fbpx

Your address will show here +12 34 56 78
Artikel

Buku Origin merupakan karya kedelapan dari penulis asal Amerika, Dan Brown. Penulis berusia 53 tahun ini membutuhkan waktu empat tahun untuk proses penelitian serta penulisan buku tersebut. Seperti yang dilansir pada artikel nytimes.com, Dan Brown merupakan penulis yang sangat disiplin. Dan bangun pada pukul 4 setiap pagi, menyiapkan minuman sehat dan kemudian menulis novel.

 

Pada artikel sebelumnya, Dan Brown sudah menceritakan bagaimana serunya proses menulis Origin yang melibatkan kisah tentang artificial intelligence. Pada artikel kali ini kita akan mengetahui buku mana yang paling sulit ditulis menurut Dan Brown dan alasan kenapa Dan Brown tidak lelah ketika menghadapi antrian panjang di acara booksigning.

 

Temukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan seru lainnya pada artikel ini.


Q: Origin memiliki plot cerita yang berbeda dengan novel-novel Dan Brown sebelumnya. Origin terasa sangat modern dan mungkin terjadi pada masa sekarang. Apakah Dan Brown mengalami kesulitan memindahkan hasil riset untuk mengakomodasi aspek teknologi dari karakter Winston?

A: Oh, pertanyaan tersebut sangat bagus. Jawabannya adalah, ya. Sangat sulit. Saya lebih banyak tau tentang seni daripada tentang artificial intelligence. Saya melakukan banyak sekali penelitian, berdiskusi dengan orang-orang sangat pintar yang harus menjelaskan pada saya dalam bahasa yang sederhana sampai saya benar-benar mengerti.

Saya menyukai teknologi, menurut saya teknologi sangat menarik. Saya rasa teknologi akan memengaruhi budaya manusia pada tingkat yang jauh lebih besar daripada katalis lain, termasuk agama, filosofi atau perang. Saya rasa semakin lama manusia semakin bergantung kepada teknologi. Perkembangan teknologi sangat menakjubkan.

 

Saya ceritakan sesuatu, ambil contoh pada masa Yunani Kuno. Mereka harus melihat jauh sekali melewati beberapa generasi untuk melihat kehidupan manusia yang berbeda dengan mereka. Manusia dulu membutuhkan waktu yang sangat panjang dari mengetahui cara menggunakan api ke menemukan cara membuat roda, lalu menemukan teleskop; kemudian menemukan mesin uap, lalu komputer, semakin kesini jangka waktunya semakin pendek. Sehingga, pada masa kini, kita hanya cukup melihat satu generasi sebelum kita untuk melihat bagaimana kehidupan manusia yang tidak memakai teknologi seperti yang hari ini kita pakai. Mungkin di kemudian hari, anak-anak kita akan menertawakan kita karena tidak memiliki teknologi yang mereka pakai.


Q:
Jika Dan Brown membandingkan dirinya dengan Robert Langdon, apa saja persamaan dan perbedaan yang mereka miliki? Apabila diberi pilihan, siapakah yang akan Dan Brown pilih, dirinya atau Robert Langdon?

A: Wow, pertanyaan yang sulit. Saya memilih jadi diri saya sendiri karena Langdon jauh lebih pintar, lebih pemberani dan bertalenta –dan dia juga adalah hasil imajinasi, gabungan dari beberapa karakter orang. Saya memiilih jadi diri saya sendiri karena saya lebih suka tinggal di rumah, menulis tentang Langdon, daripada harus jatuh dari helikopter dan berlari-lari menghindari orang-orang yang mencoba menembak saya. Langdon bisa pergi ke berbagai tempat karena saya yang pergi ke tempat-tempat tersebut. Saya bisa melakukan yang Langdon lakukan tanpa mengalami hal yang berbahaya 🙂


Q: Dalam menulis novel, apakah Dan Brown sudah merencanakan “ending”-nya sebelum mulai?

A: Saya merencanakan setiap novel dengan sangat hati-hati. Novel yang saya tulis adalah thriller, sehingga saya harus tahu bagaimana alur ceritanya akan berakhir. Kalau tidak begitu, akhirnya akan saling tumpang tindih dan tidak relevan. Outline yang saya buat untuk novel The Da Vinci Code saja lebih dari 400 halaman.

