fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel, Ruang Redaksi

Sebuah ruangan tanpa buku bagaikan sebuah raga tanpa jiwa.”

—Marcus Tullius Cicero


Pojok baca, atau reading nook, adalah sebuah tempat khusus yang digunakan untuk kegiatan membaca. Biasanya di pojok ini ada rak-rak berisi buku, kursi atau bantal, lampu baca, dan benda-benda lainnya yang membuat seseorang merasa nyaman dan betah berlama-lama membaca.

 

Baru-baru ini, dalam Instagram stories-nya, Marie Lu sang penulis buku Warcross dan Batman: Nightwalker berbagi foto pojok baca di rumahnya.


Pojok Baca Marie Lu

Di pojok baca Marie Lu, terlihat dua rak buku mengapit sebuah bangku panjang yang dihiasi berbagai bantal duduk dan plushies (boneka empuk). Bangku tersebut sepertinya multifungsi sebagai tempat penyimpanan juga. Kalau boleh menebak, mungkin di dalamnya berisi timbunan buku yang tidak muat ditaruh di rak.


Di dinding terpampang gambar sebuah kota entah apa, yang sepertinya cocok menjadi latar tempat The Young Elites, salah satu buku karya Marie Lu. Nuansa kelam dari gambar tersebut diimbangi dengan bantal yang berwarna-warni. Secara keseluruhan, pojok baca ini membuat orang kagum dan ingin merasakan sendiri nyamannya duduk dan membaca di sana.


Kalau kamu ingin membuat pojok baca sendiri di rumah, beberapa pojok baca berikut ini mungkin dapat memberimu inspirasi untuk berkreasi.


  1. Pojok Baca di Bawah Tangga


    Inspirasi Pojok Baca - Buku Marie Lu


    Jika rumahmu bertingkat dan ruangan di bawah tangga masih kosong, bisa diberdayakan sebagai pojok baca. Jangan lupa tambahkan lampu atau lilin-lilin dalam wadah kaca untuk membantu penerangan, terutama jika ruangan di bawah tangga tersebut tidak berada dekat dengan jendela yang menghadap ke luar.

    Penggunaan warna putih pada cat tembok dan rak buku, serta pada kursi dan bantal, akan membuat pojok baca di bawah tangga ini terkesan bersih dan modern, tidak terkesan suram dan menakutkan. Atau kalau kamu suka dengan nuansa yang lebih hangat, kamu bisa memilih perpaduan warna coklat, krem, atau merah.


  2. Pojok Baca di Samping Jendela


    Inspirasi Pojok Baca Samping Jendela - Buku Marie Lu


    Kalau di rumahmu ada jendela besar, apalagi yang di luarnya ada halaman atau pemandangan indah, kamu cukup menaruh kursi atau sofa favoritmu di sampingnya untuk membuat pojok baca. Untuk membuatmu lebih nyaman, tambahkan kursi kecil berbantal untuk menopang kaki.

    Tambahkan lampu jika dianggap perlu saja, karena pada siang hari, kamu akan mendapat penerangan alami dari sinar matahari sebagai teman membaca.

    Pojok Baca Samping Jendela

    Jika kamu suka membaca sambil minum teh, kopi, atau coklat panas, jangan lupa sediakan meja kecil di samping kursi membacamu. Tapi hati-hati, jangan menumpuk buku di atas meja dan menjadikannya sebagai alas cangkirmu… kalau tak sengaja tersenggol, bisa basah dan rusak bukunya.

    Sebagai pengganti meja kecil, kamu bisa juga menyediakan kabinet atau laci kecil. Cangkir minuman disimpan di bagian atas kabinet, sementara buku-buku bisa dimasukkan ke dalam laci di bagian bawah.


  3. Pojok Baca di Luar Ruangan


    Inspirasi Pojok Baca di Rumah - Buku Marie Lu

    Apa kamu pencinta alam yang suka membaca di bawah sejuknya pohon rindang atau dikelilingi tanaman? Kamu bisa membuat pojok baca di kebun atau halaman rumah. Tidak perlu menyediakan rak buku, untuk mencegah buku-buku cepat rusak akibat terpapar sinar matahari dan udara luar.


    Inspirasi-Pojok-Baca-Buku-Marie-Lu

    Khawatir digigit nyamuk atau serangga? Kamu bisa menyelubungkan kelambu ke pojok bacamu. Jangan lupa pula mengenakan losion anti-nyamuk, atau kamu bisa menyimpan kulit jeruk atau sereh yang sudah terbukti aromanya dapat mengusir nyamuk.


    Inspirasi-pojok-baca

    Jika kamu tidak memiliki kebun atau halaman, pojok baca bisa dibuat di balkon. Tambahkan banyak tanaman hijau, sehingga ketika matamu lelah melihat tulisan di buku yang kamu baca, kamu bisa memandang tanaman-tanaman hijau itu agar kembali merasa segar.


  4. Pojok Baca Sang Penulis

    Pojok-Baca-Marie-Lu

    Penulis yang baik adalah pembaca yang baik, jadi tidak heran jika rumah seorang penulis memiliki pojok baca dan perpustakaan sarat buku. Idealnya, pojok baca seorang penulis punya area terpisah untuk membaca dan menulis. Ini untuk memisahkan antara kegiatan bekerja dan kegiatan santai.

     

    Rak buku seorang penulis tidak hanya berisi buku-buku yang dibaca untuk hiburan, melainkan juga buku-buku referensi, seperti kamus atau ensiklopedia.


