fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel
“Nenek moyangku seorang pelaut.
Gemar mengarung luas samudra.”

Kutipan lirik lagu anak-anak ini menceritakan tentang leluhur yang dahulu kala gemar menjelajah samudra. Ternyata ada benarnya juga penggalan lirik lagu tersebut. Seperti Tami Oldham, dia yang berprofesi sebagai kapten juga sudah sangat sering berjelajah melintasi lautan. Zaman dahulu pun terdapat banyak penjelajah dunia yang terkenal karena kisah penjelajahannya melintasi samudra. Bahkan hasil penjelajahan mereka memberikan informasi berharga untuk masyarakat saat ini. Berikut ini adalah 5 penjelajah terkenal dunia.


James Cook



James Cook merupakan orang Eropa pertama yang menemukan Hawaii. Saat pindah ke sebuah kampung nelayan, Cook yang berusia 18 tahun mulai mengenai dunia berlayar dan menunjukkan ketertarikannya. Berbekal pengalaman bekerja pada pemilik kapal dan tergabung dalam angkatan laut Inggris, Cook melakukan ekspedisinya.

Cook menjadi orang Eropa pertama yang sukses menjelajahi pantai timur Australia. Peran penjelajahan Cook selama masa hidupnya sangat besar, di antaranya memetakan Samudra Pasifik, menemukan Pulau Hawaii, menetapkan standar ketelitian baru dalam penemuan dan pelayaran, navigasi, kartografi, dan pengobatan di laut.


Amerigo Vespucci
 


Benua Amerika merupakan nama yang diambil dari penjelajah yang menemukannya, yaitu Amerigo Vespucci. Vespucci merupakan seorang pedagang, penjelajah, dan pembuat peta dari Italia. Menurut catatan sejarah, selama hidupnya Vespucci melakukan empat pelayaran.

Vespucci memegang peranan penting dalam penjelajahan pantai timur Amerika Selatan antara tahun 1499 dan 1502. Perjalanannya yang kedua membuahkan hasil dengan menemukan Amerika Selatan yang memanjang lebih jauh ke selatan dibanding perkiraan orang Eropa saat itu. Namanya dijadikan nama benua yang ditemukannya sebagai penghormatan bagi pencetus benua baru.


Vasco da Gama



Vasco da Gama merupakan sosok penting yang mengenalkan bumbu lada dan kayu manis di Eropa untuk pertama kalinya. Penjelajah kelahiran Portugis tahun 1469 ini dikenal juga sebagai perintis ekspedisi ke India melalui jalur laut dan samudra dari Portugal. Pada waktu itu, berkembang sebuah mitos bahwa perjalanan Vasco da Gama merupakan hal mustahil karena Samudra Hindia tidak terhubung dengan laut mana pun atau benua apa pun.

Rute perjalanan Vasco da Gama juga menjadi cikal bakal terjadinya penjajahan India oleh Portugal dan wilayah-wilayah lain di Asia, termasuk Indonesia. Walaupun ekspedisi pertama kali yang dilakukan Vasco da Gama mengalami kegagalan untuk mengeksploitasi India dan perjalanannya memakan korban jiwa, Vasco da Gama tetap dianggap pahlawan penjelajah Portugal yang berjasa dan mendapatkan anugerah raja.


Marco Polo



Marco Polo merupakan seorang pedagang dari kota Venesia yang melakukan perjalanan ke berbagai negara Asia. Perjalanannya ke Asia bertujuan untuk berdagang dengan Kubilai Khan. Perjalanan Marco Polo ke Asia berhasil memengaruhi perdagangan besar di Eropa dan India Timur.

Marco Polo merupakan orang yang mendokumentasikan perjalanananya dengan lengkap melalui tulisan. Perjalanannya di Jalur Sutera dengan ayah dan pamannya didokumentasikan dengan tulisan. Segala yang dilihat, dirasakan, dan dialami Marco Polo dalam perjalanan itu menjadi buku berjudul II Milione. Buku itu pula yang membukakan jalur perdagangan antara Eropa dan Asia.


Ibnu Batutah



Ibnu Batutah merupakan pelaut Maroko yang lahir pada tahun 1304. Bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah Al-Lawati At-Tanji bin Batutah, dia adalah seorang cendekiawan yang melakukan penjelajahan selama Abad Pertengahan. Banyak negara yang dia kunjungi, mulai dari negara-negara muslim, hingga negara-negara non-muslim, seperti Afrika Utara, Afrika Barat, Timur Tengah, Asia Tengah, Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Tiongkok.