Kadang-kadang saya menulis plot akhir sebelum menulis plot awal. Kadang juga saya menulis prolog dan epilog-nya terlebih dulu, kemudian tugas saya sebagai seorang novelis adalah membawa pembaca dari titik A (prolog) ke titik B (epilog). Banyak orang berpikir bahwa mereka harus memiliki ide yang sangat brilian untuk dapat menulis novel. Novel bukan tentang “What” tapi tentang “How”.

Saya ambil contohnya Ian Fleming, penulis James Bond. Setiap tema dari buku-buku James Bond memiliki “What” yang pada dasarnya sama, yaitu “Apakah James Bond akan berhasil menyelamatkan dunia dan mendapatkan gadis yang dia inginkan?”, atau “Apakah James Bond akan berhasil menjinakkan bom?” Kita semua tahu jawaban dari pertanyaan “What” tersebut, kita tidak membaca buku James Bond atau menonton filmnya dan bertanya-tanya “Oh, apakah James akan berhasil menjinakkan bom?” Tentu saja dia akan berhasil. Alasan kita membaca buku dan menonton film James Bond adalah untuk melihat “bagaimana” hal itu terjadi.

Jadi, begitulah tugas saya sebagai seorang penulis. Saya harus mampu menentukan bagaimana jalan yang dilalui si tokoh, Langdon misalnya, sehingga membuat pembaca saya tertarik, terkejut dan juga membawa mereka ke tempat yang ingin mereka lihat. Alur tersebut bisa memungkinkan untuk membagi ide, fakta, informasi tentang teknologi atau seni yang belum pernah mereka pikirkan. Itulah yang menyebabkan pekerjaan saya ini begitu menyenangkan.


Q: Buku apa yang menurut Dan Brown paling sulit untuk ditulis sejauh ini?

 

A: Jawabannya adalah The Lost Symbol. Saya membutuhkan waktu 6 tahun untuk menulis buku tersebut. Salah satu alasannya karena buku tersebut dibuat setelah The Da Vinci Code dan hidup saya berubah sangat drastis. Alasan lainnya adalah karena buku tersebut membahas tentang misteri kuno dan persaudaraan freemason sehingga membutuhkan banyak sekali penelitian. Saya membutuhkan banyak waktu untuk menyusun buku tersebut. Omong-omong, judul awal untuk novel The Last Symbol adalah The Secret of Secret.

 


Q: Apa yang membuat Dan Brown tidak berhenti menulis setelah buku pertamanya tidak begitu mendapat banyak perhatian?

 

A: Saya tidak tahu. Keras kepala, atau mungkin juga karena kebodohan. Saya hanya ingin menulis dan merasa bahwa saya memiliki kisah yang ingin diceritakan. Saya harap para penulis muda atau siapa pun yang ingin jadi penulis memiliki perasaan yang sama. Anda menulis demi menceritakan suatu kisah. Jika Anda mengejar kesuksesan finansial, mungkin Anda akan merasa kecewa. Tapi jika Anda menulis karena ingin menceritakan suatu kisah, dengan sungguh-sungguh, dan berusaha memberikan tulisan terbaik Anda, sukses akan menemukan Anda.

 

There are a lot of luck to success, but there is also a lot of persistents –Dan Brown

 

Saat menyelesaikan novel The Da Vinci Code, yaitu novel keempat saya (setelah novel-novel sebelumnya tidak begitu laku), saya duduk dan membaca manuskrip sembari berpikir “Jika buku ini kembali tidak sukses dan orang-orang tidak menyukai ceritanya, saya akan berhenti menulis. Saya merasa orang-orang tidak memiliki selera yang sama dengan saya. Kenapa? karena ketika membaca The Da Vinci Code, saya sangat menyukai ceritanya”.