  5. Pojok Baca Anak-Anak

    Inspirasi Pojok Buku Baca Anak

    Kebiasaan membaca memiliki banyak sekali manfaat. Beberapa di antaranya, seperti dilansir dari kompas.com, adalah untuk menstimulasi mental, mengurangi stres, memperbanyak kosakata, memperbaiki memori, melatih kemampuan berpikir, meningkatkan konsentrasi, dan melatih keterampilan menulis. Oleh karena itu, amat penting untuk menanamkan kecintaan akan baca buku sejak dini.

     

    Kamu punya anak, adik, atau adik sepupu yang masih kecil? Ajaklah dia untuk membuat pojok baca. Pojok baca untuk anak-anak harus dibuat semenarik mungkin, dengan pilihan warna kursi dan bantal yang cerah ceria.

     

    Rak bukunya tidak perlu terlalu banyak dan padat isi. Karena buku-buku anak biasanya tipis dan sarat ilustrasi berwarna, kamu bisa susun buku-bukunya menghadap ke depan agar desain sampulnya terlihat dan menarik minat anak untuk membacanya. Perlu diingat juga untuk tidak terlalu tinggi memasang raknya, agar buku-bukunya mudah dijangkau anak-anak.

     

    Sebagai pemanis pojok baca anak, kamu bisa menghias dindingnya dengan stiker atau gambar hasil karya sang anak, dan menyelipkan beberapa mainan di antara buku-buku di rak.

    Pojok Baca

    Untuk alternatif, kursi atau sofa bisa diganti dengan karpet tebal dan tenda. Ini pilihan yang bagus jika pojok baca anak berada di luar kamarnya, karena anak-anak pun butuh ruang privasi sendiri, yang bisa mereka dapatkan dari ruang tertutup di dalam tenda.

     

    Ketika membaca di dalam tenda pada malam hari, anak-anak bisa menggunakan senter, sehingga memberi kesan berkemping yang mengasyikkan. Atau, gantungkan fairy lights di bagian dalam tenda, sehingga memberi kesan magis.


    Inspirasi Pojok Baca

    Untuk anak-anak yang aktif, penggunaan kursi atau sofa di pojok baca dapat diganti dengan kursi gantung atau hammock. Kursi gantung ini dapat berfungsi juga sebagai ayunan, sehingga anak-anak tidak bosan duduk diam dalam waktu lama.

     

    Bagaimana, apakah kamu jadi tergugah untuk membuat pojok baca di kamar atau di rumahmu? Seperti apa pun gaya pojok baca yang kamu pilih, pastikan kamu melengkapinya dengan perabot dan buku-buku yang kamu suka, sehingga pojok tersebut bisa menjadi suaka yang menyenangkan untuk didatangi setelah kamu lelah beraktifitas seharian.





[Oleh: Dyah Agustine]



Baca juga: 7 Blog Penulis Keren yang Bisa Dikunjungi Saat Butuh Inspirasi

 

Baca juga: 7 Fakta Marie Lu, Rising Star di Genre Fantasi

0

Artikel

Sudah tidak asing kan, nama Marie Lu di telingamu? Penulis yang tahun ini merilis novel Batman: Nightwalker ternyata tak hanya pandai menggoreskan pena menjadi sebuah cerita, namun juga menjadi gambar yang sungguh memesona.


Dalam akun instagramnya, Marie Lu mengunggah beberapa hasil gambarnya. Yang unik, sebagian besar gambar-gambar itu adalah sketsa wajah tokoh-tokoh dalam berbagai buku yang ditulisnya.


Seperti apa hasilnya? Simak daftar ilustrasi berikut ini yang dikumpulkan dari akun Instagram @marieluthewriter

June dan Metias Iparis dari trilogi Legend


Karya Marie Lu

Kita awali menikmati ilustrasi tokoh dalam buku Marie Lu dengan gambar yang satu ini. Adegan ini tidak ada dalam buku, namun tetap terjadi dalam dunia Legend. Kapten Metias Iparis—seorang hacker bermata hitam dengan kilatan emas, rambut gelap, dan kulit berwarna coklat—memeluk adik perempuannya saat mereka berdua kehilangan kedua orangtua karena kecelakaan mobil.

June yang rapuh kemudian menjadi perempuan tangguh di bawah pengawasan Metias. Meski akhirnya, June hidup hanya berdua bersama anjing bernama Ollie, karena Metias—yang dikenal sebagai salah satu prajurit terbaik Republik—tewas dibunuh.

June Iparis dari trilogi Legend


Karya Marie Lu 1

June Iparis adalah seorang perempuan kurus atletis yang dijuluki Genius Kecil Favorit Republik. Dia memiliki warna mata yang sama dengan mata kakaknya, Metias. Gadis ini berkulit coklat dan memiliki rambut panjang yang nyaris selalu dikuncir kuda.


June mendapatkan nilai sempurna dalam ujian dan dikirim ke Universitas Drake pada usia dua belas tahun. June kemudian diluluskan lebih cepat atas permintaan Komandan Jameson—atasan Metias—untuk melakukan misi pertamanya di militer. Misi ini belum berhasil dilakukan siapa pun di Republik. Dengan sikap dingin dan nekatnya, June ditugaskan untuk menangkap Day.

 

June dan Day dari trilogi Legend

Karya Marie Lu 2

Bisa menebak siapa pasangan ini? Ya, mereka adalah June dan Day. Pasangan paling fenomenal yang Marie Lu ciptakan. Bagi yang sudah selesai membaca Champion—buku ketiga sekaligus buku terakhir dari seri Legend—mungkin merasakan betapa menyiksanya melihat hubungan yang terjadi di antara mereka. June yang berasal dari kalangan elit, jatuh hati pada buronan miskin yang paling dicari oleh Republik.


