fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Membicarakan jodoh berarti membicarakan masa depan. Topik seputar jodoh memang selalu hangat untuk diperbincangkan. Tak heran topik ini selalu menjadi sajian khusus di berbagai kegiatan diskusi. Jumlah peminatnya pun tak sedikit dan kebanyakan dari mereka adalah dari kalangan jomblo. Termasuk mungkin kamu yang sedang membaca tulisan ini.

Untuk kamu yang masih sendiri atau menyandang status jomblo mungkin merasa khawatir dan cemas ketika membicarakan topik seputar jodoh. Bagaimana tidak, hampir setiap waktu kamu disuguhkan dengan berbagai informasi yang mendukung gerakan nikah muda, tips memilih jodoh yang ideal, dan sebagainya.

Namun, lain halnya jika kamu sudah menjalin hubungan serius dengan seseorang. Sering kali kamu bertanya-tanya, “Dia jodohku atau bukan?” atau “Bagaimana agar aku yakin bahwa dia jodohku” dan lain sebagainya. Perlu kamu sadari terlebih dahulu bahwa Allah mendatangkan jodoh kepada orang yang sudah siap menerimanya.

Tips-tips di bawah ini mampu meyakinkan diri bahwa orang yang sedang atau akan bersamamu adalah jodohmu:


  1. Kamu Merasa Nyaman Bersamanya

Jika kamu sedang bersama orang yang benar-benar membuatmu nyaman, perjuangkan. Bukan memperjuangkan dalam hubungan pacaran, melainkan memperjuangkan untuk sampai ke pelaminan.

jodoh jodohmu
 

Rasa nyaman yang kamu rasakan tentu tidak hanya saat kalian berdua bahagia. Tapi juga saat salah satu atau keduanya ada dalam rona duka, rasa nyaman itu tidak sirna. Rasa nyaman tercipta karena kamu dan dia saling tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing.


  1. Dia Tak Masalah dengan Kamu yang Tampil Apa Adanya

Sebagian orang ada yang malu untuk tampil menjadi diri sendiri di depan pasangan atau calon pasangannya. Merasa takut kalau ia akan tak suka atau bahkan memutuskan untuk pergi meninggalkannya. Ketakutan yang hampir dialami setiap orang.

 jodoh jodohmu

Jika kamu tidak merasakan demikian, kemungkinan dia adalah jodohmu. Kamu bisa menjadi diri sendiri tanpa ada sandiwara atau pun drama. Kamu dan dia sama-sama bisa menunjukkan karakter diri sendiri untuk kemudian bisa saling memperbaiki satu sama lain. 



  1. Restu Orang Tua Sudah Kamu Dapatkan

Jika kedua orang tuamu sudah memberi lampu hijau, pertanda bahwa hubungan kalian sudah direstui dan kamu bisa semakin yakin kepadanya untuk melanjutkan pada jenjang pernikahann. Tentunya kamu percaya pada kekuatan doa orang tua, kan?




Tidak hanya orang tuamu, anggota keluargamu bahkan sudah begitu hangat menerima kehadiran orang baru yang kamu kenalkan pada mereka sebagai calon pasanganmu. Jika sudah demikian, tunggu apalagi?



Baca Juga: Doa mendekatkan Jodoh



  1. Kamu Menjadi Lebih Baik Berkat Kehadirannya

Sebelum mengenalnya kamu merasa tak memiliki tujuan hidup, tak tentu arah akan ke mana. Namun, sejak mengenalnya, kamu menjadi banyak belajar dan terus berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik. Begitulah, tak ada jodoh yang dikirim Allah untuk membuatmu menjadi lebih buruk.

Jika kamu bisa menjadi lebih baik karenanya,  bersiaplah karena dipastikan dia adalah jodohmu. Untuk kembali meyakinkan dirimu, coba perhatikan perkembangan apa saja yang sudah terjadi pada dirimu. Jika sudah mantap, segera putuskan untuk ke pelaminan !


  1. Dia Bisa Membuatmu Rela untuk Berhenti Mencari

Sekian lama kamu mendambakan jodoh idaman, mencari ke sana-ke mari. Hingga takdir mempertemukan kamu dengannya. Ada rasa yang menggetarkan ketika dua pasang bola mata itu bertemu. Kamu sudah merasa klik dengannya, merasa cocok satu sama lain. Begitu pun dengan dia.




      Kalian berdua sama-sama mempunyai tujuan baik untuk membina keluarga baru yang diridhai-Nya. Visi-misi hidup pun sudah dicocokkan dan tidak ada sama sekali yang bertentangan. Bayangan kebahagiaan akan masa depan bersamanya terasa jelas di pelupuk mata.

      Ketika bermunajat kepada Allah pun kamu merasakan sinyal-sinyal dari-Nya pertanda bahwa orang yang kamu dambakan itu ternyata memang pilihan-Nya. Jika Sang Penggenggam Semesta sudah menyetujui, kamu bisa apa?

 

Itulah 5 tips yang bisa meyakinkan diri bahwa dia adalah jodohmu. Terlepas dari itu, melibatkan Allah adalah hal terpenting yang tak boleh diabaikan. Selalu memohon petunjuk-Nya dalam setiap keraguan dan keyakinan yang dirasakan. Ragu dan yakin dia jodoh terbaik atau bukan bagimu.


Karena pada dasarnya manusia hanya mampu berikhtiar, Allah-lah yang memutuskan. Selamat menjalani takdir-Nya, semoga kisah cintamu selalu mendapat keridhaan dan kebahagiaan.