 

Jadi jika Anda adalah orang yang kreatif, entah itu seorang novelis, koki, atau musisi, Anda harus menciptakan karya yang Anda suka. Selera Anda harus menjadi panduan. Anda menciptakan karya yang Anda suka, kemudian Anda membagikannya kepada orang lain –dengan harapan mereka juga akan menyukainya. Beberapa orang akan menyukainya –mereka adalah penggemar Anda. Beberapa orang tidak menyukainya –mereka adalah kritikus Anda. Tapi jika Anda beruntung dan memiliki cukup banyak penggemar, mungkin Anda bisa menjadikan hal tersebut sebagai mata pencaharian. Saya memang menjadi penulis sudah cukup lama, tetapi menulis bukan selalu mata pencaharian utama saya. Dulu saya tidak menghasilkan uang sama sekali sebagai penulis.

 

Bagi para penulis pemula atau para penulis yang sudah menerbitkan buku tapi belum begitu laku, saya ada satu cerita. Pada acara penandatanganan buku Digital Fortress, kalau tidak salah di depan sebuah toko buku di dalam mall di New Hampshire, para panitia dengan baiknya menyediakan sebuah meja dan menaruh beberapa eksemplar buku Digital Fortress. Saat itu saya berpakaian sangat rapi –memakai jas dan dasi. Saya terlihat konyol, tetapi saya sangat bersemangat karena akan menandatangani buku-buku saya. Saya bahkan menyediakan tiga pulpen untuk berjaga-jaga kalau tintanya habis. Saya duduk di sana selama tiga jam. Orang-orang berlalu lalang di depan saya, tapi tidak ada yang mau melakukan kontak mata dengan saya atau berbicara dengan saya.

 

Pada akhirnya ada seseorang yang berjalan ke arah saya sambil melakukan kontak mata sehingga saya bersiap-siap mengambil pulpen. Saya terkejut karena ternyata dia menanyakan di mana letak kamar mandi! Saya tidak menandatangani satupun buku hari itu. Saya tidak pernah lupa hari itu. Sekarang, ketika saya menghadiri acara penandantanganan buku dengan antrian yang sangat panjang, orang akan berkata “Oh, Anda pasti sangat lelah”. Saya akan menjawab “Tidak, saya tidak lelah. Saya akan tetap berada di sini sampai selesai.

Saya sangat bersyukur ada orang yang mau membaca buku saya –karena saya ingat hari-hari ketika tidak ada yang membaca buku saya”.





[Oleh: Fauziah Hafidha]




Baca juga: Artificial Intelligence Bisa Gantikan Manusia? Ini Kata Dan Brown

Baca juga: 7 Blog Penulis Keren yang Bisa Dikunjungi Saat Butuh Inspirasi

0

Artikel

Apakah Artificial Intelligence bisa gantikan manusia?


Dan Brown merupakan penulis best-seller novel-novel thriller dengan karya terbarunya Origin. Seperti dirilis nytimes.com, novel tersebut membahas beberapa topik menarik seperti kekhasan serta keunikan gereja Sagrada Familia dan juga perkembangan pesat dari artificial intelligence (AI) yang diwakili oleh komputer bernama Winston.

Pada bulan Agustus 2018, Dan Brown melakukan live di Facebook-nya dan menjawab berbagai pertanyaan seru dari para pembaca di seluruh dunia. Penulis merangkum sebagian pertanyaan dan jawaban tersebut dalam artikel ini. Salah satu topik yang dibahas pada artikel ini adalah apakah Winston akan benar-benar hadir di tengah-tengah kehidupan manusia?

(Artikel ini disadur oleh Fauziah Hafidha dari video live Facebook Dan Brown.)  

Q: Apa saran Dan Brown untuk penulis-penulis baru?

 

A: Salah satu hal terpenting yang bisa dilakukan sebagai penulis baru adalah Anda harus sangat serius tentang proses yang sedang dijalani. Hal tersebut berarti Anda harus menyediakan waktu tersendiri, setiap hari, 7 hari dalam seminggu, 365 hari setahun; untuk menulis. Saya tahu bahwa kita semua sibuk, namun bahkan jika waktu luang yang Anda miliki hanya 30 menit, luangkanlah.