Mata biru cerah dan wajah oriental Day telah memikat June pada pandangan pertama. Dan wajah elok June telah mengacaukan pikiran Day, meski pada saat itu June berpenampilan seperti anak jalanan. Day memiliki mata kanan yang sedikit lebih pucat dari mata kiri—hal yang Day katakan sebagai hadiah Republik di hari ulang tahunnya—dan rambut panjang berwarna pirang.


Tak lama lagi, kita akan dapat menyaksikan visualisasi June dan Day dalam film layar lebar. Dilansir dari Hollywood Reporter, hak cipta film Legend telah berpindah tangan dari CBS Films ke BCDF Pictures, dan prospeknya cerah.

Adelina dari trilogi The Young Elites

Karya Marie Lu 3

Adelina Amouteru adalah gadis Tamoura yang tertandai setelah sembuh dari wabah berdarah yang telah menewaskan ratusan orang. Wabah tersebut mengubah warna rambut dan bulu mata Adelina menjadi sewarna perak. Wabah itu juga membuat mata kiri Adelina sangat bengkak sehingga harus dicungkil dengan pisau dan tang panas.

 Ayah Adelina menganggap Adelina yang cacat sebagai aib. Dia memperlakukan putri pertamanya itu dengan perlakuan yang berbeda dibandingkan dengan perlakuan terhadap Violetta, putri keduanya. Sang ayah tak hanya mematahkan jari manis Adelina, tapi juga menjual gadis itu demi uang emas untuk melunasi utang-utangnya.

Setelah melatih dan menguasai kekuatan untuk mengendalikan ilusi, Adelina dapat menyamarkan luka di wajahnya, membuat dia terlihat jauh lebih cantik dan bahkan mengubah penampakannya menjadi persis seperti orang lain. Ilusinya juga nyata. Bayang-bayang yang Adelina ciptakan dapat memadat menjadi senjata yang dapat mencabut nyawa.

Enzo Valenciano dari trilogi The Young Elites


Karya Marie Lu 4

Masih dari dunia yang sama dengan Adelina, sekarang kita bertemu dengan Enzo. Dia adalah seorang pangeran yang terpaksa melepaskan takhtanya karena dia tertandai setelah sembuh dari wabah berdarah. Rambutnya berubah merah sangat pekat nyaris hitam, membingkai wajahnya yang berwarna coklat dengan tulang pipi tinggi, juga mata gelap dengan bulu mata tebal. Tanda ini membuat dirinya dan banyak anak lain sepertinya dipanggil Malfetto.


Tapi kondisinya yang berbeda tidak membuat Enzo menyerah untuk kembali merebut apa yang seharusnya dia miliki. Dengan kemampuan supranatural yang membuatnya dijuluki Sang Pencabut Nyawa, Enzo mengumpulkan beberapa orang sepertinya dan membentuk perkumpulan Elite Muda. Mereka bertujuan untuk menjadi mengangkat Enzo menjadi Raja dan membebaskan para Malfetto yang mengalami penderitaan karena diperjualbelikan.

 

Emika Chen dari dwilogi Warcross

Karya Marie Lu 5

Emika Chen adalah seorang peretas yang menjadi tokoh utama dalam novel Warcross. Emika digambarkan memiliki rambut panjang berwarna pelangi dengan tato di sepanjang lengan kirinya—corak berwarna warni, bunga peoni, bangunan, not balok, juga planet-planet. Selain memiliki tampilan yang menarik perhatian, Emika adalah gadis pemberani. Berani mengambil resiko dengan menjadi pemburu bayaran demi mempertahankan hidup.


Emika menggunakan skateboard listrik usang untuk mengelilingi kota. Menggendong ransel yang berisi peralatan seadanya, dia mengejar penjahat kelas rendahan demi imbalan dari kepolisian.


Sama seperti yang jutaan orang lakukan, Emika juga bermain Warcross. Hanya saja dia memainkannya dengan kacamata yang disewa murah dan bermain dengan identitas anonim. Ketika Emika meretas pertandingan Warcross internasional, dia tepergok oleh Henka Games—perusahaan yang memproduksi Warcross.

 

Hideo Tanaka dari dwilogi Warcross


Karya Marie Lu 6

“Tidak ada seorang pun di dunia yang belum pernah mendengar tentang Hideo Tanaka, pereka cipta muda yang membuat Warcross pada usia tiga belas tahun.” Hideo menciptakan kacamata nirkabel tipis dengan gagang logam dan earphone lipat yang diberi sebutan NeuroLink yang membuatnya memperoleh uang dari setiap byte penggunaan game Warcross. Dan hampir semua orang di dunia menggunakannya. Hideo menyewa Emika untuk menangkap Zero—julukan bagi peretas misterius yang mencoba menghancurkan Warcross.

Di usia dua puluh satu, Hideo sudah mendapatkan sejumput tipis rambut perak yang menghiasi rambut tebal hitamnya. Matanya gelap dengan bulu mata panjang. Hideo berpenampilan rapi seperti layaknya seseorang dengan posisi tertinggi di perusahaan: kemeja berkerah dipadu dengan celana panjang. Tapi terkadang, lengan kemejanya digulung sesiku dan kancing bagian atas kemejanya terbuka.

 

Asher Wing dari dwilogi Warcross

Karya Marie Lu 7

Laki-laki di atas kursi roda ini tak lain dan tak bukan adalah Asher Wing—Kapten tim Phoenix Rider yang berasal dari Los Angeles. Rambutnya berwarna coklat tebal yang nyaris merah dan matanya berwarna biru cerah.