[Ana Dwi Itsna Pebriana]


Baca Juga: Doa mendekatkan Jodoh

0

Artikel

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ‘mantan’ berarti ‘bekas pemangku jabatan’ atau ‘kedudukan’. Kamu pasti sering mendengar istilah mantan gubernur, mantan presiden, mantan direktur, dan sebagainya.

Sedangkan dalam istilah anak muda sekarang, mantan diartikan sebagai ‘bekas pacar’ atau orang yang sempat singgah di hati dan menjadi teman setia, tapi kemudian pergi tiba-tiba.

melupakan mantan

Mengingat kembali masa lalu bersama mantan adalah hal yang sangat penting agar kamu tidak mengulangi lagi kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan.

Justru hal ini bisa dijadikan pegangan dalam menghadapi masa depan.Tapi kamu tentu tak ingin terus-menerus dihantui bayangan tentang dirinya, bukan? Coba gunakan cara-cara ini untuk melupakan mantanmu !


Baca Juga: Ini alasan untuk putusin pacarmu

 

  1. Tidak berusaha melupakan



Mungkin terdengar aneh dan kurang masuk akal. “Bagaimana aku bisa melupakan ketika aku tidak berusaha melupakannya?” Pertanyaan itulah yang akan muncul di benakmu. Tapi, tahukah kamu? Ketika kamu berusaha keras untuk melupakan,  justru kamu akan semakin mengingatnya. Karena dalam proses melupakan ada celah bagi kamu mengingat kembali segala hal tentangnya.

Bersikaplah sewajarnya. Tak usah terlalu memaksa pikiranmu untuk membuang jauh-jauh kenangan tentangnya. Biarkan saja ia menjadi bagian masa lalumu.

Akuilah bahwa ia pernah ada, kenangan-kenangan yang kamu jalani dengannya juga tak bisa dihapus. Segala hal yang pernah kalian lalui semuanya nyata bukan ilusi semata yang dengan mudahnya dilupakan.


Biarkan status mantan tetap melekat padanya. Mencoba membiarkan ia tetap ada, tetap hidup menjadi seseorang biasa. Semuanya perlahan akan menjadi biasa saja. Hambar. Ini hanya sebatas sebuah hal yang pernah terjadi. Sebuah hubungan yang pernah kamu jalani dengan dia yang membuatmu tersakiti.


  1. Minimalisir Interaksi dengan Mantan

Ketika dulu kamu sering berinteraksi dengannya, kemudian hubunganmu kandas, tentu pertemuan itu tak akan sesering dulu. Kalian akan semakin jarang bertemu. Atau kalaupun pertemuan itu masih berlangsung, tentu akan berbeda dengan saat sebelum hubunganmu usai.

Melupakan akan menjadi sebuah usaha yang sia-sia ketika sosok yang kamu hindari justru selalu dijumpai setiap hari. Kamu hanya perlu hadapi, jalani sebagaimana kamu belum mengenalnya atau menjalin hubungan dengannya.


Meski rasamu untuk dia masih utuh dan berharap ada ruang di hatinya untukmu, kamu tetap harus menyembunyikannya. Jangan berusaha mencari celah untuk bertemu atau mengobrol jika itu tidak dibutuhkan. Bersikaplah sama seperti kepada yang lainnya.

Terkadang menjadi asing kembali itu diperlukan. Agar perih yang pernah kamu rasakan sedikit demi sedikit bisa memudar dan hilang. Menjadi asing tidak untuk menjauhi, tapi untuk menjaga hatimu agar tak tersakiti kembali.


  1. Sibukkan dengan hal-hal positif

Salah satu penyebab kamu masih teringat mantan adalah kurang kegiatan. Kamu terlalu sering berdiam diri hingga tak sengaja kembali mengingat-ingat segala hal tentangnya. Sibukkanlah dirimu. Jalani hal apa pun yang membuat kamu sibuk, hingga tak ada celah untuk memikirkannya.

Isilah hari-harimu dengan tobat dan beribadah. Mintalah kepada Allah diberikan jodoh yang terbaik dan tidak usah lagi terjerumus dalam hubungan yang tak berujung pada kejelasan. Beribadah juga bisa membantumu mengatur emosional, karena hal itu salah satu cara meditasi yang paling baik.




Menyibukkan diri dengan kebaikan dan juga hal yang bermanfaat sangatlah efektif untuk dilakukan. Seperti kata Ibnul Qayyim, “Siapa yang tidak menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat, pasti ia akan menyibukkan diri dengan hal-hal yang sia-sia.” (dailymoslem.com).

 

  1. Niatkan untuk memperbaiki diri

Manusia adalah makhluk tempat salah dan lupa. Banyak lubang ketidaksempurnaan yang harus ditambal sedikit demi sedikit. Salah satunya dengan berupaya melepaskan diri dari jerat masa lalu yang terus menghantuimu.



Kamu adalah pribadi yang kuat dan tangguh. Jangan kalah oleh luka yang dalamnya tak seberapa jika dibandingkan dengan kekuatan yang kamu miliki. Kamu berhak untuk maju dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Yakinilah ketika kamu merasa bahwa bersama dengannya menjadi penghambat kesuksesan dan berbenturan dengan syariat agama, maka berpisah menjadi solusinya. Perpisahan menjadi ajang bagimu memperbaiki diri adalah jalan terbaik daripada kamu terus-menerus menjalani hal yang tak diridhai oleh-Nya.

 

  1. Perbanyak bergaul dengan Teman-Temanmu

Ketika kamu menjalin hubungan dengan mantanmu, tak bisa dimungkiri waktumu akan tersita dengannya dibanding bersama teman-temanmu. Bahkan kamu menjadi apatis terhadap mereka. Karena sudah merasa terlalu nyaman dengan si dia, dunia seakan milik berdua.