Waktu menulis Digital Fortress, saya memiliki dua pekerjaan sekaligus. Saya bangun jam 4 pagi, menulis sampai jam 7, kemudian berangkat ke tempat kerja saya yang pertama. Sore hari saya pergi bekerja ke tempat pekerjaan saya yang lain. Keesokan harinya saya bangun pagi dan melakukan hal yang sama lagi.

Anda juga harus bisa menemukan tempat privasi khusus, di rumah atau apartemen Anda misalnya, atau bahkan jika Anda harus duduk di dalam mobil sendirian untuk menulis; lakukanlah. Saya menyarankan agar Anda menulis di pagi hari, tapi beberapa orang lebih suka menulis di malam hari; itu juga tidak apa-apa. Pastikan saja bahwa Anda menulis di waktu yang sama setiap harinya. Anda juga harus melindungi proses penulisan tersebut. Saya bahkan punya stiker yang saya tempelkan di komputer bertuliskan “protect the process and the result will take care of themselves”. Saya sangat percaya hal itu. Menulislah dan disiplin terhadap proses penulisan tersebut.

 

Meskipun disiplin, Anda tetap tidak perlu memaksakan hasilnya. Yang artinya, katakanlah pada diri Anda sendiri: meskipun saya hanya memiliki sedikit waktu untuk menulis –tidak apa-apa, yang penting sudah meluangkan waktu.

Writing is like hitting your head against the brick wall until the wall is weakened off and it breaks

Satu saran lagi tentang tempat khusus untuk menulis. Sebetulnya Anda tidak membutuhkan tempat menulis yang “sempurna”. Satu hal yang saya sarankan untuk tempat menulis adalah pastikan tempat tersebut tidak memiliki akses internet. Matikan internet dan fokuslah menulis 🙂


Q: Saya butuh Winston, apakah Dan Brown bisa memberikannya?

A: Saya harap saya memiliki kemampuan untuk membuat Winston, tapi saya tidak bisa. Winston akan datang sebentar lagi. Ketika melakukan riset untuk buku Origin, saya banyak meluangkan waktu dengan para ahli komputer di Barcelona Supercomputing Center –dan saya tahu bahwa artificial intelligence akan segera datang. Entah ini hal yang baik atau buruk, tapi kita akan segera memiliki Winston.

 

Let’s just hope that our morality keeps pace with our technology, and that we can figure out how to use this big technology

Q: Apa arti dari struktur lingkaran yang ada di cover buku Origin?



A: Saya terinspirasi setelah melihat sebuah tangga spiral di Sagrada Familia yang ketika dilihat dari atas terlihat mirip sekali dengan cangkang Nautilus. Bentuk tangga tersebut juga mengingatkan kepada bentuk helix DNA. Karena saya menulis tentang Barcelona, Sagrada Familia, dan DNA… saya merasa tangga spiral itu sesuai dengan bentuk yang saya dan tim ingin gunakan. Jadi Anda bisa melihat struktur lingkaran itu sebagai tangga spiral, melihatnya mirip seperti struktur DNA, atau Anda juga bisa melihatnya seperti cangkang Nautilus. Intinya, Anda bisa melihat struktur tersebut dan menginterpretasikannya sebagai bermacam-macam hal.

Q: Tempat paling menarik yang pernah dikunjungi Dan Brown? Mengapa?

A: Saya sangat beruntung karena bisa berkeliling dunia ketika proses penulisan buku. Saya juga berkesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang menarik, sejarawan, kurator, serta para sarjana. Saya rasa, dari semua perjalanan yang pernah saya lakukan, Istanbul adalah tempat yang paling berkesan karena keeksotisannya. Istanbul adalah tempat “timur” dan “barat” bertemu secara geografis. Istanbul juga satu-satunya tempat di bumi yang menjadi ibukota tiga kekaisaran.. hmm saya lupa apa nama ketiga kekaisaran tersebut. Roman, Byzantine, dan Ottoman..kalau tidak salah.

Q: Menurut Dan Brown, bagaimana proses pembuatan film yang diadaptasi dari novel-novelnya? Apakah Dan Brown menyukai prosesnya atau lebih memilih untuk menghindar?

