fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel



Dapat
kan kesempatan terbang ke Singapura gratis bersama AirAsia di sini!

Apa sih yang terbayang kalau traveling ke Singapura? Belanja, kulineran, dan mencari tempat yang instagramable itu harus, tapi tidak akan lengkap kalau tidak sekalian belajar sejarah Singapura. Museum Nasional Singapura (National Museum of Singapore) adalah tempat yang paling pas untuk didatangi. Yuk kita mengenali museum ini lebih dekat!

Museum Nasional Singapura merupakan museum tertua di Singapura. Didirikan dari tahun 1849 oleh Komite Institusi Singapura, museum ini pada awalnya disebut Raffles Library and Museum. Museum ini berlokasi di perpustakaan Institusi Singapura.

Sebelum masuk ke dalam museum, kamu akan dibuat takjub dengan arsitektur dari bangunan museumnya sendiri. Gedung bergaya Victoria ini sendiri pertama kali didesain oleh sir Henry McCallum dan sampai saat ini bentuk aslinya masih dipertahankan dengan beberapa tambahan.



Selain memamerkan barang-barang yang memiliki nilai historis dan arkeologis dari Singapura, museum ini juga memiliki koleksi dari bagian Asia lainnya. Dulunya, museum ini adalah bagian dari Repositori Pengetahuan Publik milik Malaysia.

Museum Nasional Singapura sempat mengalami beberapa pemindahan. Pertama pada tahun 1874 dipindahkan ke Town Hall atau sekarang lebih dikenal sebagai Victoria Theatre and Concert Hall. Lalu kembali dipindahkan ke Institusi Singapura karena perkembangan koleksi museum dan menempati sayap baru di sana pada tahun 1876. Pada 1882, museum ini dipindahkan ke gedung baru di Jalan Stamford dan dibuka secara resmi pada 12 Oktober 1887.

Lalu, ada apa di Museum Nasional Singapura ini? Dulu, museum ini terkenal dengan koleksi zoologi dan etnografi seputar Asia Tenggara terutama daerah melayu dan Kalimantan. Sekarang, ada lebih banyak karya seni dan koleksi untuk dilihat. Selain itu, museum ini juga memanfaatkan teknologi di setiap ruang eksibisinya dan menjadikannya sangat menarik untuk ditelusuri.

Museum ini dibagi menjadi beberapa galeri dengan tema yang berbeda. Seperti Gallery 10 yang berada di lantai 1 merupakan sebuah ruang eksperimental yang mendekontruksi seni tradisional dan ilmu pengetahuan menjadi sebuah karya yang mengangkat batasan-batasan yang ada dan bisa dinikmati oleh setiap orang.



Lalu masih di lantai 1 juga ada Galeri Sejarah Museum. Kamu bisa menggali lebih dalam tentang sejarah pembangunan Museum Nasional Singapura di sana. Untuk lebih memudahkan pembelajarannya, kamu bisa memakai beragam media yang tersedia.

Jika ingin menggali lebih dalam tentang sejarah negara Singapura sendiri, kamu bisa naik ke lantai 2. Di sana terdapat Galeri Growing Up. Mesipun termasuk negara yang masih muda, Singapura mempunyai sejarah yang tidak kalah menarik, lho. Kamu bisa mencari tahu banyak hal tentang sejarah Singapura sebelum menjadi sebuah negara di galeri ini.




Bagi Kalian yang tertarik dengan dunia mistis, di Museum Nasional Singapura terdapat Galeri Goh Seng Choo di lantai 2. Di sini kamu bisa melihat beragam koleksi bertema sihir dan perdukunan yang dipraktikkan di Asia Tenggara dan sekitarnya. Wah, menarik sekali ya!




Yang penasaran dengan Singapura zaman kolonial juga bisa lihat di museum ini. Bahkan, cara berpakaian pada zaman tersebut bisa kamu lihat di Modern Colony Gallery.