 

Mungkin kamu tak menyadari betapa pentingnya teman-temanmu. Mereka ada di saat kamu mengalami suka maupun duka. Momen putus dari pacar jadikanlah sebagai waktu-waktu berharga untuk kamu memperbaiki hubungan dengan teman-teman terkasihmu.

Perbanyaklah bergaul dengan mereka, bukan hanya mengungkit cerita pahitmu dengan mantan, melainkan untuk berkonsultasi agar kamu bisa mengambil pelajaran. Gunakan juga waktumu dengan pergi berlibur ataupun melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya bersama mereka.

Itulah 5 cara yang bisa kamu lakukan untuk melupakan mantan. Namun,  hal yang perlu digarisbawahi, ketika belum mengenalnya kamu baik-baik saja, maka ketika sudah tak lagi bersamanya pun seharusnya kamu baik-baik saja. Jalani hidup seperti saat kamu belum bertemu dengannya.

Selamat berusaha, bangkitlah, dan lihat dunia!

[Ana Dwi Itsna Pebriana]


Baca Juga: Beteman dengan Mantan?

Baca Juga: Doa dimudahkan Jodoh

 

0

Artikel

Para pengguna twitter pasti tak asing dengan dokter Gia Pratama. Seorang dokter yang mendadak viral beberapa waktu lalu karena postingannya yang mengundang perhatian netizen. Postingan tersebut berisi curhatan pribadi seputar pekerjaannya hingga romantika perjalanan asmara yang dialaminya dan kedua orangtuanya.

Dokter muda ini dikenal sebagai Stand Up Comedian, traveller, dan selebtwit yang selalu mengunggah pengalaman pribadinya mulai cerita mistis di rumah sakit sampai kisah mendapatkan jodoh gara-gara bisul.

Di tengah maraknya berita seputar dokter yang sedang viral ini, lantas adakah pelajaran yang bisa diambil? Tentu ada, dong. Yuk kita simak!

 

  1. Tidak terlalu baper akan cibiran orang

Tidak semua postingan dokter Gia disukai oleh para netizen. Ada yang pro dan kontra meskipun sebatas guyonan. Ada yang merasa terhibur, ada juga yang tersinggung.

Salah satu guyonan yang sempat viral dan menimbulkan kritikan pedas dari netizen adalah postingannya tentang pasien di rumah sakit jiwa.

dokter gia pratama

Salah satu pengguna twitter pun berkomentar atas postingan dokter Gia tersebut: Eh sumpah ini dokter? nggak nyangka sih. Pasti jaman dia kuliah jadi bahan olok-olokan & bullyan, makanya ngelucunya di Twitter, tulis akun @jabriiki.

Selain guyonan, dokter Gia juga tak jarang memposting kata-kata bijak atau motivasi yang selalu dikaitkan dengan nilai-nilai agama maupun sosial. Untuk yang satu ini, para netizen tidak begitu mempersoalkan karena konten yang disajikan sang dokter pun bersifat netral.

Dilansir dari kumparan.com (2018/01/13), bahkan baru-baru ini dokter Gia juga sempat viral karena keberhasilannya dalam membantu persalinan seorang ibu hamil di kamar mandi. Kejadian ini pun menimbulkan reaksi positif dari para netizen.

 

  1. Pernah terpuruk dalam patah hati

Berawal dari perjalanan asmaranya dengan seorang wanita cantik yang cukup sempurna di mata dokter Gia. Dua insan ini melalui hari-hari panjangnya bersama hingga dua keluarga pun sudah bertemu dan berlibur ke beberapa negara Eropa. Perjalanan yang sangat ia nantikan sejak dulu dan amat membuatnya bahagia, sesuai apa yang ia tulis di akun twitter pribadi miliknya @GiaPratamaMD 

London dan Paris sebagai kota yang romantis di Eropa, menjadi saksi bisu perjalanan dua keluarga yang diharapkan akan menjadi besan. Setiap perjalanan yang dilalui terasa indah meski cuaca saat itu tak mendukung. (akurat.co)

Namun, semua itu tak berlangsung lama. Selang beberapa waktu kemudian sang kekasih dambaan hati memutuskan untuk pergi dan meminta dokter Gia untuk menjadi temannya.

Bangunan harapan yang sekian lama dibangun pun roboh seketika, dokter Gia berada di ambang jurang kesedihan dan kegalauan yang amat dalam. Merasa tak akan ada lagi wanita yang mampu ia cintai sedalam ia mencintai si gadis yang sudah membuatnya nyaman.

dokter gia pratama

Pada akhirnya dokter berkaca mata ini pun berhasil bangkit dari patah hati dan menemukan tambatan hatinya dengan cara yang tak terduga. Siapa sangka ia dan wanita cantik yang menjadi istrinya kini, dipertemukan lewat penyakit yang cukup menjijikkan, bisul (detik.com).



Baca Juga: 5 Dokter Ganteng


  1. Tidak melupakan tugas dan tanggung jawab meski diterjang badai kesedihan

Di tengah kisah patah hatinya, dokter Gia tak sengaja melihat seorang lelaki paruh baya duduk di lobi hotel. Terasa ada yang ganjil dari posisi duduknya, sang dokter pun menghampiri dan ternyata pria itu memiliki bisul di bagian tubuhnya.

Meski ia sedang berada dalam suasana hati yang pilu, dokter Gia tak melalaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang dokter. Ia pun mengobati pasien dadakannya dan atas izin Allah, ia pun berhasil sembuh dari sakit bisulnya. Hingga pada akhirnya, bisul ini mengantarkan dokter Gia pada cinta sejatinya.