A: Saya merupakan fans berat Tom Hanks dan Ron Howard. Saya mencintai film layar lebar. Saya pikir, novel-novel saya sulit untuk diadaptasi menjadi sebuah film karena terlalu banyak konten di dalamnya. Saya merasa berterima kasih kepada Ron Howard dan timnya, karena meskipun sulit sekali memasukkan semua konten yang ada di dalam buku ke dalam film, namun mereka berhasil mempertahankan pertanyaan mendasar dari novel-novel tersebut.

 

Ketika saya melihat script adegan pembuka untuk film Inferno, bunyinya seperti ini: “Akankah Anda membunuh setengah populasi manusia di bumi untuk menyelamatkan ras manusia?”. Saya tahu mereka tidak akan menutupi pertanyaan besar dari novel tersebut, meskipun pertanyaan-pertanyaan tersebut cenderung kontroversial. Harapan saya adalah pertanyaan tersebut membuka dialog, tapi kenyataannya terkadang malah menimbulkan kontroversial.

 

Begitu juga dengan film The Da Vinci Code. Novel tersebut mempertanyakan pertanyaan yang sangat sederhana: “Apa artinya bagi para pengikut agama Kristen, jika Jesus sebetulnya bukanlah anak Tuhan?” Saya besar di lingkungan keluarga yang memperbolehkan saya menanyakan ha-hal seperti itu. Orang tua saya selalu mendorong agar saya aktif bertanya mengenai agama. Setelah novel The Da Vinci Code dirilis, banyak orang yang tidak suka dengan pertanyaan yang saya lontarkan tersebut. Tapi harapan saya hanyalah agar pertanyaan tersebut membuka sebuah dialog.

 

Q: Apakah Robert Langdon akan menikah?

A: Ya, mungkin saja. Never say never. Salah satu elemen yang membuat novel saya ber-genre thriller adalah ceritanya bisa membuat Anda bertanya-tanya akankah Robert Langdon menikah dengan Victoria atau menikah dengan Ambra? Hal tersebut menciptakan keromantisan –berbeda jika Robert Langdon menikah, tidak akan ada keromantisan seperti itu. Mungkin saja di buku selanjutnya dia akan bertemu dan menjalin hubungan dengan salah satu wanita yang pernah dia temui, saya tidak yakin… tapi pertanyaan Anda membuat saya memikirkan tentang hal tersebut dan mungkin saja bisa menjadi perubahan yang baik bagi Langdon 🙂 Kita lihat nanti, ya.





[Oleh : Fauziah Hadifha]



Baca juga: Memahami Artificial Intelligence Lebih Dalam

Baca juga: Penasaran dengan Novel Origin? Ini Dia Sinopsisnya

 

 

 

 

0

Artikel

Sambil menantikan kehadiran novel Origin yang direncanakan terbit pada November 2017 mendatang. Rasanya kurang seru apabila kita tidak mengenal lebih jauh sosok dibalik seri thriller petualangan profesor Langdon. Berikut beberapa fakta unik, yang wajib kamu ketahui dari sang penulis, Dan Brown.


1. Tidak Pernah Ada Kata Libur Untuk Dan Brown.

Meskipun Dan Brown adalah seorang yang kaya raya dengan penghasilan mencapai jutaan dolar dari penjualannya bukunya, namun dia tidak pernah mengambil hari libur. Bahkan saat momen-momen spesial seperti Natal sekali pun, Dan Brown selalu menyibukkan diri dengan rutinitas kerjanya sebagai seorang penulis.


2. Membenci Novel!

Sebuah fakta yang kontradiktif bukan? Ya, terkenal sebagai seorang novelis, namun fakta sebenarnya Dan Brown tidak suka membaca fiksi, dan sulit untuk menyukai sebuah novel.


3. Memiliki Rumah Yang Dibangun Layaknya Sebuah Puzzle.

Dan Brown memiliki sebuah rumah mewah bernilai 10 juta USD, di New Hampshire, sebuah negara bagian di Amerika Serikat. Rumah tersebut memiliki berbagai pintu rahasia serta ruang tersembunyi. Ruang kerja, tempat Dan Brown menulis karya-karyanya, terletak persis di balik sebuah lukisan.