Jadi, sudah mulai tertarik pergi ke museum? Untuk sampai ke museum ini, kamu cukup naik MRT dan berhenti di Stasiun City Hall lalu dilanjutkan dengan 10 menit berjalan kaki ke jalan Stamford.

Menyenangkan sekali kan bisa berjalan-jalan di luar negeri? Apalagi kalau gratis. Ada kesempatan buat kamu memenangkan hadiah tiket jalan-jalan ke Singapura gratis! Yuk, ikuti Pre-order buku Flying High karya Tony Fernandes, kamu akan dapat kesempatan terbang ke Singapura gratis bersama AirAsia!



[Oleh: Logika Anbiya]

[Penyunting: Zahra Haifa]


Baca juga: 8 Street Food Bangkok yang Wajib Kamu Coba


Baca juga: 5 Rekomendasi Restoran Halal di Tokyo, Kamu Wajib Coba!

0

Artikel

Menjadi orang sukses adalah mimpi hampir semua orang. Untuk mendapatkannya, ada beragam jalan yang bisa ditempuh. Asal mau berusaha dan tekun, kesuksesan tentu bisa digapai oleh tanganmu. Salah satu orang yang sukses dalam mengejar mimpi masa kecilnya adalah Tan Sri Anthony Francis Fernandes alias Tony Fernandes, sang boss AirAsia, maskapai murah favoritnya para traveller.


Sebelum mendirikan AirAsia, Tony Fernandes dulunya bersekolah di London School dan mengambil jurusan Ekonomi. Untuk sepak terjang pekerjaan, sebelumnya Tony bekerja dalam industri musik. Namun ketika Tony merasa industri musik kurang bisa menghadapi perkembangan zaman, Tony memutuskan untuk berhenti dari industri tersebut dan nekat membuat keputusan penting yang mengubah hidupnya, yaitu membangun maskapai penerbangan murah pertama di Asia! 

Dan inilah 5 fakta tentang Tony Fernandes yang seru untuk diketahui!

 

  1. Pernah menjabat sebagai orang penting di industri musik Malaysia!


    Sebelum mendirikan AirAsia, Tony Fernandes ternyata adalah seorang direktur manajer termuda di Warner Music (Malaysia) Sdn Bhd. Tak sekadar sampai di situ, dari tahun 1992-2001 dia pun naik menjadi wakil presiden Warner Music Group Asia Tenggara. Saat masa jayanya dan saat Time Warner Inc. bergabung dengan America Online, Tony meninggalkan perusahaan tersebut untuk mengejar impiannya yaitu mendirikan sebuah perusahaan penerbangan yang bertarif rendah.


  2. Tony membeli AirAsia seharga 1 ringgit dari pemerintahan Malaysia?

    Mulanya, AirAsia dimiliki oleh pemerintah Malaysia. Namun, maskapai ini memiliki beban berat yang tak bisa ditanggung. Akhirnya, pada 2 Desember 2001, Tony membeli AirAsia dari pemerintah Malaysia dengan harga simbolik yaitu 1 ringgit saja. Dari situ, Tony Fernandes melakukan pembenahan hingga AirAsia berhasil hingga saat ini. Saat awal-awal penerbangan dilakukan dalam berbagai rute, harga promosi yang ditawarkan AirAsia untuk perjalanannya hanya senilai 10 ringgit.

    Banyak pihak yang meramalkan AirAsia akan rugi, apalagi saat itu penerbangan sedang buruk-buruknya karena kejadian serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat. Banyak orang yang menolak dan tak mau bepergian dengan pesawat. Namun ajaibnya, dalam waktu satu sampai 2 tahun saja, AirAsia mampu menyelesaikan seluruh utang sebelumnya dan tidak lagi mengalami kerugian. Setelahnya, AirAsia melakukan kembali penyusunan organisasi dan melakukan pengembangan pada konsep yang membawa perubahan besar sehingga AirAsia memperoleh keuntungan besar dalam waktu yang singkat.