  1. Tidak menutup diri dari kehadiran orang baru

Terkadang ketika kita sudah menyayangi seseorang kemudian ditinggalkan, berat rasanya untuk menerima hati yang baru. Sulit untuk melupakan kenangan yang pernah dilalui bersama orang terkasih. Hingga memutuskan untuk menutup diri dari hadirnya orang baru.

Rasa sakit yang sulit disembuhkan menjadi penyebab utamanya. Ada rasa khawatir untuk kembali menerima luka ketika bertemu dengan orang baru. Padahal, itu hanya sangkaan semata.  Apa yang kita pikirkan nyatanya tidak selalu sama dengan apa yang terjadi. Takdir Tuhan selalu indah jika hati ikhlas menerima segala ketentuan-Nya.

Terbukti dari kisah romantika dokter Gia yang tidak menutup diri dan perlahan ia mau melupakan kenangan dan orang di masa lalunya. Hingga kemudian menerima hati yang baru sebagai akhir dari perjalanan romantika asmara yang dialaminya.

 

  1. Tidak putus asa dari kasih sayang Sang Maha Rahman

Selang beberapa waktu pascapatah hati dan tragedi bisul, dokter Gia pun dikenalkan dengan keponakan pria yang ia obati bisulnya di hotel itu. Ia berniat ingin menjodohkan dokter Gia dengan keponakannya yang bernama Syafira. Dalam pertemuan pertamanya, dokter Gia langsung merasa ada kecocokan dengan Syafira. Begitupun sebaliknya.

 

dokter gia

Hingga berlangsunglah pernikahan antara keduanya. Pernikahan yang selalu menjadi dambaan setiap orang. Siapa sangka bisul bisa membawa dokter Gia pada cinta sejatinya. Cinta yang tak pernah ia duga akan datang dengan cara demikian. Hal yang sering kali kita lupakan, kasih sayang Allah tak pernah usai. Jangan berlebihan dalam mencintai seseorang.

Sudah banyak kisah seputar patah hati yang disebabkan terlalu dalam mencintai. Merasa bahwa hanya ia satu-satunya dambaan yang ada di muka bumi. Padahal kita tahu, hati manusia mudah berubah dan goyah. Kadang hatinya cenderung pada si A, besoknya si B dan seterusnya.

Dari kisah dokter Gia yang ditinggalkan kekasihnya, kita tahu bahwa harapan tak mesti selalu berujung pada sebuah kenyataan. Ada kalanya ia hanya hadir untuk dijadikan pelajaran agar kita dewasa dalam menyikapi romantika percintaan, and I know it’s so difficult to do.     

 

Itulah 5 pelajaran berharga dari kisah dokter Gia yang bisa kami sajikan untuk pembaca. Terkhusus bagi yang sedang dirundung pilu karena patah hati, lima poin di atas wajib menjadi cambuk. Selamat merenungi luka, jadikan ia sebagai pelipur lara bukan terus menerus diratapi sebagai duka.

[Ana Dwi Itsna Pebriana]

Baca Juga: 5 Dokter Ganteng

0

Artikel

Orang yang memiliki pacar akan bahagia dan mendapat kesenangan. Pergi ke mana pun ada yang menemani, ketika berada dalam kesusahan ada yang menawarkan bantuan, dan lain sebagainya. Namun, kebahagiaan itu bersifat semu dan kamu tak bisa menjamin hal itu akan berlangsung terus-menerus.

Dalam urusan percintaan kadang kala kamu merasa ada di titik bosan, jenuh, dan ingin memutuskan untuk tak menjalin hubungan apa pun dan dengan siapa pun.

Rasa tak nyaman juga sering kali menjadi penyebab kamu ingin berpisah dengan pasangan. Hingga pada akhirnya rutinitas pun kerap kali terganggu karena hati dan pikiran jadi tak sinkron satu sama lain.

Tak bisa dimungkiri bahwa polemik asmara menjadi salah satu hal yang paling banyak menguras pikiran dan berdampak buruk pada urusan yang lain. Tugas-tugas di sekolah atau kampus menjadi terhambat, kerja tidak optimal, bahkan kesehatan pun turut terganggu.

Kenapa hal itu berpengaruh terhadap pikiran? Sebagaimana dilansir Liputan6.com (2013/02/15) setelah berabad-abad lamanya William Shakespeare mengajukan pertanyaan “Apa itu cinta?” Para ilmuwan akhirnya menemukan jawaban alternatif  yaitu otak.

Otak memiliki berat 1,4 kilogram dan mengandung lebih dari 100 miliar sel saraf. Otak mengatur gerak dan seluruh pemikiran manusia. Sumber lain menyebutkan otak sejatinya adalah hati yang menjadi tempat segala perasaan berkecamuk termasuk cinta (Liputan6.com).

Tak heran bila ada yang putus cinta atau patah hati, orang tersebut menjadi stres bahkan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Rasa emosi yang bergejolak mengalahkan fungsi otak untuk berpikir secara jernih. Itu adalah bagian dari tantangan yang akan kamu hadapi ketika memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan pasangan.

Sejak lama kamu ingin mengakhiri hubunganmu, tapi ia terlalu baik hingga membuatmu tak tega memutuskannya. Daripada dipendam semakin lama, hal itu akan membuat hatimu semakin tersiksa. Kamu bisa mencoba 3 tips ini untuk memutuskan pacar:

 

  1. Yakinkan dia bahwa hubungannya saat ini belum tentu berjodoh.

Kamu dan dia belum pasti berjodoh, masih banyak kemungkinan lain yang pasti terjadi. Takdir Allah yang menentukan, bukan kamu dan dia. Kalian berdua hanya mampu berikhtiar di atas kehendak-Nya. Beri penjelasan padanya agar ia mengerti.