Akses menuju kantornya berada pada sebuah tombol rahasia yang terdapat pada lukisan. Bila ditekan maka pintu rahasia akan terbuka, dan menunjukkan jalan masuk menuju kantor Dan Brown.


4. Dan Brown dan Karya Musiknya.

Sebelum menjadi novelis ternama seperti saat ini. Dan Brown ternyata pernah menjajaki dunia musik dengan membuat beberapa album, termasuk pada tahun 1993, ia merilis album bertema religius yang ia namai Angels and Demons. Nama album tersebut kemudian menjadi salah satu judul novelnya, seperti yang kita ketahui saat ini.


5. Cameo Dalam Film Hollywood.

Film adaptasi novelnya yang diperankan Tom Hanks, tentu sudah tidak asing di telinga para fan Dan Brown. Namun tahukah kamu kalau Dan Brown pernah menjadi cameo di film Be Cool (2005), yang dibintangi Uma Thurman dan John Travolta? Dalam film tersebut, Dan Brown tidak sendiri, ia ditemani istrinya Blythe Newlon.

Keduanya dapat terlihat dalam sebuah adegan konser band Aerosmith, di mana Dan Brown serta istrinya menjadi penonton yang berada di baris terdepan.

Baca Juga, Sinopsis Novel Terbaru Dan Brown, Origin


6.  Salah Satu Penulis Paling Populer Di Seluruh Dunia.


The Da Vinci Code merupakan novel Dan Brown yang paling sukses. Karyanya tersebut telah terjual lebih dari 81 juta eksemplar di seluruh dunia. Total penjualan novel-novelnya mencapai lebih dari 200 juta eksemplar. Novelnya juga telah diterjemahkan kedalam 54 bahasa.


7. Salah Satu Penulis Terkaya di Dunia.

Dari keuntungan novel saja, pada tahun 2005 Dan Brown tercatat memiliki nilai kekayaan sebesar 76,5 juta dolar Amerika. Di tahun yang sama Dan Brown masuk ke dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia versi majalah Time. Total kekayaannya saat ini diberitakan mencapai lebih dari 120 juta USD.


8. Rating Buruk Dari Kritikus Buku.

Meskipun karya-karyanya secara komersil terbilang sukses. Namun dikalangan kritikus buku beberapa karya Dan Brown memiliki rating yang tidak baik. Seorang penulis kenamaan Salman Rushdie menilai The Da Vinci Code sangat buruk.

Ia menyatakan The Da Vinci Code “a book so bad that it makes bad books look good”. “ The Da Vinci Code buku yang sangat jelek, bahkan membuat buku jelek sekali pun terlihat bagus”.


9. Novel Best Seller Dalam Minggu Yang Sama.

Pada tahun 2004, di minggu yang sama, empat judul novel Dan Brown terpampang di daftar jajaran buku terlaris versi New York Times.


10. Push Up Satu Jam Sekali.

Disela break, saat rutinitas menulis, Dan Brown selalu menyempatkan untuk push-up. Dia menggunakan jam pasir antik yang terpasang di meja kerjanya, sebagai penanda waktu. Dalam satu jam sekali Dan Brown beristirahat dari menulis dan berolahraga push-up, sit-up, serta melakukan peregangan otot.
0

Artikel



Sejak pertama kali diumumkan pada September 2016, Origin, menumbuhkan hype yang luar biasa, khususnya di kalangan fan pencinta seri novel Dan Brown. Siapapun penyuka genre thriller pastinya sudah tidak sabar menantikan sang ahli simbologi Robert Langdon, berkutat kembali dengan petualangannya menyingkap berbagai teori konspirasi penuh twist yang sempurna.

Bagi kamu yang sudah lama menunggu terbitnya Origin, akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya melalui website resmi Dan Brown (www.danbrown.com) dapat diketahui bahwa seri terbaru novel fenomenal tersebut akan terbit pada 3 Oktober 2017.