Batutah pertama kali menjelajah ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji pada umur 21 tahun. Semenjak itu, dirinya tidak pernah menginjakkan kaki selama 24 tahun di Maroko karena bepergian ke berbagai negara. Menjelang akhir hayatnya, Batutah membuat buku yang berjudul Hadiah Bagi Para Pemerhati Negeri-Negeri Aneh dan Pengalaman-Pengalaman Ajaib yang merupakan hasil pengalamannya selama berkelana. Riwayat perjalanan Batutah yang menggambarkan peradaban Abad Pertengahan menjadi sumber rujukan hingga saat ini.

Itu dia 5 penjelajah tangguh yang terkenal di dunia. Apakah kamu tertarik menjadi seorang penjelajah?


[Oleh: Logika Anbiya]


Baca juga: 5 Wanita yang Menjadi Kapal Laut

Baca juga: 5 Buku Wajib Baca Bagi Kamu yang Berputus Asa

Baca juga: 5 Fakta Shailene Woodley yang Akan Membuatmu Tercengang
0

Artikel
Berlayar di lautan memang sebuah aktifitas yang terlihat sangat keren, karena tidak sembarang orang bisa berlayar di lautan lepas. Menjadi seorang kapten kapal tentunya terlihat lebih hebat lagi, karena ada banyak sekali yang harus dipelajari jika ingin membawa sebuah kapal ke samudra. Seperti Tami Oldham yang terdampar di lautan selama 41 hari dan harus mengerahkan segala pengetahuan yang dimilikinya tentang pelayaran agar bisa bertahan hidup dan mencapai daratan.

Tami Oldham juga membuktikan bahwa tidak hanya laki-laki yang bisa berlayar dan menjadi kapten kapal. Wanita juga tidak kalah hebat dalam aktifitas ini. Bahkan, dari zaman dahulu, tidak sedikit wanita yang bahkan berhasil menjadi kapten kapal. Siapa saja wanita hebat yang bisa menjadi kapten sebuah kapal? Simak daftar berikut ini.


1. Cheng Shih


Lahir dengan nama Ching Shih, Cheng I Sao, atau bisa dipanggil juga Istri dari Cheng, adalah salah satu bajak laut yang sukses. Dia menikahi suaminya, Cheng I, seorang bajak laut yang kuat, dan berdua mereka membangun armada yang paling hebat. Ada beberapa orang berspekulasi alasan pernikahan mereka adalah murni karena bisnis. Armada mereka terdiri dari ratusan kapal dan lebih dari 50.000 orang di dalamnya. Mereka juga mengadopsi Chang Pao untuk menjadi penerus. Mereka sering beroperasi di daerah perairan Selatan Tiongkok. Korban mereka sebagian besar kapal pemancing, kapal suplai, dan desa di pinggir laut.

Setelah sang suami, Cheng I, meninggal pada tahun 1807, Cheng Shih mulai melakukan manuver politik dalam armadanya dan membangun hubungan baik dengan saingan-saingannya untuk memperkuat kekuasaan. Agar tidak terjadi konflik dari pesaingnya, Cheng Shih mencari bantuan kepada salah satu anggota keluarga suaminya yang kuat, yaitu Ching Pao-yang, dan anak sepupunya Ching Ch’i. Dia juga mulai membangun sebuah hubungan yang intim dengan Ching Pao. Pada masa ini juga, dia berhasil menguasai lautan di sekitar Asia Tenggara.
Meskipun dia berkuasa di armadanya, ketika diharuskan lelaki yang terlihat memimpin, Cheng Shih akan menunjuk wakilnya Cheung Po Tsai sebagai kapten, namun tetap loyal kepadanya.

Cheng Shih juga terkenal karena membuat sejumlah peraturan bagi para bajak lautnya. Konon, Cheung Po Tsai menyebarkan peraturan tersebut. Peraturan-peraturan ini sangat ketat. Hukuman bagi yang melanggar bisa saja kematian.
Akhir dari armada layar merah ini adalah saat Cheng Shih menyerahkannya kepada angkatan laut dengan persyaratan dia diperbolehkan menyimpan kekayaannya. Setelah itu dia membuka sebuah tempat perjudian dan meninggal pada 1844 di usia 69 tahun.


2. Anna Shchetinina


Lahir pada tanggal 26 Februari 1908, seorang anggota wanita armada niaga dari Soviet untuk pertama kali diangkat menjadi seorang kapten. Anna Shchentinina berasal dari Vladivostok, dari keluarga switchman jalur kereta. Dia masuk jurusan navigasi di Sekolah Marinir Vladivostok tahun 1925. Setelah lulus, dia bekerja sebagai pelaut biasa di Semenanjung Kamchatka.