Katakan kepadanya, “Bila jodohmu bukan aku, kau jangan cemburu ketika aku mencintai orang lain.” Atau, “Tidak maukah kamu bersetia mencintai seseorang yang akan bersamamu?”




Baca Juga: Doa ini Bisa Mendekatkanmu dengan Jodoh


Kalimat tersebut terdengar indah dan haru. Kamu menjadi orang yang paling bijak ketika mampu memutuskan demikian. Tak mudah memang mengatakan kalimat, yang tidak hanya menyakiti dia, tapi juga menyakitimu.

Tak bisa dimungkiri hatimu juga pasti berat untuk melepasnya. Terlalu banyak kisah yang kalian lalui bersama. Putus menjadi momok yang menakutkan baginya jika terlanjur sayang padamu. Namun, daripada dipaksakan membuat hatimu tak nyaman, lebih baik putuskan dari sekarang.

 

  1. Mari sama-sama belajar untuk memperbaiki diri

Manusia tak ada yang sempurna. Jika kamu termasuk orang yang perfeksionis dalam segala hal, kenapa tidak dalam hal asmara pun kamu menerapkannya? Perfeksionis di hadapan Allah. Menjalani keseharian dengan tidak dilalui kemaksiatan yang mengundang murka-Nya.


Kamu dan dia tentu tak ingin terus-menerus ada dalam belenggu hubungan yang tak mendapat ridha-Nya. Melewati hari-hari bersama tanpa ada ikatan yang semestinya. Karena hubungan antara laki-laki dan perempuan yang Ia kehendaki hanyalah lewat pernikahan.

Rasulullah Saw. memberikan jalan keluar bagi dua  insan yang tengah dilanda asmara, “Tidak ada solusi bagi dua orang yang saling jatuh cinta selain menikah” (Shahih Jami’).

Menikah memang tak mudah. Butuh berbagai persiapan untuk menyambutnya. Namun, tak ada salahnya jika kamu berusaha terlebih dahulu untuk terus memperbaiki diri. Baik memperbaiki akhlak maupun memperbaiki hubunganmu dengan Sang Pencipta.

Karena manusia adalah tempat salah dan lupa. Banyak lubang ketidaksempurnaan yang harus ditambal sedikit demi sedikit. Salah satunya dengan berupaya melepaskan diri dari hubungan tak jelas yang tengah kamu jalani.



Ia pasti akan mengerti ketika kamu bisa menjelaskannya sebaik mungkin tanpa menyakitinya. Karena kalian berdua berhak untuk maju dan menjadi pribadi yang lebih baik. Jika bersama menjadi penghambat kesuksesan dan berbenturan dengan syariat agama, maka berpisah menjadi solusinya.

  1. Merasalah bahwa orang-orang di sekitarmu berhak kamu cintai dan sayangi

Ketika menjalani hubungan dengan seseorang, tak bisa dimungkiri kamu akan merasa terikat dengannya. Bahkan pada satu waktu kamu menjadi apatis terhadap orang-orang di sekitarmu. Karena merasa dunia seakan milik berdua.

 

Mungkin kamu tak menyadari betapa pentingnya orang-orang di sekitarmu ketimbang terus mengurusi hubungan yang menyita waktu. Jelaskan kepadanya bahwa ada orang yang lebih membutuhkan perhatiannya. Tidak berarti kamu sudah tak butuh, tapi bantuan dan perhatiannya selama ini sudah cukup membuatmu menjadi mandiri.

Katakan kepadanya bahwa selama ini kalian berdua terlalu asyik dengan dunia yang semu tanpa memerhatikan kondisi lingkungan sekitar yang jelas-jelas lebih membutuhan perhatian dan bantuan.

Selanjutnya kamu mungkin akan berpikir dengan berbagai alasan bagaimana caranya menemukan pasangan hidup jika tidak pacaran terlebih dahulu?  Banyak sekali pertanyaan yang muncul seperti ini, terutama dari kalangan wanita. Ingatlah bahwa Allah telah menjamin dan menyediakan pasangan hidupmu.

Tinggal bagaimana kamu menjemputnya.  Apakah akan menjemput dengan cara yang disyariatkan oleh Allah atau justru melanggar aturan-Nya? Hal Itu bergantung dengan pilihanmu masing-masing.




Itulah 3 alasan tepat untuk memutuskan pacar.
Jangan ragu untuk melepaskan jika hal itu sudah terlalu menyakitkan bagimu. Karena menjalani sesuatu yang membuatmu tertekan tentu tak akan berdampak positif.

Percayalah, Sang Mahacinta tahu apa yang terbaik bagimu. Karena bersama orang terkasih, tak mesti saat ini juga.
Kadang kala kamu butuh jeda untuk kembali merenung dalam menjalani romantika asmara. Hingga kamu betul-betul siap membina hubungan sesuai dengan yang Allah syariatkan.

[Ana Dwi Itsna Pebriana ]

Baca Juga: berteman dengan Mantan?

0

Artikel, baru

Berbicara tentang jodoh memang tak ada habisnya. Topik seputar jodoh selalu hangat untuk diperbincangkan. Menjadi tema diskusi utama dalam berbagai kajian yang jumlah peminatnya terbilang selalu membludak secara signifikan.