Meski tak bisa berjalan, Ash tetap bisa memesona penggemarnya lewat keahlian dan kepemimpinannya dalam pertandingan Warcross. Ash dapat membawa timnya menjadi salah satu dari enam belas tim resmi Warcross. Kemunculannya di acara pertandingan pembuka turnamen Warcross diiringi teriakan penggemar yang mengelukan namanya. Ash memilih Emika sebagai anggota timnya, meskipun Emika dinominasikan dengan cara yang tidak seharusnya.

 

Hammie Jiménez dari dwilogi Warcross


Karya Marie Lu 8

Hamilton Jiménez atau Hammie adalah teman satu tim Emika dalam pertandingan Warcross. Dia merupakan tangan kanan Asher yang suka bermain catur. Hammie memiliki rambut ikal panjang tebal dengan tubuh setinggi Emika.


Dengan sabar, Hammie menemani Emika dan membuatnya merasa nyaman di asrama meski dirinya kadang sedikit usil dan suka menggoda. Hammie melatih Emika menjadi pemain yang bisa memprediksi pola langkah yang akan diambil lawan.


Hammie juga membantu kapten tim menganalisa kemampuan lawan dan memperkirakan kemungkinan setting tempat Warcross yang akan mereka hadapi. Hammie merupakan pemain berpengalaman dan memiliki kecepatan yang tidak bisa diremehkan.

 

Tokoh Misterius dari The Kingdom of Back

Karya Marie Lu 9

Siapa makhluk bertelinga runcing ini? Dia adalah seorang pangeran muda (mungkin dari kerajaan kaum peri?), tokoh dalam The Kingdom of Back—buku yang direncanakan akan rilis tahun depan, 2019. Setelah trilogi Legend, trilogi The Young Elites, dwilogi Warcross, dan juga Batman: Nightwalker, Marie Lu akan menerbitkan The Kingdom of Back sebagai novel standalone.


Karya Marie Lu 10

Dilansir dari epicreads.com, The Kingdom of Back berbeda dengan novel-novel yang sudah ditulis oleh Marie Lu sebelumnya. Novel ini  bergenre Historical Fiction dan bercerita tentang saudari Mozart—Wolfgang Amadeus Mozart sang komposer—yang akan dibumbui nuansa fantasi. Novel ini sudah ditulis bahkan sebelum Legend dilahirkan.


Penasaran seperti apa ceritanya? Mari kita menunggu buku ini rilis di tahun 2019.




[Oleh: Rhapsody Maryana]



Baca juga: 7 Fakta Marie Lu, Rising Star di Genre Fantasi

Baca juga: 7 Blog Penulis Keren yang Bisa Dikunjungi Saat Butuh Inspirasi

0

Artikel

Dalam sejarah hidup Batman, berpuluh-puluh, bahkan beratus-ratus penjahat telah tercipta. Para penjahat atau musuh terburuk Batman yang jumlahnya sangat banyak tersebut secara bergantian meneror kehidupan masyarakat di kota Gotham dengan berbagai macam tindakan kriminal, seperti perampokan, penghancuran, hingga pembunuhan.

Dengan kehancuran yang selalu menimpa kota Gotham, dan musuh yang datang silih berganti, Bruce Wayne tidak pernah hidup dengan tenang. Bahkan sebagian besar musuhnya tak kalah tenar dibandingkan dengan sang manusia kelelawar sendiri. Dilansir dari forum Comic Vine, sepuluh musuh terburuk Batman adalah Jason Todd, Joker, Ra’s al Ghul, Riddler, Penguin, Two-Face, Superman, Poison Ivy, Mr. Freeze, dan Scarecrow.

 

Mereka muncul di berbagai macam media, mulai dari versi awalnya, yaitu komik, hingga versi adaptasinya di serial televisi hingga film layar lebar. Beberapa di antaranya hadir dalam trilogi film Batman karya Christopher Nolan, trilogi yang sukses dan dipuji-puji oleh para penikmat film di sepenjuru dunia: Batman Begins, The Dark Knight, dan The Dark Knight Returns. Siapa saja mereka? Simak daftar berikut ini:




  1. Ra’s Al Ghul


    Musuh Batman Al Ghul

    Namanya dalam bahasa Arab berarti Kepala Iblis atau The Demon’s Head. Dia dikenal memiliki umur yang sangat panjang (sekitar 700 tahun) dan ahli dalam beragam macam keahlian beladiri. Keahliannya begitu melegenda, hingga tak sedikit pahlawan maupun penjahat super selain Batman, ikut dilatih oleh Al Ghul sendiri.

     

    Al Ghul menganggap umat manusia sebagai kanker yang menggerogoti Bumi, dia memiliki misi untuk melenyapkan sebagian besar manusia untuk menghindari bencana. Al Ghul sempat menginginkan Batman menjadi penerusnya, tapi Batman tidak setuju dengan rencananya untuk melakukan genosida.

    Musuh Batman Liam Neeson

    Ra’s Al Ghul muncul dalam film Batman Begins dan The Dark Knight Rises dengan rencana untuk menghancurkan kota Gotham, kota yang menurutnya bobrok luar dalam. Di dalam kedua film ini, tokoh Ra’s al Ghul diperankan oleh aktor Liam Neeson yang karismatik.

     

    Al Ghul juga adalah pemimpin dari League of Assasins, sebuah organisasi yang menampung para penjahat tenar, dan salah satunya adalah penjahat berikutnya dalam daftar ini.

  2. Bane

    Iya, Bane adalah salah satu anggota League of Assasins. Bane tumbuh besar di dalam sebuah penjara bernama Pena Duro hanya karena alasan yang sepertinya berlebihan. Ayah Bane, yang dikenal sebagai King Snake, buron. Karena tak kunjung mendapatkan sang Ayah, para penegak hukum memutuskan untuk memenjarakan Bane. Tak heran kalau dia kemudian menjadi penjahat, kan!