Pada umur 24 tahun, Anna Shchetinina berhasil mendapatkan lisensi navigator dan memenuhi syarat untuk menjadi seorang second mate di Armada Niaga Barat. Lalu pada umur ke 27 tahun, dia diangkat menjadi seorang kapten. Pelayaran pertamanya sebagai seorang kapten menjadi perhatian dunia karena dia adalah seorang wanita yang masih muda tetapi sudah bertanggung jawab atas kapal MV Chavycha menuju Hamburg.


3. Kate Mc. Cue




Kapten Kate Mc.Cue adalah seorang kapten di sebuah kapal pesiar mewah milik Celebrity Cruise. Kapten Kate Mc.Cue adalah wanita pertama yang menjadi kapten sebuah Kapal Pesiar Mewah di Amerika. Berasal dari San Fransisco, semenjak kecil Kapten Mc.Cue sering berpindah-pindah dengan keluarganya karena sang ayah adalah seorang insinyur. Keluarganya sempat menetap di Evans, Georgia dan Michigan. Saat berumur 12 tahun, setelah berlayar dengan kapal pesiar menuju Bahamas, Mc.Cue ingin menjadi seorang direktur pelayaran.

Tahun 1966, dia masuk ke California State University Maritime Academy dan lulus dengan sarjana administrasi bisnis tahun 1999. Dia juga sempat belajar astronavigation. Pekerjaan pertamanya adalah di Hawaii sebagai kelasi umum mengantar turis ke Kawah Molokini. Lalu pekerjaan kapal pesiarnya yang pertama adalah dengan Disney Cruise-Line sebagai third mate.

Pada tahun 2015, Presiden Celebrity Cruise, Lisa Lutoff Perlo, menelpon Kapten Mc.Cue dan menyuruhnya melamar posisi kapten. Lamaran tersebut diterima, dan sampai sekarang Kapten Mc.Cue menjadi komando utama kapal pesiar.


4. Kapten Inger Klein Thorhauge


Inger Klein Thourhauge menjadi kapten tahun 2010 untuk MS Queen Victoria milik Cunard Line, yang tentunya bukan sebuah kapal kecil. Kapten Thorhauge memang menyukai pelayaran sejak dia masih remaja. Dalam wawancaranya bersama Telegraph, dia menceritakan pengalamannya menjadi pramugari di sebuah kapal ketika liburan. Sejak saat itu dia sadar kalau dia tidak terlalu suka membersihkan sesuatu, jadi dia mencari sesuatu yang berbeda di dalam kapal. Dia mengaku bahwa rasa penasarannya melihat dunia dan kebahagiaannya saat berlayar dijadikan sebuah dorongan untuk pilihan karirnya.

Tahun 1994, setelah mendapatkan Lisensi, Thorhauge mulai tertarik dengan industri pelayaran. Tahun 1997, pekerjaan pertamanya di Cunard Line adalah sebagai petugas dek. Selama bekerja, karirnya terus menanjak, hingga akhirnya di tahun 2010 dia diangkat menjadi kapten untuk MS Queen Victoria. Ini kali pertama Cunard Lines mengangkat seorang wanita menjadi seorang kapten.


5. Miho Otani


Wanita yang satu ini bukan kapten kapal sembarangan. Kapal yang dia kepalai adalah sebuah kapal perang. Awal tahun 2016, Komandan Miho Otani membuat sejarah di angkatan laut Jepang. Dia diangkat menjadi seorang kapten kapal Perang Yamagiri Destroyer. Dia bertanggung jawab untuk 220 kru kapal yang 10 di antaranya adalah wanita.

Komandan Otani berasal dari Osaka. Dia lulus dari Akademi Pertahanan Nasional pada 1996 sebagai lulusan wanita pertama. Tahun 2013, dia terpilih untuk menjalani latihan menjadi nahkoda sebuah destroyer atau kapal perang.


[Oleh: Logika Anbiya]


Baca juga: 5 Buku Wajib Baca Bagi Kamu yang Berputus Asa


Baca juga: 5 Fakta Shailene Woodley yang Akan Membuatmu Tercengang


Baca juga: 7 Wanita Pejuang Kemerdekaan di Dunia, Keren Banget!
0

Artikel

Untuk sebagian orang, rasa kesepian, sedih, patah hati bisa berujung pada perasaan putus harapan. Perasaan kesepian tentu bukan sesuatu yang memalukan, karena bagaimanapun setiap orang pasti pernah merasa kesepian sampai putus harapan.