Fakta yang mencengangkan adalah kebanyakan dari peminat topik ini adalah dari kalangan jomblo. Termasuk mungkin kamu yang sedang membaca tulisan ini.


Baca juga: Berteman dengan mantan?



Untuk kamu yang masih single mungkin merasa khawatir dan cemas ketika membicarakan topik seputar jodoh. Bagaimana tidak, setiap hari kamu disuguhkan dengan berbagai informasi yang menyuarakan nikah muda, tips memilih jodoh yang ideal, dan sebagainya. Bahkan saat ini banyak sekali akun media sosial yang menawarkan jasa menjemput jodoh bagi pria maupun wanita.

Ada hal yang lebih mengiris hati lagi, yaitu ketika hampir setiap weekend kamu harus menerima undangan pernikahan teman dan dengan sangat berat hati harus datang sebagai tanda penghormatan.

Kemudian, pertanyaan menggelikan pun datang berseliweran dari orang sekitar

Kamu kapan nyusul?”

atau

“Kok, dateng sendiri? Jomblo, ya?”.

Singgasana pelaminan pun seakan ingin kamu robohkan saat itu juga dan berlari ke luar ruangan sambil berteriak,


“Allah, di mana jodohku?”


Kadang kala kamu memang tak sabar dalam menanti kedatangan jodoh. Rasanya ingin segera bertemu tanpa melalui berbagai lika-liku yang memilukan. Atau mungkin kamu terlalu lelah dikecewakan akibat ta ‘aruf yang gagal di tengah jalan dan sebagainya.

Jodoh tidak kunjung datang tentu banyak sebabnya. Bisa karena masih ada kemaksiatan yang masih dilakukan dan belum terampuni. Bisa juga karena memang kamu belum siap untuk menerima kehadirannya sehingga Allah pun menunda jodohmu.

doa jodoh 2

Lantas apa usaha yang sudah kamu lakukan selama ini? Hanya diam termenung di kamar tanpa berbuat apa-apa? Sudah berusaha tapi tak kunjung menghasilkan? Mungkin kamu kurang doa. Tiga doa ini bisa menjadi amalan yang patut kamu coba dan bisa mendekatkanmu dengan jodoh idamanmu. Doa – doa ini berasal dari Al-Qur’an loh.


  1. Surah Al-Anbiya’ ayat 89

رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَ أَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ  

(Rabbi laa tadzarnii fardan wa anta khairul waaritsiin)

 

 “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.” Kisah doa ini bermula dari cerita Nabi Zakaria yang tak kunjung diberikan keturunan setelah hidup puluhan tahun lamanya.

Kemudian, doa ini pun menjadi familiar digunakan untuk memohon agar didekatkan dengan jodoh. Para jomblo yang sering menyebut dirinya Jofisa (Jomblo fii sabiilillah)  menjadikan doa ini sebagai senjata ampuh dalam upaya menjemput jodoh idaman tanpa melalui pacaran. Kamu harus coba!

 

  1. Surah Al-Furqan ayat 74

رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ أَزْوَاجِنِا وَ ذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ

(Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzuriyyatinaa qurrota a’yun)

 

Bagi sebagian orang doa ini pasti sangat familiar karena sering digunakan dalam bacaan setelah shalat (baca: wirid). Doa ini memiliki arti, “Ya Tuhan kami,  anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan dari kalangan kami sebagai penenang hati.”


doa jodoh


    3. Surah Al-Qashash ayat 24

رَبِّ إِنِّيْ لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ

 (Rabbi innii limaa anzalta ilayya min khoirin faqiirun)

Terakhir adalah doa yang sempat diucapkan oleh Nabi Musa yang artinya, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” Ada yang menafsirkan kata “kebaikan” dalam ayat tersebut adalah jodoh. Karena jodoh adalah bagian dari kebaikan yang mampu mengantarkan pada keridhaan Allah.


Itulah 3 doa yang mampu mendekatkanmu dengan jodoh jika diamalkan terus menerus.  Namun, bukan serta merta kamu hanya menanti dan berdoa saja. Jodoh adalah bagian dari takdir Allah yang harus diupayakan bukan dipasrahkan tanpa dibarengi usaha dan doa.


Karena usaha tanpa dibarengi dengan doa ibarat orang yang ingin kenyang tanpa mau makan. Begitupun dengan doa tanpa dibarengi dengan usaha bagaikan pemanah tanpa busur (Ali Bin Abi Thalib).

Dalam hadis dari Ibnu Mas’ud r.a, dikabarkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya proses penciptaan setiap orang dari kalian berada di perut ibunya selama 40 hari berupa segumpal air mani. Selanjutnya ia berubah menjadi segumpal darah dalam masa yang sama.

Kemudian, ia berubah menajdi segumpal daging dalam masa yang sama. Lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya di samping diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, yakni  rezekinya, ajalnya, perilakunya, dan bahagia-celakanya”
(HR Bukhari-Muslim).


Bila melihat hadis tersebut, sama sekali tidak ditemukan kata ‘jodoh’ di sana. Lalu apakah jodoh itu bukan bagian dari takdir Allah yang sudah ditetapkan? Dalam penafsiran lain, jodoh adalah bagian dari rezeki yang harus dijemput dan diupayakan. Sehingga jodoh yang didapatkan nanti akan bergantung pada sebesar apa usahamu dalam menggapainya.

Ketika kamu mengharapkan agar dipertemukan dengan jodoh yang mulia, maka muliakanlah dirimu terlebih dahulu. Ketika ingin mendapat yang baik, perbaiki juga dirimu. Karena apa yang didapatkan akan sepadan dengan apa yang telah dilakukan.