  3. Menjadi salah satu CEO pertama yang menggunakan sosial media untuk marketing!

    Peka dengan perkembangan, Tony Fernandes banyak menggunakan media sosial resmi maupun pribadinya untuk menjual AirAsia kepada publik. Tony Ferandes sangat mengetahui bahwa teknologi adalah hal yang penting bagi kemajuan bisnisnya. Dia mengambil poin serius untuk mengembangkan website AirAsia, agar semua orang dapat merasa nyaman ketika mengunjungi lamannya. Tony Fernandes menginvestasikan banyak hal dalam lingkup marketing agar maskapai miliknya dapat semakin dikenal oleh dunia.



  4. Tony membangun kultur yang dinamis dalam menjalankan AirAsia

    Tony Fernandes membentuk AirAsia sebagai ‘pabrik mimpi’. Kondisi ini sangat disadari oleh setiap orang bahkan karyawan-karyawannya. Karenanya, setiap orang yang bekerja di AirAsia selalu mengejar passion mereka dan bersenang hati mengerahkan segenap potensi yang mereka miliki untuk hal tersebut.

    Selain itu, AirAsia mengedepankan keterbukaan dan menginginkan orang yang berada di dalamnya untuk lebih kreatif dan menjadi pribadi yang passionate terhadap apa yang mereka lakukan. Maka dari itu, hal utama yang menjadi persyaratan bagi Tony Fernandes ketika merekrut orang-orang untuk bersamanya di Air Asia adalah mereka harus memiliki passion dan berani bermimpi untuk mengejarnya.


  5. Dalam waktu 2 tahun, Tony berhasil mengantar AirAsia menjadi maskapai yang sukses

    Walaupun membeli AirAsia hanya seharga 1 ringgit, tapi marak diketahui juga kalau Tony Fernandes menjadi penanggung seluruh utang terdahulu AirAsia yang mencapai 40 juta ringgit. Demi melunasinya, Tony terpaksa menggadaikan rumah dan mengeluarkan seluruh uang simpanannya untuk membangkitkan AirAsia.

    Ditambah lagi, pada awal-awal munculnya AirAsia, banyak orang yang tidak percaya dengan maskapai ini. Tetapi dengan tekad dan kesungguhan yang kuat, Tony Fernandes tetap menggerakkan AirAsia dan berusaha berlari bersamanya. Saat itu, dia banyak menggunakan wadah online untuk promosi penerbangan. Dan voila, berkat kegigihan dan sikap pantang menyerah, dalam waktu 2 tahun AirAsia sudah dikenal dunia dan memenangi berbagai penghargaan dunia!


    Banyak kisah Tony Fernandes yang bisa dibaca dalam buku Flying High. Tak sekadar cerita kesuksesan AirAsia, dalam buku tersebut Tony juga mengingatkan kepada kita pentingnya bermimpi. Dan berkaca dari kisah Tony Fernandes, kita diingatkan untuk percaya pada power of dream. Jangan pedulikan orang menganggap gila, teruslah berusaha dan perlahan-lahan menjalankannya. Karena kekuatan mimpi mampu membakar semangat yang mulanya terkurung dalam diri kita. Dengan berani bermimpi, kita akan tergerak untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya kita kira tidak bisa kita lakukan.

    Siapa sangka seseorang yang pernah membantu ibunya berjualan wadah makanan plastik ternama ini bisa menjadi boss maskapai terkenal dunia? Tulis mimpi-mimpimu, tulis pula yang menjadi perjalananmu. Hal tersebut berguna untuk menjadi pelajaran ke depannya. Jangan lupa pula untuk selalu bersyukur, setelah mendapatkan apa yang telah diperjuangkan, atau hal di luar yang telah diperjuangkan.

     


    [Oleh: Adzhani Fatimah Az-Zahra]

    Baca juga: 5 Fakta Shailene Woodley yang Akan Membuatmu Tercengang

    Baca juga: 7 Blog Penulis Keren yang Wajib Dikunjungi Saat Butuh Inspirasi

0

X