lebih dari tinggi kamu sendiri. Kemudian sekitar 50cm dari bawah bambu diberi pijakan kaki yang dikaitkan dengan batangan bambu tersebut.

Pijakan kaki tersebut berguna untuk menempatkan kaki. Dengan memijakkan kaki pada pijakan tersebut, kamu harus berlatih berjalan. Agar handal menggunakan egrang ini memang memerlukan keseimbangan tubuh yang luar biasa, Teman-teman.

Permainan ini memang cukup sulit dan membutuhkan keterampilan khusus, ya, sepertinya?



Bentengan | Image
4 . Benteng-bentengan.

Permainan ini termasuk yang paling seru untuk dilakukan. Minimal butuh 8 anak untuk dijadikan dua kubu benteng. Cara bermain permainan benteng ini adalah dengan membagi beberapa anak menjadi 2 kelompok, biasanya setiap kelompok terdiri dari 4-8 anak.

Setiap kelompok ini akan memiliki markas masing-masing yang biasanya berbentuk benteng atau tiang. Setelah itu, perwakilan kelompok berunding dan pemenangnya akan mengejar kelompok lawan, serta berusaha merebut markas mereka. Anggota kelompok lawan yang tertangkap (tersentuh) akan dijadikan tawanan dan di posisikan di dekat markas musuh.

Jika teman dari tawanan dapat menyentuh kembali tawanan, maka tawanan berarti bebas. Permainan ini menuntut kita untuk banyak bergerak. Seperti olahraga, ya?



Gobak Sodor | Image
5 . Gobak Sodor.

Sama seperti bermain benteng, permainan ini membutuhkan dua kelompok. Namun, cara bermainnya agak sedikit berbeda. Pertama-tama, kedua kelompok membuat bentuk kotak-kotak pada lapangan luas dengan jumlah 6 kotak (2 menyamping dan 3 berderet). Masing-masing kelompok dibagi menjadi kelompok penyerang dan penjaga.

Tugas dari kelompok penjaga adalah menjaga garis vertikal (1 anak satu). Sedangkan kelompok penyerang bertugas untuk menyerang atau melewati garis vertikal yang dijaga kelompok lawan. Kelompok penyerang harus berhasil melewati garis dan menuju area belakang garis (garis akhir), setelah itu kembali lagi menuju garis depan (garis awal).


Bagaimana permainannya? Seru, kan? Ayo, simpan gadget-mu sebentar, panggil teman-temanmu, dan bermainlah!



(Penyunting: Dini Ocktarina)

Author


Avatar