Jika memang semua usaha dan doa telah dilakukan tapi tak kunjung mendapatkan jawaban, jangan pernah berputus asa dari kasih sayang Allah.

Karena Dia pun tak pernah lelah memberi rahmat kepada hamba-Nya. Sekelam apa pun kisah pilu di masa lalumu, seburuk apa pun akhlakmu dahulu, kamu harus tetap memiliki harapan tinggi agar dipertemukan dengan seseorang yang kamu idamkan. Hal tersebut tentunya harus dibarengi dengan usaha yang mampu mendatangkan keridhaan-Nya.

doa jodoh 3

Namun, sering kali kamu berburuk sangka pada Allah dengan mengira bahwa seorang hamba harus berharap sesuai dengan batasannya, tidak boleh berlebihan ataupun berharap hal yang terlalu tinggi dan sulit terkabulkan. Padahal dalam Al-Quran, Allah berjanji akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya. Mengapa kamu dengan lantangnya malah membatasi?

Mencintai itu bagian dari fitrah manusia dan jika berjodoh, ya itu bonusnya. Tetap yakinlah bahwa keduanya bisa diupayakan dengan senantiasa bermunajat kepada-Nya.


Rasulullah Saw. bersabda , “Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa” (Sunan Ibnu Majah).



Satu hal lagi yang perlu diingat adalah jangan pernah memaksa Allah untuk menjodohkanmu dengan si A, B, C, dan sebagainya. Tetapi, yakinlah bahwa Allah tahu mana yang terbaik bagimu. Mungkin Allah tidak mengabulkan apa yang kamu inginkan tapi Dia memberikan apa yang kamu butuhkan. Karena keinginan dan kebutuhan jelas berbeda.


Jangan pernah ragu meminta kepada Allah jodoh seperti apa yang kamu idamkan selama ia masih ada dalam kebaikan. Hanya saja ketika apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan, jangan pernah menyalahkan-Nya. Kamu hanya berhak untuk berikhtiar, bukan memaksa kehendak Allah.


[Ana Dwi Itsna Pebriana ]

 
Baca juga: Berteman dengan mantan, Yes or No?

0

Artikel

Berteman dengan Mantan, yes or no? menurutmu?

berteman dengan mantan

Banyak orang yang terlalu dalam menyikapi patah hati akibat ditinggalkan mantan ataupun orang yang dicintai. Ada yang sampai memutuskan untuk memblokir semua kontak atau akun media sosial si mantan, bahkan ada yang terang-terangan mencaci sampai memutuskan silaturrahmi.
Hal-hal semacam itu dilakukan tak lain sebagai upaya untuk melupakan berbagai kenangan yang sempat dilalui bersama.


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mantan diartikan dengan bekas pemangku jabatan atau kedudukan. Kita sering mendengar istilah mantan direktur, mantan presiden, mantan bupati, dan sebagainya. Sedangkan dalam pengistilahan anak muda sekarang, mantan diartikan sebagai bekas pacar atau orang yang sempat singgah di hati dan menjadi teman setia tapi kemudian pergi tiba-tiba.

Membicarakan mantan berarti membicarakan kegagalan dalam menjalin sebuah hubungan antara dua insan. Banyak faktor yang menyebabkan sebuah hubungan usai di tengah jalan.
Ada yang sudah merasa tidak cocok satu sama lain, ada yang tak mendapat restu dari orangtua, ada juga yang usai akibat kemunculan orang ketiga.

Momen putus apalagi dengan cara yang tak diduga memang sangat menyakitkan. Terlebih ketika rasa cinta sedang ada pada fase sayang-sayangnya. Fase dunia seakan milik berdua dan merasa bahwa dia adalah orang yang tepat untuk menemani kita dalam berbagi suka dan duka.

 

Bahkan tak bisa dimungkiri, putus menjadi momok yang amat menakutkan bagi sebagian orang sehingga ada yang sampai overprotective dan mencintai terlalu dalam pada pasangannya. Tanpa disadari justru sikap semacam itulah yang bisa menjadi pemicu gagalnya sebuah hubungan karena merasa bosan bahkan terkekang.

berteman dengan mantan


Mantan adalah bagian dari tokoh utama dalam kisah percintaan kita. Seburuk-buruknya tindakan yang sempat ia lakukan selama itu tidak berkaitan dengan hal-hal yang fatal adalah bagian dari pembelajaran. Belajar untuk memaafkan, mengikhlaskan dan melupakan kesalahan sebagai bentuk kedewasaan.

Lalu bagaimana dengan keputusan untuk menjalin pertemanan dengan mantan? Membangun kembali sebuah hubungan atas dasar saling membutuhkan, tapi tak ingin ada status apa pun yang berujung pada perpisahan. Pertanyaan ini pun sering kali menjadi alternatif bagi sebagian orang yang masih menyimpan secercah harapan.

Menurut Rebecca Griffith, seorang psikolog dari Universitas Kansas di Amerika Serikat, dilaporkan bahwa dalam penelitian yang ia lakukan ada 60 persen pasangan yang sudah putus tapi tetap menjalin hubungan pertemanan. Hubungan tersebut dilakukan dengan berbagai alasan tentunya. (tempo.co, 2017/08/14)


Baca Juga: 3 Doa Agar Mendapatkan Jodoh


Menjalin kembali hubungan dengan mantan memang susah-susah gampang. Dikatakan susah karena peluang untuk membuat kita baper kembali saaat berinteraksi dengannya tentu menjadi hal yang patut dipertimbangkan. Kemungkinan untuk mengharapkan kembalinya sebuah hubungan yang sempat retak dan angan-angan lain yang bisa muncul kapan saja. Namun, bukan berarti kita harus menghindar dan seakan menjadi orang asing yang tak mengenal satu sama lain.