Dilansir dari situs telegraph.co.uk, membaca bisa menjadi salah satu terapi yang dapat mengurangi stres. Bahkan, membaca selama 6 menit saja dapat mengurangi tingkat stres lebih dari dua pertiganya. Kalau membaca saja dapat mengurangi stres, membaca bacaan yang tepat tentu bisa memberi dampak yang lebih positif.

Supaya semangat hidup tumbuh kembali, berikut rekomendasi beberapa buku terbitan Mizan Pustaka yang bisa kamu baca jika kamu merasa putus harapan.


 1. Adrift karya Tami Oldham Ashcraft dan Susea McGearhart



Buku Adrift

Buku yang filmnya sudah tayang ini merupakan memoar dari sang penulis sendiri. Buku ini menceritakan perjalanan pelayaran Tami dan tunangannya, Richard. Mereka berlayar dari Tahiti untuk mengantarkan kapal pesiar ke San Diego. Alih-alih mendapat pengalaman berlayar yang menyenangkan, pasangan ini justru menghadapi badai luar biasa besar yang memecahkan rekor badai terbesar di dunia.

Bagaimana perjuangan mereka menghadapi badai dan terombang-ambing di laut akan membuat pembacanya melihat bahwa semangat hidup manusia adalah hal yang bisa membuat manusia itu bertahan lebih dari apapun. Penasaran ingin membaca, kan?


2. Turtles All The Way Down karya John Green



Buku teranyar dari John Green menceritakan tentang Aza (protagonis dalam buku) yang mengidap anxiety disorder dan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD). Kondisinya ini membuatnya bertarung dengan dirinya sendiri untuk menjadi seorang putri yang baik bagi orangtuanya, murid yang baik, teman yang baik, dan detektif yang baik dalam petualangannya bersama sahabat baiknya untuk mengungkap misteri seorang miliarder buronan, Russell Pickett.      


3. The Geography of Bliss
karya Eric Weiner
 




Saat putus harapan, kadang kita tidak bisa melihat indahnya dunia. Semua terasa membosankan dan pahit. Buku ini akan mengajak kamu keliling dunia untuk memaknai kebahagiaan. Menurut buku ini, kebahagiaan itu ada dalam diri kita, bukan karena orang lain atau lingkungan sekitar. Mungkin buku ini akan membuat kamu memandang hidupmu dari sisi lain yang belum pernah kamu lihat.     


4. I am Malala
karya Christina Lamb dan Malala Yousafzai





Buku ini berdasarkan kisah nyata. Malala adalah seorang gadis yang memperjuangkan hak dasar untuk mendapatkan pendidikan. Saat kelompok Taliban menguasai daerah Swat Valley, Pakistan, dia tidak tinggal diam dan terus berjuang untuk bisa bersekolah.

Ketika usianya 15 tahun, dia mendapat tembakan di kepalanya saat perjalanan pulang di dalam bus sekolahnya. Hampir tidak ada yang mengira Malala akan selamat dari tembakan itu. Tapi dia terus berjuang dan tidak pernah menyerah untuk memperjuangkan hak dan kehidupannya.    


5. Love Letters to The Dead
karya Ava Dellaira





Dari judulnya sudah super sedih, pasti ceritanya tentang kehilangan seseorang, ya? Diceritakan Laurel (karakter utama dalam buku) mendapat tugas dari guru Bahasa Inggris untuk menulis surat kepada tokoh yang sudah meninggal. Dia memilih menulis surat untuk Kurt Cobain, Judy Garland, River Phoenix, Janis Joplin dan beberapa tokoh .

Dia memilih untuk menulis kepada mereka karena mereka memiliki kesamaan dengan kakaknya sendiri; meninggal saat usianya masih muda. Meskipun tugas sekolahnya sudah selesai, Lauren terus menulis untuk orang-orang tersebut.

Dalam surat-suratnya, Laurel mempertanyakan dan mencoba mencari tahu tempatnya di dunia, dan mencoba belajar memaafkan kakaknya karena meninggalkannya dengan begitu tiba-tiba. Sepertinya kita bisa mencoba apa yang dilakukan Laurel, menulis saat merasa sedih mungkin bisa sedikit membuat kita merasa lebih baik.  



Dari kelima buku di atas, kamu tertarik membaca buku yang mana? Semuanya? Siapa takut!



[Oleh : Rini]

0

X