Negara pertama yang mendapatkan Origin secara perdana adalah Kanada dan Amerika Serikat. Bagaimana dengan Indonesia? Versi bahasa Indonesia dari Origin, akan diterbitkan Penerbit Mizan, dan direncanakan terbit pada November 2017. Buat kamu yang penasaran dengan kelanjutan aksi Profesor Langdon, sila simak terlebih dahulu sinopsis Origin, di bawah ini.  

Siapapun dirimu Apa pun keyakinanmu Semuanya akan berubah.


Bilbao, Spanyol
Robert Langdon, profesor simbologi dan ikonologi agama Universitas Harvard, tiba di Museum Guggenheim yang supermodern untuk menghadiri pengumuman besar tentang penemuan yang “akan mengubah dunia sains.” Tuan rumah acara malam hari itu adalah Edmond Kirsch, seorang miliuner dan Futuris berusia empat puluh tahun.

Kirsch adalah sosok yang terkenal di seluruh dunia, berkat penemuan-penemuan teknologi tingkat tingginya yang mengagumkan, serta prediksi-prediksinya yang berani. Dia juga merupakan salah satu mahasiswa Langdon dua puluh tahun yang lalu, dan sekarang dia akan mengungkap suatu terobosan yang mencengangkan… yang akan menjawab dua pertanyaan fundamental terkait eksistensi manusia.

Begitu acara dimulai, Langdon dan beberapa ratus hadirin lainnya terpukau oleh pemaparan yang begitu orisinil, dan Langdon menyadari bahwa ini akan jauh lebih kontroversial daripada dugaannya. Namun acara yang telah diatur dengan amat cermat itu tiba-tiba kacau balau, dan penemuan berharga Kirsch nyaris hilang selamanya.

Terguncang dan menghadapi bahaya besar, Langdon terpaksa melarikan diri dari Bilbao. Dia didampingi oleh Ambra Vidal, sang direktur museum yang bekerja sama dengan Kirsch untuk menyelenggarakan acara. Keduanya bertolak ke Barcelona untuk mencari password teka-teki yang akan mengungkap rahasia Kirsch.

Menyusuri koridor-koridor gelap sejarah rahasia dan agama ekstrem, Langdon dan Vidal harus menghindari lawan yang sepertinya tahu segalanya, yang kemungkinan didukung oleh pihak Istana Kerajaan Spanyol … yang tidak akan melakukan apa pun untuk membungkam Edmond Kirsch.

Mengikuti jejak-jejak tersembunyi dalam karya seni modern dan beragam simbol misterius, Langdon dan Vidal menemukan petunjuk-petunjuk yang pada akhirnya membawa mereka berhadapan dengan penemuan Kirsch… dan kenyataan mencengangkan yang selama ini tidak kita ketahui.

Sumber: www.danbrown.com (Diterjemahkan oleh Dyah Agustine)



Doubleday (penerbit naskah Origin asal US) dalam press release Origin, menjelaskan bahwa Dan Brown tetap mempertahankan ciri khasnya. Ia masih akan menghadirkan alur cerita berbalut kode-kode, simbol, agama, sejarah, seni, dan keindahan arsitektur dunia. Selain itu, Dan Brown juga akan menghadirkan twist baru yang dihiasi nuansa sains keren dan teknologi canggih saat ini.

Baca juga, Nobar The Da Vinci Code di Kinosaurus, Jakarta


Dan Brown terakhir kali merilis Inferno pada tahun 2013. Versi filmnya yang diperankan Tom Hanks, Felicity Jones (Star Wars: Rogue One). Serta disutradarai Ron Howard sempat meramaikan layar bioskop dunia pada tahun 2016 lalu. Saat ini novel karya Dan Brown sudah terjual lebih dari 200 juta eksemplar, di seluruh dunia.



Jadi, seberapa excited-kah kamu menantikan kehadiran Origin? Yang pasti bila kamu belum mengikuti keseluruhan petualangan Robert Langdon, maka ini saat yang tepat untuk kamu membaca kembali, atau bahkan maraton menamatkan 6 seri novel Dan Brown sebelumnya hehe …



Di bawah ini adalah daftar novel Dan Brown yang sudah terbit di Mizan:
   

 

0

X