 

Dikatakan gampang karena berteman dengan mantan menjadi salah satu pilihan ketika kita membutuhkan teman berbagi untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dialami. Karena mungkin saja tak ada lagi orang yang mengenal dan memahami kita sebaik dia. Ini baru kemungkinan yang bisa sesuai kenyataan bisa juga tidak. Semuanya tentu bergantung pada setiap orang yang menjalaninya.


berteman dengan mantan

Namun, yang perlu digarisbawahi adalah menjalin pertemanan yang baik dengan mantan menjadi salah satu bukti kedewasaan seseorang. Karena sekarang sudah bukan saatnya untuk kita menjalani hubungan semacam cinta monyet layaknya anak kecil yang kenal-pacaran-putus-musuhan.
Hanya orang-orang yang belum dewasa lah yang menjalani kisah percintaan semacam itu. Terburu-buru dalam menanggapi sebuah perasaan dan lalai menata hati ketika ditinggalkan.

Dalam melakukan pendekatan pada orang yang disukai kita akan berusaha mati-matian mengejar. Kemudian ketika sudah merasa bosan dan tak cocok, mati-matian pula mencari alasan untuk mengakhiri hubungan. Sampai pada akhirnya menjadi musuh satu sama lain yang enggan bertemu kembali. Sepertinya memang benar bahwa dalam urusan hati dan perasaan, seseorang terkadang menjadi irrasional.

Dalam ilmu Psikologi perasaan didefinisikan sebagai gejala jiwa yang dimiliki oleh setiap orang dengan corak dan tingkatan yang berbeda-beda. Kemudian, dengan corak dan tingkatan inilah yang akan mempengaruhi tingkat emosional seseorang dalam kesehariannya.

Sehingga tak heran dalam persoalan mantan tentunya hati dan perasaan akan menempati posisi yang amat dominan. Karena keduanya akan terlibat secara langsung dalam mempertimbangkan bagaimana kelanjutan sebuah hubungan dengan seseorang.

Memang butuh waktu untuk membuat semuanya normal kembali seperti saat kita belum menjalin hubungan apa pun dengan seseorang. Kesabaran dan keyakinan bahwa yang terbaiklah yang akan datang, amat sangat diperlukan untuk membuat hal itu terwujud seperti yang diharapkan. Tak ada yang tak mungkin jika kita mau berusaha.

Menjadi peduli ketika membutuhkan satu sama lain dan menjadi pemberi solusi ketika salah satu dari keduanya dirundung masalah adalah tindakan bijak dalam membina sebuah pertemanan. Peduli kepada mantan bukan berarti selalu ada harapan untuk balikan dan merangkai cerita kembali seperti dulu. Namun, hal ini menjadi iktikad baik dalam memberi warna kehidupan agar tidak melulu galau memikirkan patah hati.

Anggaplah berteman dengan mantan sebagai ajang untuk kembali berteman dengan sahabat lama. Terlebih mantan adalah orang yang cukup tahu dan pernah memahami kita dari berbagai sisi yang mungkin tidak diketahui orang lain. Namun, ada baiknya untuk tidak mengungkit kesalahan ataupun kisah memilukan di masa lalu yang sempat dilalui bersama sang mantan.

Batasi perilaku dan tutur kata ketika kita memutuskan untuk berteman dengannya. Jangan sampai ada topik-topik yang biasa diperbincangkan oleh sepasang kekasih kemudian tak sengaja terlontar diantara kita dan sang mantan. Hal ini tak lain untuk membuat pertemanan dengannya bisa terjalin dengan baik tanpa ada rasa canggung bahkan asing.

Namun, berteman dengan dalih masih memiliki rasa cinta dan berharap bisa kembali merajut cerita adalah keputusan yang kurang tepat dan harus dipertimbangkan. Karena akan berbeda rasanya menikmati minuman menggunakan gelas yang masih utuh dengan yang yang sudah retak meskipun ditambal serapi mungkin.

berteman dengan mantan


Begitupun dengan urusan asmara, berdamai dengan masa lalu kemudian menjalin pertemanan dengan mantan akan sangat sulit dilakukan ketika masih memendam harapan dan perasaan. Mulai singkirkan perasaan itu perlahan, hingga ketenangan pun akan mampu dirasakan.

Kita pun harus menerapkan batasan dalam berinteraksi atau berteman dengan sang mantan. Karena dalam keakraban yang berlebihan kemungkinan bisa menyebabkan perasaan yang tak seharusnya ada muncul kembali dengan berbagai pembenaran. 

Mantan adalah bagian dari sekelumit kisah dalam perjalanan cinta kita. Lupakan kisah pahitnya dan cukup jadikan sebagai pelajaran. Karena kita tak pernah tahu siapa yang akan menemani dan menjadi jodoh kita di masa depan nanti. Bisa jadi dengan dia ataupun orang lain yang sama sekali tak pernah kita duga sebelumnya.

Selamat berdamai dengan masa lalu. Selamat menjalani hari-hari baru dengan cerita yang berbeda dengan alur yang kita rencanakan sebelumnya. Percayalah, Sang Mahacinta tahu apa yang terbaik bagi kita. Karena bersama orang terkasih, tak mesti saat itu juga. Adakalanya kita butuh jeda untuk kembali merenung dalam menjalani hiruk pikuk problematika asmara.


[Ana Dwi Itsna Pebriana]


Baca Juga: Doa Agar Mendapatkan Jodoh


0

X