     

    Selama dipenjara, Bane terus berlatih. Tidak hanya melatih ototnya, Bane juga melatih otaknya dengan membaca buku apa pun yang dapat dia peroleh dalam penjara tersebut. Sudah kuat, cerdas lagi… sungguh perpaduan yang berbahaya dalam diri seorang penjahat.


    Musuh Batman Tom Hardy

    Tapi semua latihan tersebut tak serta merta menjadikan Bane beringas. Sebuah percobaan telah dilakukan di dalam penjara Pena Duro. Dan bukan sembarang percobaan, karena semua orang yang menjadi kelinci percobaan tersebut telah meregang nyawa. Hanya Bane yang mampu bertahan setelah disuntikkan serum mematikan bernama Venom. Serum tersebut terbukti dapat meningkatkan kekuatan fisik Bane, tapi dia harus terus mengonsumsinya setiap 12 jam sekali (melalui serangkaian selang yang terhubung langsung ke kepalanya). Bane lalu melarikan diri dari penjara, dan menghantui kota Gotham. 


    Bane menjadi antagonis utama dalam film The Dark Knight Rises, tokohnya diperankan oleh aktor Tom Hardy. Melihat perawakan Hardy yang kurang tinggi besar, bahkan tidak lebih tinggi daripada Christian Bale yang memerankan Batman, para fans sempat meragukan Hardy. Namun Tom Hardy membuktikan dirinya mampu berakting memerankan Bane dengan luar biasa. Efek khusus dan tambahan sol tiga inci di sepatu botnya juga membantu Hardy terkesan jauh lebih mengintimidasi dari sebenarnya.

     

    Dengan keunggulan fisiknya, Bane menjadi satu-satunya penjahat yang mampu “mematahkan Batman,” dalam artian dia benar-benar mematahkan punggung Batman. Adegan ikonik ini juga dapat dilihat dalam The Dark Knight Rises.

  3. Joker

    Tokoh Joker pertama kali diperkenalkan pada 1940, dan kini menjadi tokoh penjahat terpopuler di seluruh dunia. Joker bertanggung jawab atas beberapa tragedi besar dalam hidup Batman.




    Penampilan luarnya mungkin konyol mirip badut, namun kepribadian Joker sungguh kejam. Dia tidak hanya senang menyiksa secara fisik, tapi juga psikologis. Joker adalah sosiopat yang membunuh orang demi kesenangan semata. Joker menjunjung tinggi anarkisme, motif kejahatannya bukan uang, dia tokoh yang sulit dipahami.


    Musuh Batman Joker Nolanverse

    Dalam trilogi Batman-nya Christopher Nolan, Joker muncul dalam film kedua, The Dark Knight. Di sini, Joker diperankan dengan sangat sukses oleh Heath Ledger, hingga meraih berbagai penghargaan dalam kategori peran pendukung, di antaranya Academy Award dan Golden Globe Award. Sayangnya, sang pemeran tokoh Joker ini tidak dapat menikmati kesuksesannya, karena dia meninggal dunia sebelum The Dark Knight rilis.



  4. Two-Face

    Harvey Dent awalnya adalah seorang Jaksa, dan dia juga merupakan sekutu bagi Batman. Jika Batman dijuluki Dark Knight, Harvey dijuluki White Knight. Harvey akan melakukan berbagai cara untuk menegakkan keadilan dan membersihkan Kota Gotham dari para kriminalis.


    Musuh Batman Two Face

    Dalam versi komik, separuh wajah Harvey Dent rusak karena disiram cairan asam oleh salah seorang mafia di ruang persidangan, sedangkan dalam versi film Nolan, kerusakan wajah Harvey disebabkan oleh luka bakar. Setelah insiden tersebut sifat Harvey beranjak mengalami perubahan. Two-Face yang diperankan oleh aktor Aaron Eckhart muncul dalam film The Dark Knight.

    Musuh Batman Two Face Aaron Eckhart

    Karakter Two-Face sendiri terinspirasi dari karakter sastra klasik berjudul The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde karya Robert Louis Stevenson. Two-Face selalu melemparkan koin miliknya sebelum memutuskan akan berbuat baik atau jahat. Jadi kalau berhadapan dengan Two-Face, berharap saja koin miliknya menghadap ke arah yang benar.

     

    Keterikatan Two-Face dengan koin berasal dari pengalaman masa kecilnya dianiaya oleh ayah sendiri. Ayah Harvey akan melempar koin terlebih dahulu untuk menentukan dia akan memukul anaknya atau tidak. Namun Harvey kecil tidak tahu bahwa koin yang ayahnya gunakan memiliki dua sisi sama, sehingga setiap kalinya Harvey akan tetap dipukul.

  5. Scarecrow

    Nah, kita telah tiba pada penjahat terakhir dalam daftar musuh Batman ini. Kalau sebelumnya kita bertemu dengan jaksa bermuka dua, kini kita akan berjumpa dengan seorang psikiater bernama Dr. Jonathan Crane, yang bekerja di Arkham Asylum.


    Musuh Batman Scarecrow

    Dr. Crane terobsesi untuk menguji coba bagaimana sebuah fobia atau ketakutan itu bekerja. Dia menciptakan semacam gas beracun yang jika dihirup, membuat korbannya berhalusinasi melihat kekakutan terbesarnya. Crane mengenakan topeng dari karung goni yang mencegahnya terpengaruh oleh gas tersebut. Topeng ini membuatnya tampak seperti orang-orangan sawah, karena itulah dia dijuluki Scarecrow.

     

    Crane melakukan berbagai macam tindakan kriminal hanya demi penelitiannya. Dia tidak terobsesi dengan kekayaan, walaupun dia pernah merampok sebuah bank. Uang tersebut dia gunakan hanya untuk penelitian gilanya.

    Scarecrow atau Dr. Crane muncul dalam ketiga film Nolan: Batman Begins, The Dark Knight, dan The Dark Knight Returns, diperankan oleh aktor Cillian Murphy.

    Musuh Batman Scarecrow Cillian Murphy

    Nah, dengan beragam jenis kegilaan dan obsesi para penjahat ini masing-masing, yang mana menurutmu penjahat paling menakutkan?



    [Oleh: Lathifah Thifa]



    Baca juga: Justice League, Tim Superhero Bergengsi dari DC, Siapa Saja Anggotanya? 

    Baca juga: 8 Teknologi Andalan Batman, Nomor 3 Keren Banget!

    Baca juga: 8 Fakta Bruce Wayne yang Perlu Kamu Tahu


0

Artikel

Bagi para penikmat novel fantasi, mungkin nama Marie Lu sudah tidak asing lagi. Penulis cantik kelahiran Beijing ini secara aktif menerbitkan novel setiap tahunnya. Tidak tanggung-tanggung, novel-novel tersebut laris manis dan selalu menduduki jajaran New York Times Best Seller.

Karya-karya Marie Lu juga menerima berbagai penghargaan loh. Legend memenangi Missouri Truman Readers Award pada 2014 dan Rebecca Caudill Young Readers’ Book Award pada 2015. The Young Elites mendapatkan nominasi Goodreads Choice Award for Young Adult Fantasy & Science Fiction pada 2014 dan Pennsylvania Young Readers’ Choice Award for Young Adults pada 2016.

Novel terbarunya Warcross mendapat nominasi Goodreads Choice Award for Young Adult Fantasy & Science Fiction pada 2017. Wah sepertinya karya Marie Lu sudah jaminan mutu ya.

marie lu
Tetapi, walau rajin membaca novelnya, sejauh mana kalian mengenal Marie Lu? Nah, agar semakin akrab, simak deh 7 Fakta Marie Lu berikut  ini.


  1. Mengalami Momen Bersejarah Tiananmen Square Massacre

    Ketika para balita seusianya mengalami masa bahagia dengan bermain boneka atau mobil-mobilan, di usia 5 tahun Marie Lu harus menjadi saksi hidup aksi Pembantaian di Lapangan Tiananmen – Beijing. Konon aksi demonstrasi besar-besaran ini memakan jumlah korban antara 180 sampai 10.454 orang. Dilansir dari gradesaver.com, saat itu Marie Lu kecil harus menyaksikan bagaimana para tentara dan tank mempersiapkan diri untuk menghadapi para demonstran.

    Tiananmen Square Massacre

    Wow, pengalaman masa kecil yang mencekam, ya. Mungkin karena inilah Marie Lu bisa begitu detail mendeskripsikan setiap aksi revolusi atau peperangan di trilogi Legend


  2. Mahir Menggambar

    Para penggemar Marie Lu dan followers setia Instagram-nya kerap disuguhi sosok tokoh-tokoh kesayangan dari novel-novelnya yang ditampilkan dalam bentuk 2 dimensi. Gambar-gambar yang dibuat sendiri oleh Marie Lu itu harus diacungi jempol, sangat bagus!

    Instagram Marie Lu

    Selain melalui Instagram, Marie Lu juga mengunggah gambarnya melalui portal Pinterest dengan nama akun mreefish. Di akun tersebut, Marie Lu juga menampilkan berbagai fancast tokoh-tokoh di dalam novelnya.


  3. Magang di Disney Interactive Studios

    Saat remaja, Marie Lu bersekolah di University of Southern California. Walaupun sibuk dengan dunia kampus, sepertinya Marie Lu enggan menyia-nyiakan waktunya yang berharga. Didukung dengan kemampuan menggambar yang mumpuni, Marie Lu pun ikut program magang di salah satu perusahaan terbesar di Dunia, yakni Disney Interactive Studios. 

    Disney Interactive Studios

  4. Bekerja sebagai Art Designer di Industri Video Game

    Selain menjadi anak magang di kantor Disney, Marie Lu pun bekerja sebagai Art Designer di Industri Video Game selepas lulus kuliah. Pekerjaan ini sesuai dengan salah satu hobinya, yaitu bermain games. Hal ini juga yang nantinya menjadi inspirasi Marie Lu untuk menulis Warcross yang bertemakan Science Fiction dan Virtual Reality.

    Marie Lu


    Namun, karena ingin fokus menulis dan menerbitkan Legend, Marie Lu pun memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan menjadi penulis purnawaktu. Tapi jangan salah, main games tetap menjadi hobinya hingga saat ini!


  5. Bersahabat dengan Tahereh Mafi

    Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa para penulis di Amerika sering sekali berinteraksi dan saling mendukung satu sama lain. Demikian pula halnya Marie Lu dan Tahereh Mafi, penulis serial Shatter Me. Keduanya kerap bertukar komentar dan mengunggah foto bersama.

    Marie Lu dan Tahereh Mafi


    Salah satu fotonya adalah ketika mereka bersama-sama mengikuti aksi demonstrasi bersama para suami masing-masing. Wah! Kompak ya.

    Sebagai tambahan informasi, Marie Lu sudah menikah dengan Primo Gallanosa, seorang pria tampan keturunan Filipina. Ada yang bisa menebak siapa suami Tahereh Mafi yang muncul dalam foto di atas?


  6. Fans BTS

    Tak mau kalah dari para remaja kebanyakan, Marie Lu juga ternyata adalah fans salah satu boyband terkenal asal Korea Selatan, BTS (Bangtan Boys)! Marie kerap mendukung BTS di akun media sosialnya seperti Twitter dan juga Instagram stories.

    Twitter Marie Lu

    Marie Lu tak segan-segan ber-fangirling ria di akunnya. Tidak hanya itu! Nama BTS dan salah satu lagunya juga dia sebutkan dalam sekuel Warcross.

  7. Novel Legend dan The Young Elites Akan Difilmkan!

    Mengiringi kesuksesan novelnya, trilogi Legend dan The Young Elites sudah dibeli hak ciptanya untuk diadaptasi ke layar lebar. Sebenarnya, sejak tahun 2011, hak cipta film Legend sudah dibeli oleh CBS Films. Namun entah kenapa,  rumah produksi tersebut tidak melakukan kemajuan yang berarti pada pembuatan filmnya.

    Tetapi jangan bersedih hati dahulu. Marie Lu mengumumkan melalui akun Instagram-nya, bahwa Legend telah menemukan rumah produksi yang baru, yakni BCDF Pictures! Wah, ayo kita doakan bersama, semoga di rumah produksi ini, film Legend segera terealisasi ya.

    Twitter Marie Lu2

    Sementara itu, The Young Elites dibeli hak cipta filmnya oleh Fox dan Temple Hill, rumah produksi ternama yang telah sukses mengadaptasi novel The Maze Runner karya James Dashner ke layar lebar.



    Rasanya tidak sabar ya, menunggu kedua serial ini difilmkan. Kalau menurut kalian, siapa saja aktor atau aktris yang tepat untuk memerankan, June, Day, Adelina, Enzo hingga Magiano?

    Sesungguhnya, ketika membahas Marie Lu, 7 fakta yang dijabarkan rasanya kurang dan tidak mampu mendeskripsikan secara menyeluruh sosok penuh inspirasi ini. Kalau ingin tahu lebih banyak tentang Marie Lu, silakan ikuti berbagai akun media sosialnya ya, dan jangan lupa baca juga novel-novelnya.


    [Oleh : Ade Nurmarita]

         
         Baca Juga : 7 Blog Penulis Keren yang Bisa Dikunjungi Saat Butuh Inspirasi

0

Artikel

Ketika berbicara mengenai Superhero, rasanya Batman menjadi sebuah nama wajib yang harus dibahas lebih dalam. Batman bukanlah superhero yang dianugerahi kekuatan super, dia tak bisa terbang, tak memiliki kemampuan berlari secepat kilat, bukan pula anak Dewa Dewi.

Dia hanyalah Bruce Wayne, seorang pria kaya raya, pimpinan Wayne Enterprises, yang harus kehilangan kedua orang tuanya sejak kecil karena kasus perampokan dan pembunuhan di kota kelahirannya sendiri, Gotham City.

Sejak kejadian tersebut, Bruce Wayne bertekad menggunakan seluruh kekayaannya untuk membasmi kejahatan di Gotham City dengan dibantu oleh pelayan setianya, Alfred. Namun, apakah tanpa kekuatan super, seorang Bruce Wayne mampu membasmi kejahatan? Jangan salah… Dengan kekayaan dan otak yang cerdas, Bruce Wayne pun menciptakan berbagai senjata dan teknologi mutakhir yang mendukung setiap aksinya.

Bahkan dia menjadi salah satu penggagas kelompok superhero Justice League, bersama dengan Superman dan Wonder Woman. Penasaran, apa saja senjata dan teknologi yang dimiliki Batman dan selalu menjadi andalannya dalam menegakkan keadilan? Yuk, simak daftar berikut

  1. Batsuit 



Walaupun tidak memiliki kekuatan super, seorang Bruce Wayne mampu menciptakan kostum yang dapat mendukung setiap aksinya. Kostum yang disebut Batsuit ini, sesuai namanya adalah kostum yang menyerupai wujud kelelawar.

Selain berfungsi sebagai penyamaran, Batsuit juga merupakan armor dan tempat menyematkan senjata. Batsuit dirancang sedemikian rupa hingga menimbulkan kesan menyeramkan untuk mengintimidasi para kriminalis Gotham City.

Di berbagai film dan komik Batman dari masa ke masa, Batsuit mengalami perubahan desain. Namun satu hal yang sama adalah nuansa warnanya yang dominan gelap. Salah satu Batsuit di film Batman vs Superman yang disebut The Dark Knight Returns Armor memiliki durabilitas luar biasa. Ketika memakai kostum yang dirancang untuk menandingi kekuatan Superman ini, seorang Bruce Wayne bahkan mampu mengangkat Batmobile.

Selain Batsuit yang kerap kali digunakan, Batman juga memiliki kostum rahasia, salah satunya adalah Insider Suit. Kostum ini memiliki Heat Vision layaknya Superman dan juga membantu Batman untuk berlari kencang layaknya The Flash. Tak hanya itu, Insider Suit juga dilengkapi teknologi untuk kamuflase, sehingga dapat mengecoh para musuh.   


              2. Batarang





Batarang merupakan salah satu senjata yang paling sering digunakan oleh Batman. Senjata ini berbentuk seperti sayap kelelawar. Walau tampak sederhana, kekuatan senjata ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Nama Batarang merupakan kependekan dari Bat-Boomerang, sehingga bisa ditebak ya penggunaan senjata ini layaknya bumerang. Namun dengan sisi yang tajam, kegunaan Batarang ini pun sudah seperti Shuriken. Seiring dengan perkembangan teknologi, Batarang pun semakin canggih dan sudah terkomputerisasi.

Batarang biasanya dibawa di sabuk perlengkapan Batman. Ada jenis batarang yang dapat meledak, menyetrum, dan dapat dikendalikan dari jarak jauh. Batarang yang telah terkomputerisasi dapat digunakan untuk mengejar target-target tertentu. Batarang yang dapat mengeluarkan gelombang sonik dapat digunakan untuk mengalihkan perhatian musuh.        


3. Batm
obile



Nyaris di setiap film Batman, penonton selalu disuguhi oleh berbagai kendaraan yang super canggih. Kendaraan inilah yang disebut Batmobile. Sama halnya seperti Batsuit, Batmobile juga memiliki beragam desain berbeda di berbagai film Batman, dengan satu kesamaan, yaitu warnanya yang gelap.

Di beberapa versi, Batmobile bisa melaju secara otomatis tanpa memerlukan supir. Ia dapat digerakkan dari jarak jauh. Selain digunakan untuk mengejar penjahat, Batmobile juga bisa dimanfaatkan untuk memindahkan tahanan, mengendalikan kerusuhan, dan memeriksa bukti-bukti forensik layaknya crime lab.

Batmobile dilengkapi dengan senjata di bagian depan antara kedua rodanya. Ketika berada dalam mode attack ataupun kondisi berbahaya yang dapat menyebabkan Batmobile rusak, kendaraan ini dapat bertransformasi menjadi Batpod, yaitu Batmobile versi motor.

Batpod ini dilengkapi dengan meriam dan senjata canggih lainnya. Berkat posturnya yang lebih ramping, batpod memudahkan mobilisasi Batman ketika mengejar musuh.


4. Grappling Gun

Grappling Gun pertama kali dirancang oleh Lucius Fox dari Divisi Sains Terapan, Wayne Enterprises.  Grappling Gun ini merupakan pistol dengan teknologi tingkat tinggi yang dilengkapi oleh monofilament wire atau semacam kawat yang membantu Batman untuk lompat dari atap ke atap.

Namun tidak hanya itu, Grappling Gun juga kerap kali digunakan Batman untuk menarik musuh atau objek tertentu menggunakan ujungnya yang tajam. Kawat Grappling Gun dapat menahan objek hingga seberat 158 kilogram. Perangkat ini dapat dikaitkan di bagian belakang sabuk Batsuit.        


5. Batbomb



Batbomb merupakan salah satu senjata terkecil Batman namun memiliki daya ledak tingkat tinggi. Ukurannya tidak lebih besar daripada bola golf, dan mudah dibawa-bawa. Senjata ini kerap kali Batman gunakan untuk meledakkan kunci pintu atau meruntuhkan tembok, tapi jarang sekali digunakan untuk menyerang musuh. Batbomb terkenal membantu Batman untuk melarikan diri dari Arkham Asylum dalam film Batman Begins.  


      6. Bat Computer


Salah satu teknologi penting yang menunjang sepak terjang Batman adalah Bat Computer yang dipasang di dalam markas persembunyian Batman. Komputer super ini menjadi pusat data semua kriminalis, politisi, dan sosialita di dunia. Kapan pun Batman membutuhkan informasi, dia bisa mendapatkannya secepat kilat.

Bat Computer memiliki hampir segala macam catatan, mulai dari data sidik jari hingga pemindaian wajah. Komputer ini punya kecerdasan artifisial yang sangat canggih, dan terkadang ia seolah memiliki kesadaran sendiri. Seiring tahun berlalu, peran Bat Computer menjadi sangat penting bagi Batman, sehingga dia  membuat versi mininya untuk dipasang di dasbor Batmobile dan di sarung tangannya.      


7. Bola-Bola Asap


Dalam tugasnya menangkapi para gangster dan psikopat, Batman harus tak terlihat. Karenanya, dia memanfaatkan beragam jenis bola dan granat asap untuk menyembunyikan kehadirannya. Ketika digunakan, bola-bola asap ini menguarkan cukup banyak asap berbahaya, sehingga Batman bisa dengan mudah melenggang pergi dari situasi-situasi berbahaya.

Dia juga dapat menggunakan bola-bola asap ini untuk mengalihkan perhatian musuh-musuh, memudahkannya menangkap mereka. sepasang lensa spesial yang terpasang di topeng Batman membuatnya dapat tetap melihat dari balik kepulan asap.


8. Bat Signal

Sosok Batman yang sedang berdiri dilatari siluet kelelawar raksasa di langit telah menjadi ciri khas yang dikenali oleh semua orang. Siluet ini adalah Bat Signal, metode komunikasi antara Batman dan Komisaris Gordon, anggota kepolisian Gotham City.

Dalam film Batman Returns, Bruce Wayne merancang serangkaian cermin untuk ditempatkan di puncak Wayne Manor. Cermin-cermin ini akan bergerak serempak merefleksikan Bat Signal ke dalam ruang kerja Bruce setiap kali Komisaris Gordon mengaktifkannya. Dengan demikian, Batman bisa selalu waspada meskipun tidak setiap saat pandangannya menerawang ke langit.



Demikianlah beberapa teknologi canggih yang dimiliki oleh Batman, walau sebenarnya masih banyak lagi senjata dan perlengkapan yang belum dibahas. Beberapa teknologi ini, seperti replika Batarang dan lampu yang dapat menyorotkan Bat Signal, dijual bebas sebagai merchandise.

Nah, kalau kamu bisa memilih satu teknologi Batman ini, mana yang akan kamu gunakan untuk membasmi kejahatan?  




[Oleh: Ade Nurmarita]  

Baca Juga :  7 Fakta Marie Lu, Rising Star di Genre Fantasi

Baca Juga: 8 Fakta Tersembunyi Wonder Woman